
Di kos-kosan kecil seorang gadis sedang menggerutu kesal bingung mau melakukan apa,sehabis mengantarkan sahabat nya yang tidak punya otak itu ke rumah,dia langsung pulang yang sial nya sekarang dia tidak tau harus melakukan apa. Bisa lah kalian tebak orang nya siapa ,ya dia adalah Fira.
Gadis itu sekarang melakukan aktraksi seperti pawang ular, melekuk lekukkan badan nya seperti cacing kepanasan.
"Ngapain ya enak nya,mau makan kenyang,mau jalan jalan males,beres beres rumah tapi rumah udah bersih " diam sejenak dan "Ting" jika memiliki kekuatan maka kita akan bisa melihat lampu dengan cahaya yang terang muncul di atas kepala gadis itu seperti menemukan ide akan kegiatan yang dia lakukan di tengah kebosanan yang melanda nya.
"aha,tau gue mau lakuin apa,hihi" dengan jari tengah dan jempol yang dia jentikkan,dan disertai kekehan yang lebih mirip suara perempuan penunggu pohon itu Fira mengambil hp nya,untuk menelepon orang mungkin.
"Tut,,,Tut,,Tut,,"suara dari hp yang menandakan kalau telepon nya masuk atau terhubung,tidak menunggu lama suara dari sebrang sana terdengar melalui hp yang di genggam oleh Fira.
"Halo"
"Lama bener sih ngangkat telpon nya" padahal telfon nya hanya membutuhkan 15 detik sudah diangkat tapi agar orang di sebrang sana kesal kalau bisa sampe marah marah maka nya dia sengaja mengatakan itu, dan tidak apa apa,yang penting rasa bosan nya itu terobati.
Dan terbukti dia mendengar sahabat nya itu menghela nafas kasar,sungguh sangat menyenangkan.
" Nanti gue telfon"
" Tut" suara telfon menandakan sambungan telepon di akhiri.
"Ck dasar Fani anj*ng" bukan nya dia yang berhasil membuat Sabahat nya itu kesal dan marah marah malah dia yang kena batu nya,ini sih yang dinamakan senjata makan tuan.
***
Di tempat lain,yaitu mansion Atmaja ,dua insan manusia itu masib tidak menemukan titik terang pertemuan ini untuk apa,yang satu sibuk telfonan dan yang satu nya sibuk memerhatikan,
siapa lagi dua manusia itu jika bukan Devano dan Fani.
Fani mendengus kesal melihat sang penelefon,siapa lagi kalau bukan fira sahabatnya,mengapa sahabat nya itu menghubungi nya,apakah ada hal yang penting dia rasa tidak ,mengapa dia bilang seperti itu karena dia sudah bisa menebak dari kata kata yang terlontar dari sebrang sana.
__ADS_1
Masa bodoh sama Fira Fira itu,yang terpenting sekarang ini adalah apa tujuan nya kesini.
Setelah telfon dia matikan secara sepihak dia memasukkan kembali hp nya kedalam Sling bag nya,gak tau penulisan nya seperti apa mohon di maklumi thks hehe,back to topic,setelah itu dia menatap ke arah Devano yang sedari tadi memperhatikan nya,apakah ada yang salah dengan nya? aneh.
"Siapa?" pertanyaan yang disimpan di dalam hati nya lolos begitu saja dari bibir Devano,sungguh hati dan pikiran nya sangat tidak sinkron.
"ha?"heran Fani kenapa bos nya itu harus menanyakan hal yang tidak penting itu? iya jika mereka pacaran wajar laki laki itu menanyakan hal seperti itu,tapi ini teman bukan,bapak bukan,saudara bukan,musuh? dikit sih iya,bos iya ,pacar? apalagi itu sangat sangat mustahil,tunggu tunggu apa tadi pacar? kenapa Fani berpikir sampai sejauh itu,huh pikiran apa itu.
"Telfon"dengan memutar mata malas Devano menjawab,yang membuat gadis di depan nya ini kesal yang sayang nya dia menyukai itu,apa tadi menyukai dengan cepat Devano menggeleng gelengkan kepala nya guna menghilangkan pikiran nya itu.
"Ohk maksud nya yang nelfon saya?"tanya Fani memastikan yang di jawab Devano dengan anggukan kepala.
"Teman" jawab Fani singkat.
"Cewek, cowok?"apa dia bilang cewek cowok kenapa jadi tidak formal begini?,dan apakah itu penting untuk di jawab pikir Fani.
"Cowok pak" mendengar jawaban itu membuat rahang Devano mengeras dan tatapannya nya sangat dingin,ada apa dengan nya sebenarnya nya,kenapa badan nya selalu tidak sinkron dengan hati nya,seperti nya otak nya lebih jujur dari hati nya, seperti nya sih.
" Tapi boong ,hayu..papalepapale..."
melihat ekspresi Devano membuat Fani sedikit takut ingat sedikit!! lagian kenapa reaksi bos nya harus berlebihan seperti ini.
Detik berikut nya Fani kembali mengeluarkan suaranya "cewek kok pak,bercanda tadi hehe". Dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal Fani menjawab dan melirik bos nya yang sangat sangat aneh hari ini.
Dan kenapa memang jika yang menelfon nya adalah laki laki?apakah ada yang salah,sungguh aneh ,hanya satu kata itu yang akan selalu hadir untuk saat ini.
"Sebelum nya maaf ya pak Devano,tujuan bapak memanggil saya ke sini apa ya?"tanya Fani kembali ke topik yang seharusnya nya,agar tujuan dia datang ke sini jelas.
"Mulai besok-,oh tidak mulai hari ini kamu jadi asisten pribadi saya,dan tinggal di mansion ini"
What apa tadi,asisten pribadi nya dan tinggal di mansion ini?,dengan mengedip edipkan mata nya lantaran bingung dan tidak percaya dengan apa yang dia alami nya kini,Fani berpikir kenapa jadi seperti ini.
__ADS_1
Akhirnya nya Fani membuka suara setelah terdiam beberapa detik "maaf pak kenapa seperti ini?" tanya Fani membutuhkan jawaban dari bos arogan di depan nya. jelas lah pertanyaan membutuhkan jawaban,ada ada saja si Fani ini.
"Apakah kamu lupa dengan kejadian di kantor?" tidak mendapat jawaban dari sang lawan bicara Devano melanjutkan untuk berbicara kembali "Jika kamu akan saya ingatkan kembali jika kau mau"
"Ah itu saya tidak lupa pak,dan saya sudah minta maaf bukan"
"Ck,iya dengan apapun yang akan kamu lakukan bukan,dan ini salah satu nya " tekan Devano.
Sungguh Fani mengutuki diri nya yang mengatakan akan melakukan apapun asal jangan di pecat untuk mendapatkan maaf dari bos nya yang sangat arogan ini.
Tarik nafas buang,itu yang di lakukan Fani untuk mengontrol emosi yang sudah di ubun ubun,ingin marah tapi dia tidak punya kekuasaan.
"Oke baiklah pak,tapi apakah harus mulai hari ini,lagian juga saya butuh izin kepada ibu dan adik saya"dengan tatapan memohon Fani menatap Devano.
"Ya mulai hari ini,saya akan mengizinkan kamu pulang untuk izin sama orang tua kamu,setelah itu kembali lagi ke sini"
"Harus kah hari ini,tidak bisa hari Senin atau gak besok pak" dengan melakukan negosiasi Fani kembali berkata siapa tau bos nya itu berbaik hati.
"Hari ini atau tidak sama sekali" dengan nada mengintimidasi dan tatapan yang seperti hendak membunuh musuh nya Devano berkata kepada Fani.
Sungguh Fani tidak habis pikir,dia pikir bos nya itu akan berbaik hati sedikit tapi ternyata tidak,sungguh sangat menyebalkan.
Kenapa dia harus bertemu dengan sosok seperti bos nya ini,jika dia bisa mengulang waktu dia tidak akan mau berurusan dengan bos nya ini, bahkan dia mengutuki sikap nya yang dengan sok memarahi dan mengatai bos nya ini.
"Baik lah"dengan lesu Fani akhir nya menyetujui dari pada sama sekali dia tidak izin kepada mama nya,sebenar nya dia bisa izin lewat telfon tapi lebih leluasa jika berpamitan langsung lagian barang barang dia juga harus dia jemput bukan,tidak mungkin hanya memakai baju yang saat ini melekat di tubuh nya untuk dia gunakan bekerja dan melakukan aktifitas lain nya untuk jangka waktu yang dia tidak tau sampai kapan.
Jujur jika dia tidak memikirkan nasib ibu nya dan sekolah adik nya Fani tidak akan mau ,bahkan lebih baik di pecat ,dari pada terjebak dengan situasi saat ini,ingin membuka usaha dia butuh modal yang banyak sedangkan kebutuhan mereka harus di penuhi setiap hari nya,jadi yang bisa dia lakukan adalah pasrah.
**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote, komen yang mendukung dan kritikan serta saran nya ya kawan.
kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje aku juga minta maaf ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.
__ADS_1
thanks all ,lope you 😇🤗🤗
semoga kalian suka ya,thanks all 🤗