
"Tapi sepertinya dia suka sama kamu"Devano mengatakan apa yang dia lihat, laki laki tadi melihat gadisnya itu dengan tatapan seperti dia melihat gadis itu, tidak perlu dia jelaskan secara detail karena kalian pasti sudah tau bukan?.
Fani diam bingung mau menjawab apa,karena yang Devano bilang ada benarnya, namun dia tidak tau dan tak mau tau jika senior nya itu masih menyukai sampai sekarang,toh dia sudah memiliki Devano kan.
"Iya,tapi dulu"dia berkata jujur, daripada Devano salah paham lagi, jika mendengar nya dari orang lain,karena dia tahu bagaimana Devano dalam mencari sesuatu hal yang membuatnya penasaran.
"Sekarang"maksudnya bagaimana?,Fani tidak tahu,apakah laki-laki yang tengah memangku nya saat ini bertanya atau sekedar memberikan pernyataan.
"Sampai sekarang juga sama!"Devano yang melihat ekspresi kebingungan dari gadis itu,memilih untuk menyampaikan apa yang dia lihat saja dengan jelas agar Fani tidak kebingungan lagi,kasihan juga gadis itu jika selalu bingung setiap kali dia berbicara.
"Masa?,kalaupun iya gak bakalan ada yang berubah kok"memang tidak akan ada yang berubah kan?,karena sampai kapanpun dia tidak akan suka sama senior nya itu, apalagi saat ini dia sudah memiliki Devano sebagai pawang nya.
Jika senior nya itu,mau merebut dia dari Devano, silahkan saja tapi jika dia mampu, begitu juga dengan menaklukkan hati nya.Karena semua ini soal hati yang tidak dipaksakan.
Devano menatap manik Fani dengan lembut dan begitu dalam "Kenapa bisa begitu?"walaupun dia bertanya seperti itu,dia hanya ingin mendengarkan alasan gadis itu saja,bukan nya tidak yakin atau tidak percaya hanya saja dia ingin mendengarkan alasan itu dengan jelas.
"Kan aku udah punya kamu,lagian ini soal hati Dave tidak bisa dipaksa"Devano diam,yakin tidak yakin dengan ucapan gadis itu,karena saat mereka jadian dulu gadis itu menjawab nya hanya dengan deheman saja,bahkan tidak pernah membalas ucapannya setiap saat dia mengatakan cinta kepada gadis itu.
Fani bisa melihat tatapan Devano yang terlihat ragu mendengar ucapan nya,entah apa yang membuat laki laki itu ragu dia tidak tahu,tapi ucapannya tadi memang benar,entah dari kapan dia jatuh cinta kepada Devano laki laki dingin dan arogan yang ada di hadapannya saat ini.
"Kenapa?,apa kamu tidak yakin?"tidak ingin membuat spekulasi sendiri,Fani memilih untuk bertanya saja, walaupun dia sudah tahu jawabannya tapi tetap saja , jawaban dari orang nya langsung yang lebih meyakinkan.
__ADS_1
Devano yang mendengar pertanyaan gadis itu,sejenak menatapnya dan mengangguk,dia lebih memilih untuk jujur saja.
Fani mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti,dia menatap Devano lalu tersenyum manis,manik mereka bertemu dan saling menyelami satu sama lain,sebelum akhirnya Fani mendekatkan wajahnya ke arah Devano dan memiringkan kepalanya, cup ,bibir keduanya bertemu.
Fani memundurkan kepalanya guna untuk menjauhkan bibir nya dari bibir Devano,walaupun hanya kecupan,namun dia sudah malu setengah mati,kenapa juga dia bisa melakukan hal yang memalukan seperti itu.
Sungguh itu adalah hal,yang sangat memalukan yang pernah dia lakukan seumur hidupnya,ingin sekali rasanya saja dia menenggelamkan diri nya kebawah tanah.
Namun sebelum berhasil, Devano laki laki yang suka mengambil keuntungan setiap ada peluang, memanfaatkan keadaan saat ini,ini adalah moment yang tidak boleh dia sia-siakan.
Jarang jarang, bahkan baru kali ini,Fani mau berinisiatif menciumnya terlebih dahulu, bukankah itu hal yang membahagiakan?,bahkan laki laki itu tersenyum disela sela kegiatan mereka.
Fani yang merasakan oksigen disekitar nya mulai menipis, memukul dada Devano, Untunglah laki laki itu mau menyudahi kegiatan mereka itu.
Sebenarnya Devano masih ingin,tapi melihat gadis itu yang sepertinya butuh oksigen akhirnya mau tidak mau harus menyudahi kegiatan menyenangkan itu .
Sungguh Fani tidak kuat lagi,sudah menahan malu karena dengan berani beraninya dia mencium terlebih dahulu ditambah laki laki itu yang mengubah kecupan itu menjadi ciuman yang menurut nya sedikit panas membuat nya semakin merasa malu.
"Kenapa?"tanya Devano sambil menyeka sisa salivanya di sekitar bibir gadis itu dengan jari jempol nya.
Fani ingin sekali memukul kepala laki laki itu,bisa bisanya dia menanyakan itu dengan santai, padahal laki laki itu sudah tahu bahwa dia tengah malu saat ini,terlihat dari senyum Devano saat ini yang seolah mengatakan "cie yang salting,cie yang malu"bahkan yang ledekan ledekan yang lainnya mungkin.
__ADS_1
Ditambah posisi mereka yang sedari tadi tidak berubah,yang membuat suasana di antara keduanya semakin terasa abcdefghi namun sayang nya yang terlihat malu hanya Fani saja.
Untung yang dibawah gak bangun dan gak nyut-nyutan,coba aja sempat bangun,mungkin sudah otw jadi orangtua tanpa ikatan mereka.
Berbeda dengan Devano yang sedari tadi tersenyum lebar,mungkin sangat bahagia hingga senyum itu terlihat manis dan lebar.
"Mau kemana?,disini dulu" ucap Devano semakin memperat pelukannya pada pinggang Fani,laki laki itu tidak membiarkan Fani beranjak dari pangkuan nya, padahal gadis itu hanya ingin membereskan kekacauan yang dibuat oleh nya.
"Aku mau beresin rumah jnj dulu Dave,lepasin dulu!,bentar kok gak lama "Bujukan Fani ternyata tidak berhasil sama sekali, bahkan laki laki itu tidak hanya memeluk nya lagi wajah laki laki itu juga sudah terbenam diceruk leher,memang sangat menyebalkan sekali.
Fani akhirnya diam dan membiarkan saja, biarkan laki laki itu melakukan sesukanya dulu,karena dia juga tidak tahu caranya untuk menghentikan laki-laki itu.
Devano yang sudah merindukan gadis itu,tidak ingin lepas dan jauh darinya,bahkan rumah yang saat ini mereka tempati kacau nya sudah seperti kapal pecah namun tidak membuat Devano merasa bersalah telah menghancurkan isi rumah ini.
Yang membuat fani semakin kesal, dan tidak habis pikir dengan kelakuan laki laki yg itu.namun dia tidak bisa berbuat apapun selain membiarkan Devano melakukan apapun yang dia suka .
Hy semua semoga suka ya,dan jangan lupa like komen dan klik ❤️ ya 😇
Jangan lupa mampir juga kekarya aku yang lainnnya juga yah, typo seperti biasanya masih banyak yang bertebaran dimana-mana.
Sekali lagi terimakasih ya☺️
__ADS_1