Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 22


__ADS_3

"Makan siang yok,lo mau makan di sini apa ke kantin atau kemana kek" tanya Damian yang tiba -tiba masuk ke ruangan Devano.


"Udah berapa kali gue bilang Damian yang tidak punya otak untuk mengetuk pintu saat masuk ke ruangan gue?!"tekan Devano yang melihat Damian selalu abai atas peraturan yang satu itu.


"Maaf tuan untuk hal itu saya minta maaf karena memang saya lupa" Damian menjawab nya sambil membungkukkan badan serta menggunakan bahasa formal bukan karena apa,hanya saja dia sedang ingin melakukan nya.


Devano hanya melihat nya dengan tatapan datar nya,maklum sahabat nya jiwa gila dalam tubuh sahabat nya itu sedang mode on, pikirnya.


"Gue gak mau makan"ujar Devano sambil memainkan handphone nya.


"Kenapa lo, pokok nya kita makan ,udah laper gue" paksa Damian yang duduk di depan Devano,dan mengambil paksa handphone Devano dari tangan nya.


Dia tidak takut walaupun sahabat nya ini adalah manusia arogan,kejam,dingin,dan sebagai nya,tapi dia yakin kali ini sahabatnya itu tidak akan bermain tangan atau kekuasaan kepadanya, kenapa Damian yakin? karena dia sudah tau kebiasaan dari manusia dingin di hadapannya ini.


Tidak ingin laki-laki yang di depan nya cosplay jadi Tati yaitu bencong yang sering menggoda mereka di lampu merah dekat dengan kompleks perumahan mereka hanya karena tidak di temani makan, akhirnya Devano mengalah tapi ingat hanya kali ini saja.


Mengingat Fani yang tiba tiba diam saat menemani nya tadi pagi sarapan membuat Devano pusing sendiri,dia ingin bertanya tapi tidak berani,bilang saja gengsi.


Mereka keluar dari ruangan Devano ,dan menuju lift untuk mengantarkan mereka kelantai dasar dan sepanjang perjalanan mereka semua staf dan karyawan yang mereka lewati menunduk hormat kepada kedua nya dan banyak juga yang menunduk takut terutama kepada sang pemilik perusahaan tempat mereka kerja.


Walaupun tampang dan ekspresi kedua nya datar dan dingin tidak membuat kaum hawa berhenti untuk kagum kepada mereka, buktinya banyak kaum hawa yang berbisik-bisik dan jangan lupakan tatapan mereka seperti tarzan butuh belaian.


***


Disinilah mereka sekarang di restoran dekat dengan kantor,mereka duduk di ruang VIP,dan setelah mereka duduk waiters datang membawa pesanan kedua nya,karena sebelum nya Damian sudah memesan ruangan khusus serta makanan nya,jadi tidak perlu repot-repot untuk memesan nya lagi.


"Kenapa sih lo,ada yang ganggu pikiran lo ya?,cerita aja udah" ucap Damian yang melihat Devano sedari tadi diam ,k


walau biasa nya seperti itu tapi kali ini beda .


"Soal kerjaan?" tanya nya memastikan


dan tidak mendapat respon apapun dari Devano.


Damian memikirkan hal apa yang dapat menggangu pikiran Devano, seperti nya tidak ada atau jangan - jangan Fani?


"Apa soal Fani?" tanya nya dan ,yah Devano langsung mengangkat wajah nya dan menatap nya,tidak perlu di jawab lagi karena sudah jelas.


"Kenapa dengan dia? "damian kembali bertanya sambil mengangkat sebelah alis nya.


"Itu,gak jadi" Devano mengurungkan niat nya untuk memberitahu Damian tentang apa yang mengganggu pikirannya.


Saat kedua nya telah selesai makan siang yang diselingi dengan membahas masalah kantor,pribadi hingga hal-hal random yang didominan oleh Damian,mereka kembali ke kantor.


Seperti biasa,para karyawan akan menunduk hormat kepada mereka dan berbagai macam tatapan juga dilayangkan oleh staf dan karyawan untuk mereka berdua saat memasuki loby kantor,hingga masuk lift menuju ruangan mereka.


***


Tidak terasa jam berdetak cepat,sebentar lagi jam pulang kantor namun yang di lakukan Devano sedari tadi hanyalah melamun memikirkan Fani,yah gadis itu entah apa yang membuat Devano selalu memikirkan nya hari ini.


Saat sedang sibuk memikirkan hal apa yang membuat nya memikirkan Fani , getaran dari ponsel nya berhasil menyita perhatian nya,dia mengambil ponsel nya dan membuka nya untuk melihat pesan dari siapa dan dia melihat pesan yang datang dari orang yang mengganggu pikirannya seharian.


Any


Dave aku kerumah mama aku bentar,nanti pulang nya aku usahain gak malam

__ADS_1


15.30


Any adalah nama khusus dari dia untuk Fani,kalian ingat saat dia mengatakan pada Fani untuk tidak memanggil nya tuan, pak, atau apalah itu yang akhirnya Fani memanggil nya Dave,pada saat itu juga dia membuat any nama khusus dari dia untuk Fani.


Tidak ada yang tau nama itu selain dirinya sendiri dan sang pencipta,juga para readers sih hehe.


Devano pun mengetik sesuatu untuk membalas pesan dari gadis itu.


Anda


Baiklah, hati -hati


dijalan,jika ingin pulang kabari aku,biar


aku yang jemput


15.33


Setelah selesai membalas pesan dari Fani ,Devano memutuskan untuk pulang saja,karena dia merasa lelah hari ini,dan sangat ingin istirahat sekarang.


***


Devano terbangun dari tidurnya,dan langsung mencari keberadaan gadis yang selalu ada di sekitar nya saat di rumah siapa lagi kalau Fani?.


Dia mengelilingi seluruh rumah ini,di mulai dari kamar gadis itu sendiri dan berakhir ke belakang rumah ternyata tidak ada,apakah gadis itu belum pulang? padahal sekarang jam sudah menunjukkan pukul 18.00.Devano pun melangkahkan kaki nya kembali ke kamar


mengambil ponselnya dan menghubungi no Fani,yang ternyata tidak aktif.


Fani memang sengaja menonaktifkan handphone nya setelah mengirim pesan untuk Devano,karena dia tidak ingin mendapat gangguan dari laki - laki itu saat nanti menghabiskan family time nya.


Jujur dia merasa sepi di rumah ini tanpa sosok gadis itu,dia memilih tidur tadi salah satu alasan nya karena dia merasa bosan di rumah ini.


Pekerjaan yang sengaja dia bawa dari kantor pun dia biarkan seperti itu karena mood nya yang tidak baik.


Devano memilih duduk di ruang tamu saja menunggu Fani pulang,sambil memainkan handphone nya dan menunggu balasan dari pesan nya yang masih centang satu.


Tiga puluh menit menunggu, tiba-tiba suara motor dari depan rumah MB ya membuat perhatian Devano teralihkan dari handphone nya.


Dia melangkah ke arah jendela rumah, dia melihat seorang laki-laki yang tidak dia kenal siapa bersama seorang perempuan,tapi bentar dulu sepertinya dia mengenal perempuan yang dibonceng laki-laki itu,yah dia Fani gadis yang dia tunggu - tunggu kedatangan nya sedari tadi.


Tapi siapa laki-laki itu?, apakah dia pacar nya?,melihat mereka yang tertawa bersama membuat hati nya berdenyut sakit,selama ini Fani tidak pernah tertawa selepas itu saat hanya berdua dengan nya,dan ya semua itu mampu membuat hatinya sakit entah cemburu atau apa,yang jelas rasa tidak suka melihat adegan yang didepan nya itu timbul begitu saja di hati nya.


Devano mengepalkan tangan nya ,hingga urat - urat tangan nya terlihat saat dia melihat gadis nya di cium dan di peluk oleh laki-laki lain,apa tadi? gadisnya? ,yah mulai detik ini Devano mengklaim Fani adalah milik nya.


Setelah seharian ini dia memastikan perasaan nya terhadap Fani,juga memikirkan perkataan Damian dulu (ada di chapter sebelum'nya), ditambah pemandangan di depan nya yang berhasil membuat nya sadar kalau dia tidak suka melihat Fani nya di tatap laki-laki lain.


Tapi apakah gadisnya itu memiliki perasaan yang sama seperti nya?, persetan dengan itu dia bisa membuat Fani nya jatuh hati kepada dia,kalian tau kan dia pemaksa,jadi hal itu gampang bukan?.


***


Saat Axel sudah tidak terlihat lagi,Fani melangkah masuk kedalam rumah nya,dia memegang handle pintu dan mendorong nya agar terbuka.


Ceklek,pintu nya terbuka dia melangkah mesuk ke dalam,saat berbalik setelah menutup pintu dia terdiam lebih ke terkejut melihat sosok laki-laki yang sedang bersandar dinding dekat dengan pintu.


Refleks dia memukul lengan Devano,"Ngapain sih Dave,ngagetin tau gak" kesal nya sambil memicingkan mata nya kearah Devano.

__ADS_1


Devano hanya diam dan memilih melangkah menjauh meninggalkan Fani yang menatap nya dengan bingung, kenapa manusia arogan itu,? seperti nya sifat laki-laki itu sudah kembali kemode awal.


Tidak ingin ambil pusing,Fani melangkah ke arah kamarnya, memilih untuk membersihkan tubuhnya dan akan turun lagi kebawah untuk menyiapkan makan malam untuk Devano.


Fani sudah selesai dengan kegiatan membersihkan tubuhnya,kali ini dia memakai daster warna peach sebatas lutut,dia menggulung rambut nya tinggi yang menyisakan anak-anak rambut nya agar tidak menyusahkan nya saat memasak nanti.


Sebenarnya tidak memasak sih dia hanya tinggal menghangatkan saja,karena dia membawa masakan mama winda tadi rumah nya .


Selesai dengan urusan nya,dia melangkah ke arah kamar Devano untuk memanggilnya makan malam, tok...tok...dia mengetuk pintu kamar Devano namun tidak ada sahutan dari dalam.


Karena tidak ada sahutan dari dalam dia membuka pintu kamar itu yang ternyata kosong,pasti Devano di ruang kerja nya dan Fani pun melangkah kan kaki nya ke ruang kerja Devano yang pintu nya ada di pojok kamar Devano,karena memang raungan kerja terhubung dengan kamar Devano.


Fani langsung membuat pintu itu tanpa mengetuk nya,dan dia bisa melihat Devano yang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depan nya , apakah laki-laki itu tidak menyadari kedatangan nya.


"Dave,makan yuk,kamu belum makan kan!?" ajak nya ,yang tidak mendapat respon dari Devano.


"Makan Dave,nanti kamu bisa sakit" ujar nya lagi,dan tetap sama tidak ada respon .


Devano sebenarnya mendengar suara gadis itu yang sedari tadi berkicau ,dan dia menyukai kecerewetan serta perhatian kecil yang gadis itu berikan kepadanya,namun mengingat hal tadi membuat nya marah dan memilih mendiamkan gadis yang didepan nya ini.


"Ihh Dave makan dulu" kesal nya dan kali ini dia menarik berkas yang ada di genggaman Devano.


Dan berhasil , laki-laki itu langsung menatap ke arah nya, sebelum laki-laki itu mengeluarkan taring nya sudah didahului oleh Fani .


"Kenapa,mau marah iya?,dari tadi juga udah dipanggil gak nyaut-nyaut," kesal sambil Fani berkacak pinggang menatap kearah Devano.


Devano yang melihat penampilan Fani membuat nya diam tidak berkutik sederhana memang, namun sangat cantik,imut dan seksi dalam waktu yang bersamaan.


Devano memperhatikan Fani dari atas kebawah,kembali lagi keatas,dia memperhatikan wajah gadis itu,dari mata nya yang coklat terang,alisnya yang terbentuk dengan indah secara alami, bulu mata lentik,dan terakhir bibir nya merah alami.


Fani yang melihat Devano memperhatikan nya secara intens hanya bisa diam ,bingung mau melakukan apa.


Devano berdiri dari duduk nya,dan melangkah ke arah Fani yang membuat gadis itu refleks mundur,saat Devano melangkah kembali maka Fani juga ikut mundur hingga badan dia mentok ke dinding.


Devano yang melihat Fani ingin bergerak segara meletakkan kedua tangan nya Kedinding disamping kepala Fani yang membuat Fani tidak bisa keluar dari kukungan nya.


"Kenapa hm? " tanya Devano yang tidak jelas menurut Fani.


"Kenapa, maksud nya Dave?,yang jelas dong aku gak ngerti" ujar Fani menatap Devano.


Bukan nya menjawab Fani,Devano hanya menatap Fani dengan tatapan yang sulit diartikan menurut gadis itu.


Bukan hanya itu,sekarang tangan Devano terangkat dan menyentuh setiap inci wajah Fani,mulai dari kening,mata , hidung, pipi dan terakhir bibir gadis itu.


Devano mengusap bibir bawah Fani dengan jari jempol nya,dia mendekat nya wajah nya kearah Fani,jarak wajah mereka semakin terkikis hingga deru nafas kedua nya saling terasa menerpa wajah mereka satu sama lain.


Fani tidak bisa berbuat apa-apa sekarang,pikiran nya tiba-tiba blank tidak bisa dia gunakan untuk berpikir.


Entah dorongan dan keberanian dari mana,Devano semakin mengikis jarak nya dengan Fani,dia memiringkan kepalanya dan cup dia berhasil menyatukan bibir nya dengan fani,Fani membelalakkan matanya, sungguh dia sekarang tidak tau harus melakukan apa, Devano yang tidak ingin menyia-nyiakan, kesempatan,mengecup bibir Fani kembali ,namun kali ini bukan hanya kecupan,dia m*nghis*p dan m*lum*t bibir Fani dengan lembut,tangan kiri nya yang memeluk pinggang Fani erat serta tangan kanan nya memang tengkuk Fani untuk memperdalam ciuman nya.


Fani rasa nya fani ingin memberontak dan memukul laki - laki yang sekarang sedang mendekap nya dengan pukulan yang bertubi-tubi karena dengan lancang nya mengambil keperawanan bibir nya,namun seluruh tubuh nya sekarang rasa nya seperti jeli, tidak bertulang jika Devano tidak memeluk pinggang nya maka bisa dipastikan dia akan terjatuh.


**Halo semua semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.


kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje dan juga agak gak nyambung aku minta maaf soal nya ini pengalaman pertama aku buat nulis jadi masih banyak kekurangan nya apalagi dalam menggunakan tanda baca,mohon pengertiannya ya ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.

__ADS_1


semoga kalian suka ya,thanks all lop yu 🤗


__ADS_2