
Setelah mencoba melakukan negosiasi dengan sang manusia arogan ,namun tidak membuahkan hasil apapun,disini lah sekarang Fani dia berada di rumah nya untuk izin kepada mama nya dan adik nya.
Sungguh Fani bingung harus meminta izin bagaimana dan menjelaskan nya mulai darimana,selain dia tidak pernah jauh dari rumah dia juga tidak tau harus memberi alasan apa,apakah mama nya akan mengizinkan dia tidak tau, mudah mudahan saja.
"Ma"dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal Fani berbicara,sungguh sekarang dia sangat bingung dan dia tidak rela jauh dari sang mama 24 tahun bersama dan tidak pernah jauh sekarang dia harus jauh walaupun tidak jauh jauh amat yang pasti tidak tinggal bersama itu adalah hal yang sulit.
Namun dia harus mencoba nya karena cepat atau lambat pasti dia akan menikah bukan,walaupun saat ini belum ada niat atau pun pemikiran nya kearah itu,tapi yang pasti itu akan terjadi tidak perduli bagaimana cara semesta untuk mempertemukan dan mempersatukan dua manusia,karena manusia di ciptakan berpasang - pasangan,karena itu Fani tidak pernah takut karena sampai sekarang dia tidak pernah pacaran,percaya atau tidak itu lah kenyataan nya.
"Kenapa ka,ada yang mengganggu pikiran mu?" dengan nada lembut dan khawatir mama Winda bertanya kepadanya.
"Mama tau kantor aku bekerja bukan?" tanya Fani yang di balas dengan anggukan oleh mama Winda.
"Aku ada sedikit masalah sama bos pimpinan aku,jadi untuk menebus kesalahan aku itu,aku harus jadi asisten pribadi nya dan tinggal di mansion nya"
mendapat raut bingung dan khawatir yang bercampur menjadi satu dari wajah sang mama,mungkin juga pertanyaan pertanyaan yang ada di benak mama nya itu membuat Fani melanjutkan perkataan nya.
"Mama tenang aja oke,jadi asisten nggak capek-capek banget kok,soal tinggal di mansion nya ,disana banyak maid ma dan aku bisa jaga diri,mama tenang aja oke" dengan meyakinkan sang mama untuk tidak perlu khawatir karena dia bisa jaga diri,pasti.
"Apakah bos kakak itu sudah tua dan ber-istri?" Ah Fani tau sekarang apa yang membuat mama nya khawatir tapi dia masih belum menjawab pertanyaan sang mama,tidak mendapat jawaban dari sang anak membuat pikiran yang Winda menjalar ke arah negatif,bagaimana jika bos nya itu akan menjebak Fani untuk di jadikan istri yang sekian,karena yang nama nya orang kaya akan berbuat sesuka hati nya kepada orang orang seperti kalangan mereka.
Winda mendekat ke arah sang putri dan memeluk serta mengusap usap kepala Fani untuk memberi ketenangan "Apa tebakan mama benar ka?" tanya Winda memastikan.
"Enggak ma,dia masih muda kok umur 27 mungkin" Fani merasa bodoh amat sih sebenarnya sama umur manusia arogan itu,tapi jika di tebak umur umur segitu lah,tapi agar mama nya tidak memikirkan yang tidak tidak dia harus menjawab nya,setidak nya jawaban itu bisa mengurangi kekhawatiran sang mama.
"Mama gak usah khawatir,aku bisa jaga diri oke,walaupun orang nya arogan nya tidak minta ampun tapi aku pasti bisa mengatasi nya, kakak kan setrong" Fani bisa mendengar kekehan kecil dari bibir sang mama karena Fani masih berada di dekapan hangat sang mama.
Sungguh berada di dekapan sang mama,Fani bisa merasakan kelegaan dan membuat hati nya tenang,dan melupakan segala beban hidup yang ada di pundak nya.
" Tapi kakak janji sama mama untuk jaga kesehatan ya,kalau ada apa apa kabari mama atau kalau bos kamu itu kelakuan nya kurang ajar kamu hajar saja dan kabari mama biar mama bawa parang untuk menebas kepala nya " masih tetap mendekap sang putri,Winda sebenarnya tidak rela mendengar alasan yang tidak masuk akal seperti itu membuat nya khawatir.
Apakah kesalahan yang dibuat putri nya besar,sehingga dia harus di jadikan asisten pribadi nya, sebenarnya tidak masalah soal itu yang menjadi masalah nya sekarang adalah kenapa harus tinggal bareng.
Jika mama Winda tau Fani berurusan dengan Devano manusia yang dingin yang tidak suka di usik mungkin serta kesadisan yang sudah dia lakukan sebelum sebelumnya mungkin Winda akan terkena serangan jantung.
Yang Winda tau putri nya bekerja di Atmaja group dan tentang CEO atau pimpinan perusahaan itu serta seluk beluk nya Winda tidak tau,buat apa dia tau itu,sangat tidak penting.
"Iya ma,Kaka janji lagian Kakak akan sering sering ke sini kok,jadi mama gak usah khawatir" ya Fani akan sering sering kesini,jika manusia arogan itu melarang nya bodoh amat,siapa dia apakah dia pikir Fani takut .
__ADS_1
Helow,liat saja jika tingkat kearoganan nya manusia satu itu terus meningkat Fani akan semakin memberontak persetan dengan pekerjaan karena rejeki manusia tidak akan pernah tertukar dengan yang lain,dan yang pasti manusia sudah memiliki takaran rejeki masing masing,jadi apa yang perlu dia takutkan.
"Ya udah kalau gitu,Kakak beresin barang barang kakak saja,atau perlu mama bantu?" dengan menatap sang ke arah sang putri siapa tau membutuhkan bantuan nya.
" Gak usah ma,Kaka bisa sendiri kok,lagian barang barang nya gak semua Kaka bawa" melangkah ke arah lemari untuk mengambil koper dari atas lemari nya dan mulai menyusun baju baju nya ke koper.
"Ya udah kalau gitu mama ke dapur dulu ya,mau masak kakak makan dulu nanti baru pergi" membalikkan badan untuk melihat ke arah putri nya sebelum melangkah keluar dari kamar.
"Iya ma,sip" dengan mengangkat ibu jempolnya ke arah sang mama disertai dengan senyum manis nya Fani menatap ke arah sang mama yang akan keluar dari kamar nya.
Setelah mama nya pergi Fani kembali beres beres dan mempacking semua barang yang dia butuhkan mulai dari baju,tas,sepatu,dan scincare yang dia pakai untuk make up hanya sedikit saja yang dia butuhkan karena dia terlalu suka bermake-up.
Sekarang Fani tengah mematut diri nya di depan cermin,setelah menghabiskan waktu 45menit untuk packing packing barang nya, menggunakan scincare rutin nya serta bedak dan lipstik tipis dia mengait koper serta tas tenteng nya yang dia taruh di atas koper untuk mempermudah nya membawa nya sekaligus.
Dia melangkah ke arah ruang tengah dan melihat adik nya yang tengah asik dengan handphone di tangan nya.
Mendengar langkah kaki yang menuju ke arah nya,Axel mendongak dan melihat Kaka nya membawa koper ,dengan mengangkat alis nya sebelah yang menandakan dia bingung mau kemana Kakak nya itu?,setau nya Kakak nya tidak pernah bekerja di luar kota atau menginap di tempat lain sampai sampai membawa koper seperti itu.
"Bang, kakak pamit ya,kamu yang rajin belajar nya,jagain mama jangan asik main handphone mulu oke " Fani terus melangkah duduk di depan adik nya .
Ada apa ini,kenapa kakak nya itu memanggil nya dengan embel-embel abang seperti panggilan mama nya,jarak Axel dengan Fani terpaut 4 tahun dan sekarang Axel menempuh pendidikan perguruan tinggi di salah satu universitas di Jakarta dengan mengambil fakultas kedokteran yang sekarang masih semester 3,perjalanan nya masih panjang oleh karena itu lah Fani tidak bisa dulu berhenti bekerja.
Dan seperti nya sekarang rencana nya untuk malam mingguan dengan kakak nya itu walau hanya makan sate di luar sana harus pupus karena sepertinya kakak nya itu tidak bisa.
"Kakak mau kemana sih,pake bawa bawa koper segala" Axel berkata dengan memicingkan mata ke arah sang kaka.
"Kakak mulai hari ini tidak tinggal di rumah lagi " jawab Fani santai namun tidak dengan yang mendengar nya.
" kenapa?"
"Ada sedikit masalah di kantor yang melibatkan kakak sama pemilik perusahaan tempat Kaka bekerja jadi Kaka akan tinggal di mansion nya dan sekaligus menjadi asisten nya" jelas Fani.
"pribadi?" dengan nada serius Axel bertanya memastikan tebakan nya benar atau tidak.
"Ya,dan itu seba-"ucapan Fani terpotong dengan suara Axel menyela nya "Oke kalau begitu tapi tidak dengan tinggal di mansion nya bukan?" ada apa dengan bos kakak nya itu,kenapa harus tinggal bareng jika terjadi hal yang tidak-tidak yang di rugikan disini adalah kakak nya.
"Kamu tenang dulu dong,lagian maid disana banyak kok,jadi aman Kakak juga bisa jaga diri,nanti kalau ada apa apa yang tidak bisa Kakak atasi,kakak akan menghubungi kamu jadi gak perlu khawatir " dengan panjang kali lebar kali tinggi Fani meyakinkan adik nya itu bahwa semua nya bisa dia atasi.
__ADS_1
Setelah mereka menghabiskan waktu untuk berbincang dengan cukup lama,mama Winda memanggil mereka untuk makan.
Di meja makan ,mereka menikmati makanan yang tersaji dan jangan ragukan rasa nya karena yang memasak nya adalah koki handal,hahaha,benar bukan karena ibu adalah koki handal apa pun yang di masak nya pasti akan enak
Tapi jangan coba coba untuk memuji nya karena untuk kedepannya masakan yang tersaji akan itu itu saja sampai sang ibu bosan sendiri, walaupun jika di bandingkan dengan masakan ayah masih kalah sih,tapi tidak apa karena ayah jarang memasak jadi kita tidak perlu !!!terlalu memuji nya karena itu tidak membuat ayah memasak setiap hari,jangan harap!.
"Ka kamu diantar sama abang saja ya,sekalian biar kita tau alamat kamu" suara sang mama memecah keheningan yang tercipta diatas meja makan.
"Gak usah ma,aku di jemput supir bos aku kok, kapan kapan juga Axel bisa datang nanti aku share lock"
"Baik lah tapi jangan lupa oke" timpal Axel,selesai mereka makan tidak lama lagi suara klakson mobil terdengar dari halaman rumah.
" Ya udah ma ,aku pamit ya,jangan lupa jaga kesehatan" sembari mereka bertiga melangkah ke arah depan rumah.
"kamu juga ya" mereka berpelukan sebelum untuk menyalurkan kehangatan sebelum di pertemukan lagi di waktu selanjut nya.
"Hati hati ka,tendang saja masa depan bos kakak kalau dia macam macam,sampai hancue sekalian juga tidak masalah" melepaskan pelukan dari sang kakak Axel memberi peringatan,yang di balas kekehan oleh Fani.
" Baik pak bos" Fani menjawab dengan mengangkat tangan dan meletakkan di pelipis nya ayak menghormat setelah itu dia masuk ke mobil dan melambaikan tangan setelah mobil meluncur yang perlahan meninggalkan rumah nya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhir nya mereka sampai di mansion Atmaja.
Fani melangkah dan membuka pintu rumah , untuk koper nya nanti akan di bawakan oleh supir itu , walaupun Fani sudah menolak namun kata nya ini perintah dari tuan muda nya siapa lagi kalau bukan Devano manusia yang bersikap memaksa dan seenak nya itu.
Belum sempat tangan nya mendorong handle pintu,pintu utama itu sudah terbuka dan menampakkan manusia arogan.
Devano yang mendengar suara mobil berhenti di depan,dia melangkah ke arah pintu untuk membuka nya karena dia sudah bisa menebak siapa yang datang.
Saat pintu sudah terbuka dia terpaku melihat penampilan gadis di depan nya ini,sejenak mereka saling menatap dan menikmati pemandangan di depan nya masing,hingga salah satu di antara mereka hingga suara deheman seseorang menyadarkan mereka.
"ehkhem"
**Halo pren semoga suka ,jangan lupa kasih vote komen yang mendukung dan kritikan serta saran ya prend.
kalau ada typo aku minta maaf dan kalau ceritanya agak gaje aku juga minta maaf ,see you the next chapter,sok Inggris kali aku haha.
thanks all ,lope you 😇🤗🤗
__ADS_1
semoga kalian suka ya,thanks all 🤗