Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 35


__ADS_3

Setelah Fani selesai memakai pakaian nya,gadis itu merebahkan dirinya di atas kasur ,jangan lupakan gadis satu nya lagi yang tengah sibuk dengan kegiatan nya, entahlah sahabatnya itu sedang melihat apa di ponsel nya yang jelas gadis itu sedari tadi senyum gadis itu tidak pernah luntur dari wajahnya.


Bukan karena drama Korea yang tengah tayang di laptop yang ada di hadapan sahabatnya itu karena,bukan dia yang menonton tapi malah sebaliknya,dia yang di tonton oleh laptop yang di hadapannya itu.


Drrt drrt drrt


Fani mengalihkan perhatiannya dari sahabatnya yang tengah gila itu karena getaran dari ponselnya dia meraih ponsel nya itu dan melihat sang penelefon,


es🌞 is calling , melihat nama yang tertera di layar ponselnya gadis itu langsung mengusap ikon hijau untuk mengangkat panggilan itu.


Cukup sudah sampai disini pertahanan nya untuk jual mahal mengangkat panggilan dari laki laki es nya,karena dia sudah puas untuk mencueki laki laki itu sedari tadi.


"Halo,ada apa?" Bukan nya menanyakan kabar,dan bagaimana hari hari yang di lalui laki laki itu disana,Fani malah mengucapkan kalimat yang diluar dugaannya sendiri,sudah nada nya saat mengatakan itu sedikit ketus.


Sedangkan di sebrang sana, Devano yang mendengar nada ketus dari Fani,merasa bersalah dan bingung harus melakukan apa."Yang kamu marah?,aku gak kasih kabar dan gak menghubungi kamu itu,karena ponsel aku hilang yang!"


Dia mengatakan yang sebenarnya bukan?, ponselnya hilang karena dia yang membuang, mudah mudahan saja gadis nya itu akan mendengar ucapan maaf nya.


Karena jujur ini pertama kali nya Devano menurunkan ego nya dan mau meminta maaf duluan , dia harus melakukan perang batin dulu dan mengadakan musyawarah untuk mufakat bersama dirinya sendiri juga hati dan pikirannya dalam memutuskan hal ini.


Jadi dia berharap gadis yang memiliki tempat khusus di hatinya itu mau memaafkan nya.


"Ohh"singkat padat dan tidak jelas,entah apa yang harus Fani katakan, mendengar hal itu membuat kekesalan di dalam hati Fani sedikit berkurang,namun jika di pikir pikir,apa laki laki itu tidak memiliki ide lain atau inisiatif untuk mencari jalan keluar dalam memberikan kabar kepada nya jika ponsel laki laki itu hilang?.

__ADS_1


Berbeda dengan dirinya yang tengah sibuk menggerutu di dalam hati,Devano yang mendengar jawaban singkat dari Fanie membuat rahangnya hampir jatuh, bagiamana tidak, dirinya yang sudah mati matian menurunkan ego dan gengsi nya yang tinggi hanya untuk meminta maaf kepada gadis nya itu hanya dibalas dengan ooh?!.


Baiklah Devano akan mencoba mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Fani, laki laki itu mengepalkan tangannya untuk menahan gejolak emosi yang berusaha untuk mengambil alih kesadaran nya,dia tidak mau kemarahan Fani semakin panjang jika emosi yang tengah dia tekan kuat-kuat berhasil membelenggu nya.


"Yang kok cuek banget sih ,aku tau aku salah makanya aku minta maaf!"Devano merasa jika saat ini dirinya lah yang cewek dan Fani yang menjadi cowok yang harus di bujuk rayu.


"Jadi aku harus bagaimana?, kayang kah atau salto,karena kamu meminta maaf!"


"memang seharusnya kamu yang minta maaf kan?!,orang kamu yang gak bisa dihubungi kok"


"Lagian ya,kamu kan bisa minjam ponsel Damian,atau membeli yang baru jika memang kamu ada niatan untuk kasih kabar!, katanya sultan!"cerca Fani mengeluarkan kekesalan nya, disertai dengan sindiran.


Bukan hanya itu saja sebenarnya alasan Fani marah karena tidak di kabari oleh laki-laki itu, melainkan dia takut ada seseorang yang membuat laki laki itu lupa akan dirinya karena berhasil dibuat nyaman.


Namun Fani membuang jauh-jauh pikiran nya itu,dan mencoba untuk percaya bahwa Devano adalah laki-laki yang bisa si percayai,karena yang dia tau laki-laki arogan itu membenci penghianatan.


"Tapi kamu baik baik saja kan?"fani kembali bersuara, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka,karena dia tau bahwa Devano sibuk memikirkan kata-kata yang hendak dia ucapkan.


Dia bisa berpikir seperti itu, karena sejauh dirinya mengenal laki laki arogan itu, tidak pernah sekalipun dia meminta maaf kepada orang lain,bahkan atas kesalahan yang diri nya saja perbuat,pasti orang yang akan meminta maaf kepada laki laki itu walaupun mereka tidak bersalah.


Oleh karena itu dirinya tadi sempat tercengang mendengar Devano mengucapkan kata maaf,dia juga mengeluarkan unek-unek nya untuk menguji kesabaran laki laki itu sampai dimana bisa dia redam.


Mendengar nada lembut dari ponsel nya membuat nya tidak ingin meneruskan niat jahil nya, takut jika Devano tidak bisa bertahan dan malah melampiaskan amarahnya kepada orang lain atau benda-benda yang di sekitarnya,kareba hal itu menurut nya menyeramkan.

__ADS_1


"..."


***


Disaat keduanya tengah sibuk meluruskan hal yang perlu di luruskan dan saling maaf memaafkan berbeda dengan Damian yang tengah bingung harus bagaimana.


Laki laki itu kembali mengingat pesan lebih tepatnya perintah sang papi !,untuk membawakan seorang gadis kemansion papinya untuk dia perkenalkan sebagai kekasih nya agar perjodohan yang sudah lama dia inginkan itu batal benar benar batal.


Untung saja saat ini dia berada di luar negeri hingga dia memiliki alasan untuk tidak bisa membawa seorang perempuan kehadapan mereka, walau harus melalui drama keluarga ala ala jamet namun dia berhasil untuk memperlambat waktu untuk dirinya bisa mencari perempuan yang bisa dia bawa kehadapan orang tuanya.


"Ck!,apa yang harus aku lakukan?"tanya nya dalam hati,karena dia bingung harus bagaimana sekarang.


"Perempuan mana yang harus aku bawa kehadapan papi,mami?" gerutu nya lagi saat tidak mendapatkan titik terang dari permasalahan nya.


"Apa aku tidak perlu pulang?,namun aku yakin tidak bisa karena papi akan melakukan apapun agar aku kembali ke mansion "


"Waktunya tinggal 5 hari lagi, untung masih memiliki waktu,jadi aku masih bisa memikirkan hal yang akan aku lakukan untuk beberapa hari kedepan" jika Damian sadar bahwa sedari tadi dia berbicara kayak nya orang gila,bisa di pastikan laki laki akan malu sendiri.


Setelah dia sibuk memikirkan hal yang akan dia lakukan kedepannya,tiba tiba saja perutnya merasa lapar, jadi dia memutuskan untuk turun kebawah mengisi perutnya.


Dia melangkah keluar dari kamar,sat melewati kamar bosnya dia merasa heran mendengar bahwa bos sekaligus sahabat nya itu ternyata bisa juga mengucapkan kata maaf.


Tidak ingin menganggu privasi bos nya itu dia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti untuk menuju dapur dan mengisi perutnya yang sedari tadi keroncongan meminta jatah mereka

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, SEMOGA SUKA, DAN JANGAN LUPA VOTE,KOMEN DAN KLIK FAVORIT YAπŸ˜‡,JIKA KALIAN IKHLAS DAN AKU MENGHARAPKAN NYA HAHAπŸ˜‚πŸ˜‚


untuk ketypoan nya aku minta maaf,bye bye,see next chapter πŸ˜‡


__ADS_2