
"Gue haus ambilin minum boleh gak?,gue maksa!"tidak tahu diri memang,sudah menyuruh maksa lagi,Fira hanya diam tidak mau mengubris perkataan sahabat nya itu .
Fani melotot kearah Fira menyuruh sahabatnya itu lewat tatapan nya,jika mata itu bisa bicara mungkin dia akan berkata"Lo ambilin gak,kalau gak gue bunuh lo pake laser gue"dan jika mata itu juga bisa mengeluarkan laser mungkin dari tadi Fira tidak akan bernyawa lagi.
"Ambilin Ra gue haus gara gara lo ngajak ngoceh "siapa yang suruh dia ngoceh tadi Fira hanya ingin curhat mengeluh kesahkan perbuatan Damian yang sok ganteng,bukan mengajak ngerumpi ,gadis itu saja yang gak bisa diam mulutnya.
Fani hendak melempar Fira yang dari tadi diam diam bae dengan bantal yang ada di tangan nya,"Iya iya gue ambil,maksa banget sih jadi orang !"dengan rasa kesal yang sudah di ubun-ubun Fira mengambil apa yang di inginkan sahabatnya yang tidak tahu diri itu.
Bruk
Pintu kamar Fira tutup sangat kencang dengan sengaja,sampai membuat Fani terkejut hampir tewas,untung dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung,kalau tidak sudah pasti beda alam dia sama mama dan adik kecil nya Axel.
"Ck nyebelin banget sih jadi orang,untung sahabat kalau gak"setelah detak jantung Fani normal dia menggerutu kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
Sedangkan Fira tidak perduli,dan tetap melangkahkan kakinya mengambil air minum seperti yang di suruh oleh Fani karena kebetulan air minum dikamar sahabatnya itu habis.
Fira menuruni tangga dengan langkah cepat, karena dia ingin cepat cepat istirahat,gadis itu berlari kecil bahkan melompat lompat seperti anak kelinci menuruni anak tangga,bahkan hampir terjatuh dan menggelinding yang membuat nya terkejut sendiri.
"Ck,gak laki laki biadab itu ,gak Fani gak tangga semua bikin emosi argh!"gerutu Fira sambil memperbaiki cara jalan nya takut benar benar terjatuh,dia tidak sadar jika suaranya sangat menggelegar hingga membuat kedua laki-laki yang saat ini ada dimeja makan tersedak saking terkejutnya,bahkan Fani pun terkejut untuk kedua kalinya oleh ulah Fira.
Uhuk uhuk uhuk
Damian juga Devano segera mengambil minum dan meneguknya sampai tandas
"Sialan!,suara siapa sih"setelah meredakan sakit di tenggorokan nya Damian mengeluarkan pertanyaan yang tidak mereka ketahui jawaban nya.
__ADS_1
Fira terus melangkah dan menghentikan langkahnya saat mendengar suara orang yang dia kenal dan dia jauhi saat ini,"suara gue kenapa lo?!"Fira menantang Damian bahan gadis itu menggulung lengan bajunya yang pendek,sudah seperti emak emak yang ingin jambak-jambakan saja.
"Gak! gak papa kok"Damian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung sendiri takut salah ngomong dan membuat gadis itu semakin mengamuk.
Devano yang melihat ekspresi Damian,ingin tertawa namun dia urungkan ,dia tidak ingin membuat suasana semakin abcd.
Devano memutuskan untuk berdiri dan meninggalkan mereka berdua meyelesaikan masalah rumah tangga mereka, Devano menepuk pundak Damian dua kali entah apa maksudnya hanya mereka yang tahu dan setelah itu dia pergi.
"Kenapa lo ada disini?"dengan muka garang Fira mendekat kearah Damian, menatap laki laki itu dengan lekat,udah dihindari juga malah ketemu,apakah yang ini yang dinamakan jodoh?,Fira menggeleng gelengkan kepala,pikiran macam apa itu? bisa bisanya otaknya berpikir seperti itu.
Sepertinya gadis itu melupakan tujuan utamanya datang ke dapur,bukan nya mengambil air minum seperti yang di minta oleh princess Fani malah mengintrogasi Damian.
"Aku mau nginep disini"memang iyakan. dia menginap disini,tadinya memang ingin di mansion Atmaja cuman karena membicarakan beberapa hal penting bersama Devano jadinya dia menginap disini.
Fira semakin menatap Damian dengan galak,jangan bilang jika laki laki itu mengikuti nya pd sekali memang,tapi siapa tahu aja kan.
"Aku gak ngikutin kamu kok"dia jujur namun sepertinya kepercayaan diri Fira sudah di level beda.
"Berhenti ya lo, ngomong pake aku kamu,kita gak punya hubungan apapun jadi stop!"jika ekspresi wajah Fira memerah karena kesal berbeda dengan Damian yang tersenyum saat mendengar nya.
"Kamu kasih kode?,bilang dong kalau mau jalin hubungan"mendengar hal itu bukannya membuat amarah Fira membaik tapi semakin emosi.
"nyenyenye"saking emosinya Fira sampai sampai dia tidak tahu mau bilang apalagi.
"Makin cantik deh"Damian semakin menggoda Fira,entah gadis itu semakin marah atau tidak ,dia tidak peduli itu karena saat ini ekspresi Fira sangat menggemaskan menurut nya.
__ADS_1
"Memang laki laki buaya kayak lo itu gak bisa dianggap remeh yah"makin ngelantur saja pembahasan Fira,entah karena apa Damian tidak tahu,kenapa gadis itu jadi membahas buaya?, mana pake dimirip miripin lagi.
"Iya dan kamu buaya betina nya" entah nyambung atau enggak, Damian tidak peduli yang jelas dia tidak kalah dari gadis itu.
Menghadapi Damian laki laki yang stres memang tidak mudah,lihat saja entah sejak kapa laki laki itu menjadi seperti itu Fira tidak tahu yang jelas semakin dia mengenal Damian semakin menjengkelkan saja kelakuan laki laki itu.
Ck,Fira berdecak dan bergegas mengambil air minum dari dalam kulkas sesuai permintaan Fani,dia tidak ingin berlama-lama disini.Berhadapan dengan Damian membuat nya membuatnya stroke di usia muda.
Saat dia melangkah tiba tiba Damian mencekal lengan nya"aku mau ngomong serius sama kamu"tanpa menunggu respon dari Fira, Damian mengambil alih botol minum dari tangan gadis itu dan meletakkan nya dimeja makan yang berada dekat dengan mereka.
Setelah itu dia membawa Fira halaman belakang rumah Devano,"Kamu udah pacar?"pertanyaan yang konyol menurut dia,namun apa boleh buat sudah terlanjur bibir laknat nya menanyakan itu.
Fira diam karena dia terkejut dengan pertanyaan Damian yang tiba tiba itu.Tidak ada angin apalagi hujan bersama petir tiba tiba Damian bertanya seperti itu?.
Deg deg deg
Melihat Fira yang diam ,tiba tiba jantung Damian berdetak kencang,jujur ini adalah pertama kali nya dia menanyakan hal seperti itu kepada seorang perempuan.
Dan, melihat Fira yang diam seperti saat ini membuatnya gugup, seperti ini kah rasanya saat ingin mengungkap perasaan kepada orang kita suka?.
Damian sudah memikirkan hal ini begitu lama dan matang matang,saat masih ragu ragu dengan perasaan nya dia curhat kepada Devano yang lebih berpengalaman dari dia dan sahabat nya itu berkata"coba dulu jika ditolak berarti belum saat nya"kata kata yang sangat tidak membantunya sama sekali,namun entah mengapa bisa bisanya dia menurut saja.
Dan lihat hasil nya ,mungkin setelah ini dia akan trauma dengan hal hal yang berhubungan dengan mengungkapkan perasaan,karena saat ini jantung nya tidak berhenti berdetak dengan cepat seperti maraton saja.
makasih buat yang udah baca cerita ini ,jangan lupa like ,klik ❤️ serta tekan ⭐,kasih saran dan komen yang mendukung juga😇
__ADS_1
Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya,typo nya masih banyak jadi hati hati papay 😁😶🌫️