Kesayangan Tuan Muda Dingin

Kesayangan Tuan Muda Dingin
Bab 49


__ADS_3

Fani merasa kesal melihat Devano yang sedari tadi melepaskan pelukan nya,setelah berhasil membujuknya untuk mau lepas sejenak agar dia bisa leluasa membersikan rumah yang sudah layak tidak huni ini,sekarang laki laki itu berulah lagi,selalu mengikuti apapun yang dia lakukan.


Padahal tidak masalah baginya untuk membereskan rumah sebesar ini sendiri! karena sudah terbiasa dan itu gampang dia kerjakan,hanya saja laki laki itu selalu menyintilinya kemanapun,yang membuat nya merasa tidak bebas bergerak untuk beres beres.


"Bisa gak sih diam aja disitu!"melihat Devano yang ikut mondar mandir layaknya setrikaan, membuatnya pusing bukan karena capek atau lelah membersihkan rumah ini,tapi lelah melihat tingkah laku laki laki itu.


"Kan aku bantuin kamu yang"melihat Fani yang memutar matanya malas, membuat nya berpikir apakah ada salah terhadap niatnya untuk membantu gadis itu membereskan kekacauan yang dia buat itu?,kan niat dia bagus.


Devano memang pantas mendapatkan penghargaan atas niatnya itu,yang mau membantu nya,karena jarang jarang Devano CEO sang tuan muda,laki laki yang memiliki predikat manusia dingin dan arogan itu mau membantu orang, apalagi untuk hal yang tidak pernah terlintas dipikiran siapapun.


Namun seribu kali di sayangkan apa yang Devano lakukan tidak bisa dikatakan membantu!,hanya saja laki laki itu tidak sadar atas apa yang dia lakukan saat ini,sujud syukur alhamdulilah saja atas niat baiknya.


Karena apa yang laki laki itu lakukan membuatnya harus kerja ekstra dua kali!,karena barang barang yang laki laki itu letakkan tidak pada tempatnya yang membuat Fani kesal karena harus meletakkan kembali ketempat yang pas.


Juga apa yang dilap dan dia bersihin sangat sangat jauh dari kata membersihkan.


Tapi Fani tidak ingin ambil pusing lagi atas apa yang dilakukan oleh Devano,dia lebih baik kembali mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda tadi, terserah laki laki itu mau melakukan apapun.


Sedangkan laki laki itu,terlihat sangat menikmati pekerjaan yang saat ini dia kerjakan,mulai dari merapikan buku buku,juga mengembalikan barang barang lainnya ketempat yang menurut dia itu adalah tempatnya padahal tidak sama sekali,dia hanya tidak sadar jika gadis kesayangan nya itu tengah menahan kesal karena harus bolak-balik memperbaiki tata letak benda benda itu kembali.


***

__ADS_1


"Huufft..akhirnya selesai juga!"menghembuskan nafas lelah,Fani membaringkan tubuhnya disofa yang ada dekat nya.


Saat ini Fani merasakan tubuhnya remuk bak ditimpa benda berat,truk Fuso misalnya.Karena kekacauan yang dibuat Devano sungguh tidak main-main, mengingat laki laki itu,tiba tiba Fani mengedarkan pandangannya mencari keberadaan laki laki itu,karena sedari tadi dia tidak melihat batang hidungnya,setelah laki laki itu merasa jika pekerjaan rumah mereka sudah selesai.


Devano yang merasakan haus ,dia melangkah menuju dapur,dan mengambil air minum dingin dari dalam kulkas, setelah menandaskan dua gelas air dalam dua kali teguk,dia kembali ke ruang kerja nya yang tempat terakhir yang mereka bereskan.


Ceklek


Pintunya dia buka karena ternyata tertutup padahal tadi tidak,dia mengedarkan pandangannya kesegala sudut ruangan itu namun Fani ,lagi lagi tidak ada,suka sekali gadis itu menghilang dari pandangannya,padahal batu saja dia tinggalkan tapi lihat! sekarang gadis itu tidak ada lagi ditempatnya,memang pintar sekali membuat dara rendah Devano naik 100%.


Devano kembali turun ke bawah,dia akan mencari gadis itu disana karena dilantai atas tidak ada,baru saja dia akan menapaki tangga dia melihat gadis yang dia cari itu ada di sofa diruang keluarga dekat dengan dapur yang dia lintasi tadi,tapi mengapa dia tidak melihat sosok gadis itu tadi??.


Bodoh amatlah kenapa dia tidak melihat gadis itu tadi, Devano melangkahkan kakinya dengan cepat menuruni tangga satu persatu dengan berlari kecil hingga dia hampir terjatuh,untung saja tidak sampai terjatuh benaran.


Eungh lenguh Fani yang merasakan sakit di perutnya karena ditimpa badan kekar Devano dari atas,hampir saja usus dan organ bagian tubuh dalamnya keluar karena kegenjet oleh Devano untung dia strong woman hingga hal itu tidak terjadi.


"Awas ih ,berat tau"apakah laki laki yang tengah menimpa itu,tidak tahu jika dia memiliki berat badan yang hampir membuat nyawa keluar dari raga nya?,bahkan jantungnya hampir pecah lantaran terkejut tiba tiba ditimpa begitu saja tanpa ada konfirmasi,sungguh sangat menyebalkan.


Sedangkan laki-laki itu tidak mau mendengarkan dan seolah tuli, menganggap ucapan gadis itu hanya angin lalu saja,saat ini dia tengah kesal terhadap gadis yang dia timpa sekarang,siapa suruh gadis itu suka sukanya menghilang dari pandangannya?.


"Gak mau"Fani yang mendengar nya ingin sekali membunuh Devano,jika saja tubuh laki laki itu seringan kapas dia akan dengan senang hati menjadi kasur untuk laki laki itu,tapi nyatanya tidak, Devano sangat berat membuatnya tidak bisa bernafas lega dan bebas.

__ADS_1


"Silahkan saja,jika ingin melihat aku tidak bernyawa lima detik berikutnya!"mudah mudahan saja,cara yang dia lakukannya ini bisa membuat laki laki itu bangun dari tubuhnya,karena hanya itu yang terlintas dalam pikiran nya.


Sesaat setelah Fani mengucapkan kalimat itu, Devano bangun dan berpindah tempat dari tubuh gadis kesayangan nya, walaupun dengan berat hati,namun mendengar nada suara gadis itu juga nafas nya terdengar berat, membuatnya harus bangun dari posisi itu.


Karena jika ucapan gadis itu benar,mungkin satu detik berikutnya dia akan menyusulnya karena dia rasa dia tidak bisa hidup tanpa ada Fani di sampingnya,Jika dulu dia bisa melepaskan perempuan yang dimasa lalunya dengan perlahan seiring berjalannya waktu, apalagi saat dia bisa memiliki Fani,namun kali ini dia bisa pastikan dia tidak sanggup hidup jika Fani pergi dari sisinya.


"Kenapa?"Devano sangat aneh menurut nya saat ini,karena laki-laki itu menampilkan raut wajah yang berubah-ubah dengan cepat, membuat nya bergidik takut,karena Devano seperti ketempelan sekarang ini,lihat saja laki laki itu seperti manusia yang paling menyedihkan namun sedetik berikut nya seperti manusia yang paling bahagia,aneh kan?


"Gak papa yang,makan yok!"Devano mengutuki kebodohan nya ,bisa bisanya dia memikirkan hal itu, akhirnya dia memilih untuk mengalihkan pembicaraan saja,toh dia juga lapar setelah beres beres tadi, ternyata bersih bersih rumah lelah juga dan sangat menguras tenaga.


Hingga dia tiba tiba menginap maid yang bekerja di mansion nya, untung dia bisa menggaji mereka semua cukup besar, hingga rasa lelah mereka bisa terobati sedikit,lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Fani yang ternyata juga menatap nya yang membuat tatapan mereka bertemu beberapa detik,bisa bisa nya gadis itu tidak pernah mengeluh membersihka rumah sebesar ini juga bekerja ke kantor.


"Tapi aku belum masak"karena sibuk beberes rumah,dia tidak sampat memasak,bukan salahnya kan?yang berantakin rumah bukan dia tapi Devano laki laki dingin dan arogan.


Devano hanya tersenyum lebar,karena dia sudah memesan makanan untuk mereka saat mereka tengah sibuk tadi membereskan rumah,sungguh laki laki peka bukan?


"Aku tadi udah pesan makanan untuk kita kok"Devano tersenyum kearah Fani yang menatap nya.


Fani membalas senyum itu dengan senyum manisnya,dia tidak menyangka laki laki itu akan memesan makanan untuk mereka,dia saja tidak kepikiran,memang hal sederhana namun mampu membuat nya semakin tersenyum manis.


Hy semua semoga suka ya,jangan lupa like komen dan klik ❤️,serta tekan ⭐ya , kasih saran juga agar cerita ini bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


Silahkan mampir ke cerita aku yang satunya lagi ya besty besty😇


typo nya masih banyak jadi hati hati saat membaca.


__ADS_2