
Saat ini kedua gadis itu sedang menikmati makan siang mereka,"Jadi gimana?"tanya Fani memulai obrolan mereka.
"Apanya?,lo bisa gak sih jelas dikit?!" kesal Fira,siapa yang tidak kesal coba,sedari tadi Fani bertingkah aneh dan tidak jelas entah apa sebab nya,hanya dia dan Tuhan yang tau.
Ingatkan dia jika gadis yang ada di hadapannya saat ini adalah sahabat seperjuangan nya, siapa tau nanti dia lupa ingatan kan?,sehingga dia khilaf dan menewaskan nyawa gadis itu.
"Tadi babi,yang gue kasih saran"kenapa jadi dia yang kesal?,harusnya kan Fira karena gadis itu bertanya baik baik,walaupun ada sedikit nada kesal nya juga sih.
"Ohh belum gue pikirin! ,lagian bisa gak sih gak usah bahas - bahas itu!"jujur saja saat ini dia tengah pusing,belum juga mengambil keputusan tapi sudah didesak oleh Fani luknut.
"Dengar ya,gue ingetin lo karena gue zeyeng sama lo,baik kan gue sebagai sahabat!" ujar Fani dengan menaik turunkan alisnya,juga jangan lupakan nada menjijikkan yang keluar dari bibir gadis itu.
"Dari pada lo pusing dengan perjodohan gue,mending lo curhat deh,tentang hubungan lo sama pak bos!" memang sih kedua sahabat itu,suka sekali mengurusi urusan satu sama lain.
Fira saja tidak suka jika urusan pribadi nya yang menjadi bahan pembicaraan mereka tapi sekarang, gadis itu mengalihkan topik dan menjadikan urusan pribadi Fani yang menjadi topik hangat mereka saat ini.
Fani tidak memusingkan ucapan sahabatnya itu,gadis itu tengah sibuk senyam senyum sendiri menatap ponsel yang ada di genggaman nya saat ini,biasalah yang punya ayang.
***
Tidak jauh berbeda dengan keadaan Damian,saat ini laki laki itu juga tengah di landa kebingungan,belum cukup masalah perjodohan yang dia hadapi dengan satu orang,kini orang tua nya itu juga memberikan pilihan dengan anak sahabatnya yang lain.
Jika bisa dia memilih atau, dia akan memilih itu dari pada kedua opsi yang dibuat oleh orang tua nya itu,apa bedanya itu? ,beda nya hanya orang nya saja bukan? namun masih tetap di jodohkan.
"Kayak gak ada pilihan lagi deh,gue harus bawa perempuan kehadapan mami sama papi saat gue pulang dari sini,fix no debat no kecot!" perasaan tidak ada yang mendebat ataupun menyanggah ucapan laki laki itu,tapi kenapa dia harus mengatakan hal itu?sepertinya Damian sudah mulai gila hanya karena masalah perjodohan.
Kenapa dia harus pusing memikirkan hal itu?,apa salahnya dia mencoba menerima perjodohan itu,jika tidak cocok ya tidak perlu dilanjutkan,orang mami sama papi saja tidak keberatan dengan keputusannya itu kok,dia nya saja yang membuat semuanya rumit.
Devano yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya bisa mendengus malas,dia sudah memberikan saran agar sahabat nya itu, menerima perjodohan itu saja ,tapi yah mau gimana lagi? dia nya saja yang tidak mau mendengar nya.
__ADS_1
Dari pada dia pusing memikirkan urusan Damian,lebih baik dia menghubungi gadis nya saja, rasa nya dia sudah lama tidak menghubungi tulang rusuk nya itu,tulang rusuk gak tuh.
Devano mencari kontak 'milikku❤️'
Anda
"Sayang jangan lupa makan,tetap jaga kesehatan"
01.05
"Nanti aku hubungi lagi ya 💞"
01.05
Setelah itu,dia mengetik pesan yang ingin dia sampaikan kepada kesayangan nya itu sebelum kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Devano menghampiri sahabatnya itu yang sedari tadi bicara sendiri layaknya manusia gila,"Bagaimana urusan yang disini sudah kelar atau belum?,soal nya gue pengen balik cepat!".
"Dikit lagi" singkat, padat dan jelas, sepertinya Damian ingin menggantikan posisi Devano sebagai laki-laki dingin yang sok cool.
Devano yang mendengarnya,hanya bisa diam mencoba mengerti sahabatnya itu yang tengah dilanda kegalauan.
"Bagaimana dengan orang itu?"tanya Devano setelah terdiam beberapa detik.
"Seperti yang lo perintahkan!"mengingat orang yang dimaksud oleh Devano,membuat Damian seketika merinding.Memang bukan hanya satu kali ini dia melihat Devano memberikan pelajaran bagi orang orang yang berkhianat kepada nya .
Sudah sering malahan,hanya saja bulu kuduk nya tidak bisa diajak kompromi untuk tidak berdiri saat menyaksikan nya atau hanya sekedar mengingat kejadian itu.
"Bagus,jangan biarkan dia mati dengan cepat" bisa tidak bos nya itu tidak perlu mengingatkan nya lagi?,tanpa di suruh untuk kedua kalinya pun ,Dia sudah tau harus apa .
__ADS_1
"Baik bos"ucapnya formal,memang seperti ini lah dirinya,kadang normal dan kadang miring.
Apalagi jika dia tengah memikirkan perjodohan nya,itu akan membuatnya seperti orang gila,untung saja pekerjaan nya tidak pernah amburadul dan kacau walaupun tengah kacau seperti kapal pecah.
Devano sudah biasa melihat kekonyolan sahabat nya itu,tidak apa asalkan tidak membuat semua nya kacau dan berantakan.
"Lo kenapa lagi sih,ada masalah soal perjodohan lo lagi?"Devano tidak bisa untuk menahan mulutnya nya,agar tidak bertanya,melihat wajah Damian yang semakin murung membuat tubuhnya yang bereaksi duluan daripada pikirkan nya.
"Hmm,gue di suruh memilih antara dua cewek yang ingin di jodohkan dengan gue" curhat nya, mumpung bosnya itu berinisiatif duluan untuk menanyakan masalah yang tengah dia hadapi
" Maksudnya lo dijodohin sama dua cewek sekaligus?" apakah otak Devano yang pintar itu tiba tiba jadi oon begini? jika dia disuruh memilih antara dua cewek berarti dia tidak dijodohkan sekaligus bukan? atau memang otak Damian yang saat ini tidak bisa berpikir?.
"Gak,gue disuruh memilih salah satu nya!" mudah-mudahan saja Devano pak bosnya itu mengerti dengan penjelasan nya yang singkat itu.
"Oohh yang tinggal pilih,gampang kan?" iya gampang tapi untuk lo bukan gue,ingin sekali rasa nya Damian mengeluarkan apa yang saat ini ada di pikiran nya hanya saja dia tidak mau membuat sahabatnya itu mengeluarkan taring nya .
"Satu saja berhasil membuat gue jarang pulang kerumah, apalagi saat ini dua!,disuruh memilih salah satunya lagi,bisa bisa gue tidak akan pernah pulang kerumah"tidak peka kah bos sekaligus sahabat nya itu?.
Kalau memang perduli jangan setengah setengah,yang full dong,udah tau dia paling malas dengan perjodohan yang dibuat mami papinya bisa bisa nya Devano mengatakan tinggal pilih.
Coba saja dia yang ada di posisi nya sekarang,mungkin pak bos nya itu,akan menyesal mengatakan hal itu.
"Ya berarti lo harus bawa cewek untuk dikenalin ke mami papi deh ,agar mereka bisa mempertimbangkan perjodohan itu lanjut atau tidak "
Memang Damian juga memikirkan hal itu,hanya saja dia bingung saat ini,harus seperti apa.
Nyambung gak sih??, mudah mudahan saja ya 😇
Jangan lupa like,vote dan klik ❤️ ya,saran dan kritikan dari kalian juga membantu kok untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan saat menulis cerita ini.
__ADS_1
Sebelum terimakasih banyak, dan aku minta maaf untuk typo yang bertebaran,jadi hati hati ya saat membaca nya hehe 😇😁