
Devano memasuki ruangan bawah tanah yang ada di mansion nya diikuti oleh Damian di belakang nya!.
Tujuan nya datang kesitu untuk melihat tawanannya yang dia anak buahnya sekap atas perintahnya, beberapa hari setelah dia sampai di Singapura
Tak tak tak
Suara derap langkah yang saling bersahutan terdengar di pendengaran orang yang di sekap itu, beberapa detik berikutnya dia bisa melihat perawakan orang itu.
"Tu-tuan tolong maafkan saya!,saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi,saya mohon tuan!"ucap orang yang saat ini diikat oleh anak buah Devano diruangan itu dengan terbata.
Devano seakan tuli,dia tetap melangkahkan kakinya dan hanya menatap orang itu dengan tatapan dinginnya,yang membuat nyali orang tersebut langsung ciut, bagaimana tidak?,tatapan Devano saat ini sungguh sangat menyeramkan, seakan-akan siap mengulitinya hidup hidup.
Damian hanya diam dan menonton saja,tidak ada niat untuk menolong orang itu, karena tenaganya hanya akan terbuang sia sia saja,sebab Devano tidak akan memberikan kesempatan untuk orang yang sudah berani berkhianat dan bermain-main dengannya.
Salah orang itu juga kenapa melakukan hal bodoh dengan meyeludupkan dana ,proyek pembangunan hotel yang tengah mereka kerjakan.
Padahal sebelum diterima bekerja dibawah naungan perusahaan Atmaja, seharusnya dia sudah tau syarat dan ketentuan untuk masuk ke perusahaan Atmajaya namun masih melakukan hal bodoh seperti itu?,jadi salahkan saja dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga janji nya.
__ADS_1
"Apakah kau pikir saya akan menerima maaf, dan memberikan mu kesempatan?"jujur saja Bani sudah setengah mati mendengar nada dingin dan tegas Devano,dia hanya bisa menunduk ketakutan,tidak tau harus bagaimana dan melakukan apa agar Devano mau memaafkan nya.
"Sa-saya mohon untuk kali ini saja tu-tuan" ucapnya terbata.
Jujur saja dia sangat ketakutan melihat aura Devano saat ini,bahkan bisa dibilang Jika dia sangat sangat ketakutan,bahkan saat melakukan korupsi kala itu,tubuhnya langsung bereaksi terlebih dahulu, tubuhnya gemetaran serta degup jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat, seperti lari maraton dengan jarak yang berkilo-kilo meter jauhnya!.
Juga konsekuensi yang akan dia terima jika ketahuan juga dia tau, karena dia tahu bagaimana bos nya itu saat marah apalagi jika sudah menghadapi orang-orang yang berkhianat kepadanya.
Dia tau itu karena dia sudah lumayan lama bekerja di perusahaan Atmajaya group,namun ada alasan yang membuat nya harus melakukan hal itu,namun sekarang dia tidak bisa melakukan apapun untuk membela dirinya karena seorang Devano tidak akan pernah mau mendengar alasan apapun.
"Apa kau tidak tau akan kesalahan yang kau lakukan itu?,hingga kau tidak punya malu untuk meminta maaf?!"Tidak ada ekspresi lain yang di tunjukkan oleh Devano selain kemarahan yang dia tahan,dan tatapan dingin nya.
Dia tau itu karena dia sudah menyelidiki latar belakang Bani terlebih dahulu di sertai bukti bukti kejahatan nya, walaupun Devano kejam dia tetap menyelidiki latar belakang para hama yang berani bermain -main dengan nya.
"Sa-saya ta-tau,saya salah tuan, dan saya mohon ampun" Devano menatap Bani masih dengan tatapan yang sama,apa kata nya tadi?,bersalah?,tanpa dia mengakuinya juga dia sudah tau bahwa Bani bersalah,hanya untuk membuang -buang waktu saja pikir nya.
Setelah mengatakan itu,Bani hanya bisa pasrah saja,dia tau kalau usaha untuk mintalah maaf hanya akan membuang -buang waktu dan tenaganya saja,namun tidak ada salahnya mencoba kan?.
__ADS_1
"Seperti nya saya terlalu baik kepada mu, hingga kau berani mengoceh dan mengatakan hal-hal konyol dan menjijikkan sedari tadi"sama seperti sebelumnya,Damian yang sudah terbiasa hanya menanggapi semuanya dengan biasa .
Berbeda dengan tersangka ataupun pelakunya,saat ini dia tengah menenangkan hati juga pikirannya,berharap satu keajaiban terjadi atas dirinya.
Tidak ingin membuat manusia arogan itu semakin mengamuk, Bani memilih untuk diam dan pasrah saja terhadap semua yang akan dia lalui.
"Kalian tetap jaga dia!,jika sampai ada hal yang terjadi,kalian akan tau konsekuensi nya,paham?!"semuanya yang mendengar nada tegas dan tidak terbantahkan itu,hanya bisa diam dan memperbaiki diri.
Setelah mendapat anggukan dari anak buahnya, Devano melangkah keluar dari ruang bawah tanah itu,sama seperti sebelumnya,Damian hanya akan menjadi buntut Devano.
.
.. Terimakasih sudah membaca,
😇,jangan lupa like,tekan ❤️,serta saran dan kritikan nya ya, 😇
masih banyak typo yang bertebaran jadi hati hati ya say,🌝
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter berikutnya 👋