
"Serahkan semua urusan yang ada disini kepada David,serta penyelidikan tentang Bani dia yang urus sampai tuntas!"Saat jnj keduanya berada di ruang tengah mansion Devano, setelah tadi keluar dari ruang bawah tanah.
"Apakah semuanya bisa dia handle?" tanya Damian ingin memastikan,bukan nya ragu atau menganggap remeh David,hanya saja dia khawatir teman nya itu tidak bisa menghandle semuanya secara bersamaan.
David orang kepercayaan Devano sekaligus sahabatnya,sama seperti Damian,ketiga orang itu sudah lama bersahabat,bahkan sudah seperti saudara kandung,hanya saja David harus tinggal di Singapura sedangkan mereka berdua tidak.
David merupakan anak yatim-piatu sama seperti Devano,itulah mengapa dia tidak begitu keberatan tinggal di Singapura.
"Jika kau mau,kau bisa menggantikan posisi David!"tidak ada salah nya menurut Devano,siapa saja diantara mereka yang ikut dengan nya,dia fine fine saja,karena dia sudah begitu percaya kepada keduanya.
"Maksud lo,gue yang tinggal di sini begitu?,sedangkan dia ikut lo ke Indonesia?"Damian sebenarnya mau mau saja tinggal disini menggantikan David,hanya saja dia diharuskan pulang oleh kedua orang tuanya.
"Hmm"Devano hanya berdehem saja menjawab Damian.
Melihat Devano yang dengan santainya menutup mata dan menyandarkan punggungnya di sofa membuat Damian menahan kekesalannya.
Ingin sekali rasanya Damian menenggelamkan bos nya itu dilaut mati,hanya saja dia masih berperikemanusiaan dan berperi persahabatan.
"Gue gak mau,bukan nya gak mau sih,lebih tepat nya gue gak bisa!,lo tau bonyok gue gimana kan?"sebenarnya Damian tidak perlu memberikan penjelasan atau alasan apapun,karena manusia seperti Devano tidak membutuhkan itu.
Tapi ya mau gimana lagi,salahkan saja mulutnya yang secara refleks mengeluarkan suaranya tanpa diminta.
Damian menatap kesal kearah Devano yang hanya diam saja menatap ponselnya,tidak bisa kah bos nya itu memberikan respon yang baik sedikit saja? ,hanya sekedar menghargai ucapannya saja,baiklah disini yang bodoh memang dirinya karena berharap pada hal yang tak pasti,cielah Damian menglebay.
***
__ADS_1
"Mama Ira kangen tau!,tuh anak mama dibilangin datang ke sini gak mau!"Fira yang sedang memeluk mama Winda mengadu layak nya anak kecil, sedangkan Fani yang mendengarnya hanya mendengus kesal, kebiasaan sekali sahabatnya itu memutar balikkan fakta.
Mama Winda hanya tersenyum,dan membalas pelukan Fira dia tahu bahwa Fira tengah bergurau.
"Itu mama gue ya,gak usah peluk peluk!" dia hanya bercanda,tidak serius mengatakan hal itu,karena dia tau mama nya menyayangi sahabatnya itu dengan tulus,sama seperti menyayangi nya dan Axel.
Begitu juga dengan Fira,dia sendiri saat ini duduk anteng di sofa menikmati kacang yang ada di dalam toples diatas meja.
Dia sangat menyayangi mama Winda ,bahkan dia menganggap mama Winda layak nya ibu kandungnya,sayang sekali mama Winda juga papi nya tidak berjodoh.
Jika saja mereka berdua mau di jodohkan,pasti dia akan merasakan kasih sayang yang lengkap dari mereka,juga dia akan memiliki Fani sebagai saudaranya perempuan nya dan Axel yang akan menjadi adik kecil nya.
Membayangkan nya saja mampu membuatnya senyum senyum sendiri, layak nya orang gila.
"Iya kerasukan mba jin" Fira masih stay cool memakan kacang yang ada di pangkuan nya saat jnj,sambil memainkan ponselnya,tidak berniat menatap kearah Fani takut dia khilaf hingga mencekik sahabatnya itu.
"Oh,mirip sih"apa tadi?,Fani ngomong mirip?, bisakah gadis itu tidak setengah setengah mengatakan sesuatu?, membuat semakin penasaran saja,dan sepertinya nya gadis itu akhir akhir ini semakin gila dan butuh obat sepertinya.
Sedangkan tersangka hanya diam dan sibuk dengan ponselnya,tidak menghiraukan Fira yang saat ini menahan kekesalan nya,sangat tidak ramah pemirsa Fira kasih bintang ⭐.
"Maksud lo gue mirip jin gitu?" dari pada dia memiliki riwayat penyakit dalam hanya karena memikirkan Fani yang minim akhlak itu lebih baik ,dia bertanya langsung bukan?.
"Bukan"singkat,sangat singkat dan hanya Fani saja yang mengerti akan ucapan nya itu,Jika kalian bertanya apakah dia mengerti,jawaban nya dia tidak mengerti sama sekali!.
"Terus?,lo kalau mau ngomong itu jangan setengah-setengah dong,bisa arwah penasaran gue jika tiba-tiba koit hanya karena lo tidak jelas seperti ini!"makin ngawur dan tidak jelas kan,salahkan saja Fani yang duluan tidak jelas seperti itu.
__ADS_1
Fani menatap Fira dengan tatapan tengilnya,entah apa maksudnya hanya dia yang tau,dan Fira hanya bisa berusaha untuk cuek bebek saja,tidak ingin membuat darah tingginya naik.
"Maksud gue pantas lo mirip sama mbak kunti,ternyata lo kembaran nya"kalian bisa lihat kan, semakin hari dan setiap detiknya,Fani semakin tidak jelas dan nyeleneh begini entah apa penyebab ya dia tidak tau walaupun mereka bersama selama 24jam akhir akhir ini.
"Gue angkat tangan,nyerah gue liat tingkah laku lo yang semakin abcdefg semakin tidak waras!"ucap Fira mendramatis sambil mengangkat kedua tangan nya.
"Terserah!" baiklah Fira akan memilih diam untuk saat ini,jujur saja dia tidak tau obat apa yang cocok untuk Fani saat ini,jika saja dia dokter pasti tidak akan sefrustasi ini menghadapi sahabat itu.
Masih tetap di posisi yang sama,Fani tetap fokus menatap layar ponselnya nya entah hal menarik apa yang tengah dia lihat.
"Makan gih,tadi mama buatin banyak "ucap mama Winda dengan menyodorkan piring yang berisi kue kering kehadapan keduanya,untung saja dia memasak banyak,karena memang kedua gadis itu juga Axel sangat menyukai kue kering,yang biasa dia buat jika mood nya bagus.
Mengenai Axel,laki laki itu saat ini masih berada di kampus nya, tapi tidak perlu khawatir,karena mama Winda sudah menyisihkan untuknya,yang pastinya lebih banyak juga, apakah ada yang seperti itu juga?, pasti lebih banyak di sisihkan untuk yang makan paling terakhir, sedikit tidak adil memang.
Tapi tidak masalah,sudah seharusnya memang seperti itu.
Mama Winda masuk kedalam kamarnya setelah mengobrol sebentar bersama keduanya.
Saking sibuknya dengan dunianya sendiri, Fani tidak sadar jika Devano sedari tadi menghuninya entah ingin mengatakan apa.
Hy semua, terimakasih sudah membaca cerita ini,semoga suka ya, jangan lupa like, komen dan klik ❤️ ya.
Seperti biasa typo nya masih banyak bertebaran,jadi hati hati saat membaca nya ya, karena bisa membuat kita bingung sendiri.
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA AKU YANG SATUNYA LAGU YA, KHUSUS UNTUK YANG SUKA CERITA TRANSMIGRASI DAN ANAK SEKOLAHAN BISA LANGSUNG MAMPIR , TAPI MASIH ONGOING, SEKALI LAGI TERIMAKASIH YA😇😇😇😇😇🥰
__ADS_1