Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Tentang Rasa..


__ADS_3

Pak Nasar dan Pak Eko saling berpandangan sebelum menjawab pertanyaan Luis mengenai harga sewa rumah yang akan di sewa oleh Luis dan kawan-kawan sebagai tempat tinggal di kota Jakarta.


" Oke, Aku dan Pak Eko sepakat untuk memberi kalian harga sewa rumah senilai tiga puluh juta rupiah untuk lima tahun kalian tinggali rumah itu dengan nyaman tanpa biaya lainnya seperti biaya perbaikannya sampai biaya listrik, gas dan air serta wifi id untuk kalian.Pokoknya semua itu kami permudahkan urusan nya. " Jawab Pak Eko yang akhirnya menyetujui kesepakatan tentang sewa -menyewa rumah kepada Luis dan kawan -kawan.


" Sudah deal kan ?" Tanya Jelly melihat Luis dan Pak Eko saling menandatangani perjanjian sewa-menyewa rumah di kertas materai di meja tamu di rumah Ibu Wati saudari dari Pak Nasar.


" Iya, sudah deal. Mari kita lihat rumah sewa yang akan kita tempati " Jawab Luis usai dapat surat resmi sewa rumah dan kunci rumah dari Pak Eko kepada Jelly.


" Ya, anak-anak mari Paman tunjuk rumahnya kepada kalian. " Kata Pak Nasar yang akhirnya menjadi pemandu jalan untuk Luis dan kawan -kawan dapat menemukan rumah sewa yang sebenarnya dengan tepat.


Rumah yang di tunjukkan oleh Pak Nasar sangat berbeda dengan rumah yang mereka lihat di foto galeri HP nya Luis dan juga kertas kotor milik Hendro.


" Rumah ini cukup luas dengan pekarangan dan garasi yang cukup untuk tiga motor dan dua buah mobil ukuran mini. " Kata Rosie yang sudah membayangkan dirinya dapat memarkirkan motor atau mobilnya di suatu saat nanti di garasi rumah itu.


" Iya..! Ayo, kita lihat dalamnya seperti apa. " Kata Jelly menyeret koper dan memanggul dua tas besar di kedua bahunya memasuki ruangan dalam rumah.


" Ada ruang tamu, ada ruang makan dan ruang serbaguna, dapur, toilet dan kamar mandi yang cukup kita pakai bersama secara bergantian. " Kata Gino sambil menengadahkan kepalanya ke arah lantai dua di atas kepalanya.


" Ada kamar di atas rupanya selain di bawah ada tiga kamar untuk kita pakai semua . " Kata Luis yang melihat pintu -pintu yang tertutup di tiga baris di dekat ruang makan dan ruang serbaguna.

__ADS_1


" Aku pilih kamar yang nomor tiga. " Kata Rosie menyeret koper nya ke arah kamar yang di inginkan nya, lalu menyegel pintu kamar dengan tulisan namanya sendiri sebagai kepemilikan dari kamar itu.


" Aku nomor dua yang ada tanda gambar Micky Mouse kartun favorit ku, " Kata Jelly juga telah menyeret koper nya ke arah kamar nomor dua di sebelah kamar Rosie.


" Cuma ada satu kamar yang tersisa di bawah dan yang berarti kamar kita berdua, Gin. " Kata Hendro memberitahu Gino kalau mereka berdua harus membagi kamar tidur.


" Ya, Hen. Ahh.. Dan, kamar di atas untuk Luis saja. Dia'kan sukanya tidur sendirian biar bisa mengorok dengan bebas. " Kata Hendro yang dapat tinju dari Luis di pelipis nya karena Hendro bicara tentang kebiasaan buruk Luis di kala Luis tidur di depan Pak Nasar dan Pak Eko yang tak bisa lagi menahan tawa mereka dengan ulah heboh dari anak -anak muda itu.


Demikianlah Luis dan kawan-kawan nya akhirnya mereka berhasil mendapatkan rumah sewa yang dapat mereka tempati selama mereka hidup di Ibukota Jakarta.


******


" Hai, Wulan. Apakah jam makan siang hari ini kamu bersedia untuk duduk di bangku kafetaria bersama dengan ku ?" Tanya pria muda itu dengan nada manis kepada Wulandari.


" Maaf, Aku ingin melewatkan waktu makan siang ku bersama dengan Papa ku di rumah kami. " Jawab Wulandari dengan nada angkuh kepada Anthony Asisten Tuan Besar Leon.


" Baiklah, tak apa. Aku mengerti. " Kata Anthony dengan sabar di hadapan Wulandari tetapi begitu gadis ini telah melewatinya menuju ke arah parkiran di basement gedung perusahaan Leon.


" Aku akan menaklukkan mu pada suatu hari nanti, Wulan. Lihat saja nanti ya. " Gumam pria itu di belakang punggung Wulandari.

__ADS_1


Di kediaman besar Leon.


Wulandari dengan sikap manja sekali merajuk kepada Tuan Besar Leon yang duduk di kursi makan di seberang sambil menyuap makanan ke dalam mulut nya.


" Papa.. Katamu kau akan meluangkan waktu mu satu hari penuh dengan ku di hari ulang tahun yang akan jatuh pada tanggal lima belas bulan depan. Tetapi, kenapa aku baru tahu bahwa di hari itu kamu ada rapat di Jepang? " Tanya Wulan manyun kepada Papa nya.


" Sayang, anak Papa yang paling cantik dan manis sedunia. Papa sungguh minta maaf sekali kepadamu untuk hari istimewa mu karena Papa mendadak ada urusan penting di Jepang. Tapi, kau jangan khawatir karena Papa akan ganti hari itu dengan hari lain. Gimana adilkan untukmu?" Ucap Tuan Besar Leon dengan suara yang amat lembut dan sabar menghadapi rajukan putrinya.


"Suka-suka mu sajalah Pa. Pokoknya Wulan udah bilangin Papa untuk temani Wulan satu hari di hari ulang tahunnya Wulan. "Jawab Wulandari yang tak melanjutkan makan siangnya dengan Papanya. Ia malah meninggalkan Papanya di ruang makan ke sebuah taman di bagian utara rumah mewah nya.


Di taman bunga pribadi rumahnya. Wulandari tak pernah berhenti untuk marah-marah seorang diri karena Ia merasa kecewa dengan Papanya yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan daripada dengan urusannya.


" Aku selalu menjadi nomor dua setelah kantor nya Papa. " Gerutu Wulandari memetik rumput dan melemparkan rumput ke kolam renang di depan nya.


Seekor anjing kecil warna putih melompat dari sisi lain kolam renang ke pangkuan Wulandari yang lantas memainkan bulu di belakang daun telinga anjing kecil itu untuk hiburan hatinya.


"Esme hanya dirimu yang paling memahamiku di dunia ini. Aku sangat merindukannya. Apakah Ia baik-baik saja di Perancis ?" Ucap Wulandari yang membayangkan seorang pria yang untuk pertama kalinya mendatangkan rasa rindu di hatinya yang terdalam.


" Edmundo, apakah kamu merindukan ku seperti aku merindukan ku di sini ?Ku harap kamu bisa pulang ke Indonesia untuk merayakan hari ulang tahun ku di sini agar aku tak merasa kesepian tanpa kehadiran Papa ku yang selalu sibuk di hari mana saja termasuk di hari ulang tahun ku, " Kata Wulandari yang membuka HP nya untuk menelepon seseorang yang berada di luar negeri Indonesia.

__ADS_1


Bersambung..!


__ADS_2