
Wulandari Putri Leon dan Erwin tidak sengaja bertemu dengan Ramona yang menawarkannya untuk tinggal di rumah Ramona untuk ringankan beban hidup mereka berdua di Jakarta. Dan, di rumah itu, Wulandari bertemu dengan Lorenza gadis lain yang memiliki wajah yang sama persis seperti dirinya dahulu dan juga mirip dengan Marinka Florentina putri dari Ramona.
" Lorenza, jika kamu mempercayai aku adalah Wulandari Putri Leon? Maukah kamu bantu Aku untuk pergi ke rumahku untuk ambil boneka putri di kamar ku? " Pinta Wulandari Putri Leon yang mengikuti Lorenza ke kamar Marinka Florentina.
Di kamar ini ada foto Marinka Florentina yang benar-benar persis dengan dirinya dahulu dan juga persis seperti Lorenza yang saat ini sedang berganti pakaian untuk pergi kerja.
"Bisa sih.. Tapi, ada cuan nya gak untuk aku? " Lorenza tersenyum sambil tangannya meminta imbalan atas pekerjaan yang ditawarkan oleh Wulandari Putri Leon untuknya.
" Ada..! Cukup besar kok jika kamu bisa buka brankas di dalam ruang pakaian dalam ku di kamar ku di mansion ku..! " Kata Wulandari Putri Leon tersenyum senang karena gadis itu dapat memiliki seseorang yang membantunya untuk membalas dendam kepada tunangannya yang kejam.
" Ohya? Aku pasti bisa buka brankas mu, jika kamu beritahu Aku nomor password nya..! " Kata Lorenza sambil menyisir rambut panjangnya.
" Kemarilah..! " Kata Wulandari Putri Leon yang membisikkan kode password brankasnya kepada Lorenza.
" Oke, deal. " Kata Lorenza yang mengambil tas selempang dan memakai tasnya lalu berjalan keluar kamar untuk mengambil sepatu kerja di rak sepatu.
" Berhati-hatilah dalam bekerja dan semangat kamu pasti bisa sukses besar, Lorenza. " Kata Wulandari Putri Leon memberikan dukungan dan semangat untuk Lorenza.
" Erwin, kita juga harus membantu Ibu Ramona mencari Marinka Florentina yang di kabarkan hilang sesudah gadis itu keluar dari tempat kerjanya di daerah yang alamatnya ada di kertas yang aku dapatkan dari Lorenza yang dapatkan alamatnya dari Luis Fernando kekasih Marinka Florentina. " Kata Wulandari Putri Leon kepada Erwin teman baiknya yang selalu membantunya itu.
" Siap, Nona." Kata Erwin segera.
__ADS_1
Mereka berdua menyelusuri kawasan tempat terakhir Marinka Florentina hilang hingga mereka berdua menemukan mobil ferari warna silver yang dikenali oleh Wulandari Putri Leon sebagai mobilnya Edmundo mantan tunangannya yang kejam itu..
" Apa? Apakah kamu menduga bahwa Marinka Florentina di culik oleh Edmundo pria jahat itu? " Tanya Erwin dengan terbelalak kaget mendengar dugaan dari Wulandari Putri Leon.
" Iya, kita akan tahu kebenarannya setelah kita mendapatkan video CCTV perjalanan mobil itu dari tempat ini ke tempat ia menyembunyikan Marinka Florentina yang di sangka adalah aku yang terselamat dari kecelakaan helikopter yang juga adalah ulahnya..! " Jawab Wulandari Putri Leon dengan jalan pikirannya yang cerdas dan cerdik kepada Erwin.
" Bagaimana cara mendapatkan video CCTV perjalanan mobil ferari warna silver itu, Nona? " Tanya Erwin dengan dadanya berdebar kencang usai mengetahui berapa jahatnya Edmundo pria mantan tunangan Wulandari Putri Leon.
" Melalui Lorenza temui Paman ku yang kerja sebagai salah satu komandan kepolisian bagian lalu lintas yang menjaga aplikasi google map tiap masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. " Jawab Wulandari Putri Leon dengan senyuman manisnya.
" Tepat sekali, namun kita tak boleh membuat Lorenza dalam bahaya di dalam rencana mu, Nona. Karena Lorenza adalah satu-satunya orang yang bisa membantu mu membalas dendam mu terhadap Edmundo. " Kata Erwin yang memikirkan keselamatan Lorenza. Pemuda ini telah jatuh cinta kepada Lorenza sejak jumpa di rumah Ibu Ramona pada siang hari itu dan kini pemuda ini memikirkan segala yang terbaik dan aman untuk Lorenza meskipun ia harus bantu Wulandari Putri Leon untuk mendapatkan semua milik gadis itu lagi dari Edmundo.
******
Luis Fernando di tempat kerjanya terus menerus memikirkan Marinka Florentina kekasihnya yang telah hilang selama berhari-hari hingga hari ini masih belum di temukan.
" Aduh, Rinka.Kamu sebenarnya ada di mana sih? Tolong, kamu jangan pernah membuat aku risau memikirkan dirimu. " Batin Luis Fernando yang merasa pedih sekali.
Lalu, Ia mendapatkan telepon dari kepolisian yang telah mendapatkan informasi mengenai hilangnya Marinka Florentina kepadanya. Ia pun segera minta izin untuk pulang kerja sebelum waktunya kepada Bosnya.
" Baiklah , Aku izinkan kamu cuti kerja setengah hari tapi besok kamu harus datang ke toko buku ini jam delapan pagi untuk mengganti jam yang kamu pakai libur hari ini. " Kata Bosnya kepada Luis Fernando.
__ADS_1
" Ya, Bos. Pasti.. Makasih banyak..!" Jawab Luis Fernando dengan senyuman sopan kepada Bos toko buku tempatnya bekerja.
Lalu, Luis Fernando pergi ke kantor polisi yang memberikan keterangan mengenai Marinka Florentina.
" Kami menemukan Nona Marinka Florentina di sebuah daerah pergudangan di luar kota Jakarta yaitu di perbatasan antara Jakarta dan Bogor. " Kata polisi kepada Luis Fernando.
" Lalu, apakah Bapak polisi menemukan jejaknya di daerah itu? " Tanya Luis Fernando dengan nada cemas.
" Ada, yaitu botol kecil isi rambut panjang yang telah di cocokan dengan sampel jasad seorang wanita di sebuah makam di belakang rumah gubuk di daerah setempat dan kami pastikan bahwa Nona Marinka Florentina telah meninggal dunia karena di bunuh oleh seseorang yang akan segera kami selidiki dengan lebih terperinci lagi! " Jawab polisi kepada Luis Fernando yang shock mendengar berita tersebut.
" Gak, mungkin gak mungkin Marinka Florentina kekasihku di bunuh orang..?! " Luis Fernando menahan kepedihan hatinya mendapatkan kejelasan tentang hilangnya kekasihnya itu selama berhari-hari dari pihak kepolisian yang telah membantunya untuk menemukan Marinka Florentina.
" Jika, anda ingin melihat jasad yang telah kami temukan itu? Marilah, Anda ikut kami ke rumah sakit umum daerah cikampek karena kami telah menaruhnya di sana. " Kata pihak kepolisian kepada Luis Fernando.
" Ya, tentu saja .. Saya ingin melihat kekasih saya yang mungkin saja bukan dia jasad itu..! " Jawab Luis Fernando segera dengan airmata kesedihan mengalir dari sepasang matanya yang indah kepada pihak kepolisian.
Di rumah sakit umum daerah setempat. Luis Fernando gemetar saat Ia melihat salah satu dari pihak kepolisian membuka penutup wajah jenazah yang di duga sebagai Marinka Florentina oleh pihak kepolisian.
" Tak mungkin..! Tak mungkin Marinka Florentina yang berada di ranjang jenazah itu..! " Kata Luis Fernando yang tak bisa menerima kenyataan bahwa gadis yang berbaring kaku dan dingin di ruang jenazah rumah sakit umum itu adalah Marinka Florentina kekasihnya sendiri.
Bersambung!
__ADS_1