
Marinka tiba di kantor perusahaan Star Leon dengan tepat waktu sebelum meeting bersama dengan para pemegang saham di mulai, dimana ia bertemu dengan Edmundo yang tercengang melihatnya telah hadir di perusahaan Star Leon dengan tersenyum kepada pria yang pernah menyiksanya hingga ia nyaris kehilangan nyawa di gudang kosong di daerah luar Jakarta.
" Wulandari Putri Leon ternyata ia masih hidup dan selamat bahkan ia bisa muncul di kantor dengan wajah sombongnya itu menantang aku, Edmundo. " Batin Edmundo yang merasa geram dengan kemunculan Wulandari Putri Leon di kantor perusahaan Star Leon.
" Nona Wulan, apakah anda ingin hadir di rapat untuk membahas pembelian perusahaan Launie di kota Bandung yang pernah sempat di bahas oleh mendiang ayah anda, Tuan besar Leon? " Tanya para relasi di ruang rapat kepada Marinka Florentina.
" Iya , aku bahkan telah membawa dokumen asli yang pernah di simpan oleh Papa ku di brankas nya yang tersimpan dengan baik di ruangan ini yang akan aku beritahukan kepada kalian semua di ruangan ini juga. " Jawab Marinka Florentina dengan senyuman yang menaklukkan para relasi kerjanya.
" Wah, bagus kalau begitu , silakan nona Wulan tunjukkan kepada kami mengenai dokumen tersebut. " Kata Edmundo dengan senyuman penasaran dengan sikap Wulandari Putri Leon yang mengejutkan dirinya itu.
" Mari...! " Kata Marinka Florentina yang berjalan menuju ke dalam ruangan itu lalu membuka lukisan pemandangan alam pegunungan fuji yang berada di belakang kursi kerjanya, lalu Ia membuka pintu brangkas di hadapan semua relasinya untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang presdir sejati pilihan Papanya yang bernama Wulandari Putri Leon.
" Bagaimana ia bisa membuka brangkas milik Tuan besar Leon jika ia seorang wanita yang manja dan kekanak-kanakan selama ini yang aku ketahui dengan baik? " Tanya Edmundo di dalam hati.
Setelah Marinka Florentina menyelesaikan rapat dengan para relasi di kantornya. Ia di datangi oleh Edmundo yang bersikap manis seperti yang pernah pria itu lakukan terhadap Wulandari Putri Leon mantan tunangan pria itu.
" Wulan, aku sangat senang sekali melihatmu menghadapi para relasi mu dengan berani sekali sehingga kamu berhasil menaklukkan mereka dengan caramu tadi. " Kata Edmundo dengan senyum manisnya kepada Marinka Florentina.
" Iya, terimakasih banyak karena kamu sudah membantu aku selama aku berlibur ke pulau Belitung Timur dan luar negeri selama kurang lebih tiga bulan lamanya, Edmundo. " Kata Marinka Florentina dengan senyuman manisnya juga membalas Edmundo.
__ADS_1
" Berani benar dia membalas perkataanku yang di maksudkan agar Ia mundur dari jabatannya sebagai presdir di perusahaan Star Leon. " Batin Edmundo yang merasa sebal kepada Wulandari Putri Leon atau Marinka Florentina.
" Baiklah, Edmundo. Karena hari sudah jam pulang kerja, maka aku harus pamit untuk aku bisa segera pulang ke rumahku dan beristirahat " Kata Marinka Florentina dengan sikap acuh tak acuh meninggalkan Edmundo di kantor.
Di tengah jalan menuju keluar dari kantor, gadis ini bertemu dengan seorang pria yang menyapa dirinya dengan senyuman manis dan sopan sekali.
" Selamat sore untuk Nona Wulan perkenalkan saya ada Billy asisten pribadi Anda yang baru. " Sapa Billy dengan sopan kepada Marinka Florentina seraya membukakan pintu mobil untuk gadis cantik itu.
" Oh, terimakasih dan selamat sore juga untuk kamu, Billy. " Kata Marinka Florentina dengan senyuman ramahnya kepada Billy seraya masuk ke mobil.
"Ya, Nona Wulan sama-sama. " Kata Billy.
"Iya, Billy sangat baik dan ramah kepada ku yang membuat aku senang dengannya. " Kata Marinka Florentina dengan nada biasa saja pada Erwin yang cemberut di kursi pengemudi mobil.
" Dasar Marinka gak pernah peka terhadap orang di sekelilingnya. " Gerutu Erwin di dalam hati.
Marinka menerima SMS dari Romi Fernandes yang mengabarkan Luis Fernando kekasihnya di rawat inap di rumah sakit karena sakit demam berdarah.
" Erwin, kau tolong antarkan aku ke rumah sakit di daerah ini untuk aku bisa menjenguk Luis yang di rawat inap di rumah sakit ini. " Kata Marinka Florentina dengan nada serius kepada Erwin.
__ADS_1
" Eh, ya Marinka." Kata Erwin.
Mereka tiba di rumah sakit yang alamatnya telah di kirimkan oleh Romi Fernandes kepada Marinka Florentina melalui SMS. Marinka dan Erwin terhenti di pintu kamar pasien karena di kamar itu ada Wulandari Putri Leon yang telah lebih dulu menjenguk Luis daripada mereka.
" Hmm, Wulan dia mencari kesempatan untuk mendekati Luis. " Batin Marinka Florentina yang merasa cemburu dengan Wulandari Putri Leon.
" Wulan, aku tak apa-apa kok jadi kamu tak usah cemas seperti itu." Kata Luis dengan lembut pada Wulandari Putri Leon yang menjenguknya.
" Aih, Luis. Kenapa kamu bisa jatuh sakit seperti ini sih? " Tanya Wulan dengan senyuman tulus kepada Luis.
" Iya, namanya juga aku manusia yang tentunya kadangkala bisa jatuh sakit, tapi ya kamu gak usah sedih gitu dong karena aku pasti akan segera sembuh seperti sediakala. "Jawab Luis yang mengangkat jarinya untuk menyentuh dahi Wulandari Putri Leon, namun di urungkan niat hatinya itu karena ia melihat kedatangan kekasih hatinya yaitu Marinka Florentina dan Erwin di depan pintu dari kamar pasiennya.
" Ahh, kalian sudah datang rupanya untuk jenguk Luis? Mari Kalian masuk ke dalam dan duduklah di sofa atau kursi di depan ranjang pasienku." Kata Luis dengan senyumannya kepada Marinka Florentina yang langsung menggantikan posisi Wulandari Putri Leon yang tadinya duduk di tepi ranjang pasien Luis.
" Luis, maafkan aku baru bisa datang ke rumah sakit untuk menjenguk kamu karena aku baru tahu tadi sepulangnya aku dari kantor. " Kata Marinka Florentina dengan halus menyentuh dahi Luis yang bening dan halus.
" Gak apa -apa , sayang. Aku ngerti kesibukanmu yang baru pertama kali pergi kerja di kantor perusahaan besar seperti Star Leon dengan posisi paling penting dan atas di perusahaan itu yang tentunya membuat kamu sibuk dengan urusan kantor. " Kata Luis dengan halus kepada Marinka Florentina.
" Ah, ya, aku tadi sangat gugup sekali saat rapat dengan para relasi di kantor perusahaan Star Leon yang membahas seorang bos besar yang ingin menjual asetnya kepada kita dengan cara aku harus mengunjunginya di villa nya yang berada di pulau Bali pada akhir pekan ini usai aku menyelesaikan masalah pembelian kantor perusahaan Launie yang pernah kamu kasih tahu aku, Kak Wulan. " Kata Marinka Florentina yang menceritakan pengalamannya sebagai presdir gadungan di kantor perusahaan Star Leon untuk menggantikan posisi Wulandari Putri Leon untuk sementara waktu.
__ADS_1
Bersambung!