
" Kalian bertiga ini siapa dan apa urusan kalian kalau aku mengajak pulang pacarku ke rumahku sendiri? " Tanya Marinka yang saat ini menyamar sebagai Wulandari Putri Leon kepada tiga orang yang menjadi orang-orang terdekat Wulan pada masa lalu sebelum Wulan mengalami musibah atas perbuatan Edmundo tunangan Wulan yang kini menjadi suaminya Linda Christanty sahabat terdekat Wulandari Putri Leon.
"Nona, apakah kamu sudah lupa kalau kami ini adalah Bibi Erna pengasuh mu, nona ini adalah Nona Linda Christanty sahabat mu, lalu tuan muda itu adalah Tuan Muda Alvaro Bernadette pacarmu dari masa kuliahmu? " Bibi Erna tampak heran kepada Nona nya yang terlihat berbeda dengan Nona nya dahulu seraya jarinya menunjukkan Linda Christanty dan Alvaro Bernadette kepada Nona nya.
" Ehhhh??? "
Marinka Florentina tampak kikuk dan bingung untuk menghadapi ketiga orang yang akrab dengan Wulandari Putri Leon yang sangat asing baginya, untungnya Luis Fernando pacarnya ini segera membantunya dengan berkata.
" Maaf, Bibi. Wulan baru saja kembali ke rumah ini setelah ia begitu lama tinggal dirumahku yang menjadi tempat pertamanya setelah mengalami kecelakaan di dalam perjalanannya ke pulau Belitung Timur bersama dengan temannya yang bernama Anthony Leong dengan menggunakan fasilitas helikopter pribadinya pada beberapa waktu lalu yang menyebabkan Wulan mengalami amnesia sementara waktu menurut dokter yang menanganinya di masa -masa sulitnya. " Kata Luis dengan menyakinkan sekali sampai Bibi Erna langsung memeluk Marinka Florentina dengan airmatanya.
" Ouh, begitu rupanya yang telah terjadi pada diri Nona Wulan? " Tanya Bibi Erna yang menangis begitu sedih kepada Luis.
"Iya, Bibi Erna. Aku minta maaf karena aku baru sekarang ini mengantarkan Wulan pulang ke rumahnya untuk berkumpul bersama denganmu yang sangat menyayanginya seperti menyayangi putrimu sendiri. " Jawab Luis dengan suaranya yang berkarakter sekali kepada Bibi Erna yang langsung mempercayainya.
"Ah, terimakasih banyak untuk pertolonganmu kepada Nona Wulan kami, Tuan muda. " Kata Bibi Erna dengan tulus kepada Luis yang di raih lengannya oleh Marinka Florentina yang ingin berterimakasih atas bantuan Luis untuk Marinka Florentina.
" Iya, sama-sama Bibi Erna. Aku menolong Nona mu karena ia sekarang adalah kekasihku yang harus aku jaga dengan sebaik-baiknya. " Kata Luis dengan senyumnya kepada Bibi Erna yang melepaskan pelukan pada Marinka Florentina yang masuk ke dalam pelukannya dengan sikap manja.
__ADS_1
" Ahhh, lalu bagaimana dengan aku Alvaro Bernadette yang menjadi pacarnya sebelum ia mengalami kecelakaan seberat??! " Protes Alvaro Bernadette dengan nada cemburu kepada Bibi Erna seraya menatap tajam kepada Luis Fernando.
" Ya, silakan anda pulang kerumah anda karena di mulai dari hari ini, anda bukanlah kekasih dari Nona ku yang telah memiliki kekasih sehebat tuan muda ini. " Jawab Bibi Erna dengan nada tegas kepada Alvaro Bernadette yang di usir dari mansion Leon.
"Keterlaluan ! " Teriak Alvaro Bernadette dengan berang kepada Bibi Erna karena pria ini telah di seret keluar oleh para bodyguard di mansion Leon untuk ketenangan Wulandari Putri Leon majikan kesayangan dari Bibi Erna.
" Bibi, aku juga tak mau dia ada di sini..! " Rengek Marinka Florentina yang meminta Bibi Erna untuk mengusir Linda Christanty juga dari rumah kakaknya usai Marinka mengenali wanita muda yang sedang hamil usia empat bulan di depan matanya itu adalah wanita yang dahulu pernah di lihat bercumbu mesra dengan Edmundo di tempat kerja Marinka Florentina yang lama.
" Baik, Nona Wulan." Kata Bibi Erna yang tidak ingin Nona Wulan nya merasa sedih hati segera memerintahkan para bodyguard untuk mengusir Linda Christanty juga dari mansion Leon sampai Linda Christanty tercengang dengan sikap dingin Wulandari Putri Leon tehadap diri wanita itu.
" Katamu, kamu itu sahabat terbaik dari sd hingga lulus kuliah dengan Kakakku tetapi kamu malah mengkhianati kepercayaan Kakakku dengan berselingkuh dan terlibat dalam kasus kecelakaan helikopter yang menimpa Kakakku itu hingga Ia nyaris meninggal dunia di saat itu. " Batin Marinka Florentina dengan benci kepada Linda Christanty seraya menerima suapin sarapan pagi yang di buatkan oleh Bibi Erna untuk dirinya.
" Wulan, kurasa aku harus pulang ke rumah untuk siap-siap kerja, jadi aku juga pamit kepada mu dan Bibi Erna. " Kata Luis dengan sopan dan lembut kepada Marinka Florentina setelah ia sarapan pagi bersama di ruang makan mewah di dalam mansion Leon.
" Ah, Luis. Aku masih ingin bersamamu. Ya, baik. Kau pulanglah ke rumahmu tetapi kamu jangan lupa untuk menjenguk Aku ketika kamu ada waktu luang, ya?" Marinka Florentina dengan tatapannya meminta Luis untuk sesering mungkin mengunjungi gadisnya itu di mansion Leon.
" Ya, Wulan. Aku pasti akan sering mengunjungi kamu dirumah kamu apalagi setelah kejadian semalam di antara kita berdua agar kamu bisa memastikan bahwa tak sesuatu yang terjadi pada dirimu di kemudian harinya. " Kata Luis dengan bijaksana menyikapi masalah yang telah terjadi di antara dirinya dan Marinka Florentina.
__ADS_1
" Tuan muda Luis, Nona Wulan ku ini adalah seorang wanita yang terhormat di kalangan masyarakat, ada baiknya jika kamu secepatnya melamar Nona Wulan ku setelah apa yang telah terjadi di antara kalian berdua di rumah ini pada kemarin malam agar nama baik Nona Wulan ku tetap terjaga. " Kata Bibi Erna dengan wajah serius kepada Luis.
" Iya, Bibi Erna. Aku pasti akan segera melamar Wulandari Putri Leon secepatnya untuk masa depan kami berdua." Kata Luis dengan wajah serius dan sungguh hati kepada Bibi Erna dan Marinka Florentina yang tersenyum manis di depannya.
" Baik, Tuan muda Luis.Saya akan menantikan ketetapan janjimu untuk Nona Wulan ku ini, ya?? " Bibi Erna menekankan pentingnya nama baik Keluarga Leon yang di sandang dengan baik dan tanggung jawab oleh Wulandari Putri Leon sebagai putri tunggal dan pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga Leon.
"Iya, pasti. " Jawab Luis dengan tegas sekali kepada Bibi Erna seraya pamit kepada Marinka Florentina yang mengantarkannya ke pintu masuk utama mansion Leon.
"Luis..!" Panggil Marinka Florentina dengan suara lembut dan manja kepada Luis kekasihnya itu yang diantarkan ke pintu masuk utama ke mansion Leon.
" Iya?? "
" Jaga hatimu dan ragamu untuk aku seorang Marinka Florentina. " Kata Marinka Florentina yang merangkulnya dengan kedua lengan melingkari lehernya, lalu menciumnya dengan penuh kelembutan.
Di saat yang sama Wulandari Putri Leon yang asli baru saja datang ke mansion Leon bersama dengan Erwin, mereka berdua melihat keduanya bermesraan di sana dengan perasaan yang tak menentu satu sama lainnya terutama perasaan di dalam diri Wulandari Putri Leon.
Bersambung!
__ADS_1