
Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya telah menghadang jalan Marinka yang baru saja keluar dari gedung perusahaan yang di datangi Marinka untuk melamar pekerjaan bersama dengan Luis.
" Hahahaha, akhirnya kita berjumpa kembali gadisku..! Apakah kau pikir kamu bisa terlepas dari ku sesudah perjanjian yang kamu sepakati untuk ikut perlombaan model pakaian dalam di toko pakaian teman ku?" Tanya Pak Bagas nada tajam kepada Marinka yang mundur beberapa langkah dari depan Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya itu
" Marinka.. Kenapa kau berlari begitu kencang sih sampai aku harus mengejar mu dari kantor perusahaan plastik itu?" Tanya Luis yang sudah menahan tubuhnya yang nyaris limbung karena ketakutan terhadap Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya yang memandanginya dengan sorotan mata bengis.
Luis yang tak mendapatkan jawaban dari mulut Marinka segera melihat adanya sejumlah orang wajah sangar yang sangat menakutkan bagi Marinka yang segera di tariknya ke belakangnya untuk di lindungi olehnya.
" Siapakah kalian semua yang menghadang jalan kami ?" Tanya Luis nada berani kepada Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya.
" Huum, kau bocah laki-laki darimana yang tak tahu urusannya sudah berani bertanya kepada ku dengan nada suara sok berani sekali.. ?" Tanya Pak Bagas nada sangar kepada Luis.
" Gak perlu tahu aku darimana! Aku tak akan mencampuri urusan kalian dengan siapa saja! Silakan kalian teruskan perjalanan kalian tapi jangan sampai menghalangi jalan kami. " Jawab Luis nada tajam kepada Pak Bagas.
"Ouh, Aku tak akan menghalangi mu untuk kamu bisa pergi dengan bebas kemana pun kamu mau tetapi gadis di belakang mu itu harus kamu serahkan dahulu kepada-Ku, " Kata Pak Bagas nada sangar kepada Luis sambil menuding kan telunjuknya kepada Marinka di belakang Luis.
Luis menoleh sedikit kepada Marinka lalu tangan Luis memegangi Marinka dengan erat sekali agar Ia bisa melindungi gadis pujaan hatinya itu dari marabahaya yang mengancam keselamatan gadisnya.
"Tidak bisa! " Jawab Luis dengan nada tegas sebelum menghadapi Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya usai memastikan Marinka akan terjaga dengan aman olehnya.
" Aku tak bisa menyerahkan gadis ini kepada orang seperti mu! " Jawab Luis nada sangar kepada Pak Bagas dan sejumlah anak buahnya yang semakin melotot kepadanya.
" Baik, kalau begitu kau jangan pernah salahkan aku jika aku memerintahkan para anak buahku untuk memberi mu hajaran untuk kesombongan diri mu dan kekurang ajaran mu mencampuri urusan ku dengan gadis di belakang mu itu yang tak pernah kau ketahui tentang kelicikan dan kebusukannya itu. " Kata Pak Bagas nada sangar kepada Luis.
Luis maju dengan berani sekali lalu tinjunya telah lebih dahulu menghantam dagu dan rahang Pak Bagas hingga dagu dan rahang Pak Bagas jadi retak.
__ADS_1
Bugh!
" Aduhh..!" Pekik Pak Bagas memegangi dagu dan rahang nya yang retak di tinju Luis.
" Jangan pernah kau coba-coba mengatakan gadis ini licik dan busuk..! " Bentak Luis kepada Pak Bagas yang pingsan di jalanan.
Para anak buahnya serentak maju untuk serang Luis yang dengan lincah menendang dan tinju nya menghantam pipi dan perut para anak buah Pak Bagas hingga remuk dan melolong lah para anak buah Pak Bagas yang kesakitan pada pipi dan perutnya itu oleh tinju dan tendangan Luis.
" Ayo Marinka kita pergi dari sini." Kata Luis yang mengajak Marinka naik dan masuk ke mobil angkutan umum yang kebetulan berhenti di tepi jalan di depan mereka.
Marinka hanya diam saja membiarkan Luis yang memandu nya dan Ia tak menolak saat jemari Luis memeluk bahunya untuk duduk di dekat Luis yang selalu tersenyum kepadanya untuk Ia merasa tenang.
" Kenapa kau baik sekali sih kepada ku, Luis?" Tanya Marinka di dalam hatinya seraya melirik ke sepasang mata Luis yang membalas lirikan matanya dengan lirikan lembut sekali.
Gino dan Hendro berjalan bersama dengan Jelly, Rosie dan Bella untuk mencari pekerjaan yang cocok untuk mereka di daerah manggabesar yang sudah mereka incar dari iklan lowongan pekerjaan di google di laptop nya Jelly pagi tadi di saat mereka sedang sarapan pagi bersama di rumah.
"Ada lima pekerjaan di pabrik gula di daerah ini yang cukup kita berlima dapatkan. " Kata Jelly dengan nada bersemangat untuk teman-teman seperjuangan nya itu.
" Iya, ayo kita masuk saja. " Kata teman-teman seperjuangan nya itu semangat juga.
" Maju jalan..! " Sorak sorai mereka serentak lalu mereka menunggu konfirmasi selanjutnya dari pihak pabrik gula di ruang tunggu dengan sabar sekali.
" Nona Jelly silakan Anda masuk dan melakukan wawancara kerja dengan HRD pabrik gula kami di ruang kerjanya. " Kata wakil ketua HRD nada sopan kepada Jelly.
Jelly pun masuk dan dengan gugup menghadapi ketua HRD pabrik gula yang di lihatnya sangatlah menyeramkan tetapi melihat senyuman ramah di bibir pria berkacamata di depannya itu, Ia jadi tenang dan tersenyum juga.
__ADS_1
" Kau lulusan SMK negeri Bogor yang berstatus single dan ingin mendapatkan pekerjaan di pabrik gula kami sebagai staff administrasi. Apakah itu benar? " Tanya Ketua HRD pabrik gula dengan nada berwibawa kepada Jelly.
" Iya, Pak. Aku juga berharap dapat gaji umr tiap bulannya. " Jawab Jelly tersenyum.
" Hmm, baiklah saya akan tanyakan kepada Bos kami dahulu apakah Beliau mau menerima mu bekerja di pabrik gula kami atau tidak. Silakan kau tunggu konfirmasi selanjutnya selama tiga hari di WA mu nanti ya. "Kata Ketua HRD pabrik gula kepada Jelly.
" Iya, Pak maksih saya akan menunggu kabar gembira dari Anda di rumah selama tiga hari di WA saya. " Jawab Jelly tersenyum selalu lalu keluar dari ruangan Ketua HRD pabrik gula.
" Nona Rosie sekarang giliran Anda. " Kata wakil ketua HRD pabrik gula nada ramah kepada Rosie yang mendapatkan giliran selanjutnya setelah Jelly.
" Semangat Rosie kamu pasti bisa..! " Seru Gino dan kawan-kawan dengan semangat kepada Rosie sambil mengacungkan kepalan tangannya di udara.
" Iya.. Makasih..! " Teriak Rosie mengagetkan wakil ketua HRD pabrik gula dengan suaranya yang ramai sekali.
Rosie masuk dan keluar kembali setelah sepuluh menit di ruang kerja Ketua HRD pabrik gula dan membuat teman-teman nya bertanya-tanya pada nya mengenai wawancaranya itu.
" Gimana? "
" Aku di suruh menunggu konfirmasi selanjutnya di WA tiga hari lagi. " Jawab Rosie menghela napas.
" Giliran mu Isabella. " Kata Hendro mendorong Isabella dengan tangannya yang penuh minyak gorengan.
" Dro, bajuku kotor nih..! " Kata Isabella dengan nada menegur kepada Hendro yang segera angkat tangannya dari baju kerja Isabella dan memasang wajah minta maaf kepada gadis itu.
Bersambung..!
__ADS_1