
Ramona mendengarkan keinginan anaknya yang ingin melamar pekerjaan di toko baju bayi online yang di perlihatkan kepadanya melalui hape putrinya yang wajahnya terlihat begitu besar mengharapkan izin darinya.
"Iya, sayang. Silakan saja kamu mencoba untuk melamar pekerjaan di toko baju bayi online yang di tawarkan oleh temanmu kepada mu." Jawab Ramona dengan senyuman untuk putrinya.
"Wah, makasih banyak Mama ku sayang." Kata Marinka Florentina yang membalasnya dengan pelukan hangat dan kasih sayang seorang anak yang baik kepadanya.
"Sama-sama sayang, ya sudah sana kamu siap -siap untuk pergi melamar pekerjaan di toko baju bayi online yang kamu inginkan itu dan biarkan dagangan sup kari ayam di serahkan kepada Mama yang menjaganya." Kata Ramona kepada putrinya seraya mengecup dahi Marinka sebagai tanda restu dan doa darinya.
Marinka Florentina pun dengan gembira luar biasa merapikan dirinya lalu berangkat ke toko baju bayi online yang alamatnya sudah di kirim kepadanya melalui WA dari Luis Fernando.
******
Siang hari yang cukup bersahabat menambah suasana hati Wulandari bernyanyi dengan rasa gembira karena Ia menghabiskan waktu jam istirahat siangnya bersama dengan tunangannya yaitu Edmundo.
"Bagaimana menu makan siang di kafetaria yang aku rekomendasikan untuk mu, sayang? " Tanya Edmundo yang merangkulnya dengan lembut.
"Sangat lezat membuatku tak bisa berhenti makan saking enaknya daging steak sapi lezat dan empuk yang tadi aku makan." Jawab Wulandari yang menyandarkan kepalanya di bahu Edmundo.
"Baguslah, jika kamu suka dengan menu makan siang di kafetaria yang aku rekomendasikan untuk mu hari ini. Aku pun menjadi merasa bangga bisa menyenangkan mu." Kata Edmundo yang mengangkat dagunya untuk di cium lembut oleh bibir Edmundo.
"Edmundo, kapan kamu mau melamar ku untuk menjadi istrimu?" Tanya Wulandari dengan nada lembut menerima ciuman lembut Edmundo yang mencumbu bibir dan mulutnya dengan mesra.
"Segera, sayang. Aku sudah mempersiapkan surprise untuk mu yang sangat berkesan untuk mu kenang seumur hidup mu setelah kita berdua menikah." Jawab Edmundo yang mencium bibir Wulandari dengan kemesraan yang amat besar dan membahagiakan Wulandari.
__ADS_1
" Uuuh, sebal sekali..!" Gerutu Anthony Leong yang duduk di kursi sudut kanan kafetaria yang sama tempat makan siang Wulandari dan juga Edmundo.
"Aku bisa kamu cium jika kamu mau." Kata Rosie yang memajukan mulut untuk di cium oleh Anthony Leong yang menjadi tamu di kafetaria tempat kerja keduanya Rosie.
"Idih, jijik sekali aku melihat mu gadis kampung waru..!" Kata Edmundo dengan nada sebal pada Rosie yang sedang merapikan meja -meja di kafetaria.
"Aku bukan anak kambing saya, Tuan rambut jabrik..!" Balas Rosie mengerutkan keningnya mendengar nada makian dari Anthony Leong.
"Perasaan rambut ku gak jabrik deh! Kamu saja yang gak bisa membedakan antara rambut cowok ganteng dan milineal seperti ku dengan cowok ganteng dan kuno seperti si rambut sapi dungu di sana itu." Kata Anthony Leong yang mencibir ke arah Edmundo yang sedang asyik berciuman mesra dengan Wulandari di ruang atas kafetaria melalui lirikan matanya ke atas kepada Rosie.
Rosie yang penasaran dengan kode lirikan dari Anthony Leong ikut melihat adegan mesra di lantai atas kafetaria antara Edmundo dengan Wulandari lalu tersenyum kepada Anthony Leong yang melototinya.
"Kau merasa cemburu ya dengan pasangan yang ideal itu?" Tanya Rosie kepada Anthony Leong dengan cengiran nya.
"Iya, juga sih menurutku gadis secantik Nona Wulandari harusnya bersanding dengan seorang cowok ganteng, milineal dan baik hati seperti sahabat ku yaitu Luis Fernando bukan cowok ganteng, kuno dan tampangnya agak aneh itu." Kata Rosie dengan asal saja sambil mengamati pasangan muda di lantai atas kafetaria.
"Hmmm..Sama saja!" Bentak Anthony Leong yang mengejutkan Rosie.
"Eh, seram banget kau mirip singa kota saja." Kata Rosie dengan nada galak kepada Anthony Leong seraya menyiram pemuda ini dengan air teh dari gelas dari meja tamu lain di kafetaria yang sudah lebih awal keluar dari kafetaria daripada Wulandari dan Edmundo.
"Kauuuu..!" Anthony Leong menudingkan jarinya kepada Rosie dengan gemetaran menahan rasa marah nya.
"Hei, waspada terhadap tekanan darah tinggi di usia muda seperti kita terutama untuk mu, Pak singa kota." Kata Rosie dengan nada kalem menggenggam tangan Anthony Leong yang segera menarik tangannya dari genggaman tangan Rosie dengan wajah sebal lalu berjalan pergi dari kafetaria.
__ADS_1
Luis yang sedang bekerja di toko buku tiada pernah berhenti untuk tidak bersin karena Ia menduga bahwa ia sedang di omongin oleh seseorang yang dekat dengannya di tempat lain.
"Hatsyii!! "
"Ugh! Siapa sih yang sedang bicara tentang aku sehingga aku bersin -bersin tak jelas seperti ini? " Pikir Luis Fernando sambil menikmati makan siangnya yang berupa menu nasi bungkus di warung kopi di depan toko buku tempatnya bekerja.
Isabella mendatanginya sesuai pembicaraan mereka di pagi hari di rumah sewa mereka dan Ia pun melayani sahabatnya untuk mencari dan menemukan buku yang ingin di beli oleh teman nya itu.
"Berapa buku yang ingin kamu beli, Bel? " Tanya Luis Fernando yang menjaga kasir di toko buku kepada Isabella.
"Lima buku novel dan satu gitar akustik untuk pelajaran musik ku di kampus ku." Jawab Bella kepada Luis Fernando sambil menyerahkan belanjaan bukunya ke meja kasir Luis.
"Wah, kau sungguh rajin sekali membaca buku untuk menambah pengetahuan mu mengenai mata pelajaran di kuliah malam mu di kampus mu, Bel." Puji Luis Fernando yang menyukai sisi kerajinan Isabella di dalam membaca buku.
"Hahaha ya, Luis. Aku dari kecil memang paling gemar membaca buku apa saja untuk hiburan dan juga belajar ku." Kata Isabella tersenyum senang di puji rajin membaca buku oleh Luis Fernando sahabat baik sekaligus cowok ganteng yang di incar nya itu.
"Bagus dong kamu suka baca buku membuat ku mempunyai banyak pelanggan yang datang untuk membeli buku di toko buku tempat aku kerja ini." Kata Luis Fernando dengan wajahnya yang berseri -seri kepada Isabella yang selesai membayar belanjaan bukunya dari Luis.
Sesudah Isabella meninggalkan toko bukunya. Luis Fernando memikirkan cara untuk dirinya dapat memberikan sebuah hadiah menarik dan menyenangkan untuk Marinka Florentina.
"Apa ya hadiah yang akan aku berikan untuk Rinka agar aku bisa menyatakan perasaanku yang sangat tulus kepadanya nanti malam?Ah, aku ingin sekali memintanya untuk menjadi pacarku." Pikir Luis Fernando yang mencari -cari hadiah menarik di layar HP nya melalui toko online.
Bersambung!
__ADS_1