Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Inikah Hidup Di Jakarta.


__ADS_3

Ramona yang belum pernah merasakan keras dan kejamnya hidup di Jakarta sama sekali tak tahu kalau dirinya itu telah di tipu mentah -mentah oleh pemilik rumah kecil yang akan di sewanya itu.


"Eh, kok kuncinya tak bisa di masukkan ke dalam lubang gembok gerbang rumah kecil ini?" Tanya Ramona yang terus berusaha memutar kunci di tangannya ke dalam lubang gembok untu dirinya bisa membuka pintu gerbang rumah.


" Hei..Sedang apa kamu di situ?! " Bentak pria muda yang keluar dari pintu kayu rumah kecil di kawasan Grogol, Jakarta Barat, kepada Ramona.


"Maaf, kenapa Anda bisa masuk ke rumah yang baru saja aku bayar uang sewa nya kepada Ibu Sri Rahayu pemilik rumah ini?" Tanya Ramona terheran-heran kepada pria muda yang berada di balik gerbang rumah kecil itu.


" Sewa katamu? ! Hei, ini adalah rumahku tak ada yang bilang kalau aku mau menyewakan rumahku ! Kamu itu sudah di tipu oleh Sri Rahayu si tukang catut rumah orang di mana-mana..! " Jawab pria muda itu dengan nada suara yang mengejutkan bayi perempuan di dalam kain gendongan Ramona.


" Hoaahh..! Hoaahh..! "


"Hei, kamu membawa seorang bayi rupanya? Kau ini darimana asalmu? " Tanya pria muda itu yang merendahkan nada suaranya begitu pria ini melihat bayi Marinka yang manis di gendongan Ramona.


" Dia bayiku..! Kau jangan pernah mengambilnya dariku..! Malang sekali nasibku ! " Kata Ramona menangis sedih sekali.


"Ih, dasar kau sudah tak waras ya? Pergilah sana dari rumahku dan jangan pernah meracau di sini untuk menyewa rumah orang yang ada pemilik nya..! " Usir pria muda itu galak kepada Ramona.


Ramona pun berkeliling daerah tersebut di cuaca yang begitu terik sekali sampai bayi Marinka tak pernah berhenti menangis karena kelaparan dan kepanasan di jalanan kota besar seperti Jakarta.

__ADS_1


Ramona memutuskan untuk kembali ke rumah sakit Kanker Dharmais untuk Ia bisa menjenguk Ayahnya yang di rawat di ruangan intensif pengobatan pada jantung nya yang harus di pasangi ring untuk bertahan hidup.


" Nona Ramona, sepertinya bayimu itu merasa lapar ,haus dan kepanasan ? Sebaiknya kamu bawa putrimu ke ruang menyusui untuk kamu berikan asi dengan nyaman..!" Kata seorang dokter yang mendatangi Ramona di ruangan tunggu.


"Ah, ya Pak dokter terimakasih..!" Kata Ramona yang tampak lelah dan letih itu tak sanggup untuk berdiri sehingga wanita muda ini jatuh pingsan di lantai jika tak di sanggah dengan gesit oleh Dokter muda yang baik hati itu.


" Hei..! Aduh, dia jatuh sakit ! " Kata Dokter Muda yang baik hati yang menangkap Ramona dan bayi Marinka dengan tepat waktu sebelum baik Ramona maupun bayi Marinka di terjatuh dan membentur lantai.


"Jerry..Kemarilah ! "Seru Dokter Muda yang telah melihat temannya berlalu lalang di lorong ruang tunggu.


" Hei, Anderson..Ada apa ini ? Aduh, siapakah wanita muda dan bayinya ini ?" Tanya Jerry si Dokter muda spesialis Kanker Kulit yang cepat mengambil bayi Marinka yang sudah nyangkut di gendongannya.


Di rumah sakit umum itulah Ramona di rawat selama tiga hari empat malam dengan terampil oleh Dokter Gunawan teman baik dari Dokter Anderson sampai Ramona betul -betul sehat seperti sediakala.


"Dokter Gunawan, terimakasih atas perawatan yang Anda berikan kepada Saya..! Ah, tapi di manakah Marinka putri saya ?! "Ujar Ramona saat Ia telah sehat lagi kepada Dokter Gunawan.


" Ouh, sama -sama Nona Ramona..! Kau tak usah cemas karena putri mu di rawat oleh istrinya Dokter Anderson di rumah mereka di kawasan Kelapa Gading selama kamu di rawat di rumah sakit umum daerah Grogol..!" Jawab Dokter yang baik dan ramah itu kepada Ramona.


"Ahh, Dokter Anderson sungguh baik sekali pada ku dan putriku juga Anda..! Terimakasih banyak atas kebaikan anda berdua..! Tapi, Saya mau tanya bagaimana administrasi perawatan sakit saya di rumah sakit ini ? Saya tak memiliki uang lagi setelah semua uang yang Saya miliki telah Saya gunakan untuk membiayai perawatan dan pengobatan ayah saya di rumah sakit Dharmais dan menyewa rumah yang akhirnya ludes karena saya di tipu penyewa rumah palsu..!" Kata Ramona yang menangisi nasibnya di hadapan Dokter Gunawan.

__ADS_1


"Nona Ramona, kau tak perlu mencemaskan lagi biaya perawatan sakitmu di rs umum ini karena Dokter Anderson telah melunasinya untuk mu beberapa hari lalu ketika kamu di bawa ke rs ini." Kata Dokter Gunawan yang sangat merasa iba kepada Ramona.


"Ei, mana bisa seperti itu ? Aku tak mau terlibat hutang budi dengan Dokter Anderson yang baik hati itu..! Saya akan tetap membayar pelunasan biaya perawatan sakit saya di rs ini dengan cara saya bekerja sebagai tenaga bantuan Anda di rs ini..! Bagaimana ? Apakah Anda bersedia untuk memberikan pekerjaan kepada Saya? " Tanya Ramona begitu bertekad untuk lebih keras dari kehidupan di Jakarta kepada Dokter Gunawan.


Dokter Gunawan menatapnya dengan tatapan mata kagum terhadap tekadnya sebelum Dokter muda ini menjawabnya dengan suara yang amat bersahabat dan ramah sekali.


" Ya, aku bersedia untuk memberikan pekerjaan untukmu di bagian cleaning service rumah sakit ini dengan upah yang sesuai dengan biaya sakit mu di rs ini serta aku pun akan memberikanmu sebuah tempat tinggal di mess karyawan rumah sakit untuk tempat menetap mu selama kamu bekerja dengan baik di rs ini..!" Jawab Dokter Gunawan yang menyukai kesederhanaan diri Ramona.


" Terimakasih banyak, Pak Dokter....! " Kata Ramona berlinang air mata terharu sekali pada kebaikan hati Dokter Gunawan.


Setelah Ramona keluar dari rumah sakit umum daerah Grogol. Ramona dapat bertemu kembali dengan Marinka yang di pulangkan kepadanya oleh Dokter Anderson.


" Ramona..Putri mu sungguh manis dan lucu sekali membuat suasana rumah ku ramai sekali dengan kehadirannya sampai anak-anakku tak mau Marinka di bawa pulang kepadamu..! Jadi, kau tak perlu merasa sungkan untuk menerima kebaikan kami sekeluarga di rumah kami..! Aku Anderson ingin meminta mu untuk tinggal di rumah kami sebagai keluarga kami serta kamu bisa membantu ku untuk mengasuh anak -anak ku yang nakal -nakal semenjak istriku Sherly telah tiada..! " Kata Dokter Anderson yang amat mengherankan bagi Ramona.


"Bukankah kata Dokter Gunawan kalau Anda masih ada istri di rumah Anda? " Tanya Ramona tampak sangsi dengan penuturan Dokter muda itu.


"Ou, Gunawan salah pengertian terhadap Nayla adik ipar ku yang tinggal bersama dengan Aku dan anak -anakku untuk menemani anak -anak di rumah selama aku bekerja nonstop di rs tempat aku bekerja yang kadang tak kenal waktu kapan aku bisa pulang ke rumah untuk menemani anak -anakku di rumahku..! Intinya, Nayla bukanlah istriku tetapi Adik ku yang harus ku jaga sampai waktunya Ia tiba menemukan kebahagiaannya sendiri sebagai janji ku untuk mendiang Istriku Sherly yang sudah menetap di Surga bersama Tuhan Yesus Kristus..!" Jawab Anderson yang begitu jujur menceritakan sedikit riwayat hidup nya kepada Ramona.


Bersambung...!!

__ADS_1


__ADS_2