
"Perasaanku kepalaku ini tak lonjong kok, " Kata Luis dengan nada lugu dan wajah polos kepada gadis cantik di hadapan nya itu.
Marinka mendengus kesal kepada Luis lalu Ia segera berbalik arah untuk pergi dari pria muda yang sangat menyebalkan baginya itu tetapi Luis mengejarnya dan mengikutinya di sampingnya.
" Lho di mana Nona Wulandari?" Tanya Anthony Leong yang sehabis memukuli Pak Bagas kini kebingungan mencari -cari Wulandari di sekitar pintu masuk ke toko pakaian dalam tak terkenal itu.
" Ah, sial banget hari ini.. " Keluh Pak Bagas yang wajahnya babak belur di pukul oleh pria asing yang membela Marinka gadis cantik anak buah nya itu.
Anthony Leong kembali ke perusahaan Star Leon dan terpana menemukan Wulandari di kantornya sedang berjalan menuju ke ruangan kerja gadis itu sendiri.
" Eh, syukurlah Nona Wulandari telah berhasil kembali ke kantor dengan selamat. " Katanya di depan ruangan staf kantor lainnya.
"Pak Anthony Leong, anda di cariin oleh Pak Budi di ruangannya dari tadi. " Lapor salah satu rekan kerjanya yang menemuinya di ruangan staff lain di kantor tempatnya bekerja.
" Ah, ya.. Terimkasih Enda. " Jawab Anthony Leong nada ramah kepada Enda rekan kerjanya sebelum berjalan menuju ke lift untuk menemui atasannya.
Luis tersenyum-senyum sendiri di depan warung kopi tempat Marinka nongkrong sambil jajan camilan beng beng dan minum teh pucuk di depan nya dengan harapan Ia bisa berkenalan dengan gadis cantik ini.
" Bolehkah aku tahu siapa namamu, Nona?" Tanya Luis kepada Marinka seraya menerima semangkuk mie goreng dari pemilik warung kopi di pinggir jalan.
"Hmm" Gumam Marinka mengerutkan keningnya menatap cowok ganteng di depannya.
" Kau bawel banget jadi orang ?Bisakah kamu diam dan membiarkan aku makan siang dengan tenang ?" Tanya Marinka dengan nada sedikit judes kepada cowok ganteng itu.
" Bisa, jika kamu beritahu aku nama mu yang tentunya secantik orang nya, " Jawab Luis nada manis sekali merayu Marinka.
" Namaku Candy. " Jawab Marinka asal saja.
__ADS_1
" Nama palsu ya ? " Tanya Luis cerdas.
" Siapa bilang nama palsu ?! Nama Candy nama akun twitter ku tahu. " Jawab Marinka tak mau kalah cerdas dengan cowok ganteng ceriwis itu.
" Ouh, nama akun twitter mu ? Hmm, kalau nama akun instagram mu apa?" Tanya Luis sambil menikmati mie instan rasa goreng nya itu pada cewek cantik di depannya.
"Clathria." Jawab Marinka cepat.
"Nama akun Facebook mu ?" Tanya Luis nyengir lebar.
" CLOPBY, " Jawab Marinka menelan air ludah nya melihat cara makan Luis yang mengundang rasa lapar di perutnya.
" Nama KTP mu apa? " Tanya Luis seraya panggil pemilik warung kopi untuk membuatkan mie instan rasa goreng untuk gadis cantik itu.
" Marinka Florentina. " Jawab Marinka akhirnya jujur sesudah mendapatkan makan siang gratis dari pemuda ganteng itu.
" Huum namamu sendiri siapa?" Tanya Marinka Florentina sambil menikmati makan siangnya di warung kopi.
" Namaku Luis Fernando dan aku senang sekali bisa berkenalan dengan mu, Marinka. " Jawab Luis mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Marinka Florentina sebagai perkenalkan yang sopan.
" Emm, ya makasih banyak karena kamu mau mengenalkan namamu kepadaku dan juga atas makan siang ku ini." Kata Marinka Florentina yang menyambung uluran tangan Luis untuk bersalaman dengan nya.
" Sama-sama Marinka Florentina. Lain waktu apakah kita bisa bertemu lagi di warung kopi di pinggir jalan sudirman?! " Ucap Luis setelah makan siang di warung kopi di pinggir jalan bersama dengan Marinka Florentina.
" Entahlah..! Ya tergantung waktu dan jodohnya sajalah.." Kata Marinka Florentina yang akan naik mobil angkutan umum jurusan kebun jeruk.
"Tunggu bentar , kalau mengenai waktu dan juga jodoh sih bisa di atur dengan baik olehku. Asal aku dapat mengetahui nomor HP mu." Kata Luis yang malah ikut naik ke mobil angkutan umum yang sama dengan Marinka.
__ADS_1
" Ini nomor HP ku, " Kata Marinka Florentina yang akhirnya mau juga bertukar nomor HP dengan Luis Fernando.
"Oke, Aku sudah simpan nomor hpmu di buku telepon genggam ku ini.Makasih banyak ya atas perkenalkan kita hari ini di siang hari yang amat penting bagi ku dan kamu sebagai hari pertama kali kita bertemu satu sama lainnya. " Kata Luis yang turun di pinggir jalan mengikuti langkah kaki Marinka.
" Di sini tempat tinggal ku ? Apakah kamu mau masuk ke rumah kontrakan kecil di gang kancil ini ?" Marinka Florentina menunjukkan rumah tempat tinggalnya kepada Luis.
Luis melihat sebuah gang kancil yang amat luar biasa sempit dengan sederetan rumah kontrak yang variasi dan rumah kontrakan yang paling kecil lah yang di tunjukkan padanya oleh Marinka Florentina gadis cantik yang mendatangkan rasa debaran jantung nya.
" Iya, tentu saja." Jawab Luis yang tak pernah memandang orang lain dari keadaannya saja. Ia menghargai perasaan orang lain yang bersikap baik dan menyenangkan kepadanya seperti sikap Marinka Florentina yang terbuka kepada nya.
Marinka Florentina sendiri amat senang sekali mendapatkan seorang teman yang baik dan mau mengunjungi rumahnya yang amat sederhana dan merakyat sekali seperti tipe Luis Fernando cowok ganteng yang ramah itu.
"Bagaimana menurut mu rumah ku ini?" Tanya Marinka Florentina nada ramah kepada Luis seraya melihat-lihat ke arah teman -teman satu kontrakan dengan nya yang penasaran dengan nya yang membawa pulang seorang cowok ganteng banget seperti Luis Fernando ini.
"Bagus dan hangat. " Jawab Luis Fernando yang malah senyum-senyum senang di lihatin oleh orang-orang di sekitarnya.
" Hmm, terimakasih banyak karena kamu mau mengunjungi rumahku sebagai seorang teman baru ku, " Kata Marinka Florentina tersenyum manis kepada Luis Fernando yang terpesona dengan kemanisan senyumnya itu.
" Sama-sama Marinka Florentina aku justru amat senang sekali bisa main ke rumah mu dan kau menerima ku dengan kedua tangan terbuka lebar seperti senyuman mu ini yang semanis bunga mawar merah di kebun rumahku. " Kata Luis yang sangat pandai merangkai kata -kata indah untuk wanita secantik Marinka Florentina.
" Ehem.. Ya. Baiklah silakan kamu kembali ke rumahmu dan sampai jumpa lain waktu ya. " Kata Marinka Florentina yang tiba-tiba menyuruh Luis untuk segera pergi dari rumahnya.
"Eh.. ?Kenapa ? Aku masih ingin bicara lebih banyak lagi dengan mu, " Kata Luis enggan hati pergi secepat itu dari rumah kontrakan gadis cantik pemikat hatinya itu.
" Karena sekarang sudah sore hari dan Aku pun harus bersiap-siap untuk pergi bekerja lagi di tempat kerja ku yang lain. " Jawab Marinka Florentina dengan nada memaksa untuk Luis segera pergi dari rumahnya.
Bersambung!
__ADS_1