
Wulan terkesiap sendiri ketika Ia terbangun dari tidurnya merasakan air matanya mengalir dari rasa hatinya yang bingung dengan kesedihan yang tak di mengerti nya itu.
"Ei, Kenapa aku menangis begitu sedih tanpa aku ketahui penyebab aku merasa sedih seperti ini?" Tanya Wulandari kepada dirinya sendiri.
Ia memandangi foto keluarganya yang masih lengkap dengan kehadiran Mama Reinawati nya di dalam kehidupan nya di kala Ia masih remaja dahulu dan foto itu tergantung di dinding yang menghadap langsung kepadanya di ranjangnya.
" Apakah aku merindukan mama Reinawati ku tersayang?" Tanya Wulan yang memandangi foto keluarganya dengan tatapan mata kerinduan pada kasih sayang Mama nya itu.
Di tempat lain yang jaraknya sangat jauh dari mansion Leon yang megah dan indah. Ada gadis cantik jelita mirip dengannya sedang menangis begitu sedih sekali di tepi jalan raya daerah kebun jeruk.
"Marinka, kau kenapa menangis di sini seorang diri ? Astaga, mana hari malam ini hujan lebat. " Kata Derby tetangganya yang menunggunya di depan gang.
" Aku habis di pecat dari tempat kerjaku, Der. " Jawab Marinka yang tangannya di tarik oleh Derby ke dekat pria itu yang memegang payung di tangan lain.
" Kenapa kamu bisa di pecat di tempat kerja mu, Marinka?" Tanya Derby yang menemani Marinka berjalan menuju ke rumah kontrakan.
"Karena aku menampar bosku yang mesum itu. " Jawab Marinka getir kepada Derby yang tangan nya terkepal karena pria ini ikut merasa tersakiti mendengar cerita Marinka yang di hina oleh Bos nya Marinka karena Marinka menolak melayani tamu -tamu hidung belang di kafetaria tempat Marinka bekerja.
" Bagus sekali kamu memukulnya sebelum kamu pergi dari mantan tempat kerja mu yang tak baik untuk mu." Kata Derby menghibur Marinka.
" Iya, Derby. Aku juga menendang selangkaannya yang merupakan bagian terpenting di tubuh nya itu untuk membalas sakit hati terhadap hinaan yang di berikan nya kepada ku. " Kata Marinka tersenyum cerah kepada Derby usai mendapat hiburan dari temannya itu.
" Nah, kau jangan merasa sedih lagi ya Marinka. Kau harus bersemangat untuk songsong hari esok mu yang lebih baik dari hari mu yang buruk ini. Yakinlah bahwa esok kamu bisa memperoleh rejeki baru lagi dengan mencari pekerjaan yang lebih oke lagi. " Kata Derby tersenyum untuk pria ini bisa memberikan semangat juang kepada Marinka.
" Iya, Derby. Kau benar sekali..Terimakasih atas hiburan mu ini untuk Aku dapat tersenyum cerah dan bersemangat lagi. " Kata Marinka tersenyum berterimakasih kepada Derby.
__ADS_1
" Sama-sama Marinka. Sekarang ini sebaiknya kamu mandi dengan air hangat lalu tidur dengan nyenyak dan lupakan kesedihan mu yang tak ada gunanya untuk dirimu kuat dan tegar. " Kata Derby yang begitu tulus mencintai Marinka yang sama sekali tidak ada perasaan yang sama dengan yang di rasakan nya itu.
"Heem, Derby. Makasih dan selamat malam ya." Kata Marinka membuka pintu rumah kontrakan nya lalu masuk ke rumahnya.
******
Pagi hari yang cerah membangunkan Luis yang segera melompat turun dari ranjangnya untuk Ia segera pergi mandi di kamar mandi satu -satunya di rumah sewa yang di tempat tinggal nya bersama dengan teman-temannya.
" Aku duluan yang pakai kamar mandi ini. " Kata Gino menghadang Rosie, Jelly dan Isabella yang berebutan untuk mandi lebih awal daripada yang lain.
" Hei, Gino. Aku duluan yang bangun pagi ini lebih awal dari kamu, maka akulah yang pertama untuk mandi. " Kata Rosie menatap galak kepada Gino.
" Jam berapa kamu bangun pagi ini?" Protes Gino.
" Jam lima teng. " Jawab Rosie tak mau kalah dengan Gino.
" Aku jam lima kurang satu menit lewat empat puluh sembilan detik. " Kata Isabella dengan nada keras.
" Ya, usai aku giliran Jelly dan Isabella. Bukan giliran mu yang pertama untuk mandi, Gino." Kata Rosie melotot kepada Gino.
" Maaf ya.. Silakan kalian berdebat akan menjauh ya dari pintu kamar mandi. " Kata Luis yang menyelinap di bawah lengan Gino lalu pria itu masuk ke kamar mandi lebih cepat daripada kawan-kawan nya.
" Hei.. Luis! " Teriak Gino dan para gadis itu nada serentak.
" Ahhh.. Aku masak dulu saja ah! " Kata Hendro mengelus -elus perutnya yang keroncongan.
__ADS_1
" Hendro, kau jangan pakai mie instan ku ya?! " Teriak Jelly yang cepat menyelamatkan mie instan nya dari rampasan Hendro di laci lemari dapur.
" Ugh, siapa yang mau pakai mie instan mu itu, Gadis bau terasi?" Balas Hendro menyenggol pinggul Jelly hingga gadis itu tersungkur di atas lantai dapur.
" Ahhhh..! Dasar laki-laki kasar kauuu..! " Teriak Jelly melompat bangun dari lantai lalu memukuli punggung Hendro.
" Weh, masa bodoh...! " Balas Hendro yang tak merasa sakit dipukulin oleh Jelly.
Rosie dan Isabella dengan terpaksa mereka menunggu giliran mandi dengan melakukan kegiatan rutinitas mereka di pagi hari yaitu Rosie menyapu lantai dan mengepel lantai dan Isabella mencuci pakaian di ruang laundry.
" Gino, tugas mu membuang sampah dapur ke tempat sampah di luar karena hari ini jadwalnya tukang sampah lewat di gang rumah kita. " Kata Rosie mengingatkan Gino tentang tugas rutin pagi hari dari pemuda gemuk itu.
" Iya, Aku kerjakan. " Kata Gino menghela napas lalu pemuda ini melakukan tugasnya dengan baik.
Luis keluar dari kamar mandi lalu naik ke atas menuju ke kamarnya untuk merapikan dirinya untuk bersiap -siap memulai harinya dengan semangat pantang menyerah untuk meraih cita-cita nya.
" Luis, kau sarapan pagi dahulu gih sebelum kau mencari pekerjaan yang cocok untukmu. " Kata Isabella dari ruang laundry kepada Luis yang kini sibuk mencari sepasang sepatu nya di lemari sepatu yang di letakkan di dekat pintu masuk.
" Gaklah, aku gak merasa lapar. Makasih ya udah ingatkan aku untuk sarapan pagi. " Kata Luis sambil memakai sepasang sepatu kepada Bella lalu keluar dari rumah.
" Dasar, itu anak paling malas banget ya untuk di suruh sarapan pagi dulu sebelum aktivitas. " Kata Isabella dengan bertolak pinggang dan nada mengomeli kebiasaan buruk Luis.
" Dia emang udah biasa gak pernah sarapan pagi dari dulu, Bel. " Kata Hendro dari ruang dapur dan sedang menikmati sarapan pagi berupa mie instan rasa ayam bawang dan telur ceplok di mangkuk favoritnya yang bergambar kartun baby Huei kepada Isabella.
Isabella manyun melihat Hendro yang sangatlah rakus dalam makan apa saja dan Ia di lewati untuk gilirannya mandi oleh Gino yang gesit dan cerdik melihat kode dari Hendro.
__ADS_1
" Jiah, giliran ku terlewati oleh si mobil truk..!" Teriak Isabella yang sudah selesai mencuci baju di ruang laundry.
Bersambung!