
Sesudah Lorenza, Marinka Florentina dan juga Wulandari Putri Leon berdamai. Mereka pamit kepada Luis dan kawan-kawan untuk pulang ke rumah Ramona ibu kandung mereka.
" Baiklah, sampai jumpa untuk lain hari untuk kalian bertiga dan tolong sampaikan salam kami untuk Mama kalian di rumah dari kami semua di rumah ini. " Kata Luis dengan senyumnya yang ramah kepada ketiga gadis kembar itu.
" Ya, Luis. Makasih banyak ya karena kamu tadi sudah membantu aku yang sempat mengalami sakit kepala lagi. " Kata Marinka Florentina dengan senyumnya yang manis untuk Luis.
" Iya, sayang sama-sama... Jangan lupa kamu untuk rajin minum obat sakit kepalamu sesuai anjuran dokter Andre. " Kata Luis dengan nada lembut kepada Marinka Florentina seraya tangan kanannya menyentuh pipi halus dan lembut Marinka Florentina.
" Iya, Luis. Aku akan mengingat pesanmu itu untuk Aku sehat. " Kata Marinka Florentina yang merasakan betapa penuh perhatiannya Luis kepadanya.
Wulandari Putri Leon merasakan desiran hatinya begitu perih melihat Luis perhatian begitu besar terhadap Marinka Florentina adik kembarnya, dan Ia tak pernah tahu kalau Lorenza juga miliki perasaan iri terhadap dirinya dan cemburu pada Marinka Florentina yang menjadi pacarnya Luis.
"Baiklah, kami pulang dulu ya? Dah! " Kata Mereka bertiga kepada Luis dan kawan-kawan.
Luis dan kawan-kawan saling pandang satu sama lainnya setelah ketiga gadis itu pulang ke rumah Mama kandung dari ketiga gadis kembar itu.
" Gawat.., Gawat dan Gawat...! " Kata Gino yang instingnya peka terhadap segala sesuatu hal kecil sekalipun di depan pria kurus itu kepada Luis.
" Kau kenapa, Gino? Kenapa bilang gawat terus dari tadi? " Tanya Romi Fernandez dengan kedua alisnya terangkat kepada Gino.
" Luis menimbulkan badai asmara di hati ketiga gadis kembar itu kalau kamu mau tahu arti kata gawat yang aku ucapkan tadi, Romi. " Jawab Gino dengan sepasang matanya yang berbinar -binar kepada Romi Fernandez.
" Ugh, sok tau banget sih kamu..!" Kata Jelly yang memoleskan krim wajah ke mulut Gino.
" Jelly , kau sentimen ya?? Ahh! " Balas Gino yang memoleskan krim adonan kue pancong ke pipi Jelly dari mangkuk adonan kue pancong kayanya.
__ADS_1
" Uuuuuhhh.. Ginooo.. Awas kamu yaaa??? " Jelly dengan sebal mengejar Gino yang kabur darinya ke arah dapur sampai mereka menabrak Rosie yang sibuk berkhayal di bawah tangga dekat dapur.
" Jelly ...! Gino..! Kalian berdua ganggu aja deh ah!!! " Teriak Rosie yang mengejar keduanya ke sekeliling rumah.
" Ahh, pasaraya grande di mulai..!! " Kata Luis yang cepat-cepat berangkat kerja sebelum ia merasakan sakit kepala karena keributan di rumahnya.
" Luis, tunggu aku mau pergi kerja bareng kamu. " Kata Isabella temannya yang segera mengejar nya ke mobilnya yang terparkir di halaman rumah.
" Bella, kamu 'kan kerjanya berlawanan arah dengan tempat kerjanya Luis??? " Ucap Romi Fernandez yang cepat-cepat menarik keluar Bella dari mobilnya Luis dan di ajak masuk ke mobil online.
" Ih, apa -apaan sih kamu Romi??? Aku 'kan mau pergi kerja bareng Luis...!!! " Kata Bella dengan manyun kepada Romi Fernandez.
" Aku tahu maksud mu kok, Bella. Kamu mau berdekatan dengan Luis! Padahal kamu ini bilangnya mau pacaran sama aku, si ganteng Romi Fernandez. " Kata Romi Fernandez dengan nada cemburu kepada Bella.
" Hehehe, ada yang pagi-pagi cemburu nih..! " Goda supir mobil online kepada Romi Fernandez yang tersenyum kecut kepada supir mobil online itu.
" Ya, iya ya , Mbak Bella yang cantik dan bahenol. " Jawab supir mobil online itu kepada Isabella.
Indro yang merupakan satu-satunya penghuni di rumah itu yang paling anteng, pasalnya pria gemuk ini sibuk sendiri dengan bungkusan camilan yang di taruh di tas punggungnya di sofa ruang tamu sebelum pria ini berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor merek honda scoopy.
Indro mampir dulu di rumah tetangganya untuk menjemput temannya yang cantik dan seksi untuk mereka bersama-sama pergi kerja di pabrik yang sama.
" Hai, pagi Mia. Gimana hari mu? " Sapa Indro tersenyum ramah dan genit kepada Mia.
"Hai juga Indro, kabar ku baik. Terimakasih. " Jawab Mia yang tak kalah genitnya dengan Indro yang cengengesan di depan gadis cantik itu.
__ADS_1
" Ohya, Mia apa kamu sudah sarapan pagi hari ini sebelum berangkat kerja? "Tanya Indro sambil mengendarai sepeda motornya kepada Mia yang duduk di jok belakang motornya.
"Belum.Kalau kamu? " Mia melingkari pinggang Indro dengan kedua lengannya.
" Aku juga belum sarapan dua kali. Apa kamu menemani aku pergi sarapan pagi di warung kopi di depan pabrik tempat kita kerja?" Indro merasa dirinya melambung tinggi dengan cahaya cinta menerangi setiap sudut hatinya dari Mia sang pujaan hatinya itu.
" Iya, aku mau kok temani kamu sarapan pagi di warung kopi di depan pabrik kita kerja dengan senang hati sekali. " Jawab Mia dengan senyum menawan hatinya Indro.
*****
Di rumah Ramona, ketiga gadis kembar itu saling membantu untuk berbakti kepada Ramona ibu kandung mereka bertiga dengan cara yang berbeda-beda tetapi satu tujuan yang sama yaitu menyenangkan hati Ramona.
" Ma, sup kari ayamnya sudah Wulan taruh di baskom dagangan Mama di gerobak. " Kata Wulan dengan senyum manis kepada Ramona.
" Ma, Rinka sudah siapin mangkuk, piring dan sendok serta plastik di gerobak. " Kata Marinka Florentina yang berjalan keluar rumah Ramona.
" Ma, Zaza udah siap nih untuk temani Mama dagang di pasar minggu. " Kata Lorenza yang sudah menunggu Ramona di depan rumah Ramona sambil memegangi gagang gerobak.
" Iya, Anak-anak Mama yang cantik -cantik dan pintar-pintar. Mama senang banget punya anak -anak semanis kalian bertiga. " Kata Ramona ibu kandung mereka dengan memeluk ketiganya di pintu masuk sebelum Ramona pergi dagang di pasar minggu bersama dengan Lorenza.
Wulandari Putri Leon dan Marinka Florentina merapikan rumah Ramona dengan bekerjasama dalam mengerjakan urusan rumah sebelum mereka berdua melaksanakan rencana balas dendam mereka kepada Edmundo.
" Baiklah, Rinka. Mari kita pergi ke rumahku di kawasan Menteng. " Kata Wulandari Putri Leon kepada Marinka Florentina setelah urusan mereka dengan ibu kandung mereka dan Zaza adik mereka dapat di selesaikan dengan damai.
" Iya, Kak. Aku sudah siap kok untuk gantikan Kakak di rumah Kakak untuk rencana kita bisa berjalan dengan sempurna agar Edmundo si pria laknat itu bisa kita usir dari hidup kita untuk selama -lamanya. "Kata Marinka Florentina dengan senyum penuh semangat juang kepada Wulandari Putri Leon.
__ADS_1
Bersambung!