
Tuan Leon membuka file rahasia dari laptopnya yang langsung di kirimkan sebanyak-banyaknya kepada pihak kepolisian untuk menjebloskan Edmundo, Linda Christanty dan Tuan Alex ke dalam penjara.
" Johan, aku sudah melakukan hal yang tepat untuk kebahagiaan anak-anak ku dan juga untuk Ramona wanita yang mendatangkan perasaan nyaman di hatiku. " Kata Tuan besar Leon yang tersenyum bahagia memperlihatkan hasil kerja kerasnya untuk mendapatkan bukti kejahatan ketiga orang itu kepada Johan.
" Bagus sekali, Tuan Besar Leon. Lalu kapan anda akan membuka rahasia anda kepada Ramona dan ketiga putri kembar anda? " Tanya Johan yang ingin melihat Tuan besar Leon hidup bahagia bersama dengan Ramona dan ketiga putri kandung pria hebat itu.
" Segera, Johan. Aku harus menemukan waktu yang tepat untuk memberitahukan rahasia ku untuk keluarga ku tercinta. " Jawab Tuan besar Leon dengan senyuman bahagia di bibirnya di dalam kegelapan kamarnya yang satu tempat tidur dengan Johan.
******
Di apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara.
Edmundo dan Linda Christanty di kejutkan oleh kedatangan pihak kepolisian yang menyergap mereka di rumah mereka sendiri dengan bukti -bukti kejahatan mereka di perlihatkan oleh pihak kepolisian.
"Kalian berdua di tangkap karena melakukan sejumlah kejahatan terhadap keluarga Tuan besar Leon. " Kata pihak kepolisian dengan nada tegas kepada Edmundo dan Linda Christanty yang saat itu sedang membahas cara untuk menjatuhkan Wulandari di dalam acara meeting di kota Bandung supaya Edmundo bisa menjadi presiden direktur utama PT Star Leon.
" Pak polisi, anda pasti salah paham terhadap kami...! " Teriak keduanya yang di bawa ke kantor polisi dan bertemu dengan Tuan besar Leon yang mengejutkan mereka karena selama ini mereka mengira bahwa Tuan besar Leon telah meninggal dunia pada kecelakaan pesawat pribadi pria paruh baya itu di dalam perjalanan pulang dari Jepang ke Indonesia di hari ulang tahun Wulandari ke dua puluh tahun.
"A... Anda masih hidup...! " Kata Linda Christanty dengan wajahnya pucat seperti melihat hantu saja.
"Aku tak mudah untuk kalian kalahkan yang ingin mengganggu keluarga ku dengan menyakiti anak -anakku. " Jawab Tuan besar Leon dengan wajah penuh wibawa di hadapan Edmundo dan Linda Christanty yang di jebloskan ke penjara oleh Tuan besar Leon.
" Tuan besar Leon, Pak Alex telah melarikan diri dari rumahnya ketika kamu datang untuk kami bisa menangkapnya. Apakah anda tahu tempat -tempat yang biasa di kunjungi olehnya untuk menenangkan dirinya selama anda pernah jadi sahabatnya? " Pihak kepolisian memberitahu Tuan besar Leon tentang kaburnya Tuan Alex dari sergapan pihak kepolisian.
" Villa nya yang berada di kota Bandung di daerah Dago. " Jawab Tuan besar Leon yang telah mengingat kembal tempat -tempat favorit dari Alex kepada pihak kepolisian.
" Baik, Tuan besar Leon kami ucapan terima kasih atas informasi yang telah anda berikan kepada kami untuk mempermudah pekerjaan kami untuk melayani masyarakat Indonesia dengan baik. " Kata pihak kepolisian kepada Tuan besar Leon dengan sikap tegas.
Di pagi hari yang seharusnya membahagiakan bagi Luis yang akhirnya di izinkan pulang dari rumah sakit setelah dirinya di nyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit namun ia justru malah merasakan kecemasan yang luar biasa di raut wajahnya.
"Kenapa wajahmu mendung gitu, Luis? " Tanya Hendro yang menjemputnya.
__ADS_1
" Marinka seharusnya dia datang untuk jemput aku dari rumah sakit. " Jawab Luis gelisah.
" Lho bukannya Marinka sudah lebih dulu datang ke rumah sakit untuk jemput kamu? " Tanya Gino yang menatap heran Luis.
" Justru aku nanya kalian karena dia tidak ada di rumah sakit dari sebelum sampai kalian datang untuk menjemput aku. " Jawab Luis dengan mukanya semakin gelisah.
Wulandari datang bersama dengan Erwin dan Lorenza yang bergandengan tangan dengan Reza untuk jemput Luis juga , dan hal ini semakin membuat hati Luis begitu mencemaskan pacar tercintanya itu.
" Kalian tidak pergi bersama dengan Marinka dari rumah kalian untuk jemput aku di sini? " Tanya Luis dengan pucat kepada Wulandari dan yang lainnya.
" Tidak, kami pergi dari rumah setelah adikku itu pergi lebih awal daripada kami. Kenapa, Luis? " Wulandari begitu mencemaskan Marinka juga usai melihat Luis begitu pucat.
Ketika mereka sedang sibuk menelepon Marinka melalui handphone mereka masing-masing tiba-tiba Isabella memekik kaget ke arah atas gedung rumah sakit sampai mereka kaget juga.
" Wulandari, cepat kamu hubungi Papa mu untuk mencabut tuntutannya kepada pihak kepolisian bila Papa mu tak mau kehilangan salah satu dari ketiga putrinya..!"Suara pak Alex terdengar keras dari atas gedung rumah sakit sambil mengikat Marinka dengan tambang dan menodongkan pistol ke kening Marinka.
" Pak Alex, apa -apaan kamu ini? Bisa -bisanya kamu menyandera adikku dan mengancam ku untuk menghubungi Papa ku yang sudah lama meninggal dunia untuk mencabut tuntutannya kepada pihak kepolisian??? " Suara Wulandari juga begitu keras.
" Luis, kau jangan bersikap seakan-akan kamu mencintai Marinka padahal di hatimu itu hanya mencintai Wulandari kembarannya, jadi untuk apa kamu begitu murka saat aku mengancam gadis busuk ini??? " Alex mencibir Luis dengan tajam.
" Aku dulu memang mencintai Wulandari tetapi hal itu terjadi karena aku masih bimbang dengan perasaan ku sendiri namun pada akhirnya aku tahu siapa yang paling ku cintai selama ini dan orang itu adalah Marinka gadis yang telah tulus mencintai aku begitu besar." Kata Luis dengan sungguh-sungguh sampai Marinka tersenyum untuk Luis dari atas gedung rumah sakit.
" Luis, aku sungguh berterimakasih atas cintamu untuk aku. " Kata Marinka dengan tangisannya untuk Luis yang diam -diam berlari ke arah barat rumah sakit untuk menaiki tangga darurat untuk menyelamatkan Marinka.
Peristiwa Marinka di sandera oleh Alex di atas gedung rumah sakit membuat pihak rumah sakit segera menghubungi pihak kepolisian yang juga memberikan kabar tersebut kepada Tuan besar Leon.
" Bajingan pengecut Alex...! " Geram Tuan besar Leon yang langsung mengajak Johan untuk pergi ke rumah sakit.
" Tuan besar Leon..! "
Pihak kepolisian segera mengikuti Tuan besar Leon ke rumah sakit. Mereka mengejutkan hati Wulandari yang melihat Papanya masih hidup dan kini mengejar Luis ke atas gedung rumah sakit untuk menyelamatkan Marinka.
__ADS_1
" Papa..! " Teriak Wulandari dengan tangisannya untuk menyatakan perasaan rindu terhadap papanya.
Alex yang merasa gugup dan khawatir dirinya akan di tangkap polisi yang menyiapkan pistol untuk menembaknya tak pernah mengira kalau Marinka menendangnya hingga ia terjungkal dari atas gedung rumah sakit.
" Argghhh! "
Marinka sendiri bergelantungan di atas gedung rumah sakit dengan tambang yang untungnya dapat di raih Luis dengan sigap.
" Marinka, tenanglah aku datang untuk menolong kamu, sayang. " Kata Luis yang mendapatkan bantuan dari pihak kepolisian dan Tuan besar Leon menarik tambang hingga Marinka pun berhasil di selamatkan.
" Rinka...! " Panggil Tuan besar Leon dengan suara bergetar menahan gejolak hatinya ketika ia melihat putrinya selamat.
" Papa...!!! " Marinka menubruk Tuan besar Leon dengan tangisannya.
Satu bulan kemudian.
Di hari ulang tahun ketiganya yang ke dua puluh satu tahun. Mereka bertiga bersama-sama melangsungkan pernikahan yang megah di sebuah gereja di Jakarta Pusat dengan di hadiri oleh orangtua mereka yang kini telah bersatu kembali dan teman-teman mereka juga telah memiliki pasangan masing-masing dan juga hari yang cerah untuk di masa depan mereka.
"Ramona, lihatlah anak-anak kita sudah bahagia dengan pasangan mereka masing-masing dan begitu juga dengan teman-teman mereka masing-masing telah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Lalu bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga ingin seperti mereka? " Tuan besar Leon melambangkan keinginan hati nya untuk bersatu dengan Ramona.
" Tuan besar Leon, keinginan terbesar di hidupku adalah melihat mereka bahagia dan itu sudah lebih cukup untuk ku. " Kata Ramona dengan senyuman manisnya yang sejak dahulu memikat hati Tuan besar Leon.
" Ouh, aku juga menginginkan kebahagiaan yang mengalir untuk kehidupan anak -anak kita namun aku pun ingin mendapatkan kebahagiaan ku melalui dirimu yang aku minta untuk menikah dengan aku untuk menghabiskan sisa hidupku bersamamu untuk selamanya. Apakah kamu bersedia untuk menjawab doa dan harapan ku padamu? " pinta Tuan besar Leon dengan sungguh hati kepada Ramona.
" Iya, aku mau, Tuan besar Leon. " Jawab Ramona dengan senyumannya kepada Tuan besar Leon yang memeluknya dengan penuh perasaan cinta yang besar untuknya.
____________________TAMAT____________________
Hai guys jangan lupa untuk ikuti juga karya-karya ku yang lainnya ya.
__ADS_1