Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Memilih Jalan Yang Baru


__ADS_3

Ramona tak tahu harus bicara apa -apa lagi di hadapan Anderson yang terlihat begitu sungguh hati untuk mengajaknya tinggal bersama di rumah Dokter itu.


"Aku tak tahu aku mau menerima tawaran baik Anda untuk tinggal bersama dengan keluarga Anda karena Anda dan keluarga menyukai putri saya Marinka..! Saya..?"


Sebelum Ramona meneruskan kata -katanya itu tiba-tiba sekelompok anak -anak dan seorang gadis remaja tanggung mendatangi ruang kerja Ramona sebagai seorang cleaning service di rs umum daerah Grogol.


" Tante cantik , please mau ya untuk tinggal di rumah kami karena kami menyayangi adik bayi Marinka Tante..! " Kata seorang gadis kecil usia sepuluh tahun yang memainkan kain bedongan Marinka.


" Ya, Tante..Kami sehari saja tak bisa jauh dari adik bayi yang lucu ini..! " Kata anak laki -laki usia lima tahun yang memohon kepada Ramona.


" Kakak cantik, kenalkan Aku Nayla adik ipar rasa adik kandung dari Kak Anderson yang meminta mu dengan sangat untuk tinggal bersama kami sebagai anggota keluarga kami..! " Kata Nayla gadis remaja tanggung yang manis kepada Ramona.


"Waduh, Anderson kau ini belum apa -apa sudah main keroyokan ya supaya Ramona bisa tinggal di rumahmu..! " Ucap Gunawan yang tak rela Ramona di ambil Anderson.


" Apa -apaan kau ini Gunawan ? Ramona tinggal di rumahku karena anak -anak menyukainya..! " Kata Anderson yang mengelak ucapan menusuk Gunawan.


" Aish, licik kau gunakan anak -anak untuk rebut Ramona dariku..!" Kata Gunawan menatap tajam kepada Anderson di luar ruang kerja Ramona.


" Seterah kata mu saja deh..! Karena aku sih tergantung Ramona nya saja mau atau tidak untuk menerima tawaraku..! " Kata Anderson dengan percaya diri sekali.


" Anak -anak tolong maafkan Tante yang tetap menolak untuk tinggal bersama dengan kalian karena Tante tak mau menyusahkan Papa kalian dan juga Oom Gunawan kalian..! Jadi, Tante udah putuskan untuk Tante memilih cari tempat tinggal dan pekerjaan yang sangat sesuai untuk Tante dan Marinka..! " Kata Ramona yang amat mengecewakan Anderson dan Gunawan.

__ADS_1


Ramona meninggalkan keduanya dan rumah sakit umum daerah Grogol untuk menjalani hidup dengan mandiri dan kuat sebagai wanita single parent dan seorang putri tunggal yang membiayai hidup ayahnya di rumah sakit besar di Jakarta.


Tekad Ramona sama sekali tak mengecewakan dirinya karena Ia akhirnya menemukan rumah sewa kecil di daerah pinggiran Jakarta Barat dan menjalani hidup mencari nafkah sebagai penjual sup ayam kari di pasar dan pinggir jalan.


******


Seiring berjalannya waktu yang sangat panjang dan musim ke musim telah terlewati sehingga tak terasa lagi untuk anak -anak kembar yang terpisah itu telah tumbuh besar dan dewasa sesuai garis hidup yang harus di jalani oleh mereka dengan tabah.


Di sebuah tanah lapangan golf yang mewah dan luas tampaklah sekelompok pria kelas atas dan menengah atas sedang bermain olahraga golf dengan penuh tawa.


Sebuah mobil golf yang di kendarai oleh seorang gadis cantik nan lincah terhenti mendadak di tengah -tengah pria -pria itu sampai pria yang berdiri di pinggir lubang bola golf terangkat alis nya melihat gadis itu turun dari mobil golf tanpa izin darinya.


" Wulan..Papa sedang bermain golf !Bisakah kau tak menaruh mobil golf mu di tengah lapangan? " Tanya Tuan Besar Leon berdecak lidah kepada putri tunggalnya yang manja.


"Gak bisa..! " Jawab Wulandari merebut stik golf Tuan Besar Leon.


"Kenapa ? " Tanya Tuan Besar Leon tertawa.


" Karena Papa udah langgar janji sama Wulan untuk kita berdua bisa mengunjungi makam Mama di akhir pekan ini..! " Jawab Wulandari merengek.


" Ouh, ohya hari ini hari ulang tahun Reinawati Istriku..! " Kata Tuan Besar Leon menepuk dahi nya karena Ia nyaris melupakan hari penting dari mendiang istrinya.

__ADS_1


"Ihhh, Papa jahat deh sama Mama ! Belum juga setahun Mama pergi ke Surga tapi Papa sudah melupakan jasa dan cintanya Mama sampai Papa merasa tega melupakan hari pentingnya Mama..! " Kata Wulandari yang menggunakan stik golf Tuan Besar Leon memukul bola golf hingga menyemplung semuanya ke danau di tengah -tengah lapangan golf.


"Bocah..! Kau membuat rugi Oom Alex dengan membuat semua bola golf mahalnya masuk ke danau dengan sekali pukul stik golf di tanganmu itu..! " Tegur Tuan Besar Leon memeluk putrinya sambil mengambil stik golf dari putrinya dan di serahkan kepada asistennya yang semenjak tadi memerhatikan Wulandari dengan tatapan mata tertarik.


"Masa bodoh siapa suruh Oom Alex mengajak Papa main golf di hari penting Mama nya Wulan! Maka, Oom Alex gak bisa salahin Wulan yang mengambek kepada Papa bosnya Oom Alex..! " Jawab Wulandari melototi Alex pemilik lapangan golf kawasan Menteng.


"Ah, ya..Nona Wulandari..! Tak apa-apa..! Silakan Anda melampiaskan amarah Anda kepada Saya Alex yang memang salah karena Saya sudah membuat Tuan Besar Leon nyaris melupakan hari ulang tahun pernikahan Tuan Besar Leon dan Nyonya Besar Reinawati yang jatuh pada hari ini yang bertepatan dengan akhir pekan ini." Kata Alex yang tahu bagaimana sifat manjanya sang putri kesayangan bos nya itu segeralah Ia membujuk dengan kata -kata yang manis dan menyenangkan Wulandari.


"Hhh, sudahlah..! Aku tak membahas masalah penting ini dengan mu lagi..! Aku membahasnya dengan Papa ku yang ganteng ini..!" Kata Wulan yang mencubit cuping hidung Papa nya dengan manja.


" Hahaha ya yaya, Sayang. Jangan mengambek lagi ya karena Papa segera mempersiapkan hadiah cantik untuk Mama mu. Ohya, Papa juga sudah merencanakan tentang hadiah ulang tahun mu yang ke dua puluh tahun yang akan jatuh bulan depan ?!" Kata Tuan Besar Leon yang lengannya di gandeng manja oleh Wulandari.


" Oh, Aku tak mau hadiah apa-apa dari Papa ! " Kata Wulandari manyun lagi sambil menaiki mobil golf lagi.


"Lho kenapa kamu tak mau hadiah apa -apa dari Papa ?" Tanya Tuan Leon yang cepat meminta asistennya mengambil kendali setir mobil golf dari Wulan yang tentunya di khawatirkan akan membawa mereka menuju ke danau jika tak di gantikan oleh asistennya Tuan Besar Leon untuk menuju ke arah pulang dari kawasan lapangan golf dengan tepat.


"Karena Wulan mau Papa menghabiskan waktu satu hari penuh di hari ulang tahunnya Wulan tanpa adanya gangguan kesibukan Papa yang lainnya..!" Jawab Wulandari menaruh kepalanya di pundak Tuan Besar Leon yang membelai halus rambut indahnya dengan kasih sayang.


" Hmm..Ya, Sayang...! Papa akan atur waktunya Papa untuk di hari ulang tahun mu akan datang Papa libur kerja agar Papa dapat menemanimu di hari ulang tahunmu..! " Kata Tuan Besar Leon yang sangat memanjakan putri semata wayang nya itu.


Bersambung..!

__ADS_1


__ADS_2