
Sepulangnya Wulandari dari menghibur dirinya yang sedang mengalami kesusahan hati karena ayah tercinta nya telah meninggalkannya untuk selamanya. Gadis ini tidak sengaja berjumpa kembali dengan Luis Fernando pemuda tampan yang ramah dan baik hati di warung kopi di tepi jalan daerah kebun jeruk, Jakarta Barat.
Disanalah, Wulandari mengetahui bahwa ada seorang gadis yang mirip dengan nya yang di ketahui olehnya bernama Marinka Florentina yang menjadi kekasihnya Luis Fernando.
Dan, sebersit keinginan di dalam hati Wulandari untuk bertemu dengan Marinka Florentina tapi sepertinya waktunya belum tiba untuk Wulandari bertemu dengan Marinka Florentina.
Karena gadis yang mirip dengan Wulandari itu sedang berjualan sup buah di tepi jalan daerah lain dengan menggunakan gerobak untuk biaya hidup keluarganya yang terdiri dari Mama nya dan Kakeknya.
" Rinka, aku pesan semangkuk es buah satu dan satunya lagi di bungkus ya? " Seorang pria muda mendatangi gerobak es buah Marinka.
" Oke, Pak Deri.Rinka siapkan dulu ya es buah nya satu di mangkuk dan satu lagi di bungkus plastik. " Jawab Marinka tersenyum ramah kepada pelanggan es buahnya.
Selagi Marinka sedang mempersiapkan es buah untuk pelanggan nya itu, Ia di datangi seorang teman perempuan yang membawakan selembar surat kabar harian terkini kepadanya.
" Marinka, ini di koran kompas edisi terbaru ini ada lowongan pekerjaan yang pas untuk kamu di daerah Jakarta pusat. Kamu coba gih buat surat lamaran pekerjaan di sana dan moga saja kamu berhasil." Kata Vero teman baik Marinka seraya membantu Marinka melayani pelanggan es buah Marinka.
" Oh, makasih atas informasinya untuk ku, Kak Vero. Marinka lihat dulu ya isi koran kompas mu ini. " Kata Marinka dengan nada antusias sekali untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok.
Marinka pun membaca lowongan pekerjaan di kolom berita di koran kompas edisi terbaru yang di bawakan oleh Vero untuk dirinya, Ia tertarik untuk mencoba untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan periklanan di kawasan Jakarta Pusat.
Maka, keesokan harinya Marinka pergi ke kantor perusahaan tersebut dengan membawa CV nya di tas kerjanya dengan harapan besar dirinya bisa di terima bekerja di perusahaan tersebut.
" Nona Marinka Florentina, silakan anda masuk ke kantor HRD kami. " Kata wakil HRD di kantor perusahaan periklanan tersebut.
" Iya,terimakasih." Jawab Marinka tersenyum.
HRD perusahaan periklanan tersebut menerima Marinka Florentina bekerja sebagai sales untuk mengantarkan barang mereka ke toko -toko yang menjual produk mereka.
" Ya, produk apakah yang harus saya antarkan ke toko-toko yang menjual produk perusahaan ini? " Tanya Marinka tersenyum kepada HRD.
__ADS_1
" Pot bunga Kaktus dengan merek Furuichi. " Jawab HRD perusahaan tersebut kepada Marinka.
" Baiklah, aku bersedia untuk menerima bekerja di perusahaan ini sebagai sales girl. " Kata Marinka tersenyum.
Marinka mengendarai sepeda motor untuk antar barang dagangan perusahaan tempatnya bekerja ke toko-toko merek Furuichi dan di salah satu dari toko tersebut. Ia berjumpa dengan pria muda yang mengira dirinya adalah Wulandari.
" Wulan, kamu sedang apa di toko murahan seperti ini?" Tanya Edmundo menyapa Marinka Florentina yang di kira sebagai Wulandari.
" Kerja. " Jawab Marinka tersenyum.
" Yang benar saja kamu, Wulan? Kamu 'kan presdir di perusahaan Star Leon ?" Edmundo tak percaya dengan kelakuan aneh Wulandari.
" Hei, seterah kamu percaya atau tidak percaya dan satu lagi aku bukan Wulandari tetapi aku ini.. " Kata Marinka Florentina dengan nada galak kepada Edmundo.
.
" Kau ini Wulandari. " Kata Edmundo yang telah menariknya untuk masuk ke hotel terdekat di daerah itu.
" Aku mau menghibur mu, Sayang. " Jawab Edmundo yang mendorongnya ke tempat tidur.
Marinka berguling cepat untuk kabur dari pria muda yang ingin mencelakakan dirinya itu. Ia dengan cekatan menendang ************ pria itu.
" Aduduh..! Wulan..! " Teriak Edmundo dengan sepasang mata berair karena kesakitan pada selangkangannya yang di tendang Marinka.
" Cih, aku bukan Wulandari! Dan, jika aku adalah seorang Wulandari sekalipun..! Aku takkan pernah sudi untuk tidur bersama dengan mu..! " Teriak Marinka Florentina yang melompat keluar dari jendela kamar hotel yang untungnya tak tinggi.
" Hei, siapakah gadis liar yang melompat dari hotel itu dan merusak atap warung ku?" Tanya Edward teman Luis Fernando yang terkejut luar biasa karena atap warungnya rusak akibat di injak Marinka untuk kabur dari Edmundo yang mengira dirinya sebagai Wulandari dan ingin di ajak bermesraan di hotel merek Furuichi dua.
Bruk!
__ADS_1
" Maaf, maafkan aku yang tak sengaja telah merusak atap warung mu." Kata Marinka yang cepat meminta maaf kepada pemilik warung yang atapnya telah rusak di injak olehnya.
Edward tercengang mengenal gadis cantik yang membungkukkan badan meminta maaf kepada dirinya itu. Ia segera memanggil gadis itu dengan nama.
"Wulandari? "
" Bukaannnn..! " Teriak Marinka yang langsung kabur dari warung kopi milik Edward.
" Hei, dimana gadis cantik yang melompat dari jendela hotel kami di belakang warung kopi mu ?" Tanya sekelompok orang pria dengan nada bengis kepada Edward.
" Sudah pergi. " Jawab Edward yang diam-diam telah menghubungi Luis Fernando dengan hpnya di atas kotak beng beng.
" Ke arah mana gadis itu pergi?" Tanya Edmundo yang kali ini keluar dari hotel dan bertanya juga kepada Edward.
" Ke arah barat. " Jawab Edward asal saja untuk melindungi Wulandari dari sekelompok orang bengis itu.
Edmundo segera memerintahkan para anak buahnya untuk mecari Wulandari ke arah barat sesuai petunjuk dari tukang warung kopi yang amat kampungan itu.
" Edward, kemana kamu lihat Wulandari pergi dari hotel Furuichi dua ?" Tanya Luis Fernando yang segera datang ke warung kopi Edward begitu mendapatkan kabar tentang Wulandari dalam bahaya melalui pesan WA Edward kepada Luis Fernando di rumah sewa Luis sesudah Luis di antarkan pulang ke rumahnya oleh Wulandari dengan mengendarai mobil sport gadis kelas atas itu.
" Ke selatan. " Jawab Edward jujur kepada Luis.
Luis segera melajukan sepeda motor milik Jelly ke arah selatan untuk mencari Wulandari dan Ia malah menemukan Marinka Florentina yang sedang meringkuk di pinggir jalan.
" Marinka..! " Panggil Luis segera menghentikan sepeda motor di depan Marinka.
Marinka Florentina mengangkat wajahnya dan menubruk Luis dengan tangisan deras sekali begitu Luis turun dari sepeda motor. Luis pun membelai punggung Marinka untuk memberikan ketenangan dan kedamaian untuk Marinka.
" Marinka, apa yang telah terjadi pada dirimu? Kemana sajakah dirimu selama beberapa hari ini karena aku tak menemukan mu di rumah kontrak mu di gang kelinci?" Tanya Luis Fernando nada lembut kepada Marinka yang menangis sedih di pelukannya.
__ADS_1
Bersambung!