Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Merajut Asa..


__ADS_3

Lorenza melakukan pekerjaannya sebagai buruh di pabrik permen dengan giat sekali sampai Ia mendapatkan pujian dari para atasannya dan teman-temannya yang menyebutnya sebagai seorang karyawan teladan.


" Wah, Lorenza aku yakin sekali kamu akan di naik jabatan dan gaji di pabrik permen ' Yugo' dari bos kita karena kamu superzuper rajin dan cekatan dalam bekerja. " Kata teman-teman nya di jam istirahat siang di kantin.


"Ah, kalian bisa saja..! Aku ini biasa saja tapi ya aku akui aku pengen menghasilkan uang yang banyak untuk menghidupi nenek Zubaedah, Ammar dan Kak Reza yang sudah baik sekali menerimaku sebagai keluarga mereka padahal aku bukan siapa-siapa nya mereka. " Kata Lorenza dengan sikap ramah kepada teman -temannya.


" Lho memangnya kamu itu bukan keluarganya Kak Reza? " Tanya salah satu dari teman kerja nya.


" Ya, aku cuma anak adopsi dari keluarganya Kak Reza yang mengadopsi aku dari panti asuhan di Amerika Serikat agar aku bisa tinggal di negara Indonesia. " Jawab Lorenza dengan terbuka kepada teman-teman nya.


" Wow, kau anak adopsi dari panti asuhan di Amerika Serikat? Lalu darimana kamu bisa ada di sana padahal kamu jelas -jelas orang negara Indonesia? " Tanya teman-teman nya dengan heran.


" Aku di culik oleh orang yang ingin membalas dendam kepada keluarga asliku yang kemudian membuang aku di panti asuhan St. Daniela di San Francisco's dan semua itu aku ketahui dari ibu kepala panti asuhan ku yang bernama Ibu Patricia Arquette yang menceritakan riwayat aku kepada aku sampai aku di berikan modal untuk ke Indonesia supaya aku bisa mencari tahu orangtua asliku. " Jawab Lorenza dengan wajah agak mendung kepada teman-teman nya.


"Zaza, Kamu yang tabah ya dalam menghadapi cobaan hidupmu. Kami akan berdoa untuk kamu bisa menemukan keluarga asli mu dijakarta dan kamu bisa berkumpul bersama dengan keluarga mu yang sudah lama sekali terpisah denganmu. " Kata teman-temannya yang memberinya doa dan dukungan.


" Terimakasih teman-teman , kalian memang amat baik kepada aku. " Kata Lorenza dengan perasaan terharu dengan kebaikan teman -temannya.


Sebuah tangan menyodorkan sekaleng minuman kepada Lorenza dari belakangnya sampai gadis ini tersentak kaget lalu menengok untuk melihat siapa yang memberikan sekaleng minuman kepadanya.

__ADS_1


" Kak Reza..?! "


" Iya, Aku. " Jawab Reza yang langsung duduk di bangku kosong di sebelah kanan Lorenza.


" Makasih, Kak Reza atas sekaleng minuman kekinian untuk aku." Kata Lorenza tersenyum senang dengan kebaikan dan kehangatan Reza kepada dirinya.


" Oh, sama-sama untuk adik aku tersayang dan tercantik di dunia. " Kata Reza mencubit kedua pipinya yang agak chubby.


" Aahh, Kak Reza sakit di cubit sama kakak kedua pipiku yang gembul ini. " Kata Lorenza dengan sikap manja kepada Reza.


" Hahaha, habisnya kamu itu lucu banget deh, Za. Aku jadi merasa gemas sama kamu..! " Kata Reza menertawakan Lorenza sampai teman -teman kerja mereka ikut tertawa senang bersama-sama dengan dirinya.


Lalu pada sore hari sesudah pulang kerja, Lorenza memilih untuk pulang ke rumah nenek Zubaedah bersama dengan Reza bukan ke rumah Ramona karena gadis ini sudah sangat rindu kepada nenek, kakak dan adiknya.


" Aku menginap di rumah teman aku, Kak. " Jawab Lorenza yang tak mau keluarganya tahu mengenai ibu tua yang menganggapnya sebagai putri ibu tua yang hilang.


" Ouh, Aku kira kamu tak punya teman di kota Jakarta selain kami keluarga mu karena kamu baru pertama kali ke Jakarta atau Indonesia? " Tanya Reza yang mengendarai motor dengan santai karena pria ini membonceng adiknya yang paling cantik baginya.


" Aku belum lama ini berkenalan dengan seorang teman perempuan yang bernama Marinka Florentina yang mengajak Aku untuk menginap di rumahnya untuk menemani Mamanya selama gadis itu pergi kerja keluar kota. " Jawab Lorenza dengan alasan yang tepat untuk Reza tak banyak bertanya lagi tentang dirinya tidak pulang ke rumah Reza selama tiga hari ini.

__ADS_1


" Oh, gitu toh?! Ya, sudah gak apa -apa kok. Pokoknya yang penting kamu bisa memberikan kabar mengenai dirimu yang gak pulang ke rumah kepada kami yang menjadi keluarga mu di Indonesia agar kami tidak merasa cemas kepadamu. " Kata Reza yang memarkirkan motornya ke halaman rumahnya lalu Lorenza turun dari motornya dan berjalan menuju ke teras rumah. Dimana nenek Zubaedah dan Ammar sudah menunggunya di teras.


"Lorenza kamu sudah pulang ke rumah? " Sapa nenek Zubaedah dengan senyum rindu kepada Lorenza.


" Ya, nek. Aku sudah pulang lagi ke rumah nenek Zubaedah karena aku tak mau jauh dari nenek Zubaedah. " Jawab Lorenza yang merangkul nenek Zubaedah dengan kasih sayang.


" Kakak Lorenza, aku sudah sangat kangen sama masakan kamu loh hingga aku malas makan di rumah selama beberapa hari ini selama kamu tak ada di rumah. " Ujar Ammar dengan raut wajahnya begitu memelas kepada Lorenza yang langsung berjalan untuk mendekatinya lalu gadis baik ini memeluk Ammar dengan rasa rindu yang besar sebagai seorang kakak perempuan kepada adik laki-laki nya yang sangat di sayangi olehnya.


" Wah, Ammar kamu itu benar-benar manja ya sama Kakak sampai kamu gak mau makan jika bukan kakak yang memasakkan makanan untuk kamu di rumah ini. " Kata Lorenza dengan hati penuh keharuan yang besar dengan rasa sayang dari Ammar kepada dirinya.


"Iyalah karna aku adalah adik kamu yang selalu pengen makan di masakin oleh kamu kakakku yang paling pintar memasak makanan yang enak dan bergizi untuk aku, nenek Zubaedah dan Kak Reza. " Kata Ammar dengan tawa riang kepada Lorenza.


" Oh, baiklah Ammar. Sekarang kakak akan pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk makan malam kalian di rumah kita yang nyaman ini. " Kata Lorenza yang kemudian berjalan masuk ke dalam rumah dengan di ikuti oleh Nenek Zubaedah dan Ammar.


*******


Di rumah sakit umum daerah Bekasi.


Pada sore hari teman-teman Luis datang ke rumah sakit untuk menjenguk Marinka Florentina yang di rawat inap di rumah sakit itu pasca gadis yang mirip dengan Lorenza mengalami cidera akibat penculikan, penyekapan dan penyiksaan yang terjadi pada diri gadis itu dari seseorang yang sampai saat ini masih di selidiki oleh pihak kepolisian dan Luis serta teman-teman nya.

__ADS_1


" Aduh, kasihan sekali Marinka Florentina sampai wajah dan tubuhnya penuh luka memar kayak gitu karena orang sadis itu. " Kata Gino salah satu dari teman dekat Luis yang melihat kondisi fisik Marinka Florentina secara langsung di rumah sakit di daerah Bekasi.


Bersambung!


__ADS_2