Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Setiap Orang Mempunyai Kesulitan Yang Menempanya Menjadi Kuat..


__ADS_3

Pagi hari yang cukup cerah bagi Rosie yang baru saja pulang dari tempat kerjanya dan bertemu dengan seorang pria yang menarik perhatian dan hatinya itu sampai senyumnya tak pernah hilang dari wajahnya.


" Luis, aku tak mau pergi ke rumahnya Tante Ramona lagi. " Kata Lorenza yang menolak untuk diajak pergi ke rumah Ramona oleh Luis.


" Memangnya kenapa kamu tak mau pergi ke rumah Tante Ramona, Lorenza? " Tanya Luis dengan sikap ingin tahu dengan penolakan dari Lorenza untuk pergi ke rumah Ramona.


"Karena aku tak nyaman di dekatnya. " Jawab Lorenza yang memilih untuk duduk di sofa sambil menemani Indro dan Gino menonton TV di ruang keluarga.


" Kau harus belajar untuk mengenal Mamamu sendiri, Lorenza. Sebab, Tante Ramona itu adalah Mama kandungmu sendiri. " Kata Luis yang mencoba untuk membujuk gadis keras kepala itu.


" Enggak mau, aku tetap takkan pernah suka dengan dia yang sudah meninggalkan aku di klinik dokter Johan dengan ia memilih untuk membawa pergi Marinka Florentina bersamanya dan hal itu membuatku kecewa dengannya. " Kata Lorenza yang mengabaikan Luis.


Kata -kata yang diucapkan oleh Lorenza kepada Luis rupanya telah di dengar dengan baik dan jelas oleh Wulandari Putri Leon dan Marinka Florentina yang ternyata datang ke rumahnya Luis pada pagi hari itu.


" Lorenza, kau tega sekali bicara dengan sesinis itu untuk Mama kita yang dalam hal ini juga tak salah, Za. Mama juga meninggalkan mu karena keadaan bukan keinginannya. " Kata Wulandari Putri Leon dengan nada pedih dengan sikap Lorenza yang menolak ibu mereka.


Lorenza berdiri dari sofa lalu menghampiri gadis cantik yang dahulu kata Luis dan semua orang di rumahnya Luis adalah mirip dengannya dan juga ternyata saudari kembarnya. Ia menoleh kepada Marinka Florentina dengan tatapan matanya iri hati kepada gadis yang persis dengannya itu.


" Kau sih enak bisa bicara tentang kesusahan hati wanita yang sudah mengandung kita dan melahirkan kita tapi ia tak mengurus kita dengan ia memberikan kamu kepada Papa kita yang kaya raya yang menghidupi kamu dengan harta yang melimpah ruah sehingga hidupmu tak pernah ada kekurangan sama sekali. Sedangkan aku hidup susah sejak bayi, aku di jual ke orang luar negeri dengan susah payah aku bisa kembali ke Indonesia, namun hidup aku tetap susah sampai aku tak mempunyai rumah untuk aku tinggal bersama dengan saudara-saudaraku. Semua ini karena keegoisan wanita itu yang memilih gadis itu untuk tinggal bersamanya..! " Teriak Lorenza di hadapan Wulandari Putri Leon seraya menudingkan telunjuknya ke Marinka Florentina.

__ADS_1


" Kau boleh saja membenci aku dan mencela aku tapi kau tak boleh mencela Mama yang sudah sangat menderita kehidupannya sejak dahulu..! Aku saksinya,Lorenza." Kata Marinka Florentina dengan marah kepada Lorenza.


" Aduh kenapa kalian ribut sih?? " Tanya Rosie yang terganggu kesenangan hatinya itu dengan pertengkaran antara Marinka Florentina dengan Lorenza.


"Lorenza, aku hidup bersama dengan Papa kita ya sangat bahagia namun setelah Papa tiada hidupku telah hancur berkeping-keping yang membuat aku harus mengalami cobaan yang berat dari orang yang pernah aku cintai..! Apa kamu pikir aku tak pernah ada rasa susah hati seperti mu..? "


Wulandari Putri Leon menumpahkan kesedihan hatinya di hadapan kedua saudari kembar dan semua orang yang berada di rumah Luis sampai hati Luis itu merasakan sakit juga.


" Tak pernah ada satu orangpun yang ingin hidupnya susah namun apa adanya karena kita adalah manusia yang harus menjalani kehidupan yang di takdirkan oleh Tuhan. " Kata Jelly yang menengahi mereka bertiga.


" Iya, kami juga susah dalam menjalankan hidup di kota Jakarta untuk mengubah nasib kami dan memberikan kebahagiaan untuk orangtua dan keluarga kami di kampung halaman kami masing-masing. " Kata Isabella ikut bicara juga.


" Aku punya orangtua lengkap tetapi mereka tak punya kekayaan yang melimpah ruah karena orangtuaku adalah seorang petani miskin yang bekerja di sawah Pak Kades. " Kata Gino yang sibuk makan siomay di piringnya Isabella.


" Aku dan Luis tinggal bersama dengan saudara nya orangtua kami pasca orangtua kami bercerai ketika kami masih duduk di bangku sekolah SMP lalu Aku di adopsi oleh saudara Kakek untuk Aku bisa sekolah di Amerika Serikat. Sedangkan, Luis ditinggal bersama dengan saudaranya orangtua kami di daerah Tegal. " Kata Romi Fernandez yang menceritakan sedikit riwayatnya dan Luis di hadapan semua teman mereka.


Lorenza melihat ke arah Luis lalu perasaannya itu menjadi tidak enak terhadap Luis yang telah berbaik hati membantunya untuk mempunyai tempat tinggal di rumahnya Luis.


" Aku minta maaf kepadamu, Luis. Karena Aku telah bersikap tak dewasa kepadamu. " Kata Lorenza kepada Luis dengan wajah penuh rasa bersalah.

__ADS_1


" Tak apa, Lorenza. Kau tak perlu minta maaf kepadaku. Asalkan kamu mau berdamai dengan Wulandari Putri Leon dan Marinka Florentina juga Mama mu yang telah kamu salah sangka mengenai diri mereka yang menurutmu hidup mereka lebih baik daripada kamu. Namun, nyatanya mereka juga memiliki kesusahan yang tak mungkin bisa mereka ceritakan kepadamu atau kami. Karena hidup di dunia perlu kesulitan untuk berjuang mencapai tujuan dan cita -cita hidup kita. " Kata Luis dengan bijaksana kepada Lorenza.


" Iya, aku minta maaf kepada kalian berdua. " Kata Lorenza yang menghadapi Wulandari Putri Leon dan Marinka Florentina untuk penyesalan kata -kata yang ia ucapkan kepada kedua gadis saudari kembarnya itu.


" Gak apa -apa, Za. Aku ngerti kok. " Kata Wulan dengan senyuman pengertian kepada Lorenza


" Iya, aku maafkan karena kamu adalah adikku Satu-satunya di dunia ini. " Jawab Marinka yang memperlihatkan senyuman persaudaraan yang erat kepada Lorenza.


"Terimakasih... Terimakasih..! " Kata Lorenza yang memeluk keduanya dengan airmatanya yang bercucuran.


Luis tak sengaja mendapatkan Wulandari Putri Leon melirik ke arahnya dan memberikannya senyuman terimakasih yang tulus kepadanya sampai wajahnya merona karena pesona Wulan memabukkan dirinya.


" Astaga, Luis apa yang kamu pikirkan sih karena kamu di berikan senyuman dari Wulandari Putri Leon gadis yang selalu menjadi kembang mimpi di tidur mu. " Batin Luis.


Kontak kecil di antara Luis dan Wulandari Putri Leon terlihat dengan jelas oleh Lorenza yang muncul kembali rasa iri terhadap Wulandari Putri Leon yang diberikan perhatian penuh dari Luis.


" Aduh...! " Keluh Marinka Florentina yang tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya sampai mengejutkan Luis dan yang lainnya.


" Rinka, sakit kepalamu kambuh lagi? " Tanya Luis yang segera memapah Marinka Florentina duduk di sofa panjang bersama dengan Luis.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2