Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Di Batas Impian..


__ADS_3

Jelly tercengang mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi yang merupakan suaranya Lorenza gadis cantik yang mirip dengan pacar temannya itu sampai Ia mengangkat bahunya kepada Luis Fernando untuk menyatakan rasa herannya terhadap tangisan sedih Lorenza.


" Kau urus dia sampai tenang karena aku mau tidur. " Kata Luis Fernando yang malah kabur ke lantai atas dan masuk ke kamarnya tanpa ada rasa bersalah kepada Jelly yang memandang pasrah dari lantai bawah di dekat kamar mandi.


" Dasar cuma bisanya bikin masalah tapi gak bisa mengatasi masalahnya sendiri. Katanya dia pengacara tapi kok gitu sih?!" Gerutu Jelly yang merasa di serahkan beban hidup oleh Luis Fernando cowok ganteng yang rese banget bagi Jelly.


Pintu kamar mandi terbuka dan Lorenza telah rapi dengan pakaian rumah milik Jelly yang cocok di pakainya juga karena ukuran tubuh Jelly sama dengan ukuran tubuh Lorenza.


" Apa kamu sudah makan malam atau belum, Za? " Tanya Jelly yang akhirnya merasa iba pada Lorenza yang berdiri begitu mengenaskan di hadapannya.


" Belum, aku belum makan sejak pagi ini. " Jawab Lorenza dengan nada sedih kepada Jelly.


"Aaaahhh, astaga kenapa kamu belum makan sejak pagi, Za? " Tanya Jelly yang mengajak Lorenza pergi ke dapur untuk di buatkan mie instan goreng oleh Jelly.


" Aku sibuk mengurus pemakaman nenekku seharian ini dan mengurus rumah tinggal baru untuk aku, kakak dan adikku karena rumah kami yang lama di jual untuk biaya rumah sakit dan pemakaman nenek ku. " Jawab Lorenza yang duduk di kursi meja dapur kepada Jelly.


" Oh, kasihan sekali kamu Lorenza. Tapi, kamu gak usah sedih dan bingung mencari tempat tinggal yang baru. Karena, di rumah kami ini terbuka lebar untuk mu, Kakak mu dan adik mu. " Kata Jelly yang baik hati menawarkan tempat tinggal untuk Lorenza dan keluarganya di rumah sewa mereka itu.


" Ah, tapi di sini tak ada kamar lagi untuk kami? " Tanya Lorenza yang merasa tak enak hati pada Jelly dan teman-teman Jelly lainnya.


" Hei, kamu janganlah khawatir karena kami bisa berbagi kamar dengan kalian asalkan kamu, kakak dan adikmu bisa saling bekerjasama dalam mengurus rumah ini dengan kami saling bergantian. Itu saja syaratnya tak ada lagi." Jawab Jelly yang menaruh semangkuk mie instan goreng dan sepiring nasi putih di meja dapur untuk makan malam Lorenza.

__ADS_1


" Jelly, kamu baik banget sih? Aku jadi tak enak hati sama yang lainnya juga terutama Luis dia sudah banyak bantu aku. " Kata Lorenza yang menangis dengan rasa haru di hadapan Jelly.


"Udahlah jangan kamu merasa sungkan lagi, Za. Kita ini adalah sahabat mu dan Luis itu orangnya gak pernah perhitungan kok dalam berbuat baik untuk siapapun yang menjadi temannya. " Kata Jelly dengan senyum bersahabat kepada Lorenza.


" Ya, kalau begitu makasih ya, Jel." Kata Lorenza yang makan malam sambil menangis.


" Udah, dong Za kamu jangan nangis lagi nanti aku akan ikut nangis. " Kata Jelly menghibur hati Lorenza.


" Ya, Jelly. Aku takkan nangis lagi kok. " Kata Lorenza yang menghapus air matanya dengan saputangan nya dan tersenyum cerah untuk Jelly tenang.


" Nah, gitu senyum... ! Senyum mu itu manis , Za. " Kata Jelly yang membalas senyumannya.


" Aku ini kenapa memikirkan gadis lain sih? Bukankah aku seharusnya memikirkan Marinka Florentina kekasih ku sendiri yang sangat baik dan tulus mencintaiku. " Batin Luis Fernando pada dirinya sendiri sampai Ia tak bisa tidur.


"Luis, kamu jangan berisik di ranjang nanti aku gak bisa tidur nih..! " Omel Romi Fernandez yang tidur satu ranjang dengannya.


" Ya, Romi. Aku tidur tenang deh. " Kata Luis Fernando yang akhirnya berbaring telentang di ranjang lalu memejamkan sepasang matanya dan tidur pulas pada akhirnya.


*****


Di sisi lain, Marinka Florentina memikirkan cara untuk balas dendam kepada Edmundo pria jahat tunangan saudari kembarannya yang juga telah berbuat jahat kepadanya sampai Ia nyaris meninggal dunia.

__ADS_1


" Aku harus mempersiapkan diri untuk besok pagi aku harus pergi ke rumahnya Wulandari Putri Leon untuk persiapan rencana balas dendam ku dan Wulandari Putri Leon terhadap Edmundo bisa segera terlaksana dengan baik dan sempurna. " Kata Marinka Florentina di kamarnya sendiri di malam hari itu. Gadis itu tak bisa memejamkan sepasang matanya untuk tidur. Ia pun memutuskan untuk bermain alat musik harmonika di beranda kamarnya sendiri.


Suara lagu harmonika yang di mainkan oleh Marinka Florentina terdengar oleh Dokter Andre yang sedang berjalan menuju ke ruang dapur untuk mengambil sebotol air putih dingin di kulkas.


" Wah, Marinka Florentina ini memiliki bakat yang sama dengan bakatnya tuan besar Leon ayah kandung gadis itu di bidang memainkan alat musik harmonika dibandingkan dengan Nona Wulandari Putri Leon yang lebih berbakat dalam bidang bisnis. "Kata Dokter Andre yang menatap kagum Marinka Florentina yang sedang bermain alat musik harmonika di beranda kamar gadis itu sendiri.


Dokter Andre sampai terkenang dengan masa lalunya di kampung halamannya sendiri di kota Madiun, Jawa Timur. Ia pernah menemukan seorang wanita yang pernah menjatuhkan hati dan cintanya itu, namun wanita itu mengkhianati kepercayaannya dengan berselingkuh dengan kakaknya sendiri yang membuatnya memilih untuk pergi dari kampung halamannya ke kota Sukabumi. Dimana ia bekerja sebagai asisten dari dokter Johan di klinik dokter itu sampai Ia jumpa dengan Ramona yang mendatangkan rasa nyaman di hatinya.


" Celaka, apakah aku telah jatuh cinta kepada Ramona wanita pasiennya Dokter Johan?" Pikir Dokter Andre pada saat itu.


Ia baru tahu kalau Ramona wanita yang menjual rahimnya kepada Tuan Leon untuk bos besar itu bisa mempunyai anak karena istri dari bos besar itu mandul.


" Apa aku harus melupakan cinta kedua ku juga karena wanita yang menjadi cinta kedua ku telah menjadi wanita dari pria lain yang memiliki harta dan kekuasaan besar? " Pikir Dokter Andre yang melihat Tuan Leon memeluk Ramona di dalam kamar di klinik dokter Johan.


" Ku harap hasil penelitian ku berhasil dengan baik agar Ramona bisa mengandung seorang anak untuk Tuan Leon dan melahirkan anak dengan sempurna. " Kata Dokter Johan yang mengamati perkembangan teknologi dan juga hubungan spesial antara Ramona dengan Tuan Leon.


" Aku telah melakukan hubungan intim dengan Ramona tanpa alat mu itu, Johan. " Kata Tuan Leon yang mengejutkan Dokter Johan juga selain Andre tentunya pada suatu hari.


" Apa? Apakah itu berarti Anda merelakan diri anda untuk Ramona bukan untuk Nyonya muda Reinawati istri Anda yang divonis mandul oleh semua dokter di dunia? " Tanya Dokter Johan dengan wajah kaget dan penasaran kepada Tuan Leon yang misterius itu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2