Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Bintang Di Langit.


__ADS_3

Jelly menghempaskan bokongnya di sofa kecil di ruang serbaguna sambil tangannya meraih remot tv untuk menonton film favoritnya yang selalu di hapalkan nya di luar jadwal hariannya.


" Jel, isi kulkas kita kok kosong sih ? Apa kamu gak mengisinya sebelum kamu menaruh kulkas itu di pojok kanan ruang makan? " Tanya Rosie yang baru saja keluar dari kamarnya sambil memakai masker untuk perawatan kulit wajah kepada Jelly.


" Belum, Rosie. Bukankah tugas untuk mengisi kulkas itu tugasnya si Hendro si tukang makan di rumah ini. " Jawab Jelly tanpa mengalihkan perhatiannya dari film favoritnya.


" Oh, gitu ya?Ah, payah.. " Keluh Rosie yang kini memegangi perutnya yang keroncongan.


Kedua orang gadis ini belum mendapatkan satu pekerjaan di kota Jakarta yang menyebabkan mereka selalu nongkrong di rumah dengan kerjaan sehari-hari mereka adalah bersantai di rumah.


Sedangkan, Luis dan kawan-kawan nya selalu sibuk dengan mencari pekerjaan di seluruh kota Jakarta sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.


Di pagi hari itu, Luis berkeliling dengan bus transjakarta sambil membawa surat lamaran pekerjaannya di tangannya. Dimana di setiap lokasi tempat Ia turun dari halte transjakarta. Ia selalu masuk ke kantor-kantor perusahaan yang di datanginya sampai di suatu tempat di daerah yang di tuju nya.


" Perusahaan PT. Star Leon. " Kata Luis yang membaca nama gedung perusahaan yang di datanginya itu.


Dan, pada saat Ia ingin masuk ke perusahaan itu Luis tak sengaja melihat sebuah papan reklame yang akan menimpa seorang gadis yang sedang berjalan di jalanan depan gedung perusahaan itu.


Brak!


" Hei, awas..! " Teriak Luis menubruk gadis itu yang akhirnya terjatuh di atas tubuh Luis.


" Ahhh! Apa -apaan sih kamu ini?Apakah kamu ingin bersikap kurang ajar kepada ku? " Tanya gadis itu dengan nada galak sekali kepada Luis.


Luis terpesona dengan kecantikan alami gadis itu yang mendatangkan rasa debaran jantung nya untuk pertama kalinya di dalam hidupnya di usianya yang baru menginjak usia dua puluh lima tahun.


" Astaga, cantiknya gadis ini. " Batin Luis yang memuji kecantikan gadis yang berada di atas tubuh nya.

__ADS_1


" Ih, lepasin aku atau aku akan berteriak di sini biar semua orang tahu kelakuan bejat mu kepadaku. " Kata gadis ini dengan galak sekali menepis kedua tangan Luis yang memeluknya.


"Iya, ya ya Aku minta maaf atas ketidaksopanan yang aku lakukan ini terhadap mu tapi semua itu aku lakukan karena kamu nyaris celaka terkena reklame yang jatuh ketinggian maka aku secara reflek menyelamatkanmu. " Jawab Luis dengan nada sopan santun.


" Ouh, begitukah? " Tanya gadis itu yang baru sadar bahwa Ia salah sangka terhadap pria yang menyelamatkan nyawanya itu.


" Iya, Nona. Dan, sekarang Kau bisa turun dari tubuh ku. " Jawab Luis tersenyum kepada gadis itu yang sama sekali tidak terpesona dengan senyuman menawan Luis.


" Oke, kalau begitu. Terimakasih banyak atas pertolongan mu itu kepada ku. " Kata gadis itu yang cepat bangun dari tubuh Luis dan berlari ke arah lain sampai Luis tak sempat untuk bertanya tentang nama gadis cantik itu.


Luis membersihkan diri nya sebelum melangkah ke dalam gedung perusahaan Star Leon untuk melamar pekerjaan di sana dan bertemu dengan resepsionis dari perusahaan tersebut sebelum Ia akan berjumpa dengan HRD.


" Marinka.. Kau lambat sekali sih! Kami sudah menunggumu dari tadi di depan lampu merah. " Kata seorang pria tua dengan pakaian ala bos memukul kepala gadis cantik itu yang segera mundur untuk melindungi kepalanya.


" Aduh, Pak Bagas maafkan aku yang tidak ada niat untuk terlambat untuk bekerja untuk mu di toko pakaian dalam yang kamu sponsori untuk aku pakai sebagai modelnya. " Kata Marinka si gadis cantik yang bertemu dengan Luis di depan perusahaan Star Leon.


" Oke, tapi bayarannya berapa untuk ku?" Tanya Marinka sambil mengikuti Pak Bagas ke toko yang di tunjuk oleh Pak Bagas kepadanya.


" Gak perlu kau pertanyakan soal upah mu. Yang perlu kamu tanyakan adalah apakah kamu siap untuk melakukan hal itu di hadapan kamera. " Jawab Pak Bagas dengan tatapan erotis kepada Marinka.


" Ogah..! " Kata Marinka marah.


" Apa katamu?" Tanya Pak Bagas mengangkat alisnya.


" Aku menolak dengan tegas untuk melakukan hal itu baik di depan kamera atau pun di luar kamera. Karena aku bukan pekerja malam. " Jawab Marinka yang sudah ingin berbalikan badannya itu untuk pergi dari tempat yang di tuju oleh Pak Bagas kepadanya


Tiba-tiba merasa kulit kepalanya sakit karena rambutnya telah di jambak secara kasar oleh Pak Bagas yang menyeretnya untuk pergi ke tempat yang di tuju oleh Pak Bagas kepadanya.

__ADS_1


" Enggak mau! Lepaskan aku! " Jerit Marinka.


Jeritan Marinka terdengar oleh seorang pria muda yang sedang duduk melamun di bangku taman dan pria ini segera menengok lalu berdiri mengejar Pak Bagas yang menyeret Marinka.


Di depan toko pakaian dalam yang mereknya tak di kenal oleh masyarakat luas. Pria muda itu telah menarik lepas cengkeraman Pak Bagas dari rambut panjang Marinka.


" Tolong anda jangan pernah kasar terhadap wanita..! " Kata pria muda yang memberikan hajaran kepada Pak Bagas sampai Pak Bagas tersungkur di jalan.


Bugh!


"Hei, apa -apaan kau ini memukul ku ?" Tanya Pak Bagas dengan marah kepada pria muda itu yang menengok ke arah Marinka dan memanggil gadis itu dengan nama asing di kedua telinga Marinka.


" Astaga, Nona Wulandari? Anda ?" Tanya pria muda itu yang tak lain adalah Anthony Leong asisten Tuan Besar Leon yang memiliki perasaan suka kepada Wulandari.


Anthony Leong yang tidak mendapat jawaban dari Marinka dengan cepat menengok kembali ke arah Pak Bagas yang sudah berdiri dan Ia kembali memukul Pak Bagas dengan kencang untuk membela Wulandari yang nyaris di sakiti atau di lecehkan oleh pria tua itu.


Bugh!


" Aduduh..! Kurang ajar! " Teriak Pak Bagas yang wajahnya babak belur di pukul oleh Anthony Leong.


Marinka sendiri sudah kabur dari tempat itu ke arah lain dan bertemu kembali dengan Luis yang baru saja keluar dari gedung kantor perusahaan Star Leon setelah Luis di tolak untuk bekerja di sana.


" Eiii.. Kita ketemu lagi! Wah, kita berjodoh.." Kata Luis yang tadinya muram karena gagal dapat pekerjaan yang di inginkan nya kini sumringah lagi karena Ia berjumpa lagi dengan gadis cantik yang membuat jantungnya berdebar kencang.


"Berjodoh kepalamu lonjong! " Kata Marinka nada kesal karena bertemu dengan cowok yang super narsis.


Bersambung..!

__ADS_1


__ADS_2