Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Memulai Pertemanan..


__ADS_3

" Iya, tak apa Nona Wulandari. Aku tak pernah memasukkan hal kecil itu ke dalam hatiku dan ingatan ku, " Kata Luis tersenyum ramah kepada Wulandari seraya menikmati semangkuk mie instan rasa soto mie di warung kopi.


" Mbak, kopi mu. " Kata Edward pemilik warung kopi membawakan secangkir kopi pesanan Wulandari ke meja kayu di depan warungnya.


" Edward, apakah kamu pernah bertemu dengan Marinka lagi setelah siang hari itu aku pernah mengajak kekasih ku itu makan siang di warung kopi mu ?, " Tanya Luis memandang Edward yang sibuk memandangi Wulandari.


" Pernah. " Jawab Edward polos.


" Kapan? " Tanya Luis dengan nada tegang.


" Sekarang..! Itu kekasih mu 'Kan? " Edward telah salah mengenal Wulandari sebagai Marinka.


" Bukan! Dia bukan Marinka , Edward. Nona ini adalah Wulandari Putri Leon yang wajahnya itu memang kebetulan mirip seperti Marinka. " Kata Luis meluruskan kesalahan Edward yang telah mengira bahwa Wulandari adalah Marinka.


Edward yang bingung menatap Wulandari yang di depan Luis dengan berkali-kali di lihat dengan cermat untuk memastikan bahwa Edward tak pernah salah lihat dan mengenal orang.


" Ya, persis sekali seperti buah pinang di belah dua. " Kata Edward pada akhirnya tak dapat membedakan antara Wulandari dengan Marinka Florentina.


"Nah, kamu juga tak bisa membedakan antara Nona Wulandari dengan Marinka ?" Tanya Luis yang tersenyum memahami Edward sahabatnya yang sedang bingung itu.


Wulandari menoleh kepada Luis yang menatap Wulandari dengan yakin bahwa Ia bisa tahu cara membedakan antara Wulandari dengan Marinka Florentina dengan sekali lihat saja.


" Kamu tahu cara membedakan ku dengan pacar mu itu, Luis? " Tanya Wulandari dengan senyum cerah kepada Luis.


" Iya, Aku tahu sekali perbedaan kalian berdua." Jawab Luis nada tegas.


" Apa? "


" Lengkung pada bibir kalian yang membedakan mana Kamu dan mana Marinka. " Jawab Luis nada yakin.

__ADS_1


" Ouh, lengkung bibir ku kenapa? Ada yang aneh kah ?" Tanya Wulandari menyentuh bibirnya sendiri dengan nada heran dengan ucapan Luis mengenai bibir nya dapat membedakan antara Wulandari dengan Marinka.


" Di bibir mu tak ada belah tengahnya sedangkan di bibir Marinka ada belahan tengahnya dan kamu ada lesung pipi di sudut bibir mu. " Jawab Luis nada tegas dan yakin kepada penglihatan nya yang cermat kepada Wulandari.


" Ouh, kau hebat sekali..! " Kata Edward memuji ketangkasan Luis.


" Iya, karena aku lulusan sarjana hukum dari universitas tempat ku kuliah dahulu. " Kata Luis membanggakan dirinya sendiri.


" Aku jadi ingin bertemu dengan Marinka untuk aku bisa melihat seberapa miripnya aku dengan nya " Kata Wulandari tiba-tiba kepada Luis.


" Ouh, mudah sekali dan kapan saja kamu mau bertemu dengan Marinka, ada aku yang akan membantumu. " Kata Luis menepuk dadanya sendiri.


" Kalau hari ini? Apakah aku ini bisa bertemu dengan Marinka? " Tanya Wulandari dengan nada tertarik untuk berteman dengan Marinka Florentina kepada Luis


" Boleh saja. Mari ku antar kamu ke rumahnya di rumah kontrakan gang kelinci. " Jawab Luis nada ramah kepada Wulandari.


Mereka berpamitan kepada Edward sesudah mereka menghabiskan waktu makan siang mereka di warung kopi Edward untuk mereka segera pergi ke rumahnya Marinka Florentina.


" Loh, kenapa tak ada Marinka Florentina di sini?' Tanya Luis mulai gelisah memikirkan gadisnya itu.


" Mungkinkah Marinka Florentina sudah pindah rumah? " Tanya Wulandari memakai logikanya.


" Iya, tapi kemana Marinka pindah dari rumah kontrakan nya? " Ucap Luis nada khawatir sekali dengan keselamatan Marinka Florentina.


" Kau telepon saja dia , bukankah kamu miliki nomor hapenya? " Ujar Wulandari mencarikan solusi untuk Luis yang mencemaskan Marinka.


Luis menghubungi Marinka Florentina dengan nomor hape yang pernah di berikan Marinka kepadanya namun tidak ada balasan sama sekali dari Marinka yang membuat Luis semakin besar Kegelisahan di hatinya untuk Marinka.


" Tak bisa di hubungi! Nomornya nonaktif. " Kata Luis dengan nada lesu memikirkan kekasihnya.

__ADS_1


" Mmmm..." Gumam Wulandari menatap Luis di depannya.


" Apa? "


" Kau di buang ya sama pacar mu sendiri?" Ucap Wulandari dengan dugaannya itu kepada Luis.


" Enak saja..! Di dalam kamus percintaan ku tak ada yang namanya aku di buang sama pacarku sendiri! " Tukas Luis.


" Ya, sudah jangan memasang wajah sebal gitu kepada Ku yang tak pernah tahu menahu dengan masalah percintaan mu itu. " Kata Wulandari nada ringan dan cuek kepada Luis.


" Umm..Wajahmu mirip dengan Marinka yang membuat ku sebal dengan sikap misterius dari Marinka yang selalu memberikan perasaan yang amat dan sangat penasaran di dalam otak ku dan hati ku mengenai dirinya itu loh, Nona Wulan yang terhormat. " Kata Luis menekuk lengannya di dadanya yang kekar.


Mereka kembali menyelusuri Ibukota Jakarta untuk mencari Marinka Florentina di sepanjang sisa hari mereka di hari itu dan akhirnya mereka berhenti untuk mencari Marinka di sebuah halte busway di daerah cilincing.


" Besok kita cari lagi ya? Kau tenang sajalah karena kita bakal menemukan Marinka mu itu. " Kata Wulandari nada ramah kepada Luis seraya menepuk-nepuk dada Luis yang kekar.


" Ya, Nona Wulandari. Ah, sudahlah kau pulang saja ke rumah mu karena hari sudah menjelang malam dan kamu akan membuat orang rumah mu mencemaskan mu nanti. " Kata Luis yang menepuk balik bahu Wulandari.


" Ahh, baiklah. Aku akan pulang ke rumah ku usai Aku mengantarkan mu pulang ke rumah mu. Apakah kamu merasa keberatan di antarkan pulang ke rumah ku oleh Ku?" Ucap Wulandari nada ramah kepada Luis karena Wulandari merasakan kebahagiaan berteman dengan Luis yang ramah dan tampan.


" Tentu saja, aku mau kok di antar pulang ke rumah ku oleh mu, Nona Wulandari. "Jawab Luis cengar cengir dengan riang gembira kepada Wulandari.


Wulandari pun benar-benar mengantarkan Luis pulang ke rumah sewa' Aku cinta Uang daripada Pria dan Wanita. Dan, tulisan itu membuat Wulan tertawa sampai tak bisa berhenti.


" Hahaha, ada -ada saja nama rumah mu itu, Luis.Ah, aku yakin bahwa suatu hari nanti para penghuni rumah ini akan bucin kepada pria dan wanita juga selain uang yang menjadi prioritas utama kalian mencari nafkah dan mencapai cita-cita kalian hidup di Ibukota Jakarta. " Kata Wulandari kepada Luis yang turun dari mobilnya.


" Ya, dan untuk aku tak perlu menunggu pada suatu saat nanti untuk aku bucin kepada wanita. Dikarenakan aku sekarang ini telah bucin berat kepada Marinka Florentina yang membuatku merasakan kegelisahan yang mendalam atas gadis itu yang sampai sekarang aku belum bisa menemukan nya. " Kata Luis kepada Wulandari dari luar mobil sport warna pink Wulandari.


" Doa sajalah kamu pasti bisa menemukan gadis mu lagi. " Kata Wulandari nada riang gembira untuk Luis semangat kembali dari dalam mobil sport warna pink yang atasnya di buka untuk Ia dapat membalas perkataan Luis.

__ADS_1


" Ya, Trims Nona Wulandari. Sampai jumpa besok atau lain waktu." Kata Luis melambaikan punggung tangannya kepada Wulandari yang telah menutup rapat mobil dan melaju kencang meninggalkan kawasan rumah sewa tempat tinggal Luis.


Bersambung!


__ADS_2