Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Tak Di Kenal..


__ADS_3

Wulandari tak sengaja melihat Luis Fernando di kafe yang sama yang membuatnya memiliki sedikit harapan untuk menjalankan rencananya untuk membalas dendam kepada Edmundo pria tunangannya yang sangat kejam itu.


" Luis...! "


" Siapakah itu orang itu, Nona? " Tanya Erwin pria baik hati yang menemaninya kembali ke Jakarta.


" Dia teman baik ku.. Mungkin dia bisa bantu aku untuk membalas dendam ku kepada Edmundo si bajingan..! " Jawab Wulandari dengan suaranya amat membenci nama Edmundo.


Wulandari mengejar Luis yang sudah berjalan keluar dari kafe bersama dengan teman-teman pria itu.


" Luis..!!!! "


Luis yang merasa ada orang yang memanggil namanya itu segera menengok dan melihat orang itu.


" Ya..? "


" Aku Wulandari Putri Leon..! "


Luis mengangkat alisnya untuk memandang ke gadis cantik yang tak pernah di kenalnya itu.


" Kau bilang siapa namamu? " Tanya Luis dengan nada tak percaya dengan pengakuan gadis itu.


"Aku bilang namaku adalah Wulandari Putri Leon pemilik PT Star Leon yang kau dan teman-teman mu bicara tadi di dalam kafe. " Jawab Wulandari Putri Leon dengan airmata berlinang di kedua matanya kepada Luis.


" Emm, Nona. Kau jangan mengkhayal menjadi orang lain..! Karena Aku tahu dengan jelas orang yang kau sebutkan tadi dan di akui sebagai dirimu..! " Kata Luis dengan nada tegas kepada gadis asing.


" Aku tak pernah mengkhayal menjadi orang lain. Aku jelas -jelas bernama Wulandari Putri Leon..! Aku memang tak bisa membuktikan segalanya kepada mu untuk saat ini tetapi aku benar-benar seorang Wulandari Putri Leon..! Aku bahkan mengenal kamu Luis..! " Kata Wulandari Putri Leon yang terus berusaha menyakinkan Luis.


Romi Fernandez dan kawan-kawan menghela napas dalam-dalam sebelum ia menarik Luis untuk masuk ke dalam mobil van dan tak perlu menghiraukan gadis yang sangat aneh menurut nya.


" Luis, sebaiknya kita segera pergi kerja saja dan jangan dengarkan Kata-kata khayalan gadis itu yang penuh imajinasi tinggi! " Kata Romi yang menganggap Wulandari Putri Leon sebagai gadis aneh.

__ADS_1


" Ya, Romi. Aku juga tak mau mempercayai gadis ini..! " Jawab Luis yang segera naik ke mobil van dengan perasaan sangsi dan bingung sendiri.


Wulandari Putri Leon menangis sedih sekali di tepi jalan sampai Erwin memapahnya untuk berdiri dan berjalan perlahan-lahan menuju ke arah telepon umum.


" Coba kau hubungi Bibi Erna -mu, Nona. " Kata Erwin memberikan uang logam kepada Wulan.


" Ya, Erwin. " Jawab Wulandari Putri Leon yang mematuhi nasihat Erwin.


Wulandari Putri Leon memasukkan koin kedalam lubang telepon umum untuk menghubungi nomor HP Bibi Erna tetapi di luar jangkuan yang menandakan bahwa ia tak bisa menghubungi Bibi Erna nya.


" Aku harus bagaimana? Sekarang! Erwin, aku tak di kenali oleh teman ku sendiri sebagai Wulandari Putri Leon...! " Kata Wulandari Putri Leon yang duduk di pinggir jalan bersama Erwin.


" Ikut Aku! " Kata Erwin meraih tangannya untuk berjalan kaki menuju ke arah rumah kontrakan yang ternyata berada di sebelah rumahnya Ramona.


Ramona baru saja keluar dari rumahnya untuk mendorong gerobak untuk jualan sup kari ayam di pinggir jalan di daerah pasar minggu dan di hari itu Ia melihat seorang gadis muda berdiri di depan rumah kontrakan di sebelah rumahnya.


" Anak manis, apakah kamu menyewa rumah kontrakan ini? " Tanya Ramona dengan ramah kepada Wulandari Putri Leon.


" Ahh, daripada kamu dan temanmu itu menyewa rumah kontrakan ini lebih baik kalau kamu dan teman mu itu menyewa kamar di rumahku saja. Bagaimana? " Ramona menawarkan salah satu dari empat kamar di rumahnya untuk di pakai oleh gadis yang menimbulkan rasa iba di hati nya.


"Boleh, boleh, boleh sekali, Bu. " Jawab Wulan segera.


" Ya, sangat baik sekali untuk kami. Karena kami tak punya uang banyak untuk kebutuhan hidup kami di Jakarta yang merupakan kota baru untuk kami...! " Kata Erwin segera memberikan uang tunai sebesar lima ratus ribu rupiah kepada Ramona.


Ramona lalu mengajak keduanya untuk melihat rumahnya dan memberikan dua buah kamar untuk keduanya sebelum Ia pergi berdagang di pasar minggu.


Sekitar jam satu siang, Wulandari Putri Leon di kejutkan dengan seorang gadis yang mirip dengan dirinya yang tinggal bersama dengan Ibu Ramona wanita yang memberinya dan Erwin tempat tinggal.


" Kauuu..? "


Lorenza yang melihat gadis asing terkejut sekali melihat dirinya segera menghardik gadis itu.

__ADS_1


" Heiii..! Kamu tak sopan ya kepada ku? "


" Bu.. Bukan! Aku tak bermaksud untuk Aku tak sopan kepada mu..! " Kata Wulandari Putri Leon segera menjelaskan maksudnya kepada gadis yang mirip dengannya dahulu.


"Trus? "


" Aku ingin berkenalan dengan mu..! Apakah aku boleh mengetahui namamu? "


Wulandari Putri Leon mengikuti Lorenza pergi ke dapur karena Lorenza ingin memasak makanan untuk sarapan paginya berupa nasi goreng dan telur ceplok.


" Namaku Lorenza. Namamu siapa? Kenapa kau mengikuti aku terus menerus sih bagai hantu penasaran saja...?! "


Lorenza menanggapi Wulandari Putri Leon yang di hadapannya sambil menikmati sarapan pagi nya.


" Aku Wulandari Putri Leon.. Aku dulu seperti mu wajahku tetapi Aku mengalami kecelakaan yang di sebabkan oleh tunanganku sendiri hingga Aku berubah wajahku seperti orang lain..! Jika kau tak mempercayai perkataanku? Kau bisa tanya kepada temanku ini! Dia Erwin penolongku..! "


Wulandari Putri Leon menceritakan kisahnya yang malang kepada Lorenza yang tercengang dengan cerita gadis itu lalu Lorenza juga dapat keterangan dari penjelasan mengenai diri gadis bernama Wulandari Putri Leon dari Erwin.


" Ouuhh...! " Lorenza amat terkejut dan juga iba kepada Wulandari Putri Leon.


" Apakah kamu mempercayai cerita Aku kepada mu itu, Lorenza? " Tanya Wulandari Putri Leon yang memiliki harapan baru untuk misinya.


" Iya, Aku percaya kamu karena Aku juga saat ini sedang membantu seorang wanita tua yang sampai saat ini belum menemukan putrinya yang hilang dan putrinya itu mirip dengan Aku dan kamu dahulu..! " Jawab Lorenza yang juga memberikan penjelasan tentang dirinya kepada Wulandari Putri Leon.


" Marinka Florentina..! " Kata Wulandari Putri Leon yang teringat tentang kekasih dari Luis Fernando yang pernah di dengarnya dari Luis sendiri bahwa Marinka Florentina mirip dengan nya.


" Ada perbedaannya di antara kamu dan Marinka Florentina, Wulan. " Kata Luis dahulu di ingatan Wulandari Putri Leon di sebuah warung kopi yang pemilik nya bernama Edward.


" Betul sekali. Sekarang ini Aku pura-pura jadi Marinka Florentina di hadapan Nyonya tua yang malang itu..! " Kata Lorenza yang suaranya itu mengembalikan Wulandari Putri Leon ke masa sekarangnya di rumah milik Ibu Ramona.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2