Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Sinyal...


__ADS_3

Luis mendengarkan rencana balas dendam yang di bahas oleh keluarga Marinka Florentina di rumah kekasihnya itu. Ia lebih fokus untuk lirik Wulandari Putri Leon saudari kembar pacarnya itu yang sekarang tak lagi identik dengan pacar nya.


" Pokoknya, kita harus cari cara yang tepat untuk membuat jera Edmundo. " Kata Wulandari Putri Leon di sofa kecil di samping Ramona.


" Ya, kami akan cari informasi yang akurat dari orang dalam rumahmu yaitu kamu Wulan. " Kata Erwin yang mengusulkan agar Wulandari Putri Leon mengajak Marinka Florentina untuk pulang ke rumahnya di kawasan menteng.


" Ya, boleh juga. " Kata Wulandari Putri Leon yang menyetujui dengan usulan dari Erwin.


" Anak -anakku sebelum kalian melakukan apa pun rencana untuk balas dendam kepada Edmundo. Sebaiknya kalian bantu aku untuk jumpa dengan Lorenza putri aku yang lainnya yang sudah lima atau enam hari ini tak pernah datang lagi ke rumah ini dan aku sudah sangat ingin sekali bertemu dengannya. " Kata Ramona kepada semua anak muda di sekitarnya.


" Ah, ya, Ma. Kami akan mencari informasi untuk mencari tahu dimana tempat tinggal Lorenza di Jakarta. " Kata Wulandari Putri Leon kepada Ramona yang tersenyum sayang untuk gadis manis itu.


Marinka Florentina yang merasa kepalanya agak pusing itu memutuskan untuk pamit pergi ke kamarnya untuk tidur kepada semua orang di ruang tamunya termasuk kepada Luis.


" Ya, sayang selamat istirahat untuk kamu. " Kata Luis yang memberikan kecupan di dahi Marinka Florentina sebelum gadis itu pergi ke kamar.


Lalu, Luis pun pamit kepada semua orang dan Ramona untuk pulang ke rumahnya karena hari sudah menjelang malam.


" Tante, Luis pamit pulang ya. " Kata Luis dengan nada sopan kepada Ramona.


" Ya, Luis. Makasih ya untuk hari ini dan hati -hati mengendarai mobil mu itu. " Kata Ramona kepada Luis dengan nada ramah dan keibuan.


" Iya, Tante. Sama-sama. " Kata Luis.

__ADS_1


Wulandari Putri Leon memperhatikan sikap Luis yang ingin pamit kepadanya. Ia agak kikuk juga dengan perasaannya sendiri yang membuatnya bingung.


" Luis kenapa ya? Aku jadi bingung deh. " Pikir Wulandari Putri Leon sambil melangkah ke arah kamarnya sendiri.


Luis di dalam mobil juga sibuk memikirkan gadis kembaran kekasihnya sendiri.


" Aku merasa heran dengan rasa yang aku rasakan saat ini usai aku bertemu kembali dengan Wulandari Putri Leon yang wajahnya itu berbeda dengan wajahnya yang dahulu yang mirip dengan Marinka Florentina dan Lorenza. " Batin Luis.


Suasana gelap di jalanan ketika ia mengemudi mobil van nya. Ia dikejutkan dengan seorang perempuan yang muncul dari semak belukar di bahu jalan raya.


" Aduh, ada hantu..! " Kata Luis merinding sendiri di mobil van nya. Namun, setelah Ia arahkan cahaya mobilnya ke bahu jalan raya, Ia, melihat Lorenza yang sedang berjalan seorang diri di tepi jalan raya dengan kepala gadis itu selalu tertunduk.


" Lorenza..! "


Luis segera meminggirkan mobilnya ke dekat tepi jalan raya dan membuka jendela mobilnya lalu memanggil gadis kembaran Wulandari Putri Leon dan Marinka Florentina.


Lorenza yang terheran-heran dirinya di panggil oleh seorang pria tampan dari mobil van hanya bisa bengong saja.


" Hei, kenapa kamu bengong sih? Ayo, kamu masuk ke mobil aku karena hati sudah larut malam dan berbahaya bagi seorang gadis seperti kamu sendirian di tepi jalan raya kayak gini. " Kata Luis dengan nada ramah kepada Lorenza seraya membukakan pintu mobilnya untuk Lorenza.


" Ah, kamu siapa? " Tanya Lorenza yang rupanya lupa kepada Luis.


" Aku Luis Fernando, Lorenza. Hadeh, kamu lupa ya sama aku teman barumu. " Jawab Luis yang telah turun dan keluar dari mobilnya untuk ia bisa membantu Lorenza masuk ke mobilnya.

__ADS_1


" Aha, aku baru ingat sekarang kamu adalah Luis Fernando cowok yang pernah menyewa aku jadi kekasih kamu untuk menghibur hati Mama nya kekasih kamu itu, ya 'Kan? " Ucap Lorenza pada Luis yang membukakan pintu mobil untuk nya.


" Iya, aku Luis Fernando yang waktu itu telah menyewa kamu untuk jadi pacarku di hadapan Mama pacarku. Hmm, asal kamu tahu saja ya pacarku itu adalah saudari kembar kamu dan Wulandari Putri Leon loh. " Jawab Luis di mobil kepada Lorenza yang kaget mendengarkan informasi tersebut dari Luis.


" Kau bilang apa barusan? Aku dan pacar kamu adalah saudari kembar Wulandari Putri Leon? Ah, yang benar saja kamu ngomong! Mana mungkinlah aku yang miskin dan yatim piatu bisa tiba-tiba menjadi kembaran seorang nona besar kelas dunia seperti Wulandari Putri Leon. " Kata Lorenza tak percaya kepada perkataan dari Luis Fernando.


" Yaaa, dunia bisa saja berubah untuk kamu, Lorenza. Aku bicara jujur soal kamu dan pacar aku Marinka Florentina adalah saudari kembar dari Wulandari Putri Leon. Jika kamu tak percaya padaku ya..? Marilah, kamu ikut aku temui Tante Ramona lagi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat untuk kamu. " Kata Luis dengan nada santai kepada Lorenza.


" Aku lagi gak mood untuk dengarin dongeng di siang hari darimu. Turunkan aku di halte bus di depan sana. " Kata Lorenza dengan nada judes kepada Luis Fernando.


" Sekarang ini sudah malam, Lorenza bukan siang hari dan aku tak mendongeng untuk mu sebelum kamu pergi tidur. " Kata Luis dengan nada keras kepada Lorenza.


" Bodoamat! Turunkan aku pokoknya..! " Teriak Lorenza yang terdengar suara tangisan yang tertahan oleh kekerasan hatinya dan kekerasan kepalanya itu oleh Luis Fernando.


" Amat sudah pintar, Lorenza. Dia sudah sekolah sampai kuliah s3 luar negeri...! " Kata Luis yang malah mengebut mobilnya ke rumahnya dan mengajak gadis itu masuk ke rumahnya dan meminta Jelly salah satu dari temannya untuk membantu Lorenza berganti pakaian dan juga berbagi kamar tidur untuk malam itu.


"Aish, kamu mengganggu aku tidur aja, Luis. Ah, ya aku bantuin..! " Omel Jelly yang tetap saja mematuhi Lorenza untuk Luis Fernando teman nya.


Jelly mengajak Lorenza untuk pergi mandi di kamar mandi yang ditunjukkan oleh gadis manis yang tomboy itu setelah meminjamkan pakaian nya yang diambilnya dari lemarinya kepada Lorenza.


" Terimakasih. " Kata Lorenza yang tak pernah menyangka bahwa Luis Fernando sungguh pria yang baik dan bersahabat dengan siapapun juga yang di temui oleh pria itu.


" Ya, sama-sama Nona Lorenza. Silakan kamu pergi mandi di kamar mandi itu. " Kata Jelly yang menunggu gadis itu dengan sabar.

__ADS_1


Lorenza menganggukkan kepalanya kepada Jelly lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan rapat, kemudian ia membuka keran shower dan mulailah Ia mandi sambil menangis sedih sekali.


Bersambung!


__ADS_2