Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Kabut Hitam Di Hati Wulandari.


__ADS_3

Wulandari dan Erwin terhenyak melihat Luis yang tiba-tiba muncul di depan mata mereka dan menanyakan soal mereka berdua berpacaran dengan eksepsi wajah pria itu begitu kelam di penglihatan Wulandari.


"Iya, Luis. Aku dan Erwin sekarang ini adalah sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lainnya. " Jawab Wulandari dengan tegas kepada Luis seraya merangkul mesra Erwin.


" Heiii?? "


Erwin bingung sesaat dengan jawaban Wulan kepada Luis, namun ia merasakan sakit pada pinggulnya yang di cubit oleh Wulandari dengan kencang.


" I.. Iya, Luis. Aku barusan menembaknya dan bilang aku mencintainya sehingga aku ingin dia menjadi pacarku. " Jawab Erwin dengan nada tegas sambil menarik mulutnya untuk mencium bibir Wulandari di hadapan Luis.


" Ah, ya.Kalau gitu aku ucapkan selamat untuk kalian berdua dan semoga kalian selalu bahagia sampai selamanya. " Kata Luis yang percaya pada Erwin yang mencium mesra bibir Wulan di hadapan Luis.


Luis berbalik arah lalu meninggalkan rumah Ramona dengan motornya tanpa bicara lagi kepada keduanya yang langsung menjauh dari posisi mereka yang tadinya saling berdekatan di depan Luis.


" Wulan, kamu sedang apa di luar rumah? Ayo, cepat masuk karena hari sudah malam..! " Panggil Ramona dari arah dalam rumah kepada Wulandari.


" Iya, Ma, Wulandari datang..! " Jawab Wulan yang cepat masuk ke rumah untuk menemui Mama nya.


Erwin melamun seorang diri di luar rumah, ia masih tak pernah percaya bahwa ia telah berani mencium bibir Wulandari dan menjadi pacarnya Wulandari Putri Leon.


" Astaga, apakah aku sudah tak waras lagi?? " Batin Erwin sambil memukul kepalanya sendiri.


Sementara itu, Luis dengan perasaan kacau memilih untuk menghabiskan waktunya di klub malam yang di kunjugi olehnya untuk hilangin rasa sakit hati karena Wulandari menjadi pacar Erwin.


" Aku sudah tak mempunyai harapan untuk aku bisa mencintai terlalu dalam untuk Wulandari, ya karena aku saat ini adalah pacarnya Marinka Florentina adik kembaran Wulandari, maka aku harus bisa melupakan Wulandari untuk selama -lamanya. " Kata Luis dengan suaranya yang pedih sekali sambil meminum minuman keras pada malam hari itu.


Dan, saat Luis sedang sibuk dengan minuman kerasnya, ia tak sengaja melihat Wulandari datang ke klub tersebut dan mendekatinya lalu mengajaknya pergi dari klub tersebut.

__ADS_1


" Luis, apa -apan kamu ini? Kenapa kamu minum -minuman keras di klub malam?" Tanya gadis itu yang membawa Luis masuk ke dalam mobil yang terparkir di parkiran klub tersebut.


" Wulandari, kamu mau mengajak aku pergi kemana? " Tanya Luis dengan bingung karena minuman keras membuatnya pusing melihat sekelilingnya.


" Pulang ke rumah baruku. " Jawab gadis yang mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi lalu berhenti di sebuah rumah mewah yang belum pernah di datangi oleh Luis.


" Heii, rumah siapa ini? Kenapa aku belum pernah melihat rumah ini sebelumnya? " Tanya Luis dengan suara serak kepada gadis yang membawanya ke kamar tidur dan menaruhnya di tempat tidur dengan posisi telentang bebas.


" Sudah, aku bilang rumah ini adalah rumah baru ku. Aku ingin kamu menemani aku di sini. " Jawab gadis itu yang malah membuka pakaian Luis dan mencium bibir Luis dengan mesra.


" Wulandari...! " Batin Luis.


Luis membalas ciuman gadis itu dengan penuh perasaan yang mendalam.


" Luis, aku mencintaimu...! " Ucap gadis itu yang membiarkan tangannya membuka pakaian yang di kenakan oleh gadis itu.


" Ahhh.. Luis..! " Suara lembut gadis yang berada di bawah tubuh Luis yang membelai hingga gadis itu memekik.


" Ahhh.. Aku mencintaimu...! " Erang Luis yang memasukkan ular naga panjangnya ke dalam goa gadis yang meremas rambutnya dengan kencang.


" Akkkkk...!! "


Luis membuat gadis itu terlena dengan sentuhan kasihnya sampai pemuda ini pun jatuh tertidur di atas tubuh indah gadis yang telah di renggut kesuciannya itu.


" Luis, kau sungguh ganas juga ya? " Gadis itu mendorong tubuh Luis ke samping tempatnya berbaring dan turun dari ranjang dengan risih.


Gadis itu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan terlihatlah wajahnya dengan jelas tersenyum bahagia tanpa ada perasaan malu dan bersalah sedikitpun di wajahnya di cermin dalam kamar mandi mewah itu.

__ADS_1


" Marinka Florentina kau harus mendapatkan Luis lebih dahulu sebelum kamu kehilangan pria yang kamu inginkan oleh gadis yang bertukar tempat dengan kamu. " Kata Marinka Florentina dengan senyumannya yang memperlihatkan sisi lain darinya.


Pada pagi harinya, Luis terperanjat kaget lihat dirinya berada di ranjang orang lain dan di sisi kirinya ada Marinka Florentina yang memeluk dirinya dengan erat.


" Astaga..! Apa yang telah aku lakukan dengan Marinka Florentina semalam? " Tanya Luis pucat pasi kepada dirinya sendiri sembari menjauhkan dirinya dari Marinka Florentina yang terlelap di sis kirinya.


"Aku sungguh bodoh sekali..! " Batin Luis yang menyalahkan kebodohannya yang mabuk karena alkohol yang menyebabkan dirinya telah bercinta dengan Marinka Florentina kekasihnya sendiri.


" Auhhh..! " Pekik Marinka Florentina yang telah bangun pagi ini dan merasakan sakit pada bagian bawah perutnya namun ia tidak melihat kehadiran Luis di ranjangnya sehingga ia segera bangun dari ranjang dan mencari Luis di seluruh rumah mewah Wulandari Putri Leon.


Namun, Ia di kejutkan dengan kehadiran tiga orang asing yang belum pernah di kenalnya itu di pintu lift menuju ke lantai bawah rumah mewah itu.


" Nona, kamu sudah pulang ke rumah dengan selamat..! " Kata wanita paruh baya dengan nada lembut kepada Marinka Florentina yang bingung dengan sikap wanita itu.


" Wulan.. Aku senang banget bisa melihatmu di rumah mu sendiri. " Kata wanita muda yang terlihat sedang hamil usia empat bulan di hadapannya.


" Wulan, apakah kamu masih ingat aku teman kuliahmu, Alvaro? " Tanya seorang pria muda yang tanpa sungkan langsung memeluknya di depan lift.


" Hei, siapa kamu yang beraninya memeluknya? " Suara Luis dengan nada keras kepada laki-laki yang memeluk Marinka Florentina di depan lift.


" Kau sendiri siapa? Kenapa kamu bisa masuk ke rumah Nona kami tanpa izin? " Tanya wanita paruh baya itu dengan alisnya terangkat kepada Luis yang memisahkan Alvaro dan Marinka Florentina yang langsung di peluk erat oleh Luis.


" Dia pacarku dan ia masuk ke rumahku dengan izinku. " Jawab Marinka Florentina dengan nada galak kepada Bibi Erna pengasuh Wulandari Putri Leon, Linda Christanty sahabat baik dari Wulandari Putri Leon dan Alvaro kekasih lain yang pernah di miliki oleh Wulandari Putri Leon.


" Apa?? Nona, dia pacar baru Nona Wulandari? " Tanya Bibi Erna yang tak pernah percaya bahwa Wulandari Putri Leon mau berpacaran dengan cowok yang terlihat miskin itu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2