Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Di Suatu Hari Di Jakarta..


__ADS_3

Wulandari gadis cantik yang hidupnya serba mewah dan segalanya yang terbaik yang di perolehnya dari Papa nya yang superzuperkaya raya di seluruh Indonesia dan Asia serta Dunia.


Gadis ini merasa tak sabar menanti hari ulang tahunnya yang ke dua puluh tahun yang akan jatuh pada awal bulan depan karena Papanya akan melewati satu hari kebersamaan bersama dengannya di hari itu.


"Nona Wulan..! " Panggil Asisten Papa nya saat Ia tiba di kantor perusahaan Papa nya untuk Ia mulai bekerja sebagai wakil Papa nya.


" Emmm, ya? Kamu siapakah ?" Tanya Wulandari angkuh.


" Aku Anthony asisten Tuan Besar Leon yang juga menjabat sebagai General Manajer di kantor perusahaan Leon Makmur Jaya..! " Jawab Anthony memamerkan senyum manis kepada Wulandari yang acuh tak acuh terhadapnya.


"Ya ? Terus aku harus bilang apa kepadamu? " Tanya Wulandari terus saja jalan menuju ke lift.


" Ya,gak perlu berkata apa -apa kepadaku..!" Jawab Anthony senyum sabar kepada Wulan.


Ting..!


Pintu lift terbuka untuk Wulan masuk ke dalam lift dengan manis sampai tak melihat adanya pria muda tampan yang berdiri di samping di dalam lift yang sama dengan lift yang gunakan oleh Wulan menuju ke lantai delapan gedung perusahaan Leon Makmur Jaya.


"Astaga cantiknya Nona Wulandari bila di lihat begitu dekat olehku..! " Batin Rinto pria tampan itu dengan jantungnya berdetak -detak di dalam badan di bungkus pakaian kerjanya.


*******


Sebuah bus tranjakarta berhenti di halte dengan tertib dan keluarlah sejumlah penumpang bus itu dengan tertib juga lalu seorang pemuda tampan yang di kawal oleh dua orang pemuda kurus dan gemuk juga ikut keluar dari bus transjakarta.


"Dro...Kita akhirnya sampai juga di Jakarta! Wah, lihat deh itu Monas dan sebelah kiri kita adalah Istana Merdeka..! " Kata seorang pemuda kurus merangkul leher temannya yang tampak sedang memakan sesuatu yang berasal dari bungkus plastik.

__ADS_1


"Aduh, Gin..Kau tuh ngagetin aku saja..! " Tegur Hendro menepuk lengan Gino yang merengkuh lehernya.


" Abisnya Kamu ngapain di dekat tong sampah di pinggir jalan raya yang padat merayap kayak gini..?" Tanya Gino melirik ke roti yang sudah raib di telan Hendro.


"Hei..Kalian berdua cepat kemari..! " Panggil si pemuda tampan menggapai keduanya dengan antusias menatap langit kota Jakarta.


"Kami datang untukmu Luis..! " Kata Hendro dan Gino berbarengan.


" Mana kertas alamat rumah yang akan kita sewa selama kita memulai perjalanan karier kita di Jakarta, coy...?!" Ucap Luis Fernando nama pemuda tampan itu menepuk belakang kepala kedua temannya.


"Dro..Mana..?" Tanya Gino melirik Hendro yang mengangga lebar karena ingat sesuatu yang di buangnya itu ke tong sampah.


" Apa ? Astaga ! Aku membuang kertas itu ke tong sampah di tangga halte bus..! "Jawab Hendro yang segera berlari kembali ke halte.


Luis mengerutkan keningnya dengan giginya yang mengkilap itu terlihat gregetan sekali pada kecerobohan kedua temannya itu. Ia memilih merogoh saku celana jeans nya mengambil hp jadulnya lalu membaca wa nya.


Ia menghentikan mobil angkutan umum lalu Ia menarik Gino yang menyeret Hendro naik dan masuk ke mobil angkutan umum mengikuti Luis yang telah duduk manis di kursi panjang mobil angkutan umum.


"Heiii..! Tunggu sebentar kami juga mau naik..! " Teriak dua orang gadis cantik yang menyeret koper besar dan tas panggul dari luar mobil angkutan umum.


"Pak, ini mobil angkutan jurusan kampung melayu Jakarta'kan ? " Tanya gadis rambut bob dengan sikap centil kepada supir mobil angkutan umum yang terbius kecantikan gadis rambut bob.


" Ya, Neng..Silakan naik dan duduk di dalam di kursi dekat pintu..!" Jawab supir angkutan umum dengan senyum -senyum tak jelas.


"Rosie, cepat masuk..!" Kata gadis rambut segi panjang yang tampak tomboy karena koper yang besar bisa di angkat dan di masukkan miring ke dalam mobil angkutan umum tanpa mengenai kaki -kaki penumpang lainnya.

__ADS_1


"Iya, ya..Aku segera naik dan masuk..!" Jawab Rosie si gadis rambut bob yang centil dan tepat sekali duduk di seberang Luis yang dingin.


"Astaga ganteng banget nih cowok kulkas dua pintu..!" Kata Rosie riang sampai Jelly sahabat nya itu menginjak kakinya untuk menyadarkan nya jangan norak.


"Kulkas dua pintu? Sahabat ku gak jualan kulkas dua pintu ?" Tanya Hendro polos.


"Betul, kalau kamu mau membeli kulkas dua pintu di pasar depan terminal di belokan kedua dari halte bus transjakarta tadi..!" Jawab Gino yang membuat Rosie dan Jelly melongo melihat keluguan kedua cowok yang duduk mengapit di kedua sisi pemuda tampan yang kalem itu.


"Umm, Aku bukan cowok kulkas dua pintu..! Coba lihat dengan jelas apakah aku ini mirip kulkas dua pintu?! Perasaan aku sudah belajar diet gak makan daging dua kilo sehari semenjak Aku memutuskan untuk merantau ke Jakarta dari desa ku di Tegal..!" Kata Luis yang tak di sangka membuat Rosie dan Jelly semakin heran karena mereka tak menyangka jumpa cowok tampan yang superdusun dan lugu nya minta ampun.


"Eh, tampan sih tampan dia itu tapi telmi nya minta ampun !" Bisik Rosie ke Jelly yang bisa di dengar semua penumpang mobil angkutan umum yang mereka tumpangi.


Jelly mencibirkan mulutnya menjawab Rosie di samping kirinya sambil rambutnya di mainkan dengan jari -jarinya sampai tercium aroma tak sedap dari rambutnya itu oleh Luis dan kedua orang sahabatnya.


"Huekk..! Bau banget rambut cewek itu persis bau kambing gak mandi sebulan sebelum di Qurbankan..!" Kata Hendro yang memperlihatkan ketidaknyamanannya mencium aroma rambut Jelly.


"Ups..! " Jelly terpaku sendiri di tempat duduknya mendengar komentar tentang aroma rambutnya oleh cowok -cowok aneh di kursi seberangnya itu.


Mereka tiba di daerah tujuan mereka dan tidak pernah menyangka bahwa mereka tiba di tempat tujuan yang sama bahkan mereka harus ribut mengenai tempat tinggal mereka yang alamat nya sama dengan alamat tempat tinggal ketiga cowok dusun itu.


"Hei..Ini rumah susun sewa Pak Nasar kan?" Tanya Luis yang berulang kali membaca wa nya di hp jadulnya.


" Iya, benar..! Ini aku baca kertas alamatnya yang di tulis oleh Bu Nasar kepada kita di kampung kita sebelum kita berangkat ke Jakarta..!" Jawab Hendro yang memperlihatkan sehelai kertas yang sudah amburadul kepada Luis.


" Alamat di kertas kalian salah ! " Kata Rosie yang maju untuk membela haknya dan Jelly untuk rumah susun sewa di depan mereka.

__ADS_1


" Kagak ada yang salah dengan alamat di kertas kami...! Kalian yang dungu tak bisa membaca tulisan yang tertutup sambal roti isi sosis dan kentang goreng ku..! " Kata Hendro melotot pada Rosie yang membalas melototi Hendro.


Bersambung...!!


__ADS_2