Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Di Batas Harapan...


__ADS_3

Lorenza mengetuk pintu rumah kontrakan yang di tempati oleh Reza dan Ammar cucu -cucu dari Nenek Zubaidah orangtua yang telah baik hati mengizinkan Lorenza tinggal di rumah nenek itu sejak Lorenza datang ke Indonesia untuk gadis ini bisa mencari dan menemukan keluarga aslinya setelah ia di adopsi oleh orang luar negeri.


" Kakak Reza, tolong kamu bukain pintu untuk aku Lorenza..!" Panggil Lorenza dengan suara keras.


Namun, pintu belum juga ada yang membuka untuk dirinya. Hal ini mendatangkan perasaan sedih di hatinya karena dia sangat merindukan Kakak dan adik angkatnya itu semenjak ia telah menemukan keluarganya yang asli dan tinggal di rumah Mama kandungnya yang cantik.


" Lorenza...?! " Panggil seorang pria tampan dari arah gang menuju ke rumah kontrakan.


" Kakak Reza...! " Teriak Lorenza dengan gembira sekali dapat bertemu dengan Kakaknya lagi.


" Hai, darimana saja kamu beberapa hari ini gak pulang ke rumah kontrakan kita? " Tanya Reza yang melihat betapa cantiknya adik angkatnya itu sampai jantungnya berdebar kencang ketika Lorenza tersenyum untuknya seraya memeluk dirinya dengan sikap penuh kerinduan.


" Aku beberapa hari ini tinggal bersama dengan Mama kandung aku yang sudah kamu temukan. " Jawab Lorenza dengan suara bahagia kepada Reza yang terbelalak kaget namun bahagia.


" Sungguh?? Sungguh kamu telah menemukan Mama mu, Lorenza?? "Tanya Reza dengan suara bahagia juga kepada Lorenza.


" Iya, sungguh Kak Reza aku sudah menemukan Mama kandung aku dan juga Kakak -kakakku yang semuanya cantik-cantik dan menyayangi aku. " Jawab Lorenza yang memamerkan senyuman manisnya di hadapan Reza yang semakin berdebar jantungnya itu.


" Wah, Aku turut bahagia untukmu Lorenza. " Kata Reza yang membalas senyuman Lorenza yang juga terpesona dengan ketampanan Reza yang tidak kalah tampan dengan Luis Fernando kekasih dari Marinka Florentina saudari kembar nya.


" Iya, Kakak Reza karena itu aku mau ajak kamu dan Ammar untuk tinggal bersama dengan kami di rumah Mama ku yang cukup besar untuk kita semua tempati bersama-sama dengan nyaman tanpa pusing sama biaya hidup dan kontrakan ini. " Kata Lorenza dengan semangat untuk ajak Kakaknya tinggal bersama dengannya dan juga keluarga aslinya.

__ADS_1


" Ah, aku gak enak banget sama Mama kamu dan keluarga mu bila aku dan Ammar tinggal bersama dengan kalian di rumah Mama kandung mu yang baru saja kamu temukan. " Kata Reza Herlambang kepada Lorenza yang berada di teras rumah kontrakan.


" Ayolah Kak Reza kamu jangan merasa tak enak gitu dong karena kita semua tulus untuk bantu kamu dan Ammar yang sudah seperti keluarga bagi kami. " Kata Lorenza dengan tulus hati pada Reza yang menoleh ke arah belakang Lorenza dan melihat Ammar adik mereka yang baru saja pulang dari kerja di toko koran di terminal bus.


" Kak Reza, aku juga ingin tinggal bersama dengan Kakak Lorenza dan keluarganya untuk aku bisa meneruskan sekolah malamku sehabis aku pulang kerja di toko koran di terminal bus pada pagi harinya. " Kata Ammar dengan sikap memohon pada Reza yang akhirnya setuju dengan adiknya.


" Baiklah, aku turuti kalian berdua untuk pindah dari rumah kontrakan ke rumah Mama kandung nya Lorenza. " Kata Reza yang memeluk adiknya dengan rasa sayang.


Lalu, mereka bersama-sama merapikan barang -barang pribadi mereka di rumah kontrakan di dalam tas besar mereka sebelum memberikan kunci rumah kontrakan kepada pemiliknya.


*****


Marinka Florentina telah mempersiapkan dirinya untuk bekerja di perusahaan Star Leon untuk menggantikan posisi Wulandari Putri Leon sebagai seorang presdir di sana. Ia memilih -milih pakaian yang di sukainya dari semua koleksi pakaian kerja yang di miliki oleh Wulan di mansion Leon.


" Kak Wulan, baju -baju kerja mu semuanya kuno deh, apa boleh kalau aku ganti dengan baju -baju kerja yang aku suka? " Tanya Marinka Florentina dengan mimik wajahnya terlihat tak suka dengan koleksi baju kerja Wulandari Putri Leon.


" Ya, boleh dong. Karena semua yang ada di rumah ini adalah milikmu semuanya, jadi seterah kamu sajalah untuk mengubahnya sesuai dengan selera kamu. " Jawab Wulan dengan tulus kepada Marinka Florentina yang langsung melompat dan memeluknya dengan sikap manja sekali.


" Wah, makasih banyak ya Kak Wulan karena kakak udah izinin aku memakai semua barang pribadi Kakak bahkan menggantinya dengan seleraku dalam berpakaian dan lainnya. " Kata Marinka Florentina dengan suara gembira sekali di dalam pelukan hangat Wulandari Putri Leon.


" Sama-sama Rinka. Iya, sudah sekarang kamu harus berangkat kerja ke kantor perusahaan Star Leon untuk menggantikan kakak Wulan untuk sementara waktu sampai kita bisa temukan semua bukti kejahatan Edmundo dan Linda Christanty yang harus kita jebloskan ke penjara karena perbuatan kejam mereka terhadap kita berdua dan Almarhum Papa kita. " Kata Wulan dengan wajah geram sekali mengingat rasa sakit hati terhadap mantan tunangannya dan sahabat terbaiknya itu kepada Marinka Florentina.

__ADS_1


" Iya, Kak Wulan kau tenang sajalah karena aku akan menghancurkan mereka dengan tekadku dan kemampuan yang aku miliki. " Kata Marinka Florentina dengan senyumannya kepada Wulan.


Lalu, Marinka Florentina berangkat kerja dengan di antarkan oleh Erwin yang bertugas sebagai supir mobil kerja Wulandari Putri Leon dan salah satu dari pengawal pribadi dari Wulandari Putri Leon untuk melindungi Marinka Florentina yang menyamar sebagai Wulandari Putri Leon.


" Erwin, bolehkah aku bertanya tentang sesuatu hal yang membuat aku penasaran kepadamu? "Tanya Marinka Florentina kepada Erwin yang melihatnya dari kaca depan mobil.


"Iya, boleh aja, emangnya kamu mau bertanya apa kepadaku?? " Jawab Erwin yang juga ikut merasa penasaran terhadap pertanyaan dari Marinka Florentina.


" Sejak kapan kamu menyukai Kakakku? " Tanya Marinka Florentina dengan senyumnya kepada Erwin.


"Sejak aku menolongnya dari tepi sungai kecil di pulau Belitung Timur pada saat ia nyaris di makan buaya usai helikopter yang di tumpangi olehnya dan temannya meledak di udara. " Jawab Erwin dengan sikap acuh tak acuh pads pertanyaan yang diajukan oleh Marinka.


" Ouh, lalu kapan kamu menembaknya dan kamu bilang kamu mencintainya dengan tulus yang membuat kamu memilih keinginan untuk jadi pacarnya? " Tanya Marinka Florentina kepada Erwin seraya memerhatikan jalan raya dari kaca jendela mobil.


" Dua hari lalu. " Jawab Erwin dengan dadanya terasa sesak karena ia telah berdusta kepada Marinka Florentina mengenai hubungannya dengan Wulandari Putri Leon.


" Wah, baguslah, aku jadi merasa lega kalau Kak Wulan bisa menjadi pacarmu yang telah aku ketahui sebagai seorang pria yang baik, pekerja keras dan bertanggungjawab. " Kata Marinka Florentina dengan tulus kepada Erwin.


" iya, terimakasih Marinka Florentina Aku juga senang hati menjadi pacarnya Kakak Wulandari Putri Leon mu yang selain cantik juga baik hati seperti bidadari dari Surga." Kata Erwin dengan sikap biasa saja kepada Marinka Florentina yang langsung curiga bahwa hubungannya dengan Wulandari Putri Leon adalah rekayasa keduanya untuk menyakinkan Marinka Florentina bahwa Wulandari Putri Leon tidak pernah memiliki perasaan lain terhadap Luis Fernando kekasih nya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2