
Wulandari Putri Leon mengantarkan Marinka Florentina adiknya ke rumahnya yang berada di kawasan Menteng dengan nama 'Mansion Leon' untuk adiknya bisa menjalankan peran sebagai penggantinya untuk sementara waktu untuk misi balas dendam kepada Edmundo , tunangannya yang kejam itu.
" Waahhh, megah sekali rumahmu, Kak Wulan. Aku belum pernah masuk ke rumah yang mirip istana dongeng Putri Cinderella. " Kata Marinka Florentina yang terkagum-kagum dengan rumah mewahnya.
" Ini adalah rumah kita bersama karena semua milik Aku adalah milik kamu juga, Rinka sayang. " Kata Wulandari Putri Leon meluruskan ucapan Marinka Florentina.
" Hmm, makasih Kak " Kata Marinka Florentina yang memeluk Wulandari Putri Leon dengan hangat.
Pintu gerbang mansion Leon terbuka secara otomatis begitu Marinka Florentina bilang dia adalah Wulandari Putri Leon dengan password di pintu gerbang harus menggunakan kedipan matanya.
" Wah, canggih sekali rumah ini. " Kata Marinka Florentina yang menjadi norak dengan rumah supercanggih itu.
Wulandari Putri Leon memintanya untuk jaga sikap agar semua orang di mansion Leon percaya bahwa Marinka Florentina adalah Wulandari Putri Leon yang baru saja pulang dari liburannya di luar negeri.
" Nona Wulandari, anda sudah pulang dari luar negeri rupanya?? " Setiap staff di mansion Leon memberikan salam kepada Marinka Florentina dan Wulandari Putri Leon dengan hormat.
" Ada liftnya seperti di mal saja..! " Kata Marinka Florentina yang melongo dengan megahnya rumah itu.
"Di mansion Leon ini semuanya di kontrol oleh teknologi mutakhir untuk keamanan dan juga kenyamanannya, jadi kau tak perlu repot untuk mengurus rumah ini dan juga ada banyak staff yang akan melayani kamu setiap saat. " Kata Wulandari Putri Leon kepada Marinka Florentina dengan senyuman pengertian sekali.
__ADS_1
" Lalu dimanakah kamar mu? " Tanya Marinka Florentina dengan senyuman polosnya kepada Wulandari Putri Leon.
" Di lantai atas. Mari kita gunakan lift kaca bening di sana untuk pergi ke kamar kamu sekarang ini karena kamu adalah Wulandari Putri Leon bukan Marinka Florentina. " Jawab Wulan dengan senyumannya kepada Marinka.
Wulandari Putri Leon mengajak Marinka ke lift yang sudah terbuka pada pintunya oleh salah satu staf yang bertugas di dalam lift. Lalu, mereka berdua tiba di lantai atas untuk Wulan dapat menunjukkan kamarnya kepada Marinka Florentina dan adiknya itu terpesona dengan megahnya lantai atas dan juga kamarnya yang luasnya seperti satu rumah mewah lainnya.
" Ini kamar tidur ataukah rumah? Wah, ada ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga dan ruang pakaian dan ranjang yang ukurannya jumbo. " Kata Marinka Florentina yang langsung loncat ke ranjang ukuran jumbo untuk merasakan empuk dan hangatnya ranjang mewah itu.
" Di ruang pakaian ada beberapa jenis pakaian yang bisa di pakai olehmu. Pokoknya semua ini adalah punya kamu juga punya Lorenza kecuali boneka putri di sana itu adalah milikku yang aku dapatkan di hari ulang tahun ku ke dua puluh tahun dari Papa kita. "Kata Wulandari Putri Leon yang berjalan ke arah meja rias dan mengambil boneka putri di sana.
" Sama seperti adikku dong yang merupakan satu-satunya barang yang tak bisa aku bagi ke kamu atau Lorenza dan juga Luis Fernando pacarku yang tercinta. " Kata Marinka Florentina dengan senyuman yang menjelaskan bahwa Wulandari Putri Leon dan Lorenza di larang untuk mendekati dan mengambil Luis darinya.
" Wah, kamu sudah punya pacar baru? Siapakah pacarmu itu, Kak Wulandari? Please, kamu kasih tahu aku. " Kata Marinka Florentina yang terlihat senang luarbiasa mendengar Wulandari Putri Leon telah mempunyai pacar baru.
" Erwin. " Jawab Wulandari Putri Leon dengan senyuman tegasnya kepada Marinka Florentina yang langsung memeluknya dengan bahagia sampai Erwin yang mendengar jawaban dari Wulandari Putri Leon mengenai pacar gadis itu adalah dirinya.
" Astaga, kenapa Wulan berbohong kepada Marinka dengan mengatakan bahwa aku pacar baru gadis itu? " Tanya Erwin di dalam hatinya.
" Bagus sekali pilihan mu itu, Kak Wulan. Aku sangat setuju dengan pilihan kamu untuk pacaran dengan Erwin yang terlihat baik dan menyayangi dirimu dengan tulus. " Kata Marinka Florentina dengan tawa merdunya kepada Wulan yang menganggukan kepalanya saja di dalam kebisuan nya itu.
__ADS_1
Lalu, Wulandari Putri Leon membisikkan kode membuka brankas penyimpanan berkas- berkas penting miliknya kepada Marinka Florentina yang di ajaknya ke ruang pribadinya.
" Kau harus mengingat kodenya dan kamu jangan sampai salah sebanyak tiga kali dalam menekan tombol di pintu brankas besi itu atau kamu akan di curigain bukan Wulandari Putri Leon yang asli di depan relasi bisnis di kantor perusahaan Star Leon. " Kata Wulandari Putri Leon dengan serius kepada Marinka Florentina.
" Iya, Kak Wulan. Kau tenang sajalah aku pasti akan berjuang untuk mengalahkan si pengecut Edmundo musuh kita bersama." Kata Marinka Florentina menepuk-nepuk dadanya sendiri untuk menyakinkan Wulandari Putri Leon yang tegang oleh kecerobohan yang kerap kali datang kepada dirinya itu, jika is di landa kepanikan.
" Hmm, baiklah. Sekarang aku akan pulang ke rumah untuk bantu Mama kita dan kamu disini harus hati -hati dan hubungi aku secepatnya, jika kamu memerlukan bantuan dari aku dan para sahabat kita di rumah Luis. Kami akan segera datang kepadamu. " Kata Wulandari Putri Leon yang menepuk-nepuk kedua pundak Marinka Florentina untuk adiknya semangat dan kuat menjalani kehidupan sementara waktu sebagai seorang Wulandari Putri Leon di Mansion Leon dan perusahaan Star Leon.
" Iya, Kak Wulan. Terimakasih banyak dan aku ucapkan selamat sore untuk mu dan Kak Erwin ini hehehe. " Kata Marinka Florentina yang nada suaranya menggoda Erwin dengan melirik ke Wulandari Putri Leon di sebelah Erwin.
" Ah, Rinka. Kamu membuat aku malu di depan Wulandari. " Kata Erwin yang cepat melindungi Wulandari Putri Leon dengan melingkari leher dan pundak gadis itu dengan kedua lengannya seraya mencium pipi halus Wulandari Putri Leon untuk menyakinkan Marinka Florentina bahela mereka berdua adalah sepasang kekasih yang harmonis.
Kemudian, di jalan baik Wulandari Putri Leon maupun Erwin mengadakan kesepakatan untuk berpura-pura sebagai sepasang kekasih di depan semua orang yang mereka sayangi.
" Terutama di depan Marinka Florentina dan Luis Fernando bahwa kita sekarang ini adalah sepasang kekasih yang manis satu sama lainnya untuk kebaikan dan kebahagiaan bersama. " Kata Wulandari Putri Leon dengan senyuman manis meminta kesediaan Erwin untuk bekerja sama dengannya.
" Kalian berdua pacaran? " Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh Luis Fernando yang mengendarai mobil van menuju ke rumah Ramona untuk temui Marinka Florentina.
Bersambung!
__ADS_1