Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Rencana Terpendam Edmundo.


__ADS_3

Edmundo dan para anak buahnya gagal dalam misi mereka untuk menangkap kembali gadis yang sangat di bencinya itu dan gadis itu adalah Wulandari Putri Leon.


" Sial! Kemana kaburnya gadis sialan itu dari genggaman tanganku ?" Dengus Edmundo yang salah jalan dari arah kaburnya Marinka yang di sangka Wulandari Putri Leon olehnya.


" Tuan besar, jangan -jangan kita telah di tipu oleh pemilik warung kopi di dekat hotel Furuichi yang pura-pura dungu itu. " Kata para anak buah nya dengan nada yakin sekali bahwa mereka telah di tipu oleh Edward teman baik dari Luis Fernando.


" Ya, sepertinya dugaan kalian benar apa adanya. Mari kita kembali ke warung kopi itu dan kita beri hajaran telak kepada pemilik warung kopi sialan itu. " Kata Edmundo dengan nada marah.


Mereka mendatangi warung kopi Edward tetapi warung kopi itu telah tutup dan Edward tidak ada di warungnya sehingga Edmundo menjadi geram sendiri di lokasi tersebut.


" Ughh..! Sialan sekali hari kuuu..! " Teriak Edmundo dengan wajah merah.


Telepon genggam nya berdering dan Ia merogoh saku celana panjangnya untuk mengambil hape nya dan menjawab panggilan telepon genggam dari Wulandari Putri Leon yang asli di Mansion Leon.


" Dia menelepon ku usai Ia kabur dari ku..?! Haha dasar bocah lugu..! " Kata Edmundo dengan nada mencibir nama Wulandari Putri Leon di layar HP nya.


" Tuan besar, mungkin saja Nona Wulandari telah merindukan Anda setelah Ia menolak untuk bersenang-senang dengan Anda di hotel Furuichi Anda. " Kata para anak buahnya yang pandai untuk menyenangkan hatinya.


" Iya, kalian benar sekali.Aku akan menjawabnya lewat HP ku ini. Sekarang juga. " Kata Edmundo nyengir lebar.


Edmundo menjawab panggilan telepon dari Wulandari Putri Leon dengan suara manis untuk menaklukkan hati Wulandari Putri Leon gadis incarannya itu.


" Iya, halo sayang. " Sapa Edmundo manis sekali kepada Wulandari Putri Leon melalui HP.

__ADS_1


"Ed, aku ingin kamu datang ke rumah ku pada esok hari untuk menjemput di rumah ku sebelum aku berangkat ke kantor. " Jawab Wulandari Putri Leon dari Mansion Leon melalui telepon genggam.


" Oh, baiklah sayang. Aku akan penuhi keinginan hati mu pada esok pagi di rumah mu . " Kata Edmundo melebarkan senyumannya pada layar hpnya sendiri.


" Oke, makasih kalau begitu aku ucapkan kepada mu dan sekarang aku mau tidur.. Dah, Ed. " Kata Wulandari Putri Leon menutup pembicaraan mereka dengan menonaktifkan hapenya begitu saja tanpa pamit dulu kepada Edmundo.


"Sombongnya dia itu..! " Gerutu Edmundo.


Di sisi lain, Marinka berhasil di temukan oleh Luis Fernando yang mendapatkan telepon dari Edward tentang bahaya yang mengancam keselamatan Wulandari Putri Leon dari kejaran orang-orang berpakaian rapi namun wajahnya amat garang


Maka, Luis sebagai teman baiknya Wulandari Putri Leon segera meluncur dengan sepeda motor milik Jelly teman satu kosannya itu telah berkeliling di Ibukota Jakarta untuk mencari dan menyelamatkan Wulandari Putri Leon.


Namun, Luis justru bertemu kembali dengan gadis pujaan hatinya yaitu Marinka Florentina di tepi jalan kawasan daerah slipi, pria ini terkejut melihat Marinka Florentina menubruknya dengan menangis begitu sedih sekali.


" Marinka, ceritakan pada Ku apa yang telah terjadi kepada dirimu? " Tanya Luis membelai lembut rambut panjang dan indah Marinka.


" Bajingan sekali pria itu...! Ah, untungnya kamu tak apa -apa, ah tapi.. " Kata Luis yang teringat kepada Wulandari Putri Leon teman barunya itu.


" Eg, berarti dia dalam bahaya dong kalau orang itu tak bisa menemukan Marinka Florentina yang di kira Wulandari Putri Leon. " Pikir Luis dengan perasaan gundah gulana.


" Luis, aku sudah pindah dari rumah kontrakanku ke rumah asli hasil kerja Mama ku yang sudah pulang ke Indonesia dari kerjaan TKW nya di kota Sapporo, Jepang. " Kata Marinka Florentina menceritakan tentang dirinya sudah mempunyai rumah baru kepada Luis.


"Oh, Mama mu sudah pulang ke Indonesia dari Jepang ? Baguslah, kalau begitu kamu tak perlu takut untuk tidak mempunyai tempat tinggal lagi usai kamu di usir dari pemilik rumah kontrakan mu di gang kelinci. " Kata Luis memberikan roti bakar rasa coklat kepada Marinka Florentina untuk makan malam gadis itu yang dibelinya dari penjual roti bakar di pinggir jalan.

__ADS_1


" Ya, Luis. Bahkan aku sudah mempunyai usaha kecil -kecilan dengan berjualan es buah di gerobak di pinggir jalan dekat rumah ku loh. " Jawab Marinka Florentina tersenyum lega dapat bertemu dengan Luis Fernando pria tampan yang baik hati itu.


" Ah, syukurlah Rinka. Aku merasa lega sekali mendengar kabar mu langsung dari mulutmu sendiri. " Kata Luis Fernando yang menggunakan tisu untuk membersihkan sisa makanan di bibir Marinka Florentina.


" Makasih. " Jawab Marinka Florentina dengan nada lembut sekali kepada Luis Fernando.


" Ya, sama-sama Rinka. Mari aku antarkan kamu pulang ke rumah barumu sekalian aku ingin tahu di mana rumahmu itu dan Aku bisa berkenalan dengan Mama mu. " Kata Luis Fernando yang membantu Marinka Florentina naik ke atas motor nya.


" Ya, ayo silakan Luis kau bisa bertemu dengan Mama ku nanti. " Jawab Marinka Florentina dengan ceria di belakang Luis Fernando yang membonceng nya di sepeda motor milik Jelly.


Ramona menunggu kepulangan putrinya dengan gelisah di pintu gerbang dengan lehernya dan kepalanya selalu mengarah ke jalanan untuk Ia bisa melihat putrinya pulang ke rumah dengan selamat dan sehat.


Ia mengerutkan keningnya ketika Ia melihat Marinka Florentina pulang di boncengin oleh seorang pria muda dengan mengendarai sepeda motor dan berhenti di depannya.


" Mama..! " Sapa Marinka Florentina begitu turun dari sepeda motor dengan bantuan Luis.


" Selamat malam, Tante. " Sapa Luis Fernando dengan sopan kepada Ramona.


" Rinka, kau masuklah ke dalam rumah. " Kata Ramona kepada Marinka Florentina yang segera mematuhinya.


Lalu Ramona menghadapi Luis Fernando yang bersikap sopan santun yang di puji nya dengan baik sekali. Ia mengamati pemuda di depannya dari atas sampai ke bawah membuat Luis mengira dirinya di terawang oleh Mama kandung Marinka Florentina.


" Boleh tahu siapa namamu, nak? " Tanya Ramona kepada Luis Fernando di depannya.

__ADS_1


" Nama saya Luis Fernando, Tante. " Jawab Luis Fernando dengan lancar saja kepada Mamanya Marinka Florentina.


Bersambung!


__ADS_2