
Wulandari dan Erwin melakukan penyelidikan terhadap gudang kosong bekas tempat Marinka Florentina pernah di sekap dan siksa oleh pria kejam yang pernah menjadi tunangannya itu yang juga pernah mencelakakan dirinya di helikopter pribadinya di pulau Belitung Timur yang mengakibatkan tewasnya temannya yang ikut bersamanya pada waktu itu.
" Lihat dan tolong kalian ingat -ingat kembali apakah kalian benar-benar mengenal orang yang telah menyekap seorang gadis di gambar HP ku ini di gudang kosong ini? " Tanya Wulandari pada kedua pria muda yang mengaku sebagai dua orang penyidik kepadanya sambil Ia tunjukkan hpnya kepada kedua orang pria itu.
" Ya, kami ingat karena gadis ini telah kami makamkan di halaman belakang gubuk kecil di daerah ini." Jawab pria muda kulit sawo kepada Wulandari.
" Apaaaa? Gadis itu sampai meninggal dunia di siksa oleh pria itu??? " Tanya Wulandari dengan jantungnya berdebar kencang sekali.
" Ya, Nona. " Jawab pria muda berkacamata dan kulit hitam manis kepada Wulandari.
"Kalau begitu bisakah kalian berdua tunjukkan kepada kami tentang pria itu? " Tanya Erwin yang cepat mewakili Wulandari kepada kedua orang pria muda itu.
Namun, sebelum kedua pria itu bicara terdengar suara-suara sepasang sepatu yang datang ke arah gudang kosong yang membuat mereka segera bersembunyi di luar gudang kosong melalui jendela di belakang.
" Pak, kita sudah memastikan bahwa gudang kosong ini adalah tempat Marinka Florentina di sekap dan di siksa oleh pria yang menculiknya dan kami juga sudah menemukan jenazahnya di makamkan di belakang gubuk kecil di daerah ini di sekitar sini juga. " Kata para polisi yang telah menyelidiki gudang kosong itu dan di dengar oleh Wulandari, Erwin dan kedua orang pria muda itu..
__ADS_1
" Kalau begitu, kalian gali makam di sana itu dan bawa jenazahnya untuk di otopsi di rumah sakit umum daerah Bekasi yang terdekat dengan daerah ini. " Kata komandan polisi kepada para anggota polisi sebelum semua polisi itu pergi meninggalkan gudang kosong itu.
" Kita harus ikuti polisi itu untuk mencari tahu apakah Marinka Florentina benar-benar sudah meninggal dunia ataukah masih hidup dan bisa di selamatkan nyawanya?! " Ucap Wulandari kepada Erwin yang selalu menyetujui pendapat yang di kemukakan olehnya.
" Kami juga ingin ikut anda, Nona yang baik. " Kata kedua orang pria muda itu dengan wajah dan sikap serius sekali kepada Wulandari.
" Tunggu, nama kalian berdua siapa dan darimana asal kalian? " Tanya Erwin yang merasa penasaran kepada kedua orang pria muda itu yang terlihat aneh di penilaian Erwin.
" Kami Dokter Andre dan Yudi dari Sukabumi. Kami ingin menemui seorang wanita yang bernama Ramona untuk memberitahukan hal yang selama ini menjadi rahasia masa lalunya yang berkaitan dengan nona Marinka Florentina serta kembarannya yang jumlahnya ada dua orang yang terpisah dari Bu Ramona sejak ketiga bayinya di lahirkan di klinik Dokter Johan senior kami di rumah sakit besar di daerah Bandung. " Jawab Dokter Andre kepada Erwin sampai membuat Wulandari shock mendengar jawaban dari dokter Andre ini.
" Apaaa? Apa barusan anda katakan kepada kami berdua? Marinka Florentina adalah anak kembar? " Tanya Wulandari yang dadanya begitu sesak mendengar informasi yang mendebarkan jantungnya itu dari dokter Andre.
Wulandari semakin shock berat karena rahasia Papanya yang selama ini di simpan baik-baik sama Papanya darinya dan Mama Reinawati telah di buka oleh dokter Yudi dengan terbuka.
" Marinka Florentina saudari kembar ku dan dia menjadi korban kekejaman Edmundo yang ingin melenyapkan aku Wulandari Putri Leon untuk ambisi mendapatkan seluruh perusahaan Star Leon..! " Kata Wulandari Putri Leon dengan wajah pucat pasi dan gemetar menahan gejolak hatinya.
__ADS_1
Dokter Andre yang bingung dengan perkataan Wulandari yang mengaku dirinya adalah seorang Wulandari Putri Leon tetapi wajah gadis ini lain dengan wajah Wulandari Putri Leon yang dahulu sebelum mengalami kecelakaan helikopter yang di sebabkan oleh Edmundo.
" Anda Wulandari Putri Leon? " Tanya Dokter Yudi yang tanpa sungkan lagi menusukkan jarum ke lengan Wulandari lalu melakukan test DNA secara logika dan ilmu kedokteran yang modern sekali dengan mencocokkan sampel darah Wulandari Putri Leon dengan sampe darah di botol bening di tangannya yang lain.
" Cocok...! " Jawab Dokter Andre dengan nada pelan.
" Nona Wulandari Putri Leon syukurlah anda masih hidup dengan selamat pasca kecelakaan helikopter pribadi anda di pulau Belitung Timur pada beberapa waktu lalu..! " Kata Dokter Andre dengan wajah senang melihat Wulandari Putri Leon di hadapannya.
" Ya, tapi aku berubah wajahku akibat operasi plastik yang di lakukan oleh dokter di pulau Belitung Timur yang menyelamatkan nyawa ku usai Erwin ini membawa aku kepada Pamannya itu. " Kata Wulandari Putri Leon tersenyum getir kepada Dokter Andre dan Yudi yang duduk di atas batu besar di halaman belakang gudang kosong.
" Yang penting anda masih hidup dan sehat, yang membuat anda bisa melakukan balas dendam kepada Edmundo dengan wajah baru anda dengan anda meminjam identitas pribadi orang lain. " Kata Dokter Andre dengan wajah terlihat suka dengan wajah baru dan sikap yang ramah serta bersahaja dari seorang Wulandari Putri Leon yang sangat terkenal sebagai putri seorang milyuner terbaik dan terbesar di Asia Tenggara..
" Ya, cuma aku harus mengetahui orang itu mau atau tidak untuk membantuku dan juga aku harus memastikan bahwa Marinka Florentina masih hidup dahulu untuk Mamaku tak alami kesusahan hati karena salah satu dari ketiga putrinya menjadi korban mantan tunangan dari putrinya yang lain yang selama ini tak pernah dia temui dan ketahui keadaannya. " Kata Wulandari Putri Leon yang menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
" Pasti.. Ayo, kita ikuti polisi membawa Marinka Florentina ke rumah sakit umum daerah Bekasi untuk kita lihat perkembangan selanjutnya dari kondisi Marinka Florentina yang sebenarnya dan semoga dia selamat dan kita bisa merasakan ketenangan jiwa kita. " Kata Dokter Yudi yang memberikan Wulandari Putri Leon minum air putih dari botol mineral nya sendiri sampai Erwin mengambil botol itu dan meminum habis airnya.
__ADS_1
" Kau tak boleh berbagi air minum atau makanan yang tersentuh oleh bibir dan mulut mu kepada seorang wanita apalagi wanitanya adalah Nona Wulandari Putri Leon. " Kata Erwin dengan wajah tegas seraya mengembalikan botol air mineral milik Dokter Yudi yang sudah kosong kepada Dokter Yudi sendiri.
Bersambung!