
"Iya, Dro. Aku tadi nyasar ke lantai dua karena Aku jumpa gadis hantu yang judes sekali di koridor lantai tiga. " Jawab Luis kepada Hendro sambil mengambil nampan nya yang kosong di lantai menggunakan ujung sepatunya.
Luis masih mengingat kembali keanehan yang di lihatnya tadi dengan gadis Putri semata wayang Tuan besar Leon yang mirip sekali dengan gadis kekasihnya yaitu Marinka di sepanjang jalan ke lift untuk naik ke lantai tiga.
Di lantai tiga pesta ulang tahun telah ramai luar biasa dengan kehadiran para tamu undangan yang sangat berkelas tinggi dan Wulandari hadir di tengah-tengah pesta meriah itu di dampingi oleh Bibi Erna pengasuh nya.
" Para hadirin sekalian sebelum kita merayakan pemotongan kue ulang tahun ke dua puluh tahun Nona Wulandari mari kita saksikan video yang sangat menarik dari Tuan besar Leon kirimkan untuk Putri semata wayang nya itu! Mari kita saksikan sekarang juga! " Kata Edmundo kekasih Wulandari yang menjadi host pesta ulang tahun Wulandari.
" Edmundo, kau datang juga ke pesta ulang tahun ku. " Kata Wulandari nada haru melihat kehadiran kekasihnya.
" Hai, Wulan selamat ultah untuk mu dariku. Ini kado dari ku semoga kamu suka dengan kado kecil dariku. " Kata Edmundo memberikan kado kepada Wulandari di hadapan para tamu lainnya.
" Sungguh seorang gadis yang beruntung sekali hidupnya, " Kata Jelly dari sudut kanan ruang pesta.
" Iya, dia sejak lahir sudah jadi Putri besar yang bergelimang harta dan pacarnya tampan sekali ya.. " Kata Rosie nada iri dengan keberuntungan nasib Wulandari.
Luis melihat video kelahiran Wulandari di televisi proyektor besar yang memperlihatkan riwayat perjalanan hidup Wulandari yang penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya juga opa dan oma nya.
" Emm, dia bukan Marinka sayang tapi kenapa mereka berdua begitu mirip ya?" Pikir Luis yang menilai bahwa hidup Wulandari lebih beruntung dari hidup nya Marinka yang malang.
Video juga memperlihatkan kehidupan Mama Reinawati yang akhirnya meninggal dunia di usia tiga puluh tahun karena sakit kanker rahim dan juga upacara pemakaman nya yang Agung dan mewah.
" Kasihan sekali dia sudah tak mempunyai ibu kandung nya sejak Ia beranjak remaja. " Kata Gino merasa empati kepada Wulandari.
__ADS_1
"Aku juga sudah tak mempunyai ibu sejak Aku usia sepuluh tahun. " Kata Isabella menatap iba kepada Wulandari.
" Dia lebih beruntung dengan kehidupannya yang melimpah ruah harta dan kasih sayang dari orang tua nya meski sekarang Ia tak lengkap lagi orang tua nya. " Kata Luis yang teringat Marinka yang tak mempunyai seorang ayah dan hidup gadis itu sungguh menyedihkan di Ibukota Jakarta yang amat keras dan kejam.
Marinka menghapus air matanya usai melihat video riwayat hidupnya di tayangkan di layar proyektor besar dan Ia menunggu telepon dari Papa nya yang katanya akan pulang dari luar negeri untuk merayakan hari ulang tahunnya.
" Nona, sudah waktunya untuk mu memotong kue ulang tahun. " Kata Bibi Erna yang selalu ada di samping Wulandari sebagai pengganti Papa nya Wulandari.
"Iya, Bi. " Jawab Wulandari menghapus air matanya dengan saputangan milik Edmundo di sisi kanannya.
Wulandari yang akan memotong kue ulang tahun nya itu di kejutkan oleh video kiriman dari wakil Tuan besar Leon yang menampilkan kecelakaan pesawat pribadi yang di tumpangi oleh Tuan besar Leon di dalam perjalanan pulang dari Kota Sapporo, Jepang ke Jakarta, Indonesia.
Bruak!
Luis menatap nanar gadis yang jatuh pingsan di hari ulang tahunnya yang awalnya bahagia kini menjadi musibah besar yang harus di hadapi oleh seorang Wulandari Putri Leon.
" Astaga, yang namanya musibah dan takdir itu datang tak diundang. " Kata Gino menutup mulut dengan piring kertas kue.
" Ya, kasihan sekali. " Kata Isabella yang telah menangis karena gadis ini merasakan kasihan kepada Wulandari.
Mereka pulang ke rumah ' Aku CINTA UANG Bukan pria dan wanita' dengan perasaan kacau balau karena mereka mengingat peristiwa yang tak sengaja mereka saksikan sendiri di pesta ulang tahun Wulandari putri kesayangan Tuan besar Leon.
Sementara itu, Wulandari yang jatuh pingsan di pesta ulang tahunnya telah di rawat inap di rumah mansion Leon oleh tim medis terbaik dari rumah sakit keluarga Leon dan di temani oleh Bibi Erna, Edmundo dan sahabatnya yang sangat di percayanya itu.
__ADS_1
" Linda, sebaiknya kamu bantu menggantikan kompres kening Wulan dengan saputangan yang baru lagi, " Kata Edmundo menyuruh Linda yang duduk di tepi ranjang Wulandari untuk gadis itu mengganti saputangan basah di kening Wulan dengan saputangan baru yang sudah di peras oleh Bibi Erna yang duduk di ranjang dekat kaki kanan Wulan yang di selimuti oleh selimut tebal dan hangat bermotif hello kitty warna merah muda.
" Iya, " Jawab Linda segera membantu Bibi Erna membasuh kening Wulan dengan saputangan baru seraya kelingan matanya itu ke arah pria yang berada di samping lain Wulan.
" Jangan kamu mengerling ku seperti itu di sini atau kau ingin semua orang tahu hubungan kita yang menjadi rahasia pribadi kita dengan rapat. " Kata Edmundo dengan kelingan tajam kepada Linda Christanty yang segera tahu maksud dari lirikan mata kekasih gelapnya itu.
******
Di rumah jompo Anggrek. Marinka duduk di taman sambil merenung tentang nasibnya yang sangat menyedihkan itu tiba-tiba merasakan hatinya pedih dan terluka sekali.
" Aduh, aku sudah sedih semakin sedih oleh sesuatu yang tidak aku mengerti. " Kata Marinka yang menangis sendirian di taman bunga rumah jompo Anggrek.
" Marinka..! " Terdengar suara halus memanggil Marinka dari pintu gerbang rumah jompo itu. Ia segera menoleh ke arah suara yang memanggil nya itu dan airmatanya semakin deras mengalir dari kedua matanya ke pipinya.
" Mamaaaaa..!! "
Marinka segera menghambur kepelukan Mama nya yang memeluknya dengan perasaan rindu luar biasa terhadapnya.
" Sayang, Mama mencarimu di rumah kontrakan kita begitu Mama sampai di Jakarta pada pagi hari ini tetapi Mama tak menemukan mu di sana lalu Mama pikir kamu ada di tempat Kakekmu di rumah jompo Anggrek dan ternyata perkiraan Mama ternyata tepat sekali, nak. " Kata Ramona membelai putrinya dengan perasaan rindu dan sayang.
" Ya, Ma. Rinka di usir oleh Bu pemilik rumah kita karena Rinka tak bisa membayar tunggakannya selama dua bulan. " Jawab Marinka memeluk Mama nya dengan kasih sayang yang amat luar biasa besar.
Bersambung!
__ADS_1