
Luis terperanjat begitu Ia masuk ke dalam rumah dan di serbu oleh teman-teman nya yang ramai menyodorkan kertas lowongan kerja part-time warna kuning kepada nya di pintu masuk.
" Apa ini? " Tanya Luis memegangi kertas itu.
" Uang." Jawab Hendro nyengir lebar.
" Uang? Ini bukan uang " Tanya Luis membuang kertas tersebut ke tempat sampah di samping pintu masuk.
" Eits, kau tak boleh membuangnya tanpa kamu melihat dan membacanya lebih dahulu karena itu kertas akan menghasilkan uang banyak untuk kita melanjutkan hidup kita di ibukota. " Kata Gino menyambar kertas dengan cepat dari tempat sampah.
" Ah, semua itu tipuan untuk mengelabui kalian yang sudah putus asa untuk mencari pekerjaan di ibukota. "Kata Luis tak percaya dengan kertas di tangan Gino.
" Kertas lowongan kerja lain di tiang listrik dan dinding rumah tak jelas memang palsu tetapi itu kertas lowongan kerja adalah asli dari sebuah perusahaan besar di indonesia dan dunia yang namanya sudah melegenda di ibukota Jakarta yaitu Star Leon. " Kata Rosie dengan kilatan mata nya penuh sinar uang yang sudah di bayangkan oleh gadis rambut sebahu itu kepada Luis.
" Star Leon? Kemarin aku di usir dari perusahaan itu saat aku melamar pekerjaan sebagai wakil staf penjualan untuk kantor cabang mereka di daerah Jakarta Barat. Maka, aku melihat kertas lowongan pekerjaan itu menjadi pesimis untuk di terima bekerja di sana oleh mereka. " Kata Luis memberikan alasannya kepada Teman -teman nya.
" Tapi, lowongan kerja satu ini berbeda dengan lowongan kerja yang kemarin kamu datangi, ini adalah pekerjaan part-time satu hari penuh untuk latihan dasar kita bekerja keras di Jakarta sebagai pelayan tambahan di acara pesta ulang tahun Putri semata wayang Tuan Besar Leon dan yang pasti adalah gajinya besar dan yang dapat mencukupi kebutuhan kita selama enam bulan di Jakarta sembari kita menunggu rejeki kita datang untuk bekerja di perusahaan besar lainnya. " Kata Gino dengan sabar membujuk nya untuk menerima pekerjaan tersebut bersama -sama dengan teman -temannya itu.
Lalu sepintas di otaknya teringat kepada gadis pujaan hatinya yang sedang membutuhkan biaya besar, maka Ia menyetujui untuk ikut bekerja di perusahaan Star Leon di hari ulang tahun Putri semata wayang Tuan Besar Leon.
" Aku mau. " Jawab Luis tegas.
" Nah, gitu dong semangat! " Seru teman -teman nya menepuk bahunya.
******
Wulandari telah mempersiapkan segalanya di hari spesial nya itu dan Ia melihat dirinya di cermin dengan penuh kepercayaan diri yang amat besar sekali sebelum Ia bergabung dengan para tamu undangan nya di ruang pesta.
__ADS_1
" Nona, anda sungguh cantik sekali. " Puji Bibi Erna memeluknya dari samping pundaknya.
" Ah, Bibi bisa saja . Aku biasa saja kok tak bisa menyaingi kecantikan mama Reinawati yang selalu berada di dalam kenangan indah Papa ku pria pertama yang menjatuhkan hatiku sejak aku lahir kedunia sebagai putrinya Papa Leon. " Kata Wulandari memeluk manja Bibi Erna.
" Kau sama saja secantik mama mu yang lain nak. " Kata Bibi Erna yang keceplosan secara tak sengaja.
" Eh? " Raut wajah Wulandari seketika berubah ketika mendengar tentang mama yang lain yang di dengar nya dari Bibi Erna.
"Eh, gak kok! Maksud Bibi Erna adalah kamu itu secantik Mama nya Tuan Besar Leon yaitu Oma mu di masa mudanya. " Kata Bibi Erna cepat menutupi kesalahan nya berbicara di depan anak majikannya itu.
" Oh, gitu rupanya?" Tanya Wulandari dengan nada selidik kepada Bibi Erna.
" Iya, Nona ku yang manis dan cantik. Ayolah kita segera keluar dari kamar untuk menemui para tamu undangan pesta ulang tahun mu di ruang pesta yang tentunya sudah tak sabar sekali menunggu kedatangan mu di sana. " Jawab Bibi Erna yang cepat mengalihkan pembicaraannya itu untuk Wulandari melupakan perkataannya itu.
Wulandari pun mengangguk-anggukan kepala lalu Ia lupa dengan perkataan Bibi nya itu karena Ia sibuk memikirkan Edmundo kekasihnya yang sangat di rindukan nya sekian lama.
" Aku tak sabar untuk bertemu dengan Edmundo kekasih ku. " Kata Wulandari di dalam hatinya lalu berjalan meninggalkan kamar hotelnya.
" Marinka! " Panggil Luis secara otomatis karena Ia mengenal gadis itu dengan baik.
Wulandari yang merasa ada yang berteriak dari arah seberang koridor menengok dan langkah nya tersendat di anak tangga tertinggi dan gadis ini tergelincir dari tangga.
" Aaghh! " Pekik Wulandari.
" Marinka! Awas..! " Teriak Luis segera meloncat dari koridor seberang dan berhasil menangkap Wulandari yang nyaris tersungkur ke lantai jika tak di tangkap oleh Luis dengan sigap.
" Wah, Kau ini Captain Marvel AMERICA ya ?" Tanya Wulandari merasa takjub melihat dirinya telah di selamatkan dengan sigap oleh pemuda tampan berpakaian pelayan hotel tempat pesta ulang tahunnya.
__ADS_1
" Iya, Aku ini captain Marvel AMERICA mu, Rinka sayang. " Jawab Luis dengan suara lembut dan membuat Wulandari merinding mendengar kata sayang dari pria aneh itu.
" Tunggu, kau memanggil aku siapa tadi ?" Tanya Wulandari menatap bingung Luis.
" Marinka sayang. " Jawab Luis nada serius.
" Hei, kau salah memanggilku karena aku bukan Marinka sayang tetapi Wulandari Putri Leon. " Kata Wulandari menegaskan kepada Luis.
" Hmm, aku tak salah memanggil mu karena kau ini memang Marinka sayang. " Kata Luis tetap bersikeras.
Duk!
Sikutnya di senggol orang hingga Ia nyaris jatuh ke lantai karena seorang pria tampan berpakaian rapi tuksedo menatapnya garang.
" Kau jangan bersikap kurang ajar ya dengan Nona kami yang terhormat. " Kata Anthony Leong yang menegur Luis untuk menolong gadis bos nya itu.
" Hei, keriting siapa bilang aku mau bersikap tak sopan dengan Nona mu ini..! " Balas Luis yang lupa dengan pekerjaannya karena Ia bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan gadis kekasihnya yaitu Marinka.
" Stop, jangan ribut kalian berdua! " Perintah Wulandari mencegah keduanya ribut.
" Kau salah memanggilku karena aku Wulandari bukan Marinka sayang mu itu. " Kata Wulandari nada ketus kepada Luis.
" Dan, kau kepala daerah jangan main kasar dengan karyawan ku. " Kata Wulandari nada galak kepada Anthony Leong lalu meninggalkan keduanya di lantai dua.
" Aku bukan kepala daerah, Wulan. Aku staff kantor mu wakil dari asisten general manager mu...! " Kata Anthony Leong menepuk dahinya karena Wulandari tak pernah mengingat dirinya.
" Hahaha, Nona mu itu amnesia akut mungkin bro sampai dia salah memanggilmu. " Kata Luis menertawakan Anthony Leong yang melototi nya lalu meninggalkan nya di lantai dua untuk kejar Wulandari ke ruang pesta.
__ADS_1
" Hei, Luis.. Kamu ngapain di lantai dua? Ruang pesta ada di lantai tiga. " Kata Hendro kepada Luis sambil membawa nampan isi kue -kue lezat dan mahal.
Bersambung!