
" Ya, kasihan sekali Marinka..! Ah, orang itu pasti orang kejam sedunia sampai tega menyiksanya sampai seperti itu." Kata Hendro yang melihat Marinka dari pintu kamar pasien.
" Pokoknya kita harus bisa temukan pelakunya dan harus kita masukan ke penjara biar jera." Kata Romi Fernandez yang ikut geram dengan pelaku kejahatan terhadap Marinka.
Luis membelai kening Marinka dengan kasih sayang sambil memandangi gadis yang tertidur pulas di ranjang pasien dengan wajahnya dan tubuhnya penuh luka.
" Sayang, aku pasti akan temukan orang itu dan menghukumnya atas perbuatan yang sudah ia lakukan terhadap kamu hingga kamu menderita seperti ini. " Kata Luis di dalam hatinya.
Isabella, Jelly dan Rosie melihat betapa tulus dan besarnya perasaan cinta Luis Fernando terhadap Marinka dengan hanya melihat wajah sedih pemuda ini yang menatap sendu dan pilu gadis kesayangan dari sahabat mereka itu.
Di luar kamar pasien ada Wulandari Putri Leon bersama dengan Erwin, dokter Andre dan Yudi yang datang untuk melihat keadaan Marinka pasca peristiwa yang mengerikan itu.
" Marinka, kau menjadi korban Edmundo karena aku..! Aku yang telah menyebabkan kamu jadi seperti ini. " Kata Wulandari Putri Leon dari kaca jendela kamar pasien Marinka.
" Kau jangan pernah menyalahkan dirimu sendir dong, Wulan. Semua ini bukanlah salahmu tap salahnya Edmundo yang harus kita hukum dengan semestinya. " Kata Erwin yang ikut lihat kondisi Marinka dari kaca jendela juga.
" Aku harus temui polisi lalu memberikan bukti sampel DNA kami untuk kami bisa saling berbuka diri satu sama lain karena kami adalah saudari kembar yang terpisahkan oleh keadaan dari para orangtua kami. " Kata Wulandari Putri Leon yang ingin menemui polisi yang berdiri di pintu masuk ke kamar pasien Marinka.
" Jangan dulu, Wulan. Kita harus menunggu sampai Marinka benar-benar pulih dari cedera nya." Kata Dokter Andre yang ikut merasakan kepedihan Wulandari Putri Leon yang harus melihat saudarinya terkapar di rumah sakit yang di sebabkan oleh mantan tunangannya sendiri yang kejam dan ambius itu.
" Lalu, aku harus bagaimana agar aku bisa bicara dengan Marinka tentang kami adalah saudari kembar? " Tanya Wulandari Putri Leon yang menangis sedih sekali di depan ketiga pria yang menjadi temannya itu.
__ADS_1
" Bersabar. " Jawab ketiga pria itu dengan nada kompak sekali kepada Wulandari Putri Leon.
" Ya, apakah aku sebaiknya pulang saja ke rumah untuk ketemu dengan Mamaku ya walau Mama gak tahu aku adalah putrinya juga, tapi aku bisa terhibur dengan aku berada di dekat Mama ku yang sangat aku rindukan? " Ucap Wulandari Putri Leon yang berjongkok sambil menangis sedih sekali.
" Iya, juga kau bisa bertemu dengan Lorenza kembaran mu yang lain di rumah Mamamu. " Kata Erwin yang memberinya kekuatan untuk menjalani kehidupan yang penuh perjuangan dan penderitaan.
"Iya, kamu benar sekali Erwin. " Kata Wulandari Putri Leon yang akhirnya pergi dari rumah sakit bersama dengan teman-teman nya tanpa di ketahui oleh siapa pun di dekat kamar pasien Marinka.
Setelah Wulandari Putri Leon pergi dari rumah sakit. Marinka terbangun dari tidurnya dengan menangis sedih sekali sampai Luis cepat -cepat memeluknya untuk menghiburnya.
" Marinka, kau jangan merasa takut lagi ya karena kamu bersama ku sekarang! Aku akan menjaga mu dengan sangat baik. " Kata Luis yang membelai lembut rambut panjang dan kusut Marinka.
Luis ikut menoleh ke belakangnya untuk melihat orang yang di maksud oleh Marinka tetapi Luis hanya melihat ujung rambut panjang warna kecoklatan yang menghilang dari jendela.
" Lho seperti rambutnya Wulandari Putri Leon! Apakah dia juga datang untuk melihat Marinka? " Pikir Luis.
" Teman, kenapa kamu begitu resah di wajahmu itu? " Tanya Marinka dengan tatapan matanya yang pedih dan polos kepada Luis.
"Ngg.. A.. Aku memikirkan kamu. " Jawab Luis agak gugup kepada Marinka dengan rasa bingung di kalbunya yang sebagian memikirkan Wulandari Putri Leon namun sebagian lain Luis menginginkan Marinka.
"Teman, jika kamu merasa gelisah? Kamu bisa curhat kepada aku! Ya, mungkin aku bisa bantu kamu menjadi pendengar setia atau mencarikan solusi untuk masalahmu. " Kata Marinka yang tersenyum manis di depan sepasang mata Luis.
__ADS_1
" Aku bukan temanmu, Marinka. Aku pacarmu. Jadi, jangan panggil aku dengan sebutan teman terus menerus dong?! " Ucap Luis dengan nada resah juga karena Marinka memanggilnya teman bukan pacar.
" Oh, tapi aku gak ingat kamu adalah pacarku..! " Kata Marinka lembut namun sinar matanya amat bingung dengan ucapan Luis.
" Meskipun kamu saat ini tak ingat aku adalah pacarmu? Kamu pasti mengingat aku di hatimu! " Kata Luis yang menunjuk dadanya dan dada Marinka seraya tersenyum untuk Marinka.
" Iya, mungkin saja jika kamu tak melirik orang lain yang kamu duga adalah aku yang lain agar aku bisa segera mengingat kamu adalah pacar ku bukan temanku. ' Kata Marinka yang menatap lekat-lekat Luis seakan-akan memperingatkan Luis bahwa Luis tak boleh bimbang dengan perasaan di hati Luis.
" Iya, tentu saja Marinka. Aku cuma mencintaimu seorang wanita! Tak ada yang lainnya lagi. " Kata Luis dengan nada tegas kepada Marinka.
Marinka membalas dengan senyuman yang amat indah sekali sampai Luis tak sanggup untuk tidak mencium bibir lembut Marinka gadis kekasihnya itu dengan harapan besar.
" Semoga kamu cepat sembuh dan ingat aku lagi, Marinka. " Batin Luis untuk Marinka.
Di perjalanan menuju ke rumah yang sangat di rindukan olehnya itu. Wulandari Putri Leon tiba-tiba teringat tentang Luis di rumah sakit yang seakan-akan pria itu mengenalnya tetapi juga merasa sangsi karena Ia berbeda sekarang ini.
"Mungkinkah Luis mempunyai insting bahwa aku adalah Wulandari Putri Leon meskipun ia ragu untuk mengenal aku karena aku wajahnya telah berubah menjadi orang lain yang tak pernah di kenalnya itu? " Pikir Wulandari Putri Leon di sepanjang jalan.
" Aku juga merasa bingung dengan perasaan ku yang sangat senang berjumpa dengan Luis! Ah, Aku tak boleh memiliki perasaan cinta terhadap pria yang sudah aku ketahui adalah pacar adik ku sendiri dan lagipula aku harus fokus pada pembalasan dendam aku kepada pria kejam dan licik si Edmundo itu yang harus aku hukum untuk perbuatannya terhadap diriku, Marinka dan juga Anthony Leong yang malang itu. " Batin Wulandari Putri Leon yang mengeras dengan sendirinya akibat penderitaan hidup yang di jalani nya itu.
Bersambung!
__ADS_1