Kesetiaan Cinta

Kesetiaan Cinta
Rasa Sakit Yang Tak Terlihat.


__ADS_3

Wulan mundur dari kamar pasien tempat Luis di rawat inap untuk memberikan waktu dan tempat untuk Marinka adiknya dapat merawat kekasih hati adiknya itu.


" Wulan..! " Erwin memanggilnya dengan cepat.


" Aku mau beli makanan di kantin rumah sakit. " Kata Wulandari dengan senyuman kepada Erwin yang mengejarnya ke lorong kanan rumah sakit.


"Biar aku temani kamu saja ya? " Kata Erwin yang telah meraihnya dengan jemari Wulandari.


" Terimakasih Erwin. " Kata Wulan.


Mereka duduk di bangku taman rumah sakit usai membeli makanan di kantin rumah sakit.


" Wulan, aku mau berikan ide untuk kamu ulang kembali rencanamu dalam membalas dendam kepada Edmundo tanpa harus melibatkan adik mu si Marinka itu agar identitasmu bisa kembali dengan semestinya sebagai presiden direktur utama PT Star Leon yang terhormat daripada kamu menjadi seperti ini yang tak jelas. " Kata Erwin dengan serius kepada Wulan sambil menikmati makanannya yang berupa siomay.


"Caranya? " Tanya Wulandari dengan sedih pada Erwin.


"Temui seorang pengacara hukum keluarga Leon lalu beritahukan semua perbuatan Edmundo padamu dengan bukti yang telah kita temukan serta saksinya yaitu aku, dokter Andre dan Yudi serta foto dan video kamu di operasi plastik oleh Dokter Billy pamanku di belitung timur yang telah aku rekam melalui hpku ini. " Jawab Erwin yang telah memperlihatkan semua bukti itu kepada Wulan.


" Iya, kau benar sekali Erwin. Aku setuju dengan idemu itu. " Kata Wulan dengan senyumannya yang manis kepada Erwin.


"Ya, tentu saja ide ku selalu oke punya, hanya saja kapan kamu mau bertindak? Disini ada aku Erwin yang akan membantumu, Wulan. " Kata Erwin yang menepuk-nepuk bahunya untuk tegar dan kuat menghadapi hidupnya.


"Secepatnya aku mau melakukannya untuk masa depan perusahaan Star Leon dan diriku juga yang wajib untuk melindungi milik Papaku dari manusia biadap Edmundo. " Kata Wulan dengan berkilat-kilat sepasang matanya kepada Erwin yang menyuapi Wulan makan siomay bersama.

__ADS_1


" Juga bukalah hatimu untuk orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu di masa depan yang berarti bukan seorang bodoh yang memilih kembaran mu sendiri sebagai pasarnya yang sama sekali tidak pernah di cintainya itu. " Kata Erwin yang menatapnya dengan lekat -lekat.


" Erwin, Luis tidak mencintaiku, dia hanya iba kepada ku, dan itu bukan cinta melainkan rasa kemanusiaan yang ikut merasakan sedih melihat orang lain dalam keadaan kesulitan dan orang lain itu adalah aku wulandari. " Kata Wulan yang melihat Luis melihat mereka dari pintu kamar pasien pria itu.


" Begitulah, Wulan? Lalu perasaan mu itu padaku apa? Kenapa kamu mau pacaran dengan aku yang tak pernah kamu cintai? " Tanya Erwin yang mengangkat tangan untuk menyentuh wajahnya Wulan.


" Teman baik yang selalu ada untuk aku di kala aku susah kamu selalu ada, Erwin. " Jawab Wulan yang membiarkan Erwin mendekatinya untuk Luis tidak melihat mereka terus menerus sedangkan di sisi Luis sudah ada Marinka yang mencintai Luis dengan sepenuh jiwa dan raga gadis kembarannya itu bahkan Marinka telah menyerahkan diri kepada Luis dengan tulus.


" Teman baik katamu? " Tanya Erwin yang telah mendekatinya untuk menciumnya dengan mesra sekali sampai ia merasakan kelembutan bibirnya Erwin.


Luis yang telah melihat mereka berciuman di taman rumah sakit merasakan sakit hatinya, tapi Luis harus terima konsekuensinya akibat dirinya telah meniduri Marinka tanpa kesadarannya sekalipun, ia tetap harus bertanggungjawab atas perbuatannya terhadap Marinka.


" Luis, kapan kamu mau melamar diriku pada Mama ku? " Tanya Marinka yang bersandar pada bahunya seraya tersenyum manis untuknya.


"Iya, Luis aku tunggu sampai kamu sembuh dan keluar dari rumah sakit." Kata Marinka yang membalas ciumannya dengan lebih lembut lagi.


*****


Di sisi lain, Lorenza tercengang setelah gadis itu mendengar pengakuan dari Reza yang telah menyatakan perasaan pria itu kepadanya di luar rumah.


" Apa? "


" Lorenza, aku mau menjadi pacarmu bukan jadi kakak angkat kamu karena aku selama ini telah memendam perasaan cinta yang tulus kepada mu. " Jawab Reza Herlambang dengan serius dan sungguh-sungguh kepada Lorenza.

__ADS_1


"Ya, baiklah aku mau jadi pacarmu dan mencoba untuk menjalani hubungan asmara dengan kamu karena aku percaya bahwa kamu seorang pria yang baik, Kak Reza. " Kata Lorenza dengan senyum cerah kepada Reza.


" Wahhh, terimakasih banyak Lorenza kamu mau menerima cinta ku sehingga kamu mau jadi pacarku, pokoknya aku janji untuk menjaga hati mu dengan tanggungjawab. " Kata Reza yang mendekati Lorenza dengan perlahan-lahan lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Lorenza dengan lembut.


Ramona mengintip mereka dengan senyuman pengertian akan masa muda pada anak-anaknya yang telah dewasa dan sudah cukup umur untuk menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis.


" Ramona, untuk kebaikan anak-anakmu yang telah memiliki pacar satu sama lainnya, tugas mu adalah merestui hubungan mereka dengan cara meminta pacar -pacar mereka untuk pakai cara yang benar, yaitu mereka harus menikah dahulu sebelum pacaran. " Kata Ramona di dalam hatinya.


" Ramona, kau sedang apa di sana? " Tanya Yudi yang mendekatinya untuk memberikan segelas susu hangat untuknya dengan lembut.


" Yudi, darimana kamu tahu kalau aku memiliki kebiasaan untuk minum susu hangat dahulu sebelum tidur di malam hari? " Tanya Ramona dengan ingin tahu kepada Yudi.


" Dari seseorang yang telah kamu kenal sejak dahulu yang selalu menjadi bunga mimpi mu di malam hari mu. " Jawab Yudi yang tersenyum misterius kepada Ramona.


"Ahhh? "


" Kau pikirkan saja sendiri tentang orang itu. " Kata Yudi melewati Ramona untuk jalan masuk ke kamarnya.


" Aneh sekali dia itu. " Kata Ramona menggeleng kepalanya untuk keanehan sikap Yudi barusan kepadanya.


Yudi membuka topeng kulit wajahnya sebelum tidur yang memperlihatkan wajah seseorang yang telah lama di kenal oleh Ramona yang juga memiliki hubungan erat dengan ketiga orang putrinya itu.


" Tuan Leon, apakah anda sudah mendapatkan bukti kuat keterlibatan Edmundo, Linda Christanty dan Tuan Alex dalam kasus anda dan anak-anak anda sejak awal anda memilih untuk melakukan hubungan badan dengan Ramona untuk menghasilkan keturunan anda secara alami bukan teknologi? " Tanya Dokter Andre yang ternyata adalah Dokter Johan sendiri yang telah diam -diam mengikuti rencana Tuan Leon untuk membalas dendam kepada kekasih istri pertamanya itu yang telah melakukan berbagai macam kejahatan terhadap dirinya dan keluarga nya terutama terhadap Wulandari , Marinka dan Lorenza.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2