
Gina, besok kamu tolong hadiri seminar kecantikan di Hotel Harmoni ya !!" Pinta bu Bos...
Ya sedari siang bu Bos ada di Salon membantu karyawannya yang terlihat agak kerepotan karena ramainya customer hari ini..
"Maaf ibu, tapi besok langganan Gina mau datang untuk treatment spesial persiapan menikah," jawab Gina sopan..
"Ohh, ya udah kalau gitu.. hmm, Mawar kamu bisa tolong gantikan Gina ikut seminar besok?" Pinta bu Bos ke Mawar..
"oh iya bu bisa," jawab Mawar yang tak mungkin menolak permintaan bosnya, walaupun sebenarnya ia agak sedikit takut karena tak biasa menghadiri acara yang ramai akan orang-orang..
Mawar bangun lebih awal dari biasanya, karena semalaman dia kepikiran terus acara seminar hari ini maklum ini pengalaman pertama Mawar bertemu orang banyak dari berbagai macam kelas salon kecantikan, jadi membuat dia agak sedikit gugup..
"Gin, kira-kira penampilan aku cocok gak?, aku ga salah kostum kan?' Mawar meminta pendapat Gina..
"Ihhh makasih loh, aku jadi G nih..." muka Mawar memerah gara-gara pujian Riri..
"Nah gitu dong, cewek tu harus kelihatan menggoda biar cowok ganteng dan kaya tu pada kepincut sama kamu Mawar.".. Sahut Eca..
Mawar memang cantik dengan dressnya, dan panjangnya yang pas di bawah lutut, di tambah sandal high heels beningnya yang pas di kakinya dan rambut hitamnya yang di biarkan terurai lembut..
Tittt.. tiittt.. tiittttt..
Suara klakson dari luar memanggil Mawar..
"Aku berangkat ya say, doain lancar ya acara seminarnya," Mawar berpamitan kepada temannya sambil membuka pintu rumah..
"Pasti dong, semangat!!" Sahut Gina, Riri, dan Eca..
Mawar segera membuka pintu mobil yang sudah menunggunya, tidak seperti biasa kali ini Mawar memilih duduk di depan samping si pengemudi yang ia kira itu adalah bosnya..
Dengan santai Mamawar merebahkan badannya di jok empuk itu, dan sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin..
"Eh mas Yudha, loh ibu ga ikut mas?'' Mawar terkejut ternyata yang di sampingnya bukan bu Bos melainkan adiknya, siapa lagi kalau bukan Yuda lelaki yang disukai Mawar tapi juga lelaki yang sudah membuat Mawar patah hati sebulan lalu..
"Iya, mbak Vera ada urusan lain jadi saya di suruh dampingi kamu ikut seminar," jawab Yuda sambil fokus menyetir..
"Oh gitu ya mas," Mawar tersenyum..
Suasana terlihat canggung, Mawar bingung harus ngobrolin apa, apalagi dia belum pernah dalam posisi berdua saja sama Yuda, OMG..
"Awwww.." rintih Mawar pelan seraya menunduk melihat apa yang baru saja mengenai ujung jempol kakinya..
Oh.. ternyata itu mainan anak bu Bos yang terjatuh di mobil, yang agak sedikit tajam sehingga menimbulkan sedikit sakit saat mengenai kaki Mawar..
Mas Yuda spontan menoleh ke arah Mawar yang merintih, dan tidak sengaja mas Yuda melihat dada Mawar yang mencembung saat ia menunduk, ya dada padat Mawar yang tampak putih bersih sehingga mencetak belahan yang memukau..
Darah mas Yuda berdesir, jantung semakin kuat berdetak, maklum naluri lelakinya terbangkit dengan sendiri namanya laki laki normal hehe, namun mas Yuda tidak ingin kegugupannya terlihat oleh Mawar, ia berusaha santai dan tenang..
"Kamu kenapa?," tanya mas Yuda khawatir ke Mawar..
"Gak apa apa kok mas, ini sayap pesawatnya sudah patah jadi nya agak tajam kena kaki," Mawar menunjukkan sisi sayap pesawat yang tajam itu..
"Hmmm.. punya Igo itu, keponakanku maaf ya," mas Yuda meminta maaf dengan lembut..
"Iya mas, ga usah minta maaf kok, kan gak kenapa kenapa," Mawar tersenyum..
"Kaki kamu ga apa apa kan ?," Tanya mas Yuda..
__ADS_1
"Gak apa apa kok mas Yuda, tadi cuma kaget aja," jawab Mawar pelan sambil tersenyum..
Mas Yuda memperhatikan senyum manis dan lembut Mawar, tidak bisa di bohongi di hati mas Yuda yang terdalam saat ini yang sedang terpesona dan mengagumi sosok Mawar, selain memang Mawar yang sekarang nampak anggun dan berbeda dari hari biasanya, mas Yuda juga menyukai sikap Mawar yang tidak seberani Eca saat sedang berdua dengannya..
"Sudah sampai, yuk Mawar!" ajak mas Yuda dengan lembut, dan langsung menggenggam tangannya Mawar..
Mawar pun terkejut atas sikap adik bu Bosnya ini, bagaimana bisa mereka yang selama ini jarang bertegur sapa, tapi sekarang bisa berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih dan terlihat oleh orang banyak yang berdatangan di hotel ini..
Kurang lebih dari empat jam pun seminar berlangsung, yang di isi dengan trik trik dunia kecantikan yang baru dan promosi produk produk penunjang usaha kecantikan..
"Mawar kita makan malam dulu ya," ajak mas Yuda..
"Boleh, kalau ga merepotkan mas Yuda," jawab Mawar..
Menja makan yang beralaskan kain putih beserta kursinya yang mewah seolah memanggil mereka untuk segera menempatinya, kurang lebih satu jam mereka menghabiskan waktu makan malam, Mawar terlihat begitu menikmati hidangan ini, yang bisa di bilang ini pertama kalinya Mawar bisa makan malam di tempat mewah yang di sediakan oleh hotel berbintang lima ini dan bersama pria tampan yang memang di sukainya sejak pertama kali melihatnya..
"Mawar, kamu tunggu di sini dulu ya, saya ada urusan sebentar ke atas kira kira setengah jam," pinta mas Yuda ke Mawar..
"Baik mas Yuda," jawab Mawar tanpa ingin tahu urusan adik bu Bosnya itu..
"Ohhh iya saya boleh simpan nomor handphone kamu ga Mawar ?, supaya saya bisa hubungi kamu nanti kalau sudah selesai?," Tanya mas Yuda sambil menyodorkan handphone berlogo buah apel yang sudah di gigit kepada Mawar..
"Boleh mas Yuda," Mawar pun segera meraih handphone mas Yuda dan menyentuh beberapa angka pada layar Hp tersebut..
"OK, Mawar tunggu di sini sebentar ya!" perintah mas Yuda..
Setengah jam pun telah berlalu, Mawar masih pada posisi duduk manis di kursi mewah sambil memainkan handphonenya, tak lama kemudian, drrtt...drrtttt...getar ponsel Mawar mengacaukan game yang sedang di mainkannya..
'Mawar naik ke atas ya, bilang sama mbak yang di Front Office mau ke ruangan 110,' pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal tertera di layar handphone Mawar..
Mawar bergegas menemui perempuan berseragam merah hitam yang sejak tadi berada di meja itu, dan kini ia sudah berjalan beriringan bersama perempuan itu. Tepat di depan pintu itu yang di depannya tertera nomor 110 berwarna gold..
"Ini ruangannya mbak," perempuan itu mempersilahkan Mawar..
"Ok, makasih ya mbak," jawab Mawar sopan...
Dengan kepolosan dan tanpa keraguan Mawar segera mengetuk pintu itu, di bayangannya ruangan itu seperti ruangan tamu biasa yang di lengkapi meja dan sofa yang seadanya..
"Permisi.. mas Yuda," panggil Mawar sambil mengetuk pintu, dan Mawar mengulangi tiga kali tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam..
Ceklek.. Mawar pun memberanikan dirinya membuka pintu yang ternyata pintu tersebut tidaklah terkunci, Mawar masuk ke dalam ruangan itu, dingin yang ia rasakan dan matanya tampak terpesona melihat ruangan itu, lebih tepatnya kamar yang di dalamnya di dominasi warna putih dan terpampang tempat tidur yang besar nan indah berwarna cokelat, serta tv besar yang sedang menyala..
Belum puas Mawar memandangi apa yang ada di kamar itu, kini mata Mawar terpana pada lampu warna warni yang menyala pada benda di atas meja, benda itu cantik seperti guci perhiasan yang lubang atasnya mengeluarkan uap beraroma green tea yang menenangkan..
"Kamu sudah disini," ucap mas Yuda pelan dan menggoda ke telinga Mawar..
Sontak Mawar pun terkejut dan darahnya berdesir, karena tiba tiba seseorang telah memeluknya dari belakang, "Mas.." ucap Mawar pelan tanpa menoleh karena gugup..
"Maaf ya, udah bikin kamu udah nunggu lama dari tadi, soalnya aku kepanasan pengen mandi," sambung mas Yuda..
Mawar semakin gugup dan gemetar, sangat terasa olehnya tubuh gagah dan dada bidang mas Yuda yang menempel pada punggung belakangnya..
"Mas ngapain disini, terus kenapa saya disuruh kesini?" Tanya Mawar polos dan gugup..
"Mas yuda melepaskan pelukannya, ia pun membalikkan tubuh Mawar dengan perlahan agar ia bisa melihat wajar manisnya Mawar yang sudah di tunggunya sejak tadi..
"Mas sudah lama menunggu waktu supaya bisa berdua sama kamu," rayu mas Yuda dengan manja ke Mawar..
__ADS_1
Mawar semakin gugup, tidak hanya darahnya yang berdesir kini jantungnya yang berdegup kencang, berdebar karena untuk pertama kalinya ia melihat mas Yuda bertelanjang dada seperti ini, dada bidangnya dan otot otot lengannya begitu sempurna di tambah lagi sisa tetesan air di badannya menambah kesan seksi pada mas Yuda, jelas saja membuat Mawar menelan ludah akan sosok di depannya ini..
Tidak ada yang menyangka, ternyata mas Yuda merencanakan ini dari awal, semula ia meminta kakaknya Vera untuk di gantikan olehnya dengan alasan ingin menambah ilmu, dan juga merencanakan memesan kamar VVIP ini untuk bisa berdua dengan Mawar..
"Aku sudah lama memperhatikanmu Mawar, dan aku menyukaimu," ucap mas Yuda dengan lembut sambil menatap wajah manis Mawar..
Mawar hanya diam terpaku, ia sangat takut kalau yang di dengarnya ini hanyalah sebuah mimpi seperti dulu kala saat ia bermimpi buruk tentang abang sepupunya boy..
"Apa kamu mau menjalin hubungan denganku Mawar?" Tanya mas Yuda sambil membelai wajah Mawar lembut..
Ternyata ini bukan mimpi, Mawar benar benar merasakan sentuhan tangan mas Yuda yang lembut di pipi mulusnya..
Mawar masih diam tidak bergeming, ia tidak tahu harus bagaimana cara menyampaikan maksud hatinya karena malu, tapi ia juga tidak ingin mas Yuda menunggu terlalu lama jawaban cinta darinya..
"Mawar.." panggil mas Yuda lembut kali ini mengelus kedua pundak Mawar..
Mawar hanya bisa mengangguk serasa tersenyum, wanita mana yang bisa menolak laki laki yang memang sejak lama di kaguminya..
Mas Yuda membalas senyuman Mawar, senyuman kemenangan di hati mas Yuda karena pernyataan cintanya di terima oleh Mawar..
Mas Yuda memeluk sari dengan mesranya, dan membawa Mawar duduk di tepi ranjang mewah yang menyaksikan mereka sejak tadi..
Mawar mengikuti ajakan mas Yuda, wanita mana yang bisa menolak apabila di perlakukan dengan lembut oleh lelaki tampan yang telah membuatnya mabuk cinta..
Dengan lembut dan manja mas Yuda menempelkan bibirnya ke bibir mungil Mawar yang lembab, dan mulai mengecupnya dengan lembut, Mawar hanya bisa diam karena ia tidak pernah menyangka jika ciuman pertama baginya tepat bersama laki laki yang sangat di cintainya saat ini..
Pertama bagiku, mungkin itu yang terbesit di pikirkan Mawar, ' dulu hanya kurasakan dalam mimpi tapi sekarang ini benar benar ku alami,' gumam batin Mawar..
Mawar hanya menunduk dan tersipu malu, karena ini first kiss bagi Mawar , jadi dia belum paham trik mengambil nafas dalam berciuman..
Tidak bisa di pungkiri Mawar terhanyut oleh sentuhan manja nan lembut mas Yuda menyapu lembut bagian wajah dan telinganya Mawar..
"Mengapa mas Yuda bisa menyukaiku?" Tanya Mawar polos..
"Memangnya cinta selalu butuh alasan?" mas Yuda balik bertanya..
"Hmmm... aku hanya ingin di yakinkan mas," keluh Mawar sedikit merajuk..
"Karena kamu sudah buat aku jatuh cinta." jawab mas Yuda sambil mencubit hidung Mawar..
"Kok jawabannya itu sih mas?" Mawar balas mencubit hidung mas Yuda..
"Wah sudah mulai berani ya.." goda mas Yuda..
"Mas Yuda yang duluan, jadinya aku ikutan deh,'' bela Mawar..
"Kok kamu ikut ikut mas Yuda sih... " kali ini mas Yuda mencubit manja pipi Mawar..
"Ih mas yang ikut ikut, udah ahh Mawar mau tidur ntar jadinya ga kebagian tidur deh,'' Mawar pura pura ngambek dan membalikkan badannya..
"Cie ngambek ya, iihh kalau ngambek tar aku cium lagi loh,'' goda mas Yuda..
Nyamannya kamar ini benar benar membuat Mawar terlelap, bagaimana tidak Mawar yang biasanya tidur di temani kipas angin dan kasur singlenya kontras banget sama kamar hotel yang di tempatinya sekarang, jadi Mawar tak menyia-nyiakan kesempatan ini ia pun terlelap hingga tak sadar sudah berapa lama ia memejamkan mata..
Sementara mas Yuda gelisah, berbeda dengan Mawar, ia tak ingin waktu cepat berlalu, ia masih ingin berada di dekat wanita yang di cintainya ini, sepanjang Mawar tidur mas Yuda terus memandangi wajah manis Mawar..
'Gleeek..' tidak ingin mengganggu tidur Mawar, akhirnya mereka berdua tidur dengan nyenyak dan bahagia..
__ADS_1