Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Berjalan Berdua


__ADS_3

"Maaf pak, tapi apakah bu Vera tidak marah kalau bapak mengajak saya kesana, dan apakah orang orang nanti tidak mencoba bertanya tanya kalau bapak datang nya dengan saya, bukan bersama bu Vera, saya takut nanti bu Vera akan marah marah dengan saya,'' timbul kekhawatiran di hati Mawar, apalagi ia sangat tahu kalau Vera kurang menyukai diri nya..


"Kamu tenang aja Mawar, saya bakalan bilang kalau kamu itu adik sepupu saya, jadi gak mungkin ada yang akan salah paham nanti nya di sana, kamu santai saja, dan gak usah takut dengan Vera, dia tidak akan tahu juga karena dia itu hanya ingin bicara tentang bisnis, bukan tentang yang lain lain dan dia tidak pernah merasa curiga dengan saya, karena mungkin dia sudah tidak mencintai saya lagi,'' ucap Ruslan..


"Baik lah pak, kalau begitu"..


Perjalanan menuju hotel memakan waktu kurang lebih empat puluh menit, jadi begitu banyak waktu untuk mereka bisa mengobrol di mobil ini, Ruslan yang sudah sering bertemu dengan Mawar dan mulai berinteraksi dengan nya, Ruslan merasa sudah tidak ragu lagi untuk bertanya apapun tentang diri Mawar, ia sangat ingin mengenal Mawar lebih jauh lagi, rasa ketertarikan nya akan Mawar semakin besar dan menguasai hati nya saat ini..


"Usia kamu berapa saat ini Mawar ?"..


"Saya dua puluh tahunan pak"..


"Berarti kamu baru tamat sekolah ya di umur delapan belas tahun bener gak ?"..


"Kurang lebih begitu pak, saya tamat sekolah di usia saya memasuki usia delapan belas tahun lebih sedikit, dan saya sudah bekerja di salon kurang lebih dua tahunan, jadi saya sudah memasuki usia kepala dua sekarang.'' jelas Mawar..


"Oh begitu ya, kapan hari lahir kamu Mawar ?"..


"Bulan depan pak, tanggal 24 bulan depan usia saya bertambah jadi 22 tahun,'' jawab Mawar malu malu..


"Gak lama lagi dong ya, kira kira di rayakan apa tidak ?"..


"Tidak pak, saya tidak pernah merayakan ulang tahun sampai umur saya segini.'' Jawab Mawar cepat..


"Oh ya, jadi waktu kamu kecil pun, kamu gak pernah merayakan ulang tahun seperti anak anak pada umum nya ?" Ruslan sedikit terkejut..


"Gak pernah pak, karena orang tua saya bukan lah orang yang berada, lagi pula ayah saya sudah meninggal waktu saya kecil, jadi sulit untuk ibu saya bisa merayakan ulang tahun, mendapatkan makan sehari hari saja kami sudah sangat bersyukur.'' Mawar jadi teringat kehidupan masa lalu nya..


"Maaf ya, saya tidak ada maksud untuk mengingatkan kamu dengan masa lalu kalian yang sedih itu,'' Ruslan merasa tidak enak hati..

__ADS_1


"Tidak apa apa kok pak, justru saya yang minta maaf, kok jadi curhat tentang masa lalu"..


"Ya sudah, kita lupakan, kita bahas lain saja ya, Mawar.. pernah gak terpikir oleh kamu kalau kamu menikah muda ?" pertanyaan Ruslan kali ini cukup membuat Mawar sulit untuk bernafas..


"Menikah muda ya pak ? maksud nya gimana pak ?" Mawar bingung harus menjawab apa, dan dia pun belum terlalu paham dengan maksud dari pertanyaan Ruslan..


"Iya Mawar, maksud saya menikah di usia muda, seperti usia kamu  saat ini loh kan udah masuk dua puluh tahunan anggap aja begitu, atau mungkin sekitaran nya, apakah kamu punya keinginan untuk menikah di usia segitu ?" Ruslan memperjelas pertanyaan nya..


"Saya sih tergantung yang mengatur saja ya pak, kalau memang saya sudah punya jodoh nya, saya akan menikah, tapi kalau belum di kasih jodoh nya, ya mau bagaimana harus bisa sabar aja kan pak"..


"Semoga kamu cepat mendapat jodoh ya Mawar, supaya kamu ada yang menjaga, karena gadis seperti kamu itu gadis yang baik, dan gadis seperti kamu itu sangat mudah sekali untuk di manfaatkan oleh laki laki, saya jadi khawatir kalau laki yang mendekati kamu hanya ingin mendapatkan sesuatu dari kamu saja, ya mohon maaf kalau di bilang mungkin sesuatu yang berharga, setelah itu ia dapat kan lalu meninggalkan kamu begitu saja"..


Deg.. seketika jantung Mawar bereaksi kembali, degupan kencang merespon pernyataan Ruslan baru saja, sangat sesuai dengan apa yang telah Mawar alami, 'itu semua sudah terjadi pada nya, bapak telat untuk mengkhawatirkan itu semua, sampai sekarang saya belum bisa memaafkan kesalahan yang telah saya buat itu, dan saya tidak bisa membuka hati saya untuk orang lain hingga detik ini, saya tidak yakin kalau saya bisa mendapatkan orang yang begitu tulus mencintai saya,'' gumam Mawar dalam hati nya, teringat akan kesalahan terbesar nya itu..


"Saya tidak yakin dengan hal itu, akan ada laki laki yang menerima saya dengan tulus, dan menerima keadaan keluarga saya, karena saya ini hanyalah gadis kampung, dan orang tua saya hanyalan seorang janda tua yang tidak memiliki apa apa, dan saya masih memiliki seorang adik yang harus saya nafkahi dan saya tanggung sekolah nya, jadi bagi laki laki yang akan menjadi pendamping hidup saya, begitu banyak beban yang harus di tanggung nya, dan saya tidak sanggup untuk menumpahkan itu semua ke laki laki yang akan menjadi suami saya nanti kedepannya,'' jawab Mawar sedikit sedih..


Hari ini Ruslan bertanya cukup banyak tentang kehidupan Mawar, karena ia sangat ingin mengenal mawar lebih jauh lagi, entah mengapa kebosanan nya itu akan sikap Vera istri nya, sudah sampai ke titik jenuh, sebenarnya tadi ia ingin mengatakan kalau Mawar adalah calon istri nya bukanlah hanya gurauan semata, ucapan itu memang timbul dari dalam hati nya, dan ia ingin candaan itu menjadi sebuah kenyataan, tidak tahu kenapa ada rasa di hati nya saat ini, sangat ingin sekali ia menikahi Mawar dan menjadi kan nya Mawar istri nya, namun pada kenyataan nya pernikahan nya dengan Vera juga tidak bisa di hentikan begitu saja..


Ruslan akan terus berusaha untuk mencari tahu, bagaimana sebenarnya kehidupan Mawar, dan bagaimana pribadi sesungguh nya, karena Ruslan tidak mau menyesal seperti ia menikahi Vera dulu, Ruslan mengagumi fisiknya dan ternyata Vera tidak bisa menyenangkan nya saat berumah tangga..


"Mawar, seandainya ada laki laki yang ingin melamar kamu, kira kira saya boleh tahu gak laki laki seperti apa yang kamu inginkan ?"..


'Kenapa pak Ruslan hari ini begitu berbeda ya, dia tidak seperti seseorang yang ku kenal biasa nya, yang dingin, diam, dan kaku. Tapi kenapa ya hari ini, dia itu begitu banyakbertanya dengan ku, apakah ada sesuatu yang lain ya ?, ah.. sudahlah atau mungkin ia hanya mengisi kesunyian di mobil ini saja, agat tidak terlalu hening,' Mawar menghalau rasa bingung di dalam hati nya..


"Saya bukan orang yang suka milih milih pak, tapi kalau bisa usia nya jangan lewat dari 50 tahun aja pak, karena saya kan masih sangat muda ya, tentu saja saya juga ingin mendapatkan pasangan yang setara dengan saya, apapun pekerjaan nya, selagi saya bisa mendapatkan seseorang yang mencintai saya dengan tulus, saya pasti akan menerimanya dengan senang hati, berapa pun usia nya.'' Jawab Mawar..


"Kamu kenapa Mawar, saya melihat ada rasa kekecewaan yang mendalam di hati kamu ya, sehingga membuat diri kamu merasa tidak percaya diri, membuat kamu merasa takut, seakan kamu tidak akan menemukan laki laki yang bisa menyayangi kamu apa ada nya,a tau mungkin menikahi kamu nanti nya,'' Ruslan mencoba mengulik kisah Mawar..


"Oh itu pak..."

__ADS_1


Tiba tiba seorang anak kecil mengetuk pintu kaca mobil di samping Mawar, ia segera membuka nya, dua anak kecil laki laki yang membawa gitar kecil dan satu nya membawa kantong plastik, anak itu menyanyikan lagu dan yang satu nya bertepuk tangan mengiringi teman nya..


Karena di depan memang sedang lampu merah, jadi mobil Ruslan pun berhenti dan ini merupakan kesempatan bagi pengamen pengamen kecil itu, untuk mengais rezeki dari setiap kendaraan yang berhenti..


Ku mencintai mu sedalam dalam hati ku, meskipun engkau hanya kekasih gelapku..


Anak kecil itu menyanyikan lirik lagu nya dengan penuh penghayatan, membuat Mawar yang mendengarkan nya ikut terhanyut menikmati suara yang cukup merdu, yang di sajikan oleh anak kecil bertopi itu..


Lalu Mawar mengeluarkan uang berwarna biru dari tas nya, dan ia memasukkan ke dalam kantong yang di pegang oleh anak kecil satu nya, rupanya Ruslan pun sudah menyiapkan dua lembar uang berwarna merah yang akan di berikan nya kepada pengamen cilik itu..


"Tolong kamuberikan pada anak kecil itu juga ya Mawar,'' Ruslan memberikan uang itu ke tangan Mawar dan menggenggam tangan Mawar cukup lama..


"Baik pak,'' Mawar tidak ingin salah tingkah, maka ia dengan cepat melepaskan genggaman itu dari tangan Ruslan dan memberikan uang kepada ke dua anak kecil itu..


"Terima kasih om, tante, semoga bahagia selalu rumah tangga nya,'' ucap kedua anak kecil itu berbarengan kepada Mawar dan juga Ruslan, membuat Ruslan dan Mawar saling bertatapan dan saling terdiam..


"Sebentar lagi kita sampai nih, itu hotel nya sudah terlihat kan, itu yang tinggi itu,'' Ruslan kembali melajukan mobil nya setelah lampu merah berganti menjadi hijau..


Mereka pun keluar dari mobil itu, Ruslan berjalan lebih dulu, sementara Mawar mengiringi nya dari belakang, tentu saja Mawar merasa segan untuk berjalan berdampingan dengan Ruslan, karena ia tahu diri siapa diri nya saat ini..


"Ayo Mawarm kenapa kamu berjalan di belakang ku ?, ayo.. sini !" Ruslan mengajak Mawar dan untuk kedua kali nya ia meraih tangan Mawar lagi hari ini..


Mawar tidak mungkin untuk menolak uluran tangan Ruslan, maka Mawar hanya bisa pasrah menyambut tangan dan mulai menggenggam nya. Kini mereka berjalan berdua beriringan memasuk lobi hotel yang mana di sana memang sudah ramai, orang keluar masuk dengan busana yang sangat merah dan bermacam macam gaya..


Untung saja Mawar hari ini mengenakan dress yang sangat elegan, dan sangat pas bila mengunjungi pernikahan di hotel, itulah yang  membuat Ruslan tidak ragu untuk mengajaknya ke acara pernikahan teman nya ini..


"Santai saja ya Mawar, tidak usah takut, mereka semua teman teman saya kok, dan saya akan mengatakan kepada mereka bahwa kalau kamu ini adalah adik sepupu saya, jadi kamu jangan merasa tertekan dan jangan merasa takut kalau Vera akan memarahi kamu,'' Ruslan kembali menenangkan Mawar, karena ia melihat wajah Mawar yang begitu gelisah dan sedikit panik..


Rasanya Mawar tidak pernah membayangkan kalau ini semua akan terjadi dalam hidup nya, bagaimana bisa ia seorang gadis kampung yang polos merantau ke kota karena ingin mencari rezeki, agar bisa membantu ibu nya di kampung, dan juga bisa merawat diri nya agar tidak menjadi bah bully an lagi oleh teman teman nya di sekolah dulu, dan sekarang ia bisa berjalan berdua berdampingan dengan bos nya Ruslan, orang kaya, tampan, gagah, begitu banyak wanita yang mengidam-idamkan untuk menjadi pasangan nya, bahkan menjadi simpanan nya pun para wanita tidak akan menolak..

__ADS_1


Bagaimana dengan Mawar, apakah ia juga ingin menjadi simpanan Ruslan, atau mungkin ia hanya mengagumi Ruslan sebatas sewajar nya saja, apakah dia sanggup untuk menghalau rasa nya dan membuang jauh rasa suka nya kepada Ruslan, atau ia akan terus mengikuti kata hati nya, untuk terus membuka hati agar bisa bersama dengan Ruslan, dan mengenal nya lebih jauh lagi, dan lagi, hanya waktu lah yang akan bisa menjawab semuanya..


__ADS_2