
Ruslan melihat ekspresi Mawar yang saat ini menunduk, ia sendiri paham betul kalau saat ini Mawar pasti lah terkejut atas apa yang ia ucapkan kepada teman nya saat ini, dengan tiba tiba saja ia mengatakan kalau Mawar adalah calon istri nya..
"Ah, yang benar saja ini calon istri loe bro, memang nya loe selama ini belum menikah atau gimana ?, masa iya laki laki sukses kayak loe ini belum menikah sih hingga usia kepala empat, iya memang sih tampilan loe itu seperti usia tiga puluh tahunan, tapi kan gue tahu lah kalau kita kan satu angkatan, yaa.. walaupun gue sekarang terlihat berusia lima puluh tahunan ya, haha.'' Ujar teman nya Ruslan sambil bergurau..
Ruslan hanya tertawa menanggapi gurauan teman nya itu, lalu ia menepuk pundak Endang, "gue hanya bercanda kali pak Endang, ini bukan calon istri gue, dia itu sebenarnya karyawan dari istri gue, ya kebetulan tadi bisa ketemu di sini, gak sengaja.. iya kan Mawar ?'' Ruslan melirik Mawar..
Mawar yang sejak tadi hanya bisa menunduk, kini baru berani mengangkat kepala nya, dan menoleh ke arah Ruslan, ia di buat terkejut lagi dengan ucapan Ruslan baru saja, ternyata Ruslan hanya bergurau mengatakan itu kepada teman nya, Mawar bisa tersenyum tipis ke arah Ruslan dan juga teman nya itu, ''iya pak,'' jawab Mawar pelan..
"Haduh.. gue pikir tadi itu beneran loh kalau gadis ini calon istri loe bro, kalau memang iya.. loe beruntung banget sih bro punya calon istri semuda dan secantik ini, ahh.. ternyata bukan"..
"Tapi gue kan masih cocok kali ya bersanding dengan yang muda ?" Ruslan menggoda teman nya..
"Gue rasa nih loe udah tahu juga jawaban nya, ngomong ngomong istri loe yang mana sebenarnya bro, kenapa gak loe ajak ke acara ini, terus kenapa loe malah datang dengan karyawan nya, aneh ?"..
"Biasa lah bro, istri gue sedang sibuk mengurus bisnis nya, apalagi bisnis kecantikan itu sangat berkembang sekarang, jadi sangat sulit untuk mengajak dia ke acara ini, gue datang nya sendiri kok ke acara ini gak sama dia tadi, kebetulan secara gak di sengaja aja bisa ketemu disini, dan gak sengaja juga kita bisa berpapasan.'' Jawab Ruslan..
"Tapi kayaknya kalau jadi istri muda loe bro, masih cocok juga, hehe." Bisik Endang menggoda Ruslan, dan mata Ruslan pun langsung melirik Mawar, sambil sedikit tersenyum mendengar bisikan dari teman nya itu..
Saat ini Mawar yang merasa diri nya sedang di bicarakan oleh dua lelaki dewasa itu pun merasa canggung, namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkan itu, Mawar tidak mengerti apa masuk dari Ruslan tadi, ia mengatakan kalau Mawar adalah calon istrinya, sebenarnya Mawar tidak masalah kalau Ruslan harus berbohong ataupun bergurau dengan teman teman nya, tapi gurauan itu justru membuat hati Mawar menjadi senang..
Namun selang beberapa menit setelah Ruslan mengatakan kalau itu hanyalah gurauan, hati Mawar tidak bisa bohong kalau saat ini ia merasa sedih dan berkecil hati, ternyata Ruslan begitu tega nya bergurau seperti itu pada nya, membuat ia melambung tinggi lalu menjatuhkan nya lagi, dan saat ini Ruslan sedang berbisik dengan teman nya membicarakan Mawar, entah apa juga yang sedang mereka bicarakan itu, Mawar tidak mendengar nya..
"Oke kalau begitu gue duluan ya bro, karen habis ini ada kerjaan lagi, nanti kita komunikasi aja ya bro,'' Endang kembali menyalami Ruslan dan berpamitan meninggalkan mereka..
"Oke bro, gue tunggu nih kabar nya ya, jangan lupa kalau ada waktu main main ke rumah, nanti gue kirim alamat rumah nya.'' Tawar Ruslan..
Setelah kepergian teman nya Ruslan, suasana mereka berdua pun kembali menjadi hening saat ini, baik Ruslan maupun Mawar pun terdiam, Ruslan yang tadi nya begitu ramah dan supel kepada teman nya, tiba tiba menjadi sosok yang pendiam dan dingin, entah apa juga yang salah pada Ruslan hari ini..
'Hanya aku saja yang terlalu percaya diri, seharusnya dari awal aku juga tahu, tidak mungkin pak Ruslan serius dengan omongan nya itu, hanya saja hati ku saat ini terlalu berlebihan menangkap nya, sadar Mawar kamu hanyalah gurauan saja, kamu tidak berarti di hidup nya, dan tidak akan pernah berarti, jadi jangan pernah deh kamu harapkan menjadi bagian lebih dari hidupnya Ruslan,' Mawar menyakinkan hati nya lagi dan menguatkan hati nya..
"Mawar, kenapa ?, apa kamu kurang enak badan lagi ya ?" Ruslan memperhatikan Mawar yang saat ini terlihat murung..
__ADS_1
"Tidak pak, saya baik baik aja kok, hanya sedikit bingung saja kemana teman teman saya ya, kok sampai sekarang belum kemari juga,'' ucap Mawar sambil mencari cari sosok Eca dan Riri di acara ini..
"Memang nya mereka kemana Mawar ?, kenapa kalian tidak sama sama bukan nya kalian tadi pergi berbarengan ya, lalu kenapa sekarang malah berpisah di pesta ini ?" tanya Ruslan..
"Memang saya pak yang menyuruh mereka untuk berpisah, karena saya ingin menikmati nyanyian ini paling depan, sedangkan mereka kurang menyukai alunan musik dangdut, dan mereka lebih memilih untuk duduk di belakang..
"Oh jadi begitu ya, ya udah.. nanti kamu pulang nya sama siapa, apa sama mereka lagi ?"..
"Iya pak sama mereka, karena tadi saya pergi dengan mereka kan lalu pulang nya sama mereka juga"..
Kring.. kring.. kring, ponsel Mawar berdering dari dalam tas glossy nya. "Saya jawab telpon dulu sebentar ya pak,'' Mawar tentu sangat menghargai Ruslan..
''Ya halo, oh jadi loe udah pulang ya, si Eca gimana ?, oh jadi gitu ya, oke gak masalah kok, gue bisa cari alternatif lain, bye." Mawar menutup teleponnya..
"Ada apa, kenapa Mawar ?" Ruslan tanpa ragu menanyakan langsung kepada Mawar..
"Tidak apa apa kok pak, hanya permasalahan di rumah saja.'' Mawar berbohong..
"Tapi saya dengan tadi seperti mengatakan kalau tidak bisa pulang bareng, apa saya yang salah dengar karena suara orang yang lagi ramai ini"..
"Sudah lah, kamu tidak perlu berbohong, saya tahu mereka tidak bisa pulang bareng sama kamu kan, dan kamu di suruh naik taxi online, pulang sendiri bukan begitu Mawar ?'' tanya Ruslan..
"Bukannya tidak bisa pulang bareng pak, hanya saja mereka ada urusan lain yang mendadak, jadi mereka bilang kalau saya mau pulang duluan juga gak masalah, cuma bilang kayak gitu kok si Riri"..
"Ya udah kalau begitu, ayo kita pulang sekarang !, kamu bareng saya ya." Tiba tiba Ruslan meraih tangan Mawar dan mengajak Mawar berjalan, Mawar begitu terkejut dengan apa yang Ruslan lakukan saat ini, hingga ia tidak mampu untuk berkata kata lagi dan hanya bisa pasrah mengikuti langkah Ruslan dari belakang..
'Apa lagi ini ya ? kenapa ini ?' hati Mawar hanya bisa bertanya tanya atas perlakuan Ruslan saat ini, degupan jantung itu kembali berpacu dengan nafanya yang saat ini mulai tidak teratus, akibar rasa tidak percaya nya kalau saat ini Ruslan tengah menggandeng tangan nya, dan mengajak nya berjalan menuju mobil nya..
'Apakah ini mimpi atau ini sebuah kenyataan ?' Mawar masih tidak percaya kalau saat ini tangan nya sedang di pegang oleh Ruslan dan orang di sini sedang memperhatikan nya seolah mengatakan kalau mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi atau itu hanya kayalan Mawar semata..
"Maaf ya.. saya jalan nya terlalu cepat, saya lupa kalau kamu hari ini pakai high heels, hanya saja saya tidak mau semua orang di sana melihat kecantikan kamu yang terlalu berlebihan, kamu hari ini sangat cantik dan terlihat sangat anggun.'' Puji Ruslan tanpa rasa gengsi..
__ADS_1
"Iya pak, tidak apa apa kok.'' hanya yang mampu Mawar jawab saat ini atas pernyataan Ruslan baru saja, yang membuat nya melambung terbang ke langit ke tujuh itu..
"Tapi kalau saya boleh saran sebaiknya kamu kalau menghadiri pesta pernikahan yang terbuka seperti ini, lebih baik kamu mengenakan baju yang atasan nya itu lebih tertutup jangan memperlihatkan semua bagian leheren dan bahu kamu seperti itu, karena tentu saja banyak mata mata nakal yang melihat nya nanti, kamu tidak merasa risih ya ?" tanya Ruslan..
Mawar melihat penampilan nya sendiri hari ini, ia merasa kalau penampilannya hari ini biasa saja, dress sabrina ini memang sedikit terbuka di bagian atas, namun Mawar merasa ini masih di batas hal yang wajar, dan dari tadi pun tidak ada yang memperhatikan nya dengan tatapan yang nakal, atau Ruslan sendiri yang terlalu berlebihan..
Ini yang ketiga kali nya Mawar satu mobil dengan Ruslan, dan hanya ada mereka berdua di dalam mobil itu, dan kecanggungan kembali melanda diri Mawar, apalagi ia belum bisa untuk menetralkan degupan jantung nya kembali teringat saat tadi Ruslan meraih tangan nya, tangan Ruslan yang hangat bersentuhan dengan tangan nya yang dingin, ia merasa semua itu bagaikan sebuah mimpi..
"Mawar, kamu kalau bepergian sendirian jangan pernah untuk menaiki taxi online ya, itu bahaya !, apalagi kamu sedang berpakaian seperti ini, ya.. untung saja tadi kamu bertemu dengan saya, kalau tidak belum tentu kan kamu menemukan taksi yang memang pengemudi nya baik, dan mengantarkan kamu sampai ke tujuan, karena sekarang ini lagi musim penjahat terhadap wanita yang berkeliaran di mana mana,'' Ruslan masih mengkhawatirkan Mawar..
"Iya pak, terima kasih ya atas perhati bapak, saya juga bersyukur kok bisa ketemu bapak di sini, jadi nya gak usah repot repot kan untuk memesan taxi online lagi.'' Sahut Mawar..
"Dari sini kamu mau langsung pulang Mawar ?, atau ada kegiatan lain di hari libur kamu ini ?" tanya Ruslan..
"Saya gak punya kegiatan lain pak, biasanya sih istirahat aja di rumah"..
"Apakah badan kamu terasa begitu capek sekarang ?"..
"Gak juga pak, saya baik baik aja sekarang, memang kalau hari libut itu saya lebih suka merebahkan diri di kamar sambil males malesan,'' jawab Mawar sedikit malu..
"Ya udah kalau begitu, saya boleh minta tolong sama kamu gak Mawar ?"..
"Minta tolong apa pak ?, kalau bisa pasti saya akan bantu"..
"Jadi sebenarnya, saya punya undangan satu lagi, tapi di hotel berbintang, dan istri saya itu memang gak bisa datang, karena memang hari ini dia sudah ada janji untuk menemani Fiqi seharian, jadi saya minta tolong kamu aja deh buat jadi partnet saya datang ke acara pernikahan itu, apa kamu bisa Mawar ?"..
'Acara pernikahan di hotel ya, Oh My God !, untung saja penampilan gue hari ini gak malu maluin, jadi kalau pun menghadiri pernikahan di hotel masih lah bisa seimbang.' Mawar berpikir sambil melihat penampilan nya hari ini..
"Ya sudah gak usah kebanyakan mikir deh, penampilan kamu sangat cocok kok untuk menghadiri pernikahan di hotel tersebut, saya juga yakin pasti kamu bisa sejajar dengan orang orang di sana, jadi gak usah ragu lah ya, kamu hari ini terlihat sangat cantik Mawar,'' Ruslan kembali memuji Mawar..
"Baik pak, saya menurut saja apa yang bapak minta, selagi bapak tidak malu untuk membawa saya,'' jawab Mawar pelan..
__ADS_1
"Kenapa saya harus malu, membawa gadis cantik seperti kamu saya malu gitu ?" tiba tiba Ruslan memperlihatkan sisi nakal nya, hari ini ia tidak tanggung tanggung untuk memuji kecantikan Mawar..
Mawar masih tidak percaya dengan yang di alaminya saat ini, semua bagaikan mimpi saja. Bertemu Ruslan, menyentuh tangan nya, dan satu mobil dengan nya, lalu saat ini Ruslan mengajaknya menjadi partner nya untuk datang ke pesta pernikahan di hotel berbintang, apa ini hanya kebetulan saja atau ini pertanda kalau mereka berjodoh, entahlah hanya waktu yang bisa menjawab semua nya..