Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Terpesona


__ADS_3

"Eca,..Gina...Mawar..dan Riri, ini seragam kalian ya dan besok senin saya kasih libur nanti untuk kalian berempat agar bisa mempersiapkan diri, dan beristirahat total karena besoknya kalian akan segera bekerja di 'MISUMI Lash & Beauty cabang Mall Hitz' saya harap kalian bisa melobi customer dengan baik dan saya juga berharap kalian bisa menjaga penampilan yang menarik agar customer tertarik untuk melakukan perawatan kecantikan di Salon kita," Bos memberi arahannya kepada ke empat karyawan baru nya saat ini..


"Baik bu, kami akan berusaha memberikan yang terbaik," jawab Eca..


"Oh iya, Eca tolong kamu kasih tips untuk teman teman kamu supaya mereka bisa percaya diri untuk memakai sedikit riasan di wajah mereka, biar terlihat lebih segar ya," pinta bu Bos ke Eca..


"Siap bu," jawab Eca dengan percaya diri, tentu saja ia merasa bangga karena ia yakin terlihat paling sempurna di bandingkan ketiga teman temannya tersebut..


"Oke terima kasih, meeting hari ini akan selesai dan hari juga sudah sore menjelang malam, kalian boleh pulang," perintah bu Bos sambil meninggalkan ruangan..


*Di Asrama..


Rumah yang sederhana namun  indah dan nyaman, berwarna keunguan dan di lengkapi empat kamar tidur di dalamnya, sebenarnya ini perumahan biasa yang di miliki Bos pemilik Salon mereka dan mereka menyebutnya asrama di dalamnya kini berisi ke empat gadis karyawannya yang saat ini memiliki karakter yang berbeda beda..


Eca si gadis pemberani, percaya diri, dan agak ada sedikit sisi sombongnya..


Gina si gadis rapi, cerdas, dan sangat bersahaja tapi agak sedikit pemarah..


Riri si gadis yang sebenarnya centil, rajin dan pandai memasak..


Mawar si gadis yang suka menolong, sebenarnya agak centil, dan mudah terpengaruh..


"Gaess... kalian dengar ga kata bu Bos, kalia itu harus dandan biar wajah kalian itu kelihatan segar biar kaya orang kota, besok libur kita belajar make up-an yuk biar besoknya kita ready dengan tampilan baru kita,'' ajak Eca ke teman temannya dengan semangat..


"Baik ca, siap." sahut mereka bertiga dengan sangat kompak sekali..


"Aku suka banget deh sama seragam kerja kita, kelihatan kaya seperti pramugari gitu ga sih," Riri bicara sambil membeberkan baju miliknya sendiri..


"Iya warnanya favorit aku banget sih, perpaduan abu sama pink," Mawar menyahuti temannya Riri..


Berbeda dengan Gina sepertinya dia tidak terlalu antusias dengan seragam barunya, "aku ga biasa pakai rok kaya gini, ga pede aku tuh," keluh Gina..


"Lama lama juga kamu bakalan pede kok Gin, ini tuh bagus banget tau, kemejanya pas di badan, roknya sangat elegan tapi terkesan sedikit seksi," Eca ikut komentar..


Mereka berempat tengah sibuk mempersiapkan penampilan besok agar terkesan rapi dan menarik sesuai perintah bu Bos, apalagi mereka akan menjadi penghuni Mall yang akan rama di kunjungi oleh orang orang khususnya para anak anak muda sekarang, jadi mereka harus tau trik yang akan menarik para pelanggan untuk jasa kecantikan di Salon mereka nanti..


*Hari pertama..


Hari ini mereka berempat akan tiba di Mall Hitz yang akan menjadi tempat mereka datangi nantinya setiap hari, di garasi rumah Bos mereka sudah tampak mobil silver yang mewah dan mengkilap, sepertinya mobil ini yang akan menjadi langganan antar jemput mereka ke tempat kerja nanti, eh tapi siapa ya lelaki yang duduk di depan setir mobil itu sekarang, sepertinya belum ada yang mengenalnya sama sekali..


"Dek hati hati ya bawa mobilnya," suara bu Bos terdengar sangat lembut di depan pintu rumahnya..


"Iya mbak," jawab lelaki itu..

__ADS_1


"Ini adik saya, dia yang akan antar jemput kalian untuk sementara dalam waktu saat ini,"  bu Bos memberi tahu ke empat gadis karyawannya yang sudah bertanya tanya dalam hati tentang lelaki itu..


"Upss, ternyata bu Bos punya adik setampan ini, ya ampun... Kalau seperti ini sih bakal betah nih kerja sama bu Bos terus," goda Riri dengan pelan kepada teman temannya..


"Huss kedengaran tau Ri, kan malu lah kalau bu Bos dan adiknya nanti dengar perkataan kamu," Gina menepuk pundak Riri dengan pelan..


"HMmm.. aku yang duduk di depan ya say," Eca bicara pelan kepada mereka bertiga temannya sambil membuka pintu mobil depan..


'Adik bu Bos ganteng banget ya, tapi kok aku kaya pernah lihat ya, tapi dimana ya??' Mawar bertanya pada diri sendiri di dalam hatinya saat ini..


"Mari bu," pamit Gina dengan sopan sambil menunduk kepada bu Bos, karena dia yang paling terakhir masuk ke dalam mobil..


Keadaan di dalam mobil tampak sangat hening, tidak seperti biasanya kalau mereka berempat bersama biasanya ada saja yang di bicarakan, tapi tidak dengan pagi ini tidak tau kenapa mereka berempat sangat begitu nervous karena akan bekerja di lokasi yang baru, atau mungkin mereka sangat terpesona akan ketampanan paras adiknya si bu Bos, Hmmm setampan siapa sih dia apakah akan mengalahkan kegantengan Indra L Brugman atau mungkin menyalip Kemachoan Jefry Nichol, entahlah.. hanya mereka berempat yang tau akan jawabannya, yang jelas mereka berempat sedang terposana saat ini..


Ada ga sih yang penasaran sama adiknya bu Bos ?? hayooo lohhh mau tau namanya siapa, mau tau ga..


Yupps, ternyata namanya Yuda dia berumur 24 tahun dan dia juga punya usaha sendiri, usahanya di bidang makanan kekinian yang lagi hits banget, yupss..ayam geprek, makanan anak muda zaman sekarang, dan kerennya lagi dia udah punya 12 cabang dan otomatis bukan dia lagi yang mengelola, cukup karyawan saja dong, sesekali dia hanya datang mengontrol usahanya..


Hmm apa ga tambah bikin cewek cewek semakin terpesona, sudah ganteng, keren, macho eh pengusaha muda lagi, "hmm padamu mas Yuda" seru cewek cewek dalam hatinya saat ini tak terkecuali gadis gadis yang sedang bersamanya sekarang yang mungkin mulai menaruh hati padanya..


Seminggu telah berlalu, ke empat sejoli ini sambil menikmati lokasi baru mereka bekerja, tapi seminggu ini masih belum ada obrolan di dalam mobil saat mereka dalam perjalanan, duhhh ini si cewek cewek yang ga pandai mengambil hati mas Yuda, atau mas Yuda yang terlalu sedikit menakutkan buat para gadis gadis jombo ini..


Mas yuda sih, terlalu tampan sebelas dua belas sama Jefry Nichol pantes wajahnya sedikit mirip juga, mas Yuda jangan terlalu cool dong saat ini karena cewek cewek kalau di poles dikit lagi juga pasti cantik kok mas.. ga akan kalah sama seperti cewek ibukota, bisa kok cantik juga kayak Mahalini atau Tiara Andiri, hmmm.. tunggu aja sebulan dua bulan lagi mereka pasti akan berubah makin cantik.. awas nanti mas Yuda akan balik terpesona ke salah satu gadis ini hehe..


Tadinya aku tidak ingin untuk ikut campur dalam urusan bisnis kecantikan ini, karena terkesan jauh sekali dari pribadiku sendiri, tapi setelah mbak Vera beritahu kalau lokasi usahanya yang baru ini sekarang tepat berada di sebuah Mall yang cukup tersohor sekarang, aku mengalihkan niatku sekarang, siapa tahu aku juga bisa menanamkan saham di lokasi baru ini..


Aku sudah siap bersama mobil si silver kesayangan mbak Vera, tugas ini tidak terlalu berat hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai ke tujuan jadi ini tidak akan menjadi beban berat bagiku sekarang..


'kenapa jantungku tiba tiba berdebar keras ya, kan aku sudah sarapan tadi' desis Yuda yang terdengar oleh dirinya sendiri. Bukan, ternyata bukan karena sarapan tapi.. jantung Yuda berdebar sangat kencang saat melihat wajah Mawar, entah mengapa Yuda terkesima melihat wajah manis Mawar dengan polesan yang tidak berlebihan seketika mengingatkan Yuda pada sosok cinta pertamanya dulu yang sangat di cintainya..


Aku berusaha terlihat tenang, bagaimana pun aku ini adik dari Bos mereka sekarang, jadi... harus terkesan berwibawa dong agar tidak mencoreng citra kakakku Vera di depan karyawan mudanya ini..


Sesekali aku mencuri pandangan lewat cermin mobil yang menangkap wajah Mawar di dalamnya, 'kenapa dia bisa mirip sekali ya?' tanyaku bingung di dalam hari. Aku segera menyadarkan diriku agar tetap fokus kembali menyetir, dan berusaha menghilangkan wajah Mawar dari pandangannya' ahhh.. tak penting' aku mencoba acuh akan kebingunganku sendiri saat ini..


Mobil berhenti pertanda mereka sudah tiba di lokasi, bangunan besar nan megah itu pun terlihat menyambut kehadiran meraka sekarang, sama halnya dengan mereka yang sudah tak sabar ingin masuk ke dalamnya, apalagi mereka belum pernah ke tempat seperti ini sebelumnya, maklum di kampung baru ada mini market, itu pun hanya terdapat satu atau dua saja, dan satu persatu dari mereka pun keluar dari mobil silver itu..


"Makasih ya pak, eh mas yud," ucap Eca tersenyum manis mulai menggoda adik Bosnya itu..


Yuda hanya membalas dengan senyuman, Yuda memastikan semua pintu mobil tertutup dengan rapat, dan tiba tiba pandangan Yuda tertuju pada dompet pink di jok belakang, sepertinya milih salah satu dari mereka..


"Ini punya siapa ya ?" Yuda sedikit berteriak karena jarak ke empat gadis itu sudah lebih dari tiga meter dari mobilnya..


Mawar pun menoleh ke arah suara Yuda, terang saja walaupun tidak dekat Mawar hafal betul barang kepunyaannya. Ia pun segera berlari ke arah mobil hendak mengambil dompet di tangan Yuda..

__ADS_1


"Punya saya itu pak, eh mas". Mawar meraih dompet dari tangan Yuda, namun tanpa sengaja Mawar pun menyentuh tangan Yuda dan hal itu cukup memalukan bagi Mawar saat ini..


Tanpa di sangka Yuda menyambut sentuhan tangan Mawar dan mulai memegangnya hampir dalam waktu semenit, dan itu berhasil membuat Mawar berdebar debar sehingga tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu, Mawar segera menyadarkan dirinya agar tau diri dengan siapa ia sekarang bertatapan..


"Terima kasih ya mas," ucap Mawar pelan..


"Sama sama," jawab Yuda dengan lembut..


Mawar berlari menyusul teman temannya kembali, ia segera melupakan hal yang baru saja telah terjadi kepada dirinya, baginya itu merupakan ketidak sengajaan, jadi jangan terlalu berharap lebih akan hal itu. Dulu saja Aril yang begitu ramah tamah, penyayang kepadanya hanya sekedar basa basi saja, eh ternyata dia sudah punya kekasih bahkan panggil sayang sayangan di depanku, 'huh sangat menyebalkan' gerutu Mawar pelan sambil mengigit bibit manisnya mengingat akan hal itu dulu..


Jam menunjukkan pukul sembilan malam, itu tandanya sebentar lagi Yuda akan datang menjemput ke empat gadis karyawannya, iya jadi sudah hampir sebulan ini Yuda rutin antar jemput mereka, karena Yuda seorang pengusaha yang waktunya fleksibel jadi ga terlalu masalah buat Yuda melakukannya..


"Ehem, mas maaf mau tanya kalau pantai yang paling dekat dari lokasi kita kira kira ada ga ya ?" Eca mencoba memecah keheningan yang hampir dalam sebulan ini membatu dalam pekerjaannya..


"Ooh ada kok, namanya pantai kapur dan lokasi tidak terlalu jauh kok dari Mall ini," jawab Yuda dengan bersahabat..


"Iya kita udah hampir tujuh bulan disini tapi belum pernah sama sekali jalan jalan," Eca kembali bicara kepada Yuda..


"Waduh kasiannya, pantes ya wajahnya pada tegang semua, tenryata karena kalian semua kurang piknik ya hehe," Yuda meledek dengan nada bercandanya..


"Iya mas, habis mau pergi kemana pun kita masih sangat takut kalau cuma berempat," sahut Eca mengandung maksud..


"Ya sudah, kalau mau nanti hari libur kalian saya anterin deh ke pantai, biar wajah kalian semua tidak begitu tegang lagi," tawar Yuda..


"Mau banget mas," sorak mereka berempat bersamaan dengan bahagianya..


Mereka pun saling pandang memandang, tak menyangka kalau jawaban mereka bisa kompak dan bikin Yuda kaget saat ini, tapi mas Yuda kalau kaget makin cute ya..


"Ahhh makin meleleh deh," goda Riri pelan yang hanya di dengar oleh teman temanya Gina dan Mawar yang duduk di sampingnya..


"Stttt !!" sahut Gina dan Mawar bersamaan..


"Oke sekarang kita sudah sampai, selamat bekerja ya cewek cewek manis," goda mas Yuda..


Tidak seperti biasanya Yuda hanya menjawab sama sama saat mereka bilang terima kasih mas, hari ini lebih bersahabat dan agak sedikit menggoda ya, apa memang sebenarnya Yuda memang laki laki yang pura pura sok cool saja, hmm kita lihat saja nanti ya teman teman..


Setibanya di Salon mereka mulai merapikan dan mempercantik diri masing masing, seiring berjalannya waktu masing masing dari mereka mulai semakin mahir memainkan peralatan make up dan memoles wajah mereka agar kelihatan cantik dan menarik, begitupun dengan Mawar dia sudah terlihat amat sangat berbeda kulitnya semakin hari semakin putih dan cerah, rambutnya yang dulu mengembang sekarang sudah bisa di luruskan setiap harinya, dan setiap melihat cermin selalu terucap di dalam hati kecilnya..


"Cantik banget ya aku sekarang," puji Mawar pada diri nya sendiri..


Begitu pun dengan Eca, Gina dan Riri mereka pun memiliki kecantikan masing masing dan daya tarik tersendiri, mereka sekarang telah menemukan kepercayaan diri merka sehingga membuat mereka berempat berani bersaing memperebutkan hati mas Yuda..


Hmmm, kira kira siapa ya yang akan memenangkan hati mas Yuda dan siapa sih sebenarnya yang pas dengan tipe cewek idaman mas Yuda ?, dan apa mungkin mas Yuda bisa menyukai salah satu di antara mereka sekarang ?, ikuti saja alurnya ya..

__ADS_1


__ADS_2