
Alarm dari ponsel Mawar berdering membangunkannya di pagi hari ini, namun Mawar tetap mengabaikannya, rasanya matanya begiu sangat berat dan begitu lengket sehingga sulit untuk di pisahkan, Mawar menggeser icon alarm itu agar berhenti berdering sejenak, alarm kembali berdering di menit berikutnya, dan sepuluh menit kemudian nada yang melengking itu kembali terdengar, kali ini Mawar tidak bisa untuk mengabaikannya di karenakan waktunya tinggal sedikit lagi untuk segera bersiap siap berangkat bekerja..
"Cepat banget sih !, perasaan baru merem eh udah pagi aja,'' Mawar sedikit kesal, melirik jam digital pada ponselnya, pukul enam pagi, dan biasanya Mawar bangun di jam setengah enam, namun karena semalam ia tidurnya agak telat jadi bangunnya pun agak telat juga. Dengan santai Mawar beranjak dari tempat tidurnya merapikan rambut, mengikatnya menjadi satu, dan seperti biasa membereskan sprei serta melipat selimut, merapikan tempat tidurnya agar enak untuk di pandang oleh mata..
'Gara gara Eca nih, gue jadi kehilangan waktu tidur aku, jadinya sekarang aku males banget buat bangun berangkat kerja hari ini, mana hari minggu lagi, pasti salong bakalan rame banget deh, nyesel aku ngikutin dia semalam !" Mawar melangkahkan kakinya dengan lunglai dan malas, ia mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu menuju kamar mandi..
"Tumben loe belum mandi, biasanya loe duluan dari pada gue,'' sapa Riri yang baru saja keluar kamar mandi dengan rambut yang tergulung handuk berwarna hijau..
"Ngantuk gue, gara gara semalam ikut si Eca, tidur sama bangun gue jadi terlambat deh Ri"..
"Oh.. loe ikut Eca, kok gak tau sih !"..
"Ya gak bakalan tahu lah, loe nya aja pergi sama cowok loe semalem, gimana sih !" Mawar terlihat sensitif pagi ini..
Guyuran air terasa begitu dingin di tubuh Mawar pagi ini, hingga ia tidak berani menyiram rambutnya, tapi karena semalam ia masuk ke dalam ruangn yang berbaur dan di penuhi dengan asap rokok, tentu saja membuat rambutnya berbau tidak enak, mau tidak mau Mawar pun harus menyiram rambutnya, agar aroma tidak enak itu bisa berganti dengan aroma yang harum dan segar..
Benar saja sopir mereka pak Agus sudah menunggu di depan, Gina dan Riri sudah stand by dan langsung keluar begitu saja menaiki mobil yang selalu setia mengantar mereka setiap hari, sementara Mawar dan Eca masih sibuk di kamar masing masing, terlihat mereka berdua sama sama kesiangan hari ini, hingga belum juga muncul batang hidung mereka..
"Yang dua lagi kemana neng ?,'' tanya pak Agus pada Gina yang selalu duduk di depan..
"Sebentar ya pak, paling bentar lagi keluar kok"..
Tidak lama kemudian keluarlah Mawar dari sana, ia segera naik di samping Riri, yang di susul juga oleh Eca setengah berlari naik ke mobil duduk di samping Mawar. Tidak ada obrolan di antara mereka di mobil, Eca kini sedang sibuk memoles make up di wajahnya dan menyisir rambutnya, kelihatannya ia bukan kesiangan lagi tapi tidak siap untuk kerja tepatnya..
Lihatlah ia hanya sempat untuk mandi dan tidak sempat untuk merapikan penampilannya, berbeda dengan Mawar meskipun dia telat untuk bangun tapi ia masih sempat untuk mempersiapkan dirinya agar terlihat lebih baik pagi ini..
"Pak Agus pelan pelan aja ya, soalnya Eca lagi mau pakai lipstik nih, nanti belepotan deh jadi gak cantik,'' ujar Eca pada pak Agus yang sedang menyetir mobil..
"Iya neng, gampang di atur ini saya pelanin kok." Jawab pak Agus..
Sementara Riri yang melihat Eca sedang sibuk dengan peralatan make up nya, hanya bisa tersenyum dan sedikit tertawa akan tingkah temannya itu..
"Sering sering aja ya loe kayak gini Ca, lama lama kan loe jadi ahli dandan di mobil, jarang loh orang make up di mobil hasilnya rapi, mana tahu nanti ada pelanggan loe kan yang sedang burur buru juga, loe udah stand by bisa di andalkan,'' gurau Riri..
"Halo !, teman lagi kesusahan gini, bukannya bantuin aku kek malah mengejek gini,'' cercah Eca..
"Iya gue bantuin, tapi bantu doa aja ya." Sahut Riri di sertai gelak tawa..
Sedangkan Mawar yang duduk di tengah tengah antara Riri dan Eca sedang asik memejamkan matanya, kelihatannya Mawar memang kekurangan waktu untuk tidurnya hari ini, hingga saat ini ia masih menyempatkan dirinya untuk tidur sejenak dalam perjalanan tiba di tempat kerjanya nanti..
"Si Mawar pagi pagi ini udah molor aja deh !" ucap Gina yang menoleh ke belakang melihat kericuhan teman teman nya di belakang..
"Paling habis begadang dia nonton drama korea,'' Eca yang sedang sibuk dengan polesan make up tetap menyempatkan menjawab ucapan Gina..
"Sudah sampai nih neng." Pak Agus menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang untuk karyawan nya yang bekerja di mall itu..
"Kok kita bisa sehati sih pagi pagi ini pak Agus, aku kelar make up nya pas banget deh kita malah udah nyampe juga.'' Canda Eca pada supirnya itu..
"Kan kita memang sudah bicara dari hati ke hati neng." Pak Agus dengan sigap menimbali candaan Eca, yang di iringi gelak tawa mereka semua..
"Mawar, bangun !, kita udah nyampe loh, tumben banget sih loe pagi pagi gini udah tidur aja,'' Riri membisiki Mawar yang masih memejamkan matanya saat ini..
Ke empat gadis itu pun turun dari mobil dan seperti biasa berjalan bersama menuju lantai di mana tempat mereka mengais rezeki, dan juga di mana tempat mereka bertemu dengan para pelanggan yang berduit sambil telaten merawat tubuh mereka, tentu ada yang menyenangkan dan ada pula juga yang menyebalkan..
"Semangat dong guys !, ini kan hari minggu ya, pasti rame banget, semangat dong !, hari ini kita bakal dapat uang tips banyak banget, jangan pada loyo gitu ah, Mawar.. Eca.. kalian habis begadang ya semalam ?" tanya Gina dengan suara lantang khasnya, bisa di bilang Gina ini merupakan ketua di antara mereka berempat, dan juga yang paling di percaya oleh Bos nya untuk mengawasi pekerjaan mereka..
Gina memang tidak mengetahui kepergian temannya malam tadi, karena letak kamar Gina yang paling belakang, dan juga kebiasaannya jika sudah masuk ke kamar ia akan mengunci kamarnya agar tidak ada yang mengganggunya membaca buku yang merupakan hobi nya sejak kecil, keasikan itu lah yang tidak akan membuatnya mudah untuk keluar dari kamar itu makanya ia tidak akan tahu kalau ketiga temannya itu tadi malam habis merayakan malam minggu dengan cara masing masing..
"Biasa kita kan begadang di kamar, sambil nonton film favorit,'' Eca langsung menjawab karena ia tidak Gina sampai tahu kalau mereka sering keluar setiap malam minggu, walaupun Gina tidak mau mengikut campuri urusan pribadi mereka tapi pastilah Vera akan menginterogasi dirinya untuk mengetahui aktivitas dan juga kebiasaan baik maupun buruk dari mereka semua, karena Vera memang menilai Gina terbaik di antara mereka semua..
Gina, bu Vera kapan pulang ya ?" Riri bertanya kepada Gina, karena Gina memang yang paling sering berkomunikasi dengan Bos nya itu..
"Katanya sih kalau gak hari senin ya hari selasa gitu, gak lama lagi kok, kemarin bu Vera bilang dia mau bawa saudaranya dari surabaya, seumuran kita juga buat nambah tenaga karyawannya di sini"..
"Oh ya, berarti bentar lagi kita bakalan dapet teman baru lagi dong ?, tambah anggota di sini, tambah rame, tambah seru." Riri sangat senang mendengar nya..
"Iya, tapi saudaranya itu belum paham tentang dunia kecantikan, jadi harus belajar dulu makanya bu Vera bawa ke sini deh, supaya dia bisa belajar dan bisa terbiasa kalau terjung langsung ke customer"..
"Kalau urusan ngajarin sih, itu sih urusan elo deh Gin, gue gak ikut ikutan. Lagian gue juga orangnya gak bisa ngajarin orang lain, gue kan lemot loe tau sendiri lah, boro boro mau ngajarin orang lain." Ucap Riri pesimis..
"Ya kita semua lah, nanti kalau dia minta di ajarin nya sama loe, terus loe nya gak mau gitu, nanti dia mengadu ke bu Vera gimana dong !, loe juga kan yang repot nantinya." Tukas Gina..
"Iya juga ya, tapi gak akan mungkin dia minta di ajarin sama gue deh, dia juga bisa nilai kali dari wajah, mana yang pinter dan mana juga yang gak"..
"Jadi loe ngerasa diri loe itu gak pinter ya Ri ?, jangan ngomong asal deh loe !" Gina mengingatkan..
"Ya gak juga sih, tapi muka gue tuh kayak muka cewek cewek tulalit yang imut gitu, haha." Riri memuji dirinya sendiri..
"Hm.. tetap aja ujung ujungnya muji diri sendiri, mending kita sarapan dulu yuk !, bentar lagi kan bakalan datang tuh empat orang customer buat kita berempat, mereka semua mau treatment yang spesial katanya, jadi siapin aja tenang kalian semua ya !" Gina mengingatkan teman temannya yang lain..
Walaupun sebnarnya Mawar masih merasakan kantuk dan juga badannya sedikit lelah, namun dia harus profesional jika sedang bekerja. Mau tidak mau ya dia harus bersemangat dan senyum ramah harus selalu tersungging di wajahnya, karena memang pekerjaannya menuntut untuk keramahan, serta penampilan yang segar, agar para pelanggan pun tertarik dan betah berlama lama di salon untuk mempercantik diri..
'Kenapa ya badan gue jadi lemes banget kayak gini ya hari ini, padahal kan gue udah sarapan,' keluh Mawar di dalam hatinya sambil membelai wajah customer yang sedang di tanganinya saat ini..
Mawar merasa tubuhnya amat begitu lelah, dan matanya begitu berat efek kurang tidur tadi malam, tapi kalau di rasa rasa beberapa waktu yang lalu ia juga pernah tidur telat seperti tadi malam, namun hari ini tubuhnya berasa lebih lemas dan badannya sedikit gemetar, Mawat tidak mengerti kenapa dan ada apa dengan dirinya saat ini, padahal sebelum berangkat bekerja tadi ia merasa dirinya baik baik saja, hanya kantuk yang ia rasakan..
Namun bagaimana pun perasaannya saat ini, Mawar harus tetap bersikap kalau dia baik baik saja, ia juga tidak mau teman teman nya menjadi khawatir dan terganggu pekerjaannya karena dirinya. Karena bagaimana pun di hari minggu ini mereka memang di tuntut untuk lebih fit, dan lebih kuat menghadapi para customer yang seperti biasa hari ini customer akan lebih banyak berdatangan di salon mereka..
Akhirnya pekerjaan hari ini bisa berhenti sejenak, Mawar merebahkan tubuhnya di ruangan istirahat, di liriknya jam di ruangan itu menunjukkan pukul tiga, untung saja customer nya tidak mengambil perawatan yang full hingga jam pulang, jadi masih ada waktu untuk merilekskan otot otot serta meregangkan tubuhnya agar aliran darah nya bisa berjalan lebih lancar lagi, dan mungkin perasaan Mawar bisa jadi lebih baik..
Mawar masih merasakan lemas di tubuhnya, kepalanya sedikit pusing, ia tidak mau sakit nya terus berlanjut hingga nanti malam, maka Mawar pun kembali memejamkan mata nya agar perasaan tidak enak nya itu segera hilang saat ia bangun nanti..
Saking terlelapnya dan sangat menikmati waktu istirahatnya, Mawar tidak menyadari kalau deringan ponsel di saku celanan menginginkan ia untuk menyentuh dan menghentikan deringan itu sejak tadi..
Ponsel itu masih saja bergetar dan Mawar merasakan getaran ponselnya, namun karena selera tidurnya itu lebih tinggi dan matanya begitu berat sangat ingin menyatu. Maka ia pun mengabaikan getaran itu, Mawar tidak ingin kehilangan kesempatan untuk beristirahat, dua jam adalah waktu yang mumpuni untuk ia beristirahat..
__ADS_1
Berbeda dengan Eca, meskipun ia juga kurang tidur namun saat ini dirinya terlihat begitu bersemangat. Ia masuk ke ruangan istirahat itu ingin menanyakan kepada Mawar di mana ia semalam, namun saat ia melihat temannya itu begitu terlelap, Eca tidak tega untuk membangunkan Mawar, Eca membiarkan Mawar bangun dengan sendirinya..
"Lemah banget sih Mawar, baru juga malam tadi gue ajak keluar, eh hari ini udah tepar aja !, gimana kalau jadi gue yang semalam habis di hajar sama si om Aril, bisa bisa hari ini dia pingsan sampai gak sadar kan diri lagi ?" Eca sambil geleng geleng kepala melihat Mawar yang sudah tidur dengan gaya tidak menentu itu saat ini..
"Mawar, loe di mana sih tadi malam ?, gue nungguin tapi loe nya kok gak datang datang sih !" Eca langsung nyelonong saja masuk ke kamar Mawar, karena ia ingin bertanya sejak tadi siang, namun tidak tega melihat Mawar tertidur lelap di ruang istirahat tadi..
"Emang iya loe nyariin gue !, bukannya loe udah asik sendiri di ruangan pribadi loe itu, mana ada loe peduli sama gue semalem !" Jawab Mawar sinis..
"Loe marah ya sama gue Mawar ?"..
"Gue gak marah, cuma kan gue jadi kesel aja gitu, di sana kan gue gak kenal siapa siapa ya, terus loe ninggalin gue gitu aja dan gak balik balik, lama banget lagi, kan gue jadi bingung harus ngapain disana !"..
"Iya sorry, gue juga gak tahu kalau si Aril udah nyewa ruang privasi buat berduaan, kan gue gak mungkin nolak dia Mawar"..
"Iya.. iya, gue tahu kok !"..
"Jadi loe semalam pulangnya sama siapa ?, loe pulang jam berapa ?, gue khawatir sama loe.. takut loe kenapa-napa disana, takut loe ntar di bawa sama laki laki di sana, takut loe di cekoki minuman, terus loe gak sadarkan diri loe di bawa sama mereka, ih gak kebayang gue kalau itu memang terjadi." Eca jadi takut sendiri..
"Gue pulang sendiri, gue pulangnya jam sebelas"..
"Pulang sendiri ?, beneran loe nya pulang sendiri tadi malam ?" Eca seakan tidak percaya begitu saja..
"Iya gue pulang sendiri kok, emang kenapa ?", Mawar jadi takut kalau Eca mengetahui dia pulang bersama Ruslan semalam..
"Naik apa loe ?"..
"Naik mobil lah !"..
"Gak mungkin lah mobil gue Ca, ya naik taksi online lah.'' Mawar masih jengkel..
"Oh ya ?, berani juga ya loe malam malam naik taksi online sendirian, biar pun gue barbar dan sudah lama merantau, tapi gue masih takut kalau naik taksi online sendirian malam malam, berasa gimana gitu.. takut di bawa kabur sama akang supirnya"..
"Gue juga gitu kali Ca, tapi mau gak mau ya dari pada gue harus pulangnya kelamaan, terus gak ketemu sama loe, ya mendingan gue beranikan diri naik taksi online,'' kilah Mawar..
Padahal ia pun mungkin tidak akan berani naik taksi online sendirian, ada untungnya juga tadi malam jadi ia bisa bertemu dengan Ruslan, bisa pulang dengan aman dan tenang sampai ke rumah..
"Ya udah, gue minta maaf deh gara gara semalam bikin loe bete Mawar," suara Eca terdengar rendah dan pelan, ia merasa bersalah karena mengajak Mawar ke pestanya semalam, namun tidak menemani Mawar..
"Udah gue maafikan kok Ca, gue gak mau lagi ikut loe nanti, mendingan gue malam mingguan di rumah aja deh, lebih aman, terus bangunnya juga gak bakalan kesiangan ?" tegas Mawar..
"Iya, tapi gue di maafin kan ?, emang segitu betenya ya loe semalam, terus loe kok keliatan ngantuk banget hari ini, padahal kan jam sebelas malam loh loe nya udah pulang, loe gak enak badan ya ?" tanya Eca, ia masih sangat merasa bersalah kepada Mawar..
"Kok loe tau kalau gue lagi gak enak badan Ca, mungkin gue masuk angin kali ya." Mawar menekan-nekan lehernya..
"Sini gue pijitin deh, sebagai permintaan maaf gue sama loe Mawar." Tawar Eca..
"Nah gitu dong, nih punggung gue pegel banget Ca,'' Mawar langsung memperlihatkan bagian pundaknya untuk di pijat segera oleh Eca..
__ADS_1
"Kesempatan loe ya, tapi janji loe ya, udah gue pijitin, loe jangan kesel lagi sama gue." Pinta Eca..
"Iya, bawel ah"..
Merasakan sedikit rileks pada tubuhnya karena telah di pijat oleh Eca, dan ternyata benar pundak Mawar merah merah, menandakan kalau ia sedang tidak enak badan dan masuk angin, setelah merasakan rileks di tubuhnya karena pijatan temannya, makan Mawar kini merebahkan kembali tubuhnya di kasur dan menarik selimutnya sebatas pinggang, tidak tau kenapa rasa kantuk itu masih menyerangnya seolah menyuruhnya untuk terus tidur dan memejamkan mata, Mawar mengikuti kehendak hatinya itu sekarang ia kembali terlelap..
Tengah malam tiba tiba Mawar terbangun, ia merasa haus dan ia pun langsung pergi mengambil air minum di dapur untuk melegakan tenggorokannya yang berasa kering itu, saat ingin kembali tidur ia melihat ponselnya di atas meja rias, Mawar lupa semenjak dia istirahat di salon sampai sekarang ia tidak mengecek ponsel, Mawar meraihnya dan melihat ada notif apa saja di ponsel itu..
Mawar terkejut saat melihat ada tiga panggilan tidak terjawab dari Ruslan, dan ternyata ada satu pesan juga dari Ruslan, selain itu ada beberapa panggilan dari temannya dan juga pelanggannya yang tidak terjawab olehnya, namun Mawar mengabaikan semuanya kecuali pesan dari Ruslan, tidak sabar ingin segera membacanya..
''Fiqi bilang temannya ada yang ulang tahun besok dan Fiqi harus pergi untuk menghadirinya, Fiqi mau kamu besok ikut juga ke pesta ulang tahun temannya itu, tolong kabari saya jika kamu bisa ya Mawar"..
Pesan singkat dari Ruslan, Mawar mencoba mengingat-ngigat dan ia pun teringat memang ada salah satu orang tua teman Fiqi yang mengundangnya untuk pergi ke acara ulang tahun anak nya saat pekan lalu..
"Gimana ya, aku ikut apa gak ya besok ?, kalau gak ikut nanti Fiqi nya kecewa lagi, terus aku juga gak enak sama pak Ruslan, ntar di kira aku punya cara sendiri lagi"..
'Semoga besok badan aku udah enakan ya, karena malam ini aku masih gak terlalu nyaman banget, badan aku masih lemes, seandainya besok badan aku udah gak lemes, aku harus ikut soalnya gak enak juga sama orang tua temannya Fiqi, mana dia tau nya kalau aku itu bundanya Fiqi lagi dan pasti mereka menunggu banget kan kehadiran Fiqi, apalagi anak itu teman dekatnya Fiqi lagi'..
Bagaimana pun keadaannya besok, Mawar tetap harus ikut ke acara ulang tahun teman Fiqi besok, karena ia tidak ingin mengecewakan Fiqi, berharap semoga besok tubuhnya lebih fit ya, agar ia bisa menghadiri acara ulang tahun itu dan membuat Fiqi senang..
Untung saja hari ini adalah hari senin, hari libur pagi karyawan salon semuanya, termasuk Mawar. Jadi mereka mempunyai kesempatan untuk bermalas-malasan bertemu dengan matahari, dan juga kesempatan untuk bermanja manja dengan bantal dan selimut di tempat tidur..
Harapan Mawar akan tubuhnya lebih fit ternyata hanyalah sia sia, ia masih merasakan lemes di tubuhnya dan matanya pun masih terasa berat hingga saat ini, tidak mengerti apa yang terjadi padanya tapi suhu tubuhnya masih normal saja dan tidak merasakan demam pada badannya..
Karena hari ini acara ulang tahunnya pun siang nanti pukul dua siang, Mawar masih bisa bersantai, ia sungguh menikmati hari liburnya di kamar ini, berleha leha memeluk bantal guling sambil menatap layar ponsel melihat lihat kabar berita terbaru selebriti di media sosial..
Asik memainkan ponselnya Mawar baru teringat kalau ia belum menghubungi ibu nya hingga detik ini, saat keadaannya yang sedang tidak fit seperti ini, aia sangat membutuhnya semangat dari ibu nya itu, Mawar langsung menghubungi ibunya sekarang juga..
"Halo Mawar, apa kabar nak ?" sambut ibu Mawar di seberang sana menjawab telepon dari anaknya, sudah sebulan ini Mawar tidak menghubungi nya..
"Halo juga ma, kabar baik, tapi aku sedikit lemes ma hari ini karena kecapean, mama dan adik bagaimana di kampung ?"..
"Kami sehat nak, kamu kenapa Mawar ?, kamu sakit ya ?" tanya ibunya sedikit khawatir..
"Gak sakit ma, aku pun gak demam, tapi tubuhku terasa lemas saja dan juga nafasku sedikit sesak tapi tidak terlalu terasa kok." Terang Mawar..
"Kok bisa ?, memangnya kamu telat makan ya, atau mungkinkamu memang gak makan, biasanya kan anak gadis jaman sekarang sering diet." Tukas ibu nya Mawar..
"Gak ma, aku gak diet kok, aku gak demam, tapi perasaan badan saja yang sedang tidak enak"..
"Kamu itu kan ada alergi dingin, dan juga alergi asap." Ujar ibunya..
"Asap ?" Mawar bingung..
"Iya, dulu waktu kecil saat mama bakar sampah asapnya pernah masuk rumah, besoknya kamu begitu rewel dan gak tahu kenapa, padahal gak demam rupanya gara gara alergi asap." Jelas Ibunya Mawar..
"Oh iya, mungkin karena di tempat kerja ku AC nya terlalu dingin ya ma, jadi aku masuk angin dan terasa sedikit sesak seperti ini"..
"Iya bisa jadi, makanya kalau di tempat kerja sedang tidak melayani orang, sebaiknya kamu pakai jaket aja ya nak." Ibu nya Mawar mengingatkan anaknya..
"Iya ma, terus sekarang mama sedang apa ?"..
"Ini mau menghadiri acara pernikahan tetangga kita, mama udah siap siap sih, tinggal pergi berangkat saja"..
"Mama mau pergi sekarang ?"..
"Iya mau pergi dulu ya, nanti kalau sudah pulang mama telpon kamu lagi, jangan lupa makan dan cepat sehat ya nak"..
"Iya ma." Mawar pun menutup teleponnya, karena ibunya itu hendak mau pergi, jadi ia tidak bisa berlama lama mengobrol dengan wanita yang paling di sayangi nya di dunia ini..
"Asap ya ?, asap rokok !" Mawar tahu sekarang kenapa tubuhnya tidak enak seperti ini, karena semalam ia masuk ke ruangan VIP itu yang mana di dalamnya suhunya begitu dingin dan juga di penuhi dengan asap rokok..
"Gak salah lagi nih, pasti karena aku lama lama disana, jadinya badan aku gak jelas kayak gini deh !" Mawar mengingat tempat yang ia datangi tadi malam..
Aku harus fit sekarang, gak boleh sakit, mau makan jadi gak selera, aku harus vitamin aja deh, soalnya nanti siang kan aku harus pergi nemenin Fiqi, belum lagi nanti aku harus pilih baju, bingung juga baju yang mana ya yang cocok untuk aku pakai nanti, Mawar baru teringat kalau nanti siang ia harus menemani Fiqi ke acara ulang tahun temannya..
Tidak ingin nanti kelabakan, Mawar beranjak dari tempat tidurnya dan membuka lemari pakaian. Ia melihat lihat koleksi dress dan bajunya sambil mencari yang mana layak untuk di pakainya ke acara ulang nanti..
"Selalu saja bingung jika ingin bepergian,'' Mawar tidak tahu harus memilih baju yang mana, karena memang sebagian isi lemarinya itu kebanyakan pakaian santai berupa kaos dan celana jeans, sedangkan dress bisa di hitung dengan jari saja, hanya beberapa lembar itupun hanya dress santai..
"Dress aku kan cuma sedikit, apalagi model nya biasa biasa banget deh !" Mawar mengambil beberapa koleksi dress nya dan mengamati apakah ada yang cocok untuk di kenakan nya nanti atau tidak..
Seandainya saja ia tahu akan berangkat ke acara ulang tahunnya hari ini, mungkin dari jauh jauh hari kemarin Mawar udah mempersiapkan penampilannya, mungkin akan membeli dress yang baru di toko online langganannya..
"Pakai yang ini aja deh, terserah deh mau terkesan biasaja aja, soalnya aku paling nyaman sama dress ini, Mawar memisahkan satu dress berwarna baby blue, memang terkesan terlihat lebih feminim namun tetap sopan, menurut Mawar dress yang inilah yang paling pantas untuk di pakainya ke acara ulang tahun temannya Fiqi nanti, karena yang lain sangat terkesan biasa saja dan terlalu santai..
__ADS_1
Tidak terasa sibuk memilih milih dress ternyata menghabiskan banyak waktu untuknya, jarum jam pun sudah menunjukkan pukul sebelas siang, sedangkan Mawar masih belum sama sekali untuk bersiap siap, kamarnya pun masih begitu berantakan dan sekarang ia begitu terlihat kelabakan bingung harus mengerjakan yang mana terlabih dahulu..
Hati Mawar senang karena akan berjumpa dengan Fiqi dan juga Ruslan hari ini, apalagi menemani mereka menghadiri acara ulang tahun, namun karena kondisinya yang kurang fit dan juga perasaan lemas yang belum juga pergi dari dirinya, Mawar setengah hati untuk ikut ke acara itu, ia takut terjadi apa apa dengan diri nya yang takut nya malah merepotkan Fiqi dan Ruslan nanti nya..