
Ia masih sibuk memainkan pensil dan mengukir alis di wajah bulatnya, ia memang tidak bisa tanpa bedan itu sehari saja, wajah bulatnya yang baby face dan lesung pipi yang menghiasai wajahnya menambah kesan imut pada dirinya..
Dia adalah Riri, teman Mawar yang tidak kalah cantik dengan yang lainnya, hanya dia agak sedikit tulalit, tapi dia juga genit namun kegenitannya belum seberani Eca yang tanpa mikir lagi..
"Waaw.. Ca kalung kamu cakep banget deh,' Riri takjub akan benda yang melingkar manis di leher temannya itu..
Eca tersenyum, ''ah jadi malu deh,'' ia menutupi permata kalung itu dengan telapak tangannya..
"Kamu baru beli ya?, cantik banget jadi pengen, ''Riri menampilkan wajah melas sok imutnya..
"Ini itu mahal Ri, lima kali gaji bulanan kita kamu paham ga?.'' bisik Eca..
Mata Mawar membesar mendengarnya "OMG, terus kok loe bisa beli, banyak banget duit loe ?" Tanya Riri heran..
Eca menarik wajah Riri dan membisikinya lagi, seketika Riri semakin terpelongo mendengar ucapan Eca..
"Gue mau juga dong, cariin buat gue dong !" Riri sedikit berteriak..
"Hmm.. yakin elo mau ?" Tanya Eca sinis..
"Yakinlah, siapa sih yang ga mau di kasih duit begitu, apalagi di belanjain, di ajak perawatan, hmmm mauuu," seru Riri bersemangat..
"Sttt.." Eca membungkam mulut Riri dengan tangannya..
"Duh Eca apaan sih," protes Riri..
"Loe jangan keras keras, ntar dengar Gina sama Mawar,'' pinta Eca sambil celingak celinguk..
"Loe beneran mau Ri ? yakin?'' Eca bertanya sekali lagi..
"Ya bener lah,'' seru Riri..
"Loe emang bisa ?"
"Bisa apaan ?" Riri bingung..
"Loe bisa puasin laki laki ga kalau lagi main ?" Ucap Eca pelan..
Riri menggelengkan kepalanya, meskipun ia terlihat genit dan agresif, ternyata ia belum pernah berhubungan terlarang dengan lelaki manapun..
"Loe masih virgin Ri ?" Tanya Eca ga percaya..
"Iya.. pake jari doang pernahnya,'' Riri malu..
"Payah loe, masak udah sampe gitu ga main sih ?" pungkas Eca..
"Ya kan keburu di tarik Mawar waktu itu,'' sahut Riri..
__ADS_1
"Oh yang malam itu ya, sama cowok itu.. haha" Eca terkekeh..
"Iya padahal lagi enak banget nanggung kan''..
"Enak kan.. emang enak,'' sahut Eca..
Obrolan mereka pun terganggu karena datangnya dua orang customer yang memang bagian dari mereka yang akan melayani, kini mereka harus bekerja secara profesional dan fokus akan tanggung jawab di tempat mereka bekerja..
Malam ini Riri sulit tidur, sepertinya ia kepanasan akan cerita Eca, yang di beri uang oleh lelaki itu, tidak hanya uang bahkan perhiasan mewah, baju baju mahal dan perawatan di klinik mahal..
'Pantas si Eca makin bening aja,' gumam Riri..
Riri kini sudah terpengaruh akan omongan Eca, ia ingin merasakan jadi ratu sehari seperti Eca, tapi ia berpikir dengan siapa ia harus melakukannya..
Tanpa pikir jernih Riri meraih ponselnya, dan menghubungi salah satu kontak yang ada di ponselnya..
"Hallo, nanti aku libur kita nonton yuk !" ajak Riri pada seseorang di seberang sana..
Kini Riri sudah siap dengan mini kemeja dan luaran overall pinggang di bawah lututnya, Riri sangat menyukai outfit yang terkesan cute..
Ia bersama Eca sudah keluar dari asramanya, mereka berjalan ke depan minimarket di dekat asrama, dan berpisah di sana bersama pasangannya masing masing..
"Cobain ya Ri biar ga penasaran,'' bisik Eca yang segera menaiki mobil putih dan melambaikan tangannya pada Riri..
Riri juga melambaikan tangannya, ia masih menunggu seseorang yang berjanji akan mengajaknya nonton bioskop hari ini, 10 menit telah berlalu berhentilah mobil hitam yang terlihat lebih murah dari milik mas Yuda dan Egi itu..
"Hai.. ayo masuk,'' ajak lelaki itu dari dalam mobil..
Siapa ya lelaki yang bersama Riri, emang Riri sudah punya teman lelaki ya, ternyata itu adalah reymond lelaki yang di kenalnya waktu di diskotik, lelaki berkaos hitam yang menolongnya sewaktu mabuk dan juga lelaki yang sempat bercumbu dengannya sebelum Mawar merusak suasana hangat itu..
Kini mereka menuju mall, yang di dalamnya terdapat bioskop yang menyajikan film film terbaru..
"Mau nonton film apa ?" Tanya Reymond..
"Horor aja," sahut Riri, padahal ia tidak pernah nonton film horor, tapi tidak ingin lama memilih ia sebut saja sembarangan..
"Ya udah tunggu di sini ya aku beli tiketnya dulu sama pesan makanan,'' pinta reymond..
"Oke"..
Berbeda dengan Eca, kencan Riri kali ini memang seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta, yang merayakan perasaan mereka dengan nonton bioskop sambil makan popcorn..
"Ayoo,'' ajak Reymond menggandeng tangannya Riri..
Mereka pun memasuki studio film yang akan mereka tonton, Rey memperlakukan Riri dengan lembut dan manis. Sehingga Riri merasa nyaman dan aman aja kalau di dekat Rey..
Setengah jam sudah mereka menyaksikan film yang menegangkan dan mengeluarkan suara suara yang mengagetkan Riri..
__ADS_1
"Kenapa ?" Tanya Reymond yang melihat riri menyilangkan tangan dan menggosok-gosok kedua lengannya..
"Agak dingin,'' ucap Riri tertunduk..
Rey segera melepas jaket kulitnya, dan menyelimuti bada Riri yang kedinginann..
Riri tersenyum melihat perlakuan Reymond terhadap dirinya, "makasih ya" lirih Riri pelan..
Mereka pun masih menikmati film horor tersebut, yang berdurasi kurang lebih dua jam tiba tiba Riri tersentak saat adegan memperlihatkan mahluk seram di layar besar itu..
"Aww..." teriak Riri yang refleks memeluk tubuh Reymond..
Rey hanya bisa terdiam saja, ia masih terbawa oleh film horor itu hingga ia tidak sadar Riri tengah memeluknya, dan ternyata Riri tidak kunjung melepas pelukannya, dan membuat Rey tersadar akan tangan yang melingkar erat di tubuhnya..
"Takut hantunya.. atau takut jatuh, kok pegangannya kenceng banget,'' ledek Rey melirik manis Riri..
Riri tersadar dan melepas pelukannya "Ma..maaf, tadi aku kaget banget,'' Riri tertunduk malu akan tingkahnya..
Riri mengambil air mineralnya, ia merasa gugup atas apa yang telah ia lakukan tadi, ia jadi salah tingkah dan tidak berani melihat ke arah Rey lagi, kini ia terlihat menggosok kedua lututnya dengan tangannya sendiri, kelihatannya ia kedinginan lagi..
"Masih kedinginan,'' bisik Reymond mengagetkan Riri..
"Anu.. soalnya ga pake kaos kaki tadi,'' ucap Riri..
Rey meletakkan kedua tangannya di lutut Riri dan ikut menggosoknya, Riri hanya tertunduk malu, darahnya berdesir dan tubuhnya jadi merinding..
'Apa hantunya sekarang disini ya,' desis Riri agak ketakutan..
Riri merasa semakin dingin akan suasana di dalam studio ini, apalagi penontonnya memanglah tidak banyak, hanya ada empat pasang muda mudi dan jarak duduk mereka sangat berjauhan, sementara Riri dan Reymond memilih duduk di barisan nomor dua dari atas..
"Ga usah takut kan ada aku Ri,'' Reymond memeluk tubuh Riri yang sejak tadi mulai sedikit gelisah..
Riri hanya diam, ia tidak risik di peluk sama Rey malahan ia merasa hangat dan nyaman dalam pelukan lelaki manis di sampingnya itu..
"Masih dingin ?" kali ini Rey menatap mata Riri, dan jarak mereka hanya beberapa sentimeter saja..
"Sedikit,'' lirih Riri pelan..
"Sini !"..
Reymond menangkupkan bibir Riri, dan Riri masih diam, namun Rey terus menghangatkan Riri dengan belaian manja dan menggoda di bibirnya, sehingga berhasil membuat Riri membuka mulutnya dan memudahkan lidah Rey menelusuri Riri agar lebih hangat..
Hampir semenit, Reymond melepaskan tautan bibir itu dan mengusap lembut bibir Riri dengan tangannya. Kini mereka saling memandang seolah masing masing dari mereka menginginkannya lagi..
Layar yang kadang gelap dan terang itu di depannya kini hanya menjadi pengiring, pengiring kedua insan yang sedang bertatapan mesra di atas sana..
Ruangan yang gelap, dan sepinya penonton seolah memberikan kesempatan pada mereka untuk mengulanginya lagi, kecupan manis itu..
__ADS_1
Kini Riri memejamkan matanya, seakan siap menyambut Rey yang akan menghangatkan bibirnya lagi, Rey mengerti akan keinginan Riri, ia pun tanpa basa basi kemudian langsung menyerang bibir Riri namun kali ini sedikit lebih panas, begitu pun Riri yang mulai pandai mengimbangi permainan Reymond..
Ia pandai membalas permainan Rey, sehingga mereka terbuai akan kemesraan ini, tak sadar kini tangan Riri telah melingkar di leher Rey, dan tangan Rey melingkar pas di pinggang Riri..