Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Sikat, Jangan Di Lepas


__ADS_3

Hari ini Mawar memang bahagia, karena hari ini bisa berjalan berdamping bersama Ruslan, menghadiri pesta pernikahan yang di penuhi dengan orang orang berkelas, namun ia berusaha untuk tidak terlalu percaya diri, karena Ruslan telah meminta nya untuk menemani hanyalah suatu kebetulan saja, bukan lah kesengajaan, jadi Mawar tidak boleh merasa bangga akan diri nya..


Benar saja, semua mata tertuju pada Mawar dan Ruslan saat ini, mungkin mereka mulai bertanya tanya siapakah gerangan yang berjalan bersama Ruslan saat ini, karena mereka pun tahu kalau Ruslan sendirir sudah beristrikan Vera..


Kali ini Mawar merasakan tdak enak hati, ia hanya bisa menunduk, ia sangat takut jika orang orang di sini menilai nya ingin merebut Ruslan dari Vera..


"Mawar, kenapa kamu berhenti ?, ayo.. kita ke meja sana, saya mau mencoba hidangan yang di sana, ayo temani saya Mawar !" pinta ruslan..


"Iya pak,'' Mawar sangat kurang percaya diri berjalan di tengah keramaian orang berkelas, apalagi beberapa pasang memperhatikan penampilan nya dari atas ke bawah, tanpa sedikit pun terlewati..


"Siapa dia ?, kenapa dia bisa berjalan dengan Ruslan !, bukan kah dia itu pengusaha yang sangat sukses"..


"Mungkin itu istri nya, tapi seingat ku deh wajah istri nya Ruslan tidak seperti itu, istri nya Ruslan itu biasa merias wajah nya dengan make up yang wow, sedangkan wanita itu terlihat berbeda, terlihat lebih muda dan make up nya pun terlihat begitu minimalis"..


"Astaga !, apakah mungkin simpanan nya Ruslan ya ?, biasanya tidak ada yang berani membawa simpanan nya ke pesta pernikahan seperti ini !"..


"Yang bener saja, apakah dia tidak takut sama orang orang di sini akan melaporkan hal itu semua kepada istri sah nya"..


"Ya.. itulah manusia, jika sudah terlanjur cinta, maka akal sehat nya pun sudah tidak bisa untuk berpikir lagi !"..


Mawar yang mendengar percakapan dua orang wanita dewasa yang usia nya sepantaran dengan Vera Bos nya itu, mereka melirik sinis kepada Mawar dan Mawar pun hanya bisa diam saja berlalu melewati mereka berdua seakan tidak mendengar apapun..


'Sudah kuduga kan, pasti orang orang di sini melihat ku dengan sinis, mereka semua pasti mengenal siapa istri pak Ruslan, ya Tuhan !. Bagaimana ini kalau sampai orang orang di sini memberitahukan kepada bu Vera,' Mawar terlihat cemas..


Sementara Ruslan kini tengah bergabung dengan kolega kolega nya, terlihat diri nya sedang bercanda dan terus tertawa riang bersama teman teman nya, yang juga sama sama pengusaha sukses seperti nya, sementara Mawar menunggu nya duduk di meja dan menikmati jus apel yang di pilih nya itu, Mawar sangat menyukai jus apel..


"Pak Ruslan terlihat menikmati sekali tentang obrolan nya, seperti nya sangat seru ya, sebenarnya aku itu mau pulang sekarang, aku udah gak tahan dengan tatapan sini oleh orang orang yang ada di sini, bukan nya pak Ruslan mau bilang ia akan bicara kalau aku ini adik sepupu nya, tapi sejak tadi dia tidak ada menjelaskan ke siapa pun yang bertanya,'' Mawar jadi gelisah..


Mata Mawar terus mengawasi pergerakan Ruslan, ia berharap Ruslan menoleh ke arah nya, dan ia pun mulai mencoba melambaikan tangan nya, sebagai kode kalau dia ingin mengajak Ruslan untuk pulang sekarang, tapi sayang nya Ruslan malah masih asik mengobrol dengan teman teman nya, dan sekarang mereka semakin bertambah ramai saja berkumpul dalam satu meja itu, membuat Mawar semakin gelisah dan tidak tahu harus berbuat apa, karena tidak ada satu orang pun yang di kenal nya di pesta ini..


Seorang gadis muda sama seperti nya duduk di samping nya, ia meletakkan tas bewarna hitam nya di atas meja yang juga di sana terletak tak milik Mawar yang bewarna putih mix gold, lalu gadis itu menoleh kepada Mawar, dan memberikan sedikit senyuman, tentu saja Mawar pun menyambut nya dengan senyuman juga..


Gadis muda itu terlihat sibuk memainkan ponsel nya, dan kelihatan nya dia juga sendirian, apakah dia datang ke acara ini tanpa partnet atau mungkin dia bernasib sama seperti Mawar yang kebetulan dengan terpaksa untuk datang ke acara pernikahan semewah ini, menjadi partner Bos nya, di tengah orang orang yang berkelas dan para pengusaha sukses..

__ADS_1


'Sepertinya gadis ini juga salah satu pengusaha sukses deh, lihat saja dari penampilan nya, seluruh tubuh nya di penuhi berlian yang sangat berkilah dan pasti lah semua itu mahal,' desis Mawar setelah melihat sekilas gadis muda yang duduk di samping nya itu..


Hampir setengah jam telah berlalu mereka duduk berdua di sana, dan tidak ada satu pun obrolan dari ke dua nya, Mawar kembali melirik ke arah gadis itu, timbul suatu pertanya di dalam hati nya Mawar 'kenapa ya dia itu hanya sendiri saja sejak tadi, tidak ada satupun teman yang mendekati nya hingga saat ini, apakah dia itu memang sendirian sejak awal datang ke pesta ini ?' Mawar bertanya tanya di dalam hati nya..


"Ya halo sayang, ini aku lagi nemenin om Yudi di pesta pernikahan, gak enak kalau gak di temenin, nanti malah uang bulanan di kurangin sama dia, bosan juga sih !, tapi ya sudah lah, paling sebentar lagi juga akan pulang, kamu yang sabar aja ya sayang"..


Mawar yang memang berjarak dekat dengan nya, tentu saja bisa mendengar apa yang baru saja di katakan oleh perempuan muda itu..


'Oh ternyata.. dia datang kesini bersama om nya, dan yang tadi menghubungi nya adalah kekasih nya,' tiba tiba Mawar penasaran dengan gadis muda di samping nya ini, lagi Mawar melirik kepada nya dan mulai memperhatikan penampilan nya yang hari ini terkesan seksi, memang sangat cantik, dia sangat cocok berada di pesta yang berkelas ini..


"Sendirian aja ya mbak ?" ternyata gadis muda itu mulai memberi sapaan terlebih dahulu kepada Mawar yang melirik nya, mungkin ia paham kalau Mawar sangat ingin membuka obrolan, hanya saja Mawar begitu malu untuk memulai nya..


"Iya nih mbak sendirian aja, eh maksud saya itu, saya bersama seorang teman saya,'' jawab Mawar sedikit tergagap..


"Pacar atau suami ?" tanya perempuan itu, dari cara bicara nya terlihat seperti perempuan yang sangat percaya diri dan agresif, hampir mirip dengan karakter teman nya Eca, teman satu kerja Mawar..


"Oh bukan pacar, dan bukan juga suami"..


"Lalu apa ?" gadis itu seolah sangat ingin tahu dengan siapa Mawar mendatangi pesta ini..


Mendengar jawaban Mawar membuat gadis muda itu tersenyum, dia sedang memikirkan sesuatu. "Bos ya ? laki laki kah ?" gadis itu kembali bertanya..


"Iya, suami Bos di tempat kerja saya"..


"Lalu kemana dia ?, kenapa kamu dari tadi sendirian ?''..


"Dia sedang di sana sedang bergabung dengan teman teman kolega nya, karena saya merasa segan dan takut orang berprasangka lain terhadap saya, jadi saya mencoba untuk menunggu di sini saja, lagi pula saya tidak mengenal satu orang pun di pesta ini, jadi duduk di sudut sini, menurut saya lebih nyaman saja"..


"Ya kamu benar, tidak jauh berbeda dengan kamu, saya juga tidak mengenal siapa siapa yang ada di pesta, makanya saya memilih sudut ini untuk bersantai sejenak"..


"Memang nya nih mbak datang dengan siapa ?" Mawar mulai berani bertanya balik kepada gadis muda itu..


"Tapi tapi mesra,'' jawab gadis itu dengan santai..

__ADS_1


"Mawar sedikit bingung dengan jawaban nya, ''oh,'' hanya itu yang mampu Mawar ucapkan, karena dia bingung harus merespon nya dengan jawaban apa..


"Saya itu datang ke sini bersama om Yudi, dia juga lagi kumpul tuh sama teman teman koleganya, dia itu bukan pacar saya, bukan juga suami dan bukan juga teman saya, tapi dia itu ladang uang buat saya !" bisik gadis itu di telinga Mawar..


'Ladang uang, apa maksudnya itu !' desis Mawar dari dalam hati, ia bingung dengan ucapan gadis di samping nya ini..


"Maksudnya gimana mbak ?, maaf saya gak begitu mengerti.'' Jawab Mawar polos..


"Oke, jadi sebenarnya saya itu datang sama om Yudi, dia itu kekasih aku, dan aku itu simpanan dia, sudah jadi rahasia umum, zaman sekarang kalau gadis muda kayak kita jadi simpanan om kaya, pasti dong uang akan ngalir terus, kamu juga kurang lebih sama kan kayak aku, makanya kamu rela nemenin dia ke sini, ya meskipun kamu merasa bosan dan tidak mengenal siapapun di sini,'' ujar gadis itu sambil meneguk minuman jeruk yang di pilihnya itu..


"Maksud nya mbak, saya tambah gak ngerti ni ?" Mawar semakin bingung dengan ucapan gadis yang belum di ketahui namanya itu..


"Aduh.. gak usah munafik deh !, di zaman sekarang ya, untuk perempuan muda dan cantik kayak kita gini, sangat mudah untuk menggaet para pengusaha yang kaya raya, pria hidung belang tinggal kita layani mereka aja beberapa jam, udah deh dompet kita bakalan penuh tuh, perhiasan banyak, kartu kredit stand by,'' gaya bicara gadis muda itu sedikit sombong..


"Oh jadi begitu ya,'' Mawar tidak bisa menanggapi panjang lebar, karena memang ia tidak begitu paham, Mawar ini hanyalah gadis polos yang sangat jujur dan tidak bisa berbuat jahat kepada orang lain..


"Kayak nya kamu masih permulaah deh, masih PDKT kah ?, semoga perjalanan nya mulus ya !, aku yakin pengusaha itu gak akan melepaskan kamu, kalau aku lihat kamu itu sangat cantik, dan juga sangat anggung, tapi ingat ya jangan terlalu baik !, kalau tidak nanti kamu akan menderita, sekali kali kita itu harus beringas, agar kita tidak mudah untuk di permainkan oleh laki laki !" gadis muda itu berbisik memperingatkan Mawar, tidak tahu apa maksud dari ucapan nya..


"Iya mbak, terima kasih atas saran dan masukannya.'' Jawab Mawar singkat..


'Jadi perempuan ini adalah simpanan salah satu pengusaha yang hadir di acara pernikahan ini ya, jadi penasaran deh, yang mana ya kekasih nya itu, apakah tampan seperti Aril kekasih nya Eca,' Mawar termenung memikirkan hal yang tidak penting itu, ia tidak bisa berkata kata untuk mulai menyambung obrolan dengan gadis ini, lagi pula saat ini gadis itu sedang sibuk dengan wajah nya, ia menambahkan riasan wajah nya agar tetap terlihat cantik..


''Mawar.. maaf ya udah membuat kamu lama menunggu di sini,'' Ruslan menghampiri Mawar yang duduk termenung memikirkan perkataan gadis yang baru saja di kenal nya itu..


"Iya pak, tidak udah di pikirkan, gak apa apa kok, lagi pula saya sambil menikmati nyanyian di panggung itu, kebetulan lagu nya salah satu lagu kesukaan saya.'' Mawar berbasa basi, padahal ia sendiri tidak mengerti arti lagu bahasa inggris tersebut..


"Bagus dong kalau kamu menikmati nya, kalau saya membawa Vera ke sini, tidak lebih dari lima belas menit pasti dia minta pulang, makanya saya sangat jarang membawa dia ke acara undangan pernikahan seperti ini,'' ujar Ruslan..


"Kalau saya di kampung biasa memang ke undangan pernikahan, tapi acara nya tidak semewah ini pak, untuk pernikahan di hotel baru kali ini saya menghadiri nya, makanya saya sedikit kaget dan agak bingung ya karena pestanya begitu meriah dan ramai"..


"Oke kalau begitu Mawar, kamu nikmatin saja dulu disini ya, kebetulan saya disini juga belum bertemu dengan teman teman saya yang lain, kalau kamu tidak bosan, saya minta tolong kamu untuk menunggu beberapa saat lagi ya, saya ingin menemui teman saya yang bernama Yudi dulu sebentar, dia bilang akan hadir juga ke pesta ini.'' Ucap Ruslan..


"Baik pak, saya gak masalah kok, saya tunggu di sini aja, silahkan bapak kalau mau pergi bertemu dengan teman nya, jangan pikir kan saya, nanti kalau sudah selesai bapak kabari saja saya,'' jawab Mawar..

__ADS_1


Ruslan pun lalu pergi meninggalkan Mawar lagi bersama gadis muda yang menjadi teman baru Mawar..


"Sikat !, jangan di lepas, barang bagus itu,'' tiba tiba gadis di samping nya membisiki Mawar, membuat Mawar sedikit terkejut dan juga Mawar tidak mengerti apa maksud dari ucapan nya..


__ADS_2