Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Club Malam


__ADS_3

"Ayo joget dong!" ajak Eca ke temannya..


"Gile.. asik banget musiknya ya," Riri mulai menggoyangkan badannya yang masih kaku..


"Gue ga bisa joget, malu Ri," Mawar berbisik ke Riri..


"Udah joget aja suka suka loe aja," Eca menepuk pundak Mawar..


Mawar memandangi apapun yang di ruangan ini, ia tidak tahu apa nama tempat ini, tempat yang penuh akan manusia yang asik berjoget, manusia yang asik meminum minuman alkohol pada mejanya, manusia yang asik menghisap rokoknya sambil memejamkan matanya..


"Ini namanya tempat apa sih Ca?" Mawar berbisik ke telinga Eca..


"Hahaha.." bukan menjawab Eca malah tertawa..


"Ini tuh namanya tempat dugem alias diskotik sayang, buat melepas kepenatan," Riri yang membisiki Mawar..


'Oh jadi ini toh yang namanya diskotik,' gumam Mawar..


Kini mereka terlihat menikmati suasana dalam ruangan ini, Mawar yang tadinya enggan bergoyang kini sudah meliuk-liukkan badannya sambil mengikuti irama musik Dj, tanpa di sadari beberapa pasang mata memperhatikan gerak tubuh mereka sejak tadi..


"Hai cantik, mau minum sama aku ga?" seorang lelaki berkaos putih mendekat membawa beberapa botol minuman..


"Boleh, pas banget lagi haus ini," Eca sigap mengambil satu botol yang di tawarkan..


Riri pun ikut mengambil satu botol, dan meneguknya dengan dahaga, sementara Mawar hanya melihat kedua temannya meminum cairan agak sedikit merah ke hitaman itu..


"Kok kamu ga minum sih..manis kah?", lelaki itu bertanya pada Mawar sambil mengedipkan sebalah matanya..


"Eh iya, makasih," Mawar mengambil botol plastik berisi air bening yang dingin..


"Oke.. selamat bersenang senang ya, aku disana jika kalian membutuhkanku," tawar lelaki itu meninggalkan mereka menuju kedua temannya..


Mawar merasa tidak nyaman karena sejak tadi ketiga lelaki itu memperhatikan mereka, memang mereka cukup tampan namun Mawar tak tegoda sedikitpun, karena di hatinya saat ini sudah tertanam nama mas Yuda dan hanya mas Yuda yang mampu membuatnya terpesona..


Eca dan Riri terlihat sudah sempoyongan, mereka berjoget tak tentu arah, peluh keringat pun sudah membasahi kedua gadis itu, kini kedua gadis itu melepas jaket jeans yang membalutnya sejak tadi maka tereksposlah tubuh langsing mereka yang menggoda banyak mata lelaki yang kini sekarang fokus melihat mereka berdua..


"Ca kepala gue kok pusing ya," ucap Riri..


"Joget aja terus ntar juga bakalan hilang Ri," sahut Eca..


"Loe gak apa apa kan Ri?" Mawar panik melihat Riri..


"Kepala gue sakit banget, gue pengen muntah rasanya Mawar.'' jawab Riri...


Baru aja Mawar hendak menyambut Riri yang akan terjatuh, laki laki tadi yang berkaos putih itu telah lebih dahulu datang menopang tubuh Riri..


"Kayaknya temannya kamu udah mulai mabok deh," ucap lelaki berkaos putih itu menggendong Riri yang kini sudah mulai tak berdaya..


Riri pun di bawa ke meja di sudut ruangan itu, dimana di sana juga terlihat lelaki yang memberikan minuman tadi ke mereka, dan seorang temannya yang memakai topi hitam. Mawar terlihat mengikuti Mawar, ia tidak ingin terjadi apa apa dengan Riri..

__ADS_1


Sementara Eca masih asik menikmati irama musik yang menggema di ruangan diskotik ini, bahkan ia semakin liar meliuk-liukan tubuhnya, seorang tidak tahu apa yang terjadi sama Riri...


"Riri, kamu kenapa beb?" Tanya Mawar sambil memegang pipi Riri..


Riri masih terpejam, tubuhnya lemah tak berdaya, ia masih dalam pangkuan lelaki yang menolongnya..


"Dia ga biasa minum, jadinya mabok ntar juga sadar kok," lelaki itu menenangkan Mawar..


"Tapi dia ga apa apa kan?" Mawar masih cemas melihat Riri saat ini..


"Santai aja.. biasa itu," lelaki berkaos putih ikut bicara..


"Biasa gimana, itu gara gara kamu kasih minuman tadi ke dia, jadi gini," Mawar sedikit terlihat kesal...


"Ga usah marah donk, kan dia yang ambil bukan aku yang kasih," jawab lelaki itu..


"Udah ga usah ribut, semua bakalan baik baik saja," laki laki yang menolong Mawar menenangkan suasana..


Mawar memandang kesal pada laki laki berkaos putih itu, 'untung temannya baik, ga kayak dia' desis Mawar, yang segera beranjak hendak meninggalkan mereka..


"Mau kemana?" Tanya lelaki baju putih itu...


"Ke toilet." Mawar sinis..


Mawar meninggalkan lelaki berkaos putih itu dengan wajah marah dan kesal, membiarkan Riri di pangkuan lelaki berkaos hitam yang cukup baik menurut Mawar, sementara di sana Eca tengah asik berjoget bersama lelaki bertopi hitam tadi..


OMG.. betapa terkejutnya Mawar sehabis dari toilet ia menyaksikan Eca yang tengah asik berciuman dengan lelaki yang belum di kenalnya sambil berjoget ria..


'apa apan sih Eca kok mau aja sih,' desis Mawar melihat temannya yang asik di tengah sana..


Mawar memalingkan wajahnya tidak ingin melihat apa yang di lakukan kedua orang itu, dan ia teringat akan Riri..


'Riri.. gimana dia ya, udah sadar apa belum' desahnya sambil berlari menuju meja tempat Riri tertidur..


Tiba tiba langkahnya terhenti, saat melihat Riri, bukan karena Riri yang tak sadar sadar, melainkan kini Riri telah duduk mesra di pangkuan laki laki yang menolongnya tadi..


Mawar tidak menyangka kalau malam ini ia akan menyaksikan kedua temannya bermesraan dengan lelaki yang baru saja ia temui, Mawar hanya bisa terdiam dan menelan air liurnya, apalagi saat melihat Riri mendesah nikmat saat di cumbu oleh lelaki itu, lelaki yang memanjakan bibir Riri dan membelai setiap inci bagian tubuh Riri...


Tubuhnya terasa gemetar, sebagai wanita hasrat seksualnya terpancing, seakan menginginkan apa yang teman temannya rasakan saat ini...


Mawar masih terdiam dan enggan menjawab pertanyaan murahan dari lelaki itu..


"Jangan ganggu aku!" Ucap Mawar tegas..


"Aku bukan mau ganggu, justru aku mau memberikan kesenangan sama kamu," rayu lelaki itu..


"aku ga butuh"..


"Ah masa, tapi kamu terus melihat mereka bercumbu" kilah lelaki itu..

__ADS_1


"Aku ga mau temanku kenapa napa," Mawar makin kesal.


"Jangan sok jual mahal deh," lelaki itu menarik jaket jeans yang sejak tadi menutupi tubuh Mawar..


PLakkk..


Sebuah tamparan mendarat ke wajah lelaki berkaos putih itu, Mawar menampar atas kelakuannya yang membuat Mawar jengah, Mawar pun bergegas meninggalkan ruangan itu menuju pintu keluar..


'Brengsek.. sok jual mahal, awas akan kubalas perbuatanmu' desis lelaki itu sambil memegang pipinya yang baru saja dapat belaian panas dari Mawar..


Mawar menghirup udara yang sejak tadi di carinya,ia merasa lega bisa keluar dari ruangan penuh asap rokok itu, namun ia teringat kedua temannya yang masih di dalam. Tak mungkin meninggalkan Eca dan Riri apalagi keadaan mereka tak sepenuhnya..


Lama Mawar menikmati hembusan angin malam, sambil di temani segelas bandrek yang di belinya dari gerobak yang lewat, perasaannya cukup tenang, pikirannya terbuka, dan energinya mulai terisi kembali..


'Aku harus bawa Eca dan Riri keluar sekarang juga' batin Mawar teringat akan nasib temannya..


Mawar melirik jam di tangan kirinya, jarum menunjuk angkat satu dini hari,' ya ampun udah jam segini' panik Mawar dalam hati. Ia segera bergegas ke dalam menemui Eca dan Riri sebelum semuanya semakin jauh..


"Ca ayo pulang!" Mawar menarik tangan Eca kasar, dan Eca hanya menurut tarikan Mawar, mungkin karena tak berdaya lagi akibat minuman yang sudah tiga botol di habiskannya..


"Ririiiii.. udah hentikan !! kita pulang," kali ini Mawar menarik Riri..


Riri terkejut, karena tengah asik bercumbu bersama pasangannya, namun ia tak bisa menghindar karena ia juga takut kalau temannya ini marah..


"Eh.. iya.. iya.. Mawar jangan tarik tarik," pinta Riri meringis..


"Kalau ga di tarik, ya kamu ga akan pulang," titah Mawar kesal..


Mawar sudah memesan mobil untuk mengantar mereka pulang, dan kini ketiganya di tengah perjalanan menuju asrama..


'huh jangan sampai mas Yuda tahu aku habis dari sana semalam, bisa bisa dia marah dan gak mau ketemu aku lagi' gundah Mawar dalam hatinya..


Sementara Eca dan Riri tertidur pulas selama perjalanan, akibat minuman yang mereka teguk, beruntung Mawar memilih air mineral, jadi bisa bawa pulang kedua teman temannya ini, andai Mawar pun ikut minum entahlah mungkin mereka bertiga udah jadi santapan kucing kucing liar tadi, uhh..menakutkan atau mungkin mengasikkan..


Kurang lebih satu jam, kini mereka sampai di depan asrama itu, tak ingin kedatangan mereka yang sudah hampir pagi ini di ketahui oleh satpam perumahan, Mawar turun duluan membuka pintu rumah, tak lama kemudian Eca dan Riri menyusul dan berlari secepat kilat..


"Aku ga akan mau Ca ke tempat itu lagi," Mawar masih kesal dengan kejadian di diskotik tadi..


"Iya maaf deh, aku ga sadar tadi kalau aku ada kelepasan sampai sampai bisa ciuman sama tu cowok." sahut ica yang merebahkan badannya di lantai..


"Tapi aku suka sama dia, dia ga paksa aku memang aku yang mau kok," sambung Riri..


"Iya tapi ga di situ juga lah, kan bisa cari tempat yang lain biar ga di liat banyak orang, di hotel kek, dimana," Mawar bicara panjang lebar..


"Hmmm.. kamu kayak udah pernah masuk hotel aja Ri," timbal Eca..


Mawar terkejut mendengar respon Eca,'' ya iyalah kan kemarin aku seminar di hotel," Ia segera masuk ke kemarnya dan mengganti seluruh pakaiannya dengan baju tidur, tak lupa Mawar membersihkan wajahnya dari debu debu dan sisa make up, ini rutinitas wajib bagi Mawar, dan akhirnya ia bisa merebahkan tubuhnya pada kasur kesayangannya..


Sinar matahari yang menembut gorden tipis jendela kamar Mawar, membelai wajahnya sehingga memaksa ia membuka matanya, badan Mawar terasa pegal semua sepertinya hari ini ia akan setia pada kamar kecilnya ini dan bermalas malasan..

__ADS_1


__ADS_2