Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Keputusan Dan Kenangan


__ADS_3

Mawar melakukan pendekatan kepada Nana, gadis cantik khas sunda yang juga merupakan anak pemilik dari rumah makan langganan Teguh..


Benar kata Teguh, Nana anak yang pemalu dan pendiam, tapi ternyata setelah di ajak bercerita ternyata cukup seru, ya.. walaupun komunikasi Mawar dan Nana hanya via pesan saja, dan belum pernah ngobrol langsung dengannya..


Awalnya Nana enggan untuk bicara dengan Mawar, mungkin ia berpikir kalau Mawar memang ada hubungan spesial bersama Teguh, tapi setelah Mawar menjelaskan kalau dia hanya berteman baik saja, akhirnya Nana mau membuka diri dan berkomunikasi dengan Mawar..


Dan setelah seminggu lebih lamanya berkomunikasi dengan Nana, Mawar semakin yakin untuk menjodohkan Teguh dengan Nana, karena dari perkataan Nana sangat menggambarkan kalau ia sungguh menganggumi Teguh, dan memendam rasa suka kepada Teguh, meskipun Nana tidak mengatakannya secara langsung kepada Teguh..


Mawar bingung bagaimana caranya agar Teguh bisa dekat dengan Nana, dan melupakan Mawar dengan sendirinya tanpa harus Mawar yang menyuruhnya. Mawar terus memikirkan cara agar Teguh menjauh darinya dan semakin mendekat kepada Nana..


Lama berpikir, akhirnya Mawar memiliki ide untuk permasalahannya. Iya.. Mawar berencana untuk membuat Teguh membencinya, dan tidak menyukainya lagi, dengan cara Mawar harus membuatnya kesal terhadap Mawar dan akhirnya Teguh menyerah mengejar Mawar..


Untuk seminggu pertama ini, Mawar akan menghindar dari Teguh dan tidak akan mau jika Teguh memaksa minta untuk bertemu. Setelah itu, Mawar akan menolak semua pemberian Teguh. Apapun itu, bahkan Mawar akan membuangnya di depan Teguh, agar Teguh benar benar bisa benci kepadanya..


Dari situlah pasti Teguh benar benar kesal kepadanya, otomatis saat itu hatinya tengah gundah gulana, antara mau tetap mengejar cinta Mawar atau melepas cinta yang ada di tangannya untuk Mawar..


Di saat Teguh sedang terpuruk dan dongkol akan sikap Mawara, maka di situlah Nana akan beraksi, Mawar menyuruh Nana untuk memperlihatkan perhatiannya kepada Teguh, dan juga menawarkan diri untuk Teguh apabila ingin mencurahkan semua perasaannya yang tengah galau kepada Mawar...


Dengan begitu Teguh pasti merasa kalau Nana adalah pengobat lara hatinya yang sedang gundah gulana ini, dan dengan begitu otomatis Teguh akan menaruh simpati kepada Nana, apalagi Nana memang memiliki wajah cantik yang enak di pandang mata khas sunda..


"Semoga saja rencanaku berhasil, jadi aku tidak berkata yang dapat menyakiti hati Teguh, semua akan terjadi dengan sendirinya, Teguh menjauh dariku, aku bahagia dan Teguh juga bahagia karena telah menemukan Nana yang mencintainya dengan tulus, Nana adalah perempuan yang tepat buat Teguh, bukan aku." Ucap Mawar di keheningan malam..


Tapi tentu saja Mawar tidak akan menceritakan rencananya itu..


Kepada Nana, karena jika Nana tahu kalau Teguh sedang berusaha mendapatkan hatinya Mawar, pastilah Nana akan kecewa dan mungkin ia tidak akan mau bicara dengan Mawar lagi..


Kepada Nana, Mawar mengubah ceritanya dan ia mengatakan kalau Teguh sangat sering bercerita tentang gadis yang di sukainya, namun Teguh tidak pernah mau menyebut siapa namanya, dan Mawar akan membuat cerita seolah-olah ciri ciri perempuan yang di ceritakan Teguh adalah diri Nana..


'Dengan begitu pastilah Nana akan percaya diri bila bertemu dengan Teguh, dan Nana akan semakin yakin untuk bisa menyatukan cintanya bersama Teguh, semoga mereka bisa menjadi pasangan yang saling bisa mengerti dan melengkapi satu sama lain nantinya.' harap Mawar dalam hatinya, tidak tahu mengapa ia begitu sangat bersemangat menyatukan cinta Teguh dan Nana..



Ponsel Mawar berkali kali berdering, namun Mawar tetap saja mengabaikannya, ia tidak menggubris sama sekali panggilan masuk dari Teguh tersebut. Karena memang Mawar akan memulai semua rencananya hari ini, ia akan membuat Teguh untuk tidak tertarik lagi akan dirinya..



"Maaf ya Guh, bukan gue sombong atau sok-sok an gak mau ngomong sama loe, tapi ini harus gue lakuin demi kebaikan loe juga, loe gak boleh terus terusan sama gue, loe bakalan menyesal, karena loe orang yang baik makanya gue mau loe dapat cewek baik baik juga, dan itu bukan gue." Tutur Mawar kembali melihat siapa yang menghubunginya, apakah masih Teguh yang tertera di layar ponselnya..



Ternyata memang masih Teguh, dan Mawar kembali mengabaikannya. Mawar mengaktifkan mode senyap agar deringan ponsel tidak mengganggunya. Ia pun melanjutkan aktivitasnya mempersiapkan diri untuk berangkat kerja seperti biasanya..



"Mawar, gue minta lotion loe dikit dong, gue udah order tapi belum nyampe nih, jadinya kehabisan." Eca nyelonong masuk ke kamar Mawar dan langsung menuangkan crem dari botol lotion itu..



"Ambil aja sana." Mawar masih sibuk menyetrika seragam kerjanya..



Eca kini membaluri seluruh tubuhnya dengan lotion aroma susu milik Mawar itu, ponsel Mawar yang terletak di meja rias itu kembali menyala, dan kali ini Eca yang melihatnya..



"Si Teguh nelpon tuh"..



"Biarin aja"..



"Loh kenapa ?"..



"Gak apa apa, lagi sibuk gue"..



"Gue jawab ya"..



"Terserah." Mawar menaikkan kedua bahunya..



Eca menggeser icon hijau di layar ponselnya Mawar, "halo Teguh, ini gue Eca, ada apa ya Teguh ?" tanya Eca..



Beberapa saat Eca terdiam menyimak perkataan Teguh di seberang sana, ''baik baik aja, lagi mandi dia, maklum kalau pagi pagi kita siap siap buat berangkat kerja..



"Hmm.. kenapa loe Mawar, lagi berantem ya sama Teguh ?" Tanya Eca..



"Berantem ?, ya gak lah Ca"..



"Terus kenapa dia bilang kalau loe gak balas pesannya dan gak angkat telpon dari nya"..



"Sengaja, biarin ajalah Ca"..



"Kenapa ?, loe ga suka ya sama dia lagi ?" Eca ingin tahu..



"Dari dulu kan gue emang gak pernah suka sama dia, gue cuma kasih kesempatan buat dia deket sama gue"..



"Jahat banget loe, anak orang di kasih harapan palsu"..



"Makanya, karena gue gak mau terus nyakitin dia, jadi gue bakal buat dia benci ama gue." Terang Mawar..



"Kok gitu ?"..



"Iya, biar dianya gak sakit hati, lagian dia terlalu baik buat gue, kasihan dia kalau dapet gue." Ujar Mawar..



"Hmm, susah banget sih loe ngelupain Yuda !"..



"Bukan susah, tapi gue belum nemuin pengganti yang pas Ca"..



"Ya apapun itu, gue harap loe bisa move on secepatnya dari Yuda"..



Yang jadi masalah sekarang, Mawar mulai bisa menggeser sedikit nama mas Yuda di hati nya, tapi.. tidak tau kenapa kini hati Mawar malah berulah, sudah jelas ada laki laki yang mencoba mendekatinya dan ingin masuk ke dalam hatinya, tapi dengan tegas hatinya menolak dan tidak memiliki rasa sedikit pun untuk orang itu, malahan hatinya kini sedang terusik oleh sosok Ruslan yang tidak lain merupakan suami dari Bosnya itu..



Mawar mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin itu, berharap pikiran akan lebih terbuka dan lebih terang untuk bisa memilih mana yang terbaik untuknya, raganya berusaha keras untuk tidak terlalu banyak terlibat dalam perasaan yang rumit ini, namun hatinya tetap bersikeras tidak ingin rasa di dalam nya terabaikan..



"Mawar, ada Teguh tuh di depan,'' Gina menghampiri Mawar di ruang istirahatnya..


"Tolong bilangin kalau gue lagi handle customer"..


"Oke deh Mawar"..

__ADS_1


Mawar terus menghindar dari Teguh, ia sengaja melakukan itu agar Teguh kesal padanya dan marah serta membenci nya..


"Kasihan ih si Teguh, dia khawatir banget sama si Mawar," Eca' Gina kepada Riri..


"Emang kenapa ?, Mawar mana, kok dia ga temuin Teguh sih ?"..


"Ada di dalam, gak tau gue"..


Riri pun beranjak dan menghampiri Mawar yang sedang berbaring sambil menonton video lucu di ponselnya..


"Woy, seru banget ya, nonton apa sih ?" tanya Riri langsung merebahkan dirinya di samping Mawar..


"Biasa Movie animasi The One Piece"..


"Si Teguh tadi ada di depan tau !" ujar Riri..


"Oh iya, tadi Gina udah bilang juga ke gue Ri"..


"Terus, kenapa gak loe temuin dia ?"..


"Gue lagi gak mau aja Ri"..


"Aneh banget sih loe Mawar, kasihan loh ana orang mikir loe itu, takut terjadi apa apa sama loe." Tukas Riri..


"Karena gue kasihan makanya gue cuekin dia"..


"Maksud loe gimana Mawar ?" Riri tidak mengerti..


"Ya, capek aja gue berusaha buat suka sama dia, tapi gak bisa"..


"Emang sampai sekarang loe belum suka ya sama dia ?"..


"Belum Ri"..


"Hm.. terus maksud loe nyuekin dia biar kenapa ?"..


"Biar dia benci dan kesal sama gue terus dia gak suka lagi sama gue Ri"..


"Iya kalau dia jadinya benci ke elo Mawar, kalau dia malah semakin mengejar loe gimana?, dan pengen tau keadaan loe gimana juga ?''..


"jangan deh, gue gak pantes buat dia, ada yang lebih baik dari gue, dan cewek itu udah nungguin Teguh begitu lama, kurasa dia lebih cocok sama Teguh"..


"Siapa ?, emang nya loe kenal"..


"Kenal sih, tapi baru baru ini aja, anaknya cantik, lembut dan baik, cocok banget sama Teguh yang juga sangat baik banget, gue mau bantuin tuh cewek biar bisa bersama sama Teguh"..


"Oh gitu, tapi saran gue ya Mawar, loe gak boleh menghindar gini dari Teguh, kasihan dia, coba kalau loe di posisi dia, pasti ga enakkan"..


"Iya sih, tapi gue harus gimana dong, gue mau nya si Teguh berhenti deketin gue, tapi dengan cara gue gak nyakitin dia dengan kata kata"..


"Ya gimana ya, namanya dalam hubungan itu pasti ada sakit dan kecewa, tapi semua itu kan lebih baik tahu di awal dari pada di akhir, sakitnya akan lebih parah"..


"Iya, tapi gue gak tahu harus ngomong apa sama Teguh, bingung gue." Ungkap Mawar..


"Menurut gue, lebih baik langsung jujur aja sih sama Teguh, bilang yang sejujurnyan kalau loe gak bisa menerima dia lebih dari teman, loe sudah berusaha tapi kan hati yang menentukan. Teguh pasti kecewa tapi kan dia gak perlu khawatir dan bertanya tanya lagi tentang diri loe." Riri memberikan masukan kepada Mawar..


"Bener juga sih, tapi.. kalau Teguh gak nerima gimana, gue takut Ri"..


"Teguh itu lelaki yang baik, sopan dan sangat memuliakan wanita, gue yakin dia bakal menghargai banget keputusan loe, dan dia gak akan memaksakan hatinya loe buat nerima dia, setidaknya dia sudah punya kesempatan mengungkapkan apa yang ia rasakan ke elo, ya.. kalau memang jodoh kan gak akan kemana toh," tutur Riri..


"Nanti deh aku coba ngomong sama dia ya Ri, tapi aku ngomongnya lewat pesan aja deh, aku gak tega kalau ngomong langsung kesannya aku tuh jahat banget sama dia nanti"..


"Iya.. loe ngomongnya kudu hati hati, kan Teguh gak ada salah apa apa sama loe, jadi jangan bikin dia jadi terpojok Mawar." Pinta Riri..


Mawar sebenarnya juga tidak sanggup menyakiti Teguh, tapi kalau di pikir terus nanti malah semakin menyakiti Teguh, dan Mawar tidak mau itu terjadi, lagi pula sudah ada Nana yang akan menyembuh kan luka Teguh kelak yang belum terlalu dalam..


"Maaf ya Teguh, aku tidak ada maksud sedikit pun untuk mempermainkan perasaan kamu, tapi hatiku tidak bisa terus menjalani ini dengan keterpaksaan..


Kini perasaan Mawar terasa lebih lepas setelah mengungkapkan semuanya kepada Teguh, benar seperti yang di katakan oleh Riri, ternyata Teguh sangat berbesar hati dan menerima dengan lapang dada yang telah di sampaikan Mawar kepadanya, ya.. walaupun sebenarnya Teguh merasa sedikit kecewa, namun cukup hanya..


"Mawar.. Mawar.. apa sih sebenarnya yang kamu inginkan, kemarin kamu merasa kesepian dan hampa, berharap ada seseorang yang akan mengisi hatimu, tapi sekarang saat orang itu hadir, kamu malah pergi mengabaikannya dan menyuruhnya untuk pergi begitu saja dari hidupmu, dan kini hatimu malah terusik oleh sosok pria yang sudah memiliki cinta yang sah, sungguh rumit hidup mu Mawar." Mawar mengutuk dirinya sendiri..


Mawar tidak ingin memikirkan Teguh lagi, ia yakin kekecewaan Teguh hanya sementara, sebentar lagi kecewanya akan membawa kebahagiaan dan ketenangan cinta yang di berikan Nana pada nya..


"Andai saja aku seperti nana, yang masih polos dan belum ternoda, tentulah aku tidak akan menolak laki laki sebaik Teguh, namun kenyataannya diriku sudah sangat berbeda, aku sudah tidak suci lagi, sudah tidak terjaga, aku sudah tidak perawan, mana mungkin aku sanggup berterus terang pada laki laki yang ingin mendekatiku," Mawar sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada diri nya..


Mawar mencoba melupakan permasalahan hatinya, ia sekarang hanya ingin fokus dengan pekerjaannya. Dan karena sudah sangat lama dia tidak menghubungi ibunya di kampung, maka ia berniat akan menelepon ibunya untuk menanyakan tentang kabar ibunya saat ini..


"Halo Mawar anakku.. apa kabar nak ?, kenapa sudah lama tidak menelepon mama kamu nak ?" Sapa ibu Mawar..


"Kamu baik baik saja kan nak, mama khawatir takut kamu sakit,'' ucap ibu Mawar sedikit khawatir..


"Mawar baik baik saja kok ma, mama sendiri dengan adik gimana di kampung, kalian sehat kah ?"..


"Mama sama adik sehat, tapi kemarin kepala mama sempat sedikit pusing, mungkin terlalu lelah bekerja di rumah, habis beres beres"..


"Jangan terlalu berat kerjanya ya ma, istirahat itu penting, yang kotor biarkan saja, kesehatan mama yang lebih penting"..


"Iya Mawar, oh iya.. itu temen kamu siapa itu namanya mama lupa, katanya dia pulang bawa calon suami dan sebentar lagi akan menikah"..


"Oh iya ? siapa ma, yang mana dan kapan menikahnya ?"..


"Itu si Evi menikahnya minggu depan kabarnya"..


"Oh Evi toh, jadi dia menikah dengan orang mana ma ?" Mawar jadi ingin tahu..


"Katanya sih menikah dengan adik Bos tempat dia bekerja, hebat ya dia bisa bisanya menikah dengan adiknya Bos nya"..


Deg.. seketika jantung Mawar langsung berdegup kencang, 'adik Bosnya, seandainya aku masih berhubungan dengan mas Yuda untuk saat ini, maka aku pun akan menikah dengan adik Bos ku dan tentu mama akan bangga kepada ku.' Gumam Mawar..


"Mawar.. kok kamu diam saja nak, halo ?" panggil ibunya Mawar..


"Eh iy ma, enggak itu ma ada pesan masuk di ponsel Mawar"..


"Mereka tanya sama mama, kamu kapan pulang katanya, terus sudah punya calon atau belum ?"..


Mawar terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan ibu nya, sebenarnya ia sangat ingin pulang dan membawa calon suami. Tapi satu satunya orang yang di harapkannya menjadi calon suami hanyalah mas Yuda, namun sekarang entah di mana keberadaannya tidak tahu, Mawar hanya bisa berharap dan berkhayal suatu saat mas Yuda bisa pulang dan akan menemuinya..


"Maaf ya ma, Mawar belum punya calon suami, sabar ya ma." Pinta mawar..


"Iya nak, gak apa apa kok, mama gak masalah yang penting kamu di sana jaga diri ya nak, jangan seperti tetangga kita yang dulu itu pulang pulang, eh.. sudah hamil dengan suami orang lain, aduh mama harap kamu tidak seperti itu ya nak !" pinta Ibu nya Mawar sedikit lebih tegas..


"Iya ma, tidak akan terjadi seperti itu, Mawar akan jaga diri baik baik, mama percaya sama Mawar kan ?"..


"Iya Mawar, mama percaya sama kamu nak dan besar harapan mama agar kamu bisa mengangkat deraja mama serta tidak mempermalukan keluarga, mama berharap keinginan mama ini tidak akan pernah di kecewakan ya"..


Tanpa sadar air mata Mawar terjatuh di sudut matanya, ya.. Mawar sungguh merasa bersalah dan berdosa karena telah berdusta kepada orang yang paling berarti dalam hidupnya, 'maaf ya ma, Mawar telah lalai menjaganya, ini semua kesalahan Mawar, Mawar begitu bodoh, terlena dan terbuai, maaf kan Mawar...maaf kan Mawar..' air mata Mawar terus jatuh membasahi pipinya..


"memangnya kamu gak punya pacar ya sama sekali disana ?, kalau memang ada, kenalkan lah dengan mama walau hanya mendengar suaranya, mama juga bisa menilai apakah laki laki itu baik atau tidak untuk kamu nak"...


Mawar mengusap air matanya ia tidak ingin kesedihannya semakin mendalam dan mengeluarkan isak tangis, hingga terdengar oleh ibunya, Mawar tidak mau ibunya tahu kalau hatinya tengah sedih saat ini..


"Belum ma, Mawar belum punya pacar disini, nanti kalau Mawar sudah punya pacar pasti Mawar kenalkan dengan mama"..


"Oh iya, mama doakan semoga Mawar mendapatkan pasangan yang mencintai Mawar dengan tulus ya, dan Mawar pun mencintai dia"..


"Iya ma terima kasih atas doanya ya, ma kalau begitu Mawar tutup dulu ya teleponnya, sudah malam soalnya besok Mawar mau berangkat kerja pagi pagi"..


"Iya Mawar, jaga kesehatan ya nak !, mama selalu mendoakan kamu yang terbaik disini"..


"Baik, mama dan adik juga di sana sehat sehat selalu ya, Mawar sayang sama mama dan adik"..


Ada perasaan tenang di hati sehari setelah menghubungi orang yang paling berarti dalam hidupnya setelah sepeninggalan ayahnya, mama itu lah panggilan sehari hari terhadap orang yang paling berarti dalam hidupnya itu, namun sayangnya Mawar telah memberikan luka untuk orang tersebut, Mawar tidak sanggup dan tidak bisa membayangkan seandainya mama tahu apa yang telah di lakukan dan kesalahan yang telah ia buat selama ini, pastilah mama saat ini tengah bersedih dan kecewa bahkan mungkin bisa jadi mama tidak mau lagi bicara dengannya, akibat kebodohan yang di lakukan Mawar sendiri..


Air mata Mawar kembali jatuh menyusuri pipi mulusnya, kesedihannya datang lagi, sungguh Mawar tidak sanggup lagi. Hanya penyesalan yang bisa ia lakukan bila kembali teringat sosok yang begitu di cintainya, sosok yang ia kira membawa kebahagiaan dalam hidupnya, tapi ternyata sosok itulah yang menghancurkan semuanya, sosok itulah yang menorehkan kesedihan yang begitu mendalam, dan sosok itulah yang membuat Mawar hingga saat ini tidak percaya akan dirinya sendiri, bahkan takut untuk menghadapi masa depan..


Tidak ingin matanya bengkak dan sembab di ke esokan harinya, Mawar pun segera menghapus air matanya dan mencuci mukanya walau bagaimana pun ia harus tetap menyimpan kesedihan nya, dia tidak mau teman temannya nanti tahu kalau dirinya menangis semalaman ini..


Seperti biasa, Mawar memakai skin care andalannya. Meskipun hatinya tengah bersedih, Mawar harus tetap menjaga penampilannya demi menunjang pekerjaannya walau bagaimana pun dia harus bersikap profesional pada saat bekerja dan mengesampingkan masalah hatinya..


Walau terkadang kegalauan itu datang tiba tiba, namun ia harus menepis semua itu agar tidak mengganggu konsentrasi kerjanya, ya.. dia Mawar yang sangat sulit melupakan mantan kekasihnya, padahal jelas jelas kekasihnya telah mematahkan hatinya dan mengabaikan perasaannya, namun Mawar tetap saja menyimpa rapi nama lelaki itu di relung hatinya yang tedalam


Kapan Mawar akan melupakannya, dan kapan nama itu segera terhapus dari hatinya dan siapa orang yang akan mampu menggeser nama itu ?.. hanya tuhan yang tahu, dan Mawar lah yang memilih orang tersebut, harapannya ia tidak akan memilih orang yang salah lagi..




Weekend, dimana pengunjung mall akan terlihat ramai, apalagi hari ini ada pameran di lantai utama, dimana semua usaha berkumpul disana mempromosikan dagangan nya, termasuk salon milik Vera yang juga ikut serta meramaikan pameran itu yang akan berlangsung dua hari ini..



Vera menyuruh ke empat karyawan nya untuk mengatur bagaimana tata letak peralatan salonnya di pameran besok, agar terlihat menarik oleh pengunjung..

__ADS_1



Di hari jumat ini Mawar dan kawan kawan mendapatkan jam kerja lebih, atau biasa di sebut lembur karena mereka harus menyiapkan untuk pameran besok, mengatur tata letak peralatan mereka agar terlihat simpel dan menarik di mata para pengunjung, tentu saja Vera akan memberikan bonus kepada ke empat karyawan nya, yaitu dengan upah lebih atas kerjanya yang sampai larut malam ini..



Mereka berempat sangat kompak sekali saling bahu membahu membantu agar besok stand pameran mereka terlihat berbeda dan juga enak untuk di lihat. Sementara Vera sebagai Bos hanya mengawasi dan mengatur serta memberi masukan jika ide karyawan nya kurang kena di hati nya, dan tidak enak di lihat oleh mata nya..



"Hmm.. kayaknya seperti ini sudah oke lah ya,'' Vera sambil mengamati hasil kerja ke empat karyawan nya itu..



Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, memakan waktu yang cukup lama untuk mereka menyelesaikan semua ini sampai larut malam dan akhirnya semua selesai..



"Oke makasih ya buat teman teman semua yang sudah mau bekerja sama, tenang saja bonus kalian akan saya berikan langsung besok pagi ya." Ucap Vera menyemangati ke empat karyawan nya, dan tentu membuat ke empat karyawan nya itu begitu senang karena mendapatkan uang lebih dari Bos nya itu..



"Jangan lupabesok saya minta penampilan kalian lebih rapi, dan menggunakan baju yang telah saya berikan kemarin !, untuk bawahannya saya ingin suasana yang berbeda dari kalian cukup pakai celana jeans saja dan jangan lupa sepatu heels ya, agar terlihat lebih elegan." Ucap Vera memberi instruksi kepada ke empat karyawan nya..



"Dan juga untuk rambut saya minta rambutnya di ikat satu semuanya dan untuk make up, saya mau make up yang minimalis tapi terlihat ya, terlihat lebih tegas dari biasanya !, kalau sehari hari kalian menggunakan lipstik yang nude, besok saya minta lipstiknya lebih berwarna ya agar lebih fresh..



"Untuk penugasan yang menunggu di pameran dan juga di salon kita bagi dua aja ya, dua orang di salon, dan dua orang lagi di pameran. Di rolling setelah jam makan siang kita akan tukar, adil semua akan kebagian untuk mejeng di pameran"..



"Jadwal pagi saya minta Gina dan Eca, nanti setelah makan siang berganti lagi dengan Riri dan Mawar, dan saya akan datang kesini juga untuk mengobrol." Lanjut Vera..



"Harapan saya tentunya harapan kita semua, berharap pengunjung mall besok atau mungkin penduduk kota ini semakin mengenal adanya salon kita dan tentu akan membawa dampak positif bagi salon kita yang akan bertambah jumlah customer dan juga membernya"..



"Oleh karena itu saya minta kepada teman teman semua, besok tolong berikan pelayanan terbaik dan tolong berikan kata kata yang sangat menjual membuat mereka penasaran ingin mengunjungi salon kita !"..



"Mawar dan kawan kawan mendengar arahan Vera dengan serius, mereka harus memahami apa yang Vera minta dan tentu ini menjadi tantangan dan juga kewajiban mereka sebagai karyawan untuk terus menjaga kualitas dari salon tempat mereka bekerja..



"Ok, sekian dulu yang bisa saya sampaikan semoga bisa di terima dengan baik ya, selamat beristirahat untuk kalian semua, untuk makan malam sudah saya kasih sama pak Agus di depan, sekali lagi saya minta siapkan diri untuk besok berikan penampilan dan pelayanan terbaik jangan lupa juga untuk selalu tersenyum kepada setiap pengunjung besok"..



"Baik bu,'' jawab mereka dengan serempak..



"Lumayan capek juga ya, aduh.. padahal tadi gue punya janji sama cowok buat makan malam terpaksa deh di cancel,'' ujar Eca..



"Iya, ini ngantuk banget aku, soalnya kemarin aku kurang tidur gara gara nonton drama Korea, eh malam ini harus lembur, ya ampun !" Riri ikut menyahuti..



"lagian loe begadang nonton drama Korea gimana sih !"..



"Ya habisnya aku suka sama jalan ceritanya, jadi penasaran pengen nonton terus"..



Mawar diam saja, sebenarnya dia juga merasakan kantuk yang amat berat karena semalaman dirinya susah tidur karena di rundung kesedihan dan air matanya tidak berhenti mengalir terus menemani sepanjang malam nya, jadi saat ini ia sangat merasakan kantuk yang luar biasa..



"Ya sudah, lebih baik malam ini kita tidur cepat aja, besok jangan lupa persiapkan diri kalian, termasuk aku juga,'' ucap Gina..



"Ya.. jangan lupa dandan juga tuh yang cetar, loe tuh kan paling males kalau soal dandan, nah sekarang loe dapat tantangan dari bu Vera harus dandan lebih keliahatan dari biasanya, inget dengerin tuh !" sunguh Eca sambil bergurau kepada Gina..



"Iya.. iya.. besok gue pakai bulu mata tiga lapis, terus gue pakai lipstik empat lapis, sekali gue pakai beda tujuh layer haha"..



"Mau ngapain, mau ngelenong ya, gila aja loe Gin !".. Riri menimpali..



"Gue masuk kamar duluan ya ngantuk banget nih, mata ku sudah berat banget !" Mawar meninggalkan ketiga temannya itu yang masih di ruang nonton..



"Sama, gue juga udah ngantuk nih, udah ya gua duluan ya byee !" Gina pun ikut masuk ke dalam kamarnya..



"Gue harus kabarin dulu nih kalau malam ini gak bisa telponan, soalnya besok ada kegiatan yang penting banget, kalau sampai gue kesiangan dan penampilan gue acak acakan bisa bisa nanti gue bakalan kena semprot deh sama bu Vera !, apalagi besok dia pasti stand by disana." Eca berlari menuju kamar nya..



"Aduh gue pakai celana yang mana ya ?, gue kan gak punya celana jeans panjang, rata rata gue punyanya rok pendek semua, aduh gimana nih gue besok," Eca bingung menatap isi lemarinya karena dia memang tidak memiliki celana jeans panjang yang dia punya hanya legging panjang..



"Semoga Mawar belum tidur, gue mau pinjam celana jeans dia buat di pakai besok,'' Eca bergegas ke kamar Mawar..



Tok.. tok tok.. "Mawar," panggil Eca..



Cek lek, Mawar langsung membuka kan pintu kamarnya, "kenapa Ca ?"..



"Maaf gue ganggu leo malam malam, udah tidur loe ya ?" tanya Eca..



"Belum sih, ada apa Ca ?"..



"Gue mau pinjem celana jeans loe dong, kan loe tau gue gak punya celana jeans panjang," ujar Eca tersenyum..



"Oh.. loe pilih aja sendiri ya, mana yang pas sama loe," Mawar membuka kan lemari pakaiannya. Mawar memang hobi memakai celana jeans panjang sejak dulu, jadi tidak ada salah jika koleksinya begitu banyak..



"Banyak banget sih celana loe Mawar, ih yang ini keren deh, suka gue," Eca memperlihatkan salah satu celana Mawar yang bermodel high waist..



"Yang mana ?" mawar memberikan vitami ke rambutnya..



"Ini loh, tapi kurang nyaman sih buat kerja, soalnya bahannya tebal, dan dia gak ngaret." Eca meneliti bahan celana ini..



Seketika suasana hati Mawar kembali sendu melihat celana yang sedang di pegang oleh Eca, 'celana itu kenangan dari mas Yuda,' desis Mawar dalam hati..


__ADS_1


Ternyata celana itu merupakan pemberikan dari mas Yuda, sewaktu Mawar berkencan dengan mas Yuda, dan mas YUda membelikan Mawar celana jeans dan juga baju, mas Yuda membelibaju dengan warna yang sama agar terlihat couple dengan Mawar, hari itu merupakan hari yang begitu banyak kebahagiaan yang di rasakan Mawar menjadi wanita yang sangat spesial dalam hidup mas Yuda..


__ADS_2