Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Tujuan Baru


__ADS_3

Sebelum lanjut, kita baca dulu kisah kisah temannya yang ga kalah seru ini ya gaess..


Gadis bertubuh langsing dan berkulit putih itu meninggalkan sepasang kekasih yang asik bercumbu di tepi taman remang remang, hal itu tidak asing baginya yang sudah terbiasa menjalin hubungan dengan banyaknya lelaki..


Dia Putri, merupakan gadis keturunan jawa yang cantik dan menarik, Eca ia biasa di panggil oleh teman temannya di kampung maupun teman kerjanya..


Ternyata dia adalah primadona di kampungnya, karena kasus percobaan pemerkosaan di desa yang memaksanya untuk melarikan diri ke sudut kota ini, bagaimana tidak, ia gemar berpakaian sexy, di tambah lagi bentuk tubuhnya yang aduhai semampai, dan sifat centik serta agresif nya merupakan bawaan lahirnya yang menjadi daya tariknya..


Dulu ia pernah menjalin hubungan dengan anak juragan di desanya, bisa di bilang ya orang terkaya di kampung nya namun siapa sangka bukan hanya anaknya tetapi juga bapaknya yang tidak lain si juragan yang tergoda akan keindahan tubuhnya...


Tubuhnya hampir saja di jamah oleh laki laki yang lebih pantas menjadi ayahnya itu, namun kejadian itu dengan cepat di ketahui oleh Andi yang tidak lain merupakan kekasihnya Eca anak si juragan. Meskipun Andi telah sering melakukan hubungan dengan Eca, ia begitu murka akan kelakukan ayahnya..


Tetapi karena ayah nya Andi memiliki banyak uang dan mengenal semua orang penting di desa itu, dengan mudahnya kasus itu bisa di selesaikan tanpa di ketahui oleh orang lain..


Ia menginginkan Eca menjadi istri mudanya, namun Eca tidak bisa menerimanya begitu pun Andi tidak menerima itu, akhirnya Eca terusir dari kampung dengan tuduhan ia yang hendak menghancurkan masa depan Andi anak si juragan..


Yang membuat Eca kesal, Andi kekasih nya tidak melakukan pembelaan sedikit pun padanya, mungkin karena ia takut akan kehilangan warisan kekayaan ayah nya. Oleh sebab itu Eca memutuskan pergi ke kota dan tidak ingin kembali lagi ke desa itu..


Siapa sangka luka masa lalu membuat Eca menjadi pribadi yang semakin berani, dan membuat dirinya seperti perempuan yang kehausan **** saat melihat pria yang menaikkan hasrat nafsunya..


Begitu pun saat ia melihat mas Yuda adik Bosnya yang sekarang menjadi kekasih temannya sendiri Mawar, khayalan nakalnya ingin bercumbu bersama mas Yuda selalu menari nari di pikiran kepalanya, cepat atau lambat ia harus mewujudkan keinginannya..


Kesempatan pertama yang telah ia raih saat ia berhasil mengecup bibir seksi mas Yuda di dalam mobil di tepi pantai, namun sayang semua itu belum memenuhi kebutuhan hasratnya..


Ia selalu mencari celah agar bisa dekat dan menggoda mas Yuda, terlebih saat dia tahu kalau temannya itu Mawar juga menjalin kedekatan dengan mas Yuda, pria yang menjadi tujuan fantasinya saat ini..


Bagi Eca hubungan yang serius hanya membuat waktu, sama seperti dulu ia menjalin kasih bersama Andi sudah lebih dari lima tahun lamanya namun semua itu hanyalah sia sia belaka, bahkan Andi sedikitpun sama sekali tidak ada memperjuangkannya..


Kini Eca menganggap lelaki hanya sebatas pemuas hasrat saja, ia bisa menemui dan meninggalkan laki laki manapun yang ia butuhkan, tak ubahnya mas Yuda hanyalah sebatas rasa penasaran Eca akan hasrat bercintanya..


Namun kali ini Eca, belum berhasil memenuhi keinginannya, lelaki yang sangat ingin ia cumbui selangkah lagi, tetapi mengacuhkannya dan itu membuat hatinya merasa sangat kesal..


Kecewa lama lama tidak ada dalam kamusnya, baginya hilang satu akan tumbuh seribu, ia bisa dengan mudahnya mencari laki laki lain yang bisa memenuhi keinginannya, seperti malam ini..


Brukk..


Sepertinya seseorang menabraknya dan membuat ia terjatuh, ''aduh.. jalan pakai mata dong !" ucap Eca kesal..


Orang itu segera membantu dirinya untuk bangun, ''maaf ga sengaja," ucapnya sopan..


Eca tidak menggubrisnya ia terus membersihkan telapak tangan dan lututnya yang terkena sedikit kotoran tanah..


"Maafin ya mba, saya benar benar ga sengaja," ucap orang itu menyodorkan tangan kanannya..


Eca meraihnya, dan melihat wajah orang itu, sosok laki laki dengan kemeja rapinya, ia terlihat berumur 40 tahun, namun masih tetap tampan dengan gaya rambut yang kekinian..


Eca tertegun 'hmm.. target baru ini,' desis Eca..


"Kamu maafin saya kan ?" ucapnya dengan senyum ramah..


"Oh.. iya.. iya saya maafin,'' sahut Eca..


"Ngomong ngomong habis dari mana ?"


"Oh.. itu.. saya habis anterin teman saya tadi ketemu pacarnya, tapi mereka sudah jalan jadi saya pulang sendiri,'' Eca mengarang cerita..


"Wah kasian sekali ya, datang barengan pulangnya sendiri,'' ledek lelaki itu dengan senyum bersahajanya..

__ADS_1


"Iya gak apa apa udah biasa kok,'' jawab Eca..


"Loh ini memang pacarnya kamu kemana," tanya nya..


"Sa.. saya gak punya pacar om eh.. mas,'' sahut Eca malu malu..


Laki laki itu hanya diam, dia mengamati penampilan Eca yang memakai kaos hitam dan rok jeans pendek pertengahan paha, dan terlihat cantik dengan rambutnya yang di cepol..


"Ah.. masa cantik begini ga punya pacar ?" lelaki itu kembali bertanya..


Eca hanya diam, ia paham betul kalau lelaki dewasa di depannya ini mulai tertarik akan dirinya, dan ia pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini..


"Oh ya, kenalin ini saya Egi," lelaki itu menepis kediaman Eca..


"Eca"...


"Saya antar pulang ya, mau ga ?'' pinta lelaki itu..


Kini Eca terlihat berjalan berdampingan dengan lelaki itu, dan ia pun memasuki mobil mewah milik laki laki yang baru di kenalnya ini, ia begitu merasa nyaman dan percaya diri di dalam mobil yang elegan ini..


Mas.. maaf.. boleh mampir disana ga ?" Eca menunjuk warung makan di pinggir jalan..


"Loh kamu belum makan ?" Tanya Egi khawatir..


"Iya mas, soalnya td ga masak,'' imbuh Eca malu malu..


"Ya udah kalau gitu saya ajak makan di restoran ya, jangan di sana, karena belum tentu higienis"..


Eca mengangguk tanda setuju, kini ia semakin yakin kalau laki laki di sampingnya ini bukan orang biasa, terlihat dari jam tangan, sepatu dan mobil yang di gunakan bermerk dan mahal semua..


'Kesempatan emas ini,' gumam Eca sambil menarik sudut bibirnya tanda kemenangannya akan di dapat..


"Saya masih usia 21, saya kerja di salon mas," jawab Eca..


"Oh pantas cantik, rupanya kerja di salon ya, pandai merawat diri," pujinya tersenyum..


"Ah mas bisa aja, ga cuma merawat diri, merawat orang lain juga pandai kok,'' Eca meluncurkan godaannya..


"Oh ya..'' lelaki itu tersenyum penuh arti..


"Iya dong, kan yang datang ke salon orang orang semua mas, jadinya harus pandai merawat orang lain juga kan," Eca terkekeh..


"Ah iya bener.. kalau gitu saya juga mau dong di rawat sama kamu,'' Egi membalas godaan Eca..


"Ntar ada yang marah ga nih, kalau saya merawat mas nya hehe ?" Eca tersipu..


"Ehem.. kalau ga tahu kan ga akan marah ?" sahut Egi..


"Oh jadi mau main kucing kucingan nih mas ?" goda Eca lagi..


"Kan yang sembunyi sembunyi itu lebih seru kan,'' Egi melirik Eca nakal..


"Aku suka mas yang sembunyi sembunyi, asik.." Eca berbisik ke telingan Boy..


Sepertinya Eca menemukan lawannya yangpas, ia sangat suka sekali suatu hal yang menantang apalagi kalau ia mendapatkan keuntungan dari lawannya ini..


'Ga boleh aku sia siain, ini ladang emas buat aku,' desah Eca dalam hati sambil memandang panas ke arah lelaki yang fokus menyetir di sampingnya ini, dan lelaki itu terlihat melirik ke arahnya dengan tatapan tidak sabar ingin menerkam gadis muda ini..

__ADS_1


"Kalau hari libur hubungi saya ya,'' sambung lelaki itu..


"Oke.. hubungi aja, ga mau ketemu mas ?" Tanya Eca..


"Jangankan ketemu lebih dari itu pun saya bersedia" ucap Egi semakin nakal..


Eca tersenyum dan mengubah gaya duduk nya, meletakkan satu kaki di atas kaki satunya dan semakin memperlihatkan pahanya yang seksi ke arah Egi, agar lelaki itu semakin terpancing dan penasaran akan dirinya..


*Seminggu kemudian*


Hari ini adalah hari yang di tunggunya, sudah seminggu ia memendam penasaran akan sosok yang menabraknya malam itu..


"Hai Ca mau kemana ?" Tanya Mawar..


"Ketemu pacar gue," ucap Eca sedikit angkuh..


"Kok loe ga kenalin ke kita sih Ca ?" Tanya Riri..


"Kan baru aja, kalau dah lama gue bakalan kenalin ntar ?" sahut Eca..


"Awas ntar dapatnya buaya darat loh !," Gina memperingatkan Eca..


"Jangan buaya darat, buaya air, buaya laut gue ga bakalan takut," Eca terlihat sangat cuek..


Eca pun pergi begitu saja meninggalkan ketiga temannya itu, ia begitu percaya diri akan sepatu high heels nya dan mini dress merah berdada rendah yang memang serasi dengan tubuhnya..


Eca merasa menjadi nyonya hari ini, ia bisa melakukan apapun yang di inginkan tanpa mengeluarkan uangnya sepeser pun, 'its amazing' desis Eca..


"Kamu senang hari ini beb ?" ucap Egi..


"Yes baby, im very happy, thank you.. cup,' Eca mengecup ringan pipi lelaki yang membuatnya menjadi ratu hari ini..


"Berarti malam ini waktunya saya yang senang dong beb ?" Egi menggoda Eca sambil meremas paha seksi Eca..


"I do what you want,'' sahut Eca dengan singkat..


Mobil terhenti di tempat yang tidak kalah mewah 'Night Bar' yang tertulis di bagian depan bangunan itu..


"Come on sayang kita akan bersenang senang di dalam," Egi menggandeng mesra Eca..


Mereka menempati meja di sudut ruangan itu, lagu romantis yang membuat siapa saja terlena di ruangan itu, kini terlihat beberapa botol bir di depan mereka..


"Ayo sayang kita minum !" ajak Egi kepada Eca..


"Iya sayang, aku suka ini"..


Egi dan Eca terlihat dahaga meneguk sebotol bir yang mereka pesan, hingga kini dari merka sudah kehilangan seperempat kesadarannya..


"I want you, baby !" Egi mencium leher incah Eca..


Eca terlihat menikmati sentuhan demi sentuhan dari Egi, sehingga ia hanya bisa terpejam akan apa yang Egi lakukan..


Mereka terus meneguk minuman hingga bir hampir habis, dan setengah kesadaran mereka sudah melayang, kini bibir mereka telah beradu pekat mengisyaratkan gairahnya masing masing..


"Kau benar benar membuat ku mabuk," lirih Egi pelan..


"Kemabukanmu adalah kemewahan bagiku sayang,'' lagi Eca mengecup bibir sensual Egi..

__ADS_1


Sementara Egi harus lebih merogoh koceknya demi wanita mudanya ini, agar terus dengan senang hati memuaskannya, namun tidak sulit baginya seorang pemilik perusahaan terbesar di kota ini, yang terpenting nafsu dan hasratnya bisa terpenuhi..


__ADS_2